The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
April dari 1999
Bagaikan Api Yang Tak Terpadamkan

Bagaikan Api Yang Tak Terpadamkan

Penatua M. Russell Ballard
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

Tetapi satu hal yang pasti: perintah-perintah tidak pernah berubah. . . . Yang benar masih tetap benar. Yang salah masih tetap salah, tidak peduli betapa manisnya pun dibungkus dalam kepatutan atau kepantasan secara politik.

Penatua M. Russell Ballard

Brother dan sister sekalian, ini sudah merupakan dua hari yang penuh inspirasi, dan saya berharap bahwa ceramah saya juga akan memberikan tambahan pada pengajaran dan roh dari konferensi umum ini.

Kadang-kadang saya memiliki kesempatan istimewa untuk memimpin di dalam bait suci sewaktu dua orang muda yang layak dinikahkan dan dimeteraikan di Rumah Tuhan. Ini selalu merupakan saat yang istimewa bagi keluarga dan teman-teman. Perasaan pada saat seperti itu merupakan suatu paduan yang manis dan memuaskan dari kebahagiaan duniawi dan sukacita kekal yang terlihat di mata para ibu yang berlinang air mata, yang telah berdoa untuk hari ini dengan segenap hati mereka. Anda melihatnya di mata para ayah yang, untuk pertama kalinya selama berbulan-bulan, memikirkan hal lainnya selain bagaimana harus membayar semua biaya. Tetapi terutama anda melihatnya dalam mata pengantin pria dan wanita yang bajik, yang telah hidup setia pada ajaran-ajaran injil, menghindari godaan-godaan dunia. Ada suatu perasaan istimewa, tak tersangkalkan yang tersedia bagi mereka yang telah bertahan bersih dan murni serta suci.

Terlalu banyak di antara remaja putra dan remaja putri kita yang menyerah pada tekanan-tekanan yang diberikan dunia yang dipenuhi dengan pesan-pe-san jahat dan perilaku tidak bermoral. Lusifer sedang melancarkan perang yang kejam untuk merebut jiwa baik yang muda maupun yang tua, dan jumlah korban yang jatuh semakin bertambah. Standar-standar dunia telah bergeser seperti pasir dari gurun yang ditiup angin. Yang dulu tidak pernah terdengar atau tidak dapat diterima, kini sudah menjadi lazim. Sudut pandang dunia telah berubah begitu dramatisnya sehingga mereka yang memilih untuk berpegang pada standar-standar moralitas tradisional dianggap sebagai aneh, hampir seolah-olah mereka harus membenarkan hasrat mereka untuk mematuhi perintah-perintah Allah.

Tetapi satu hal yang pasti: perintah-perintah tidak pernah berubah. Jangan salah tentang hal itu. Yang benar masih tetap benar. Yang salah masih tetap salah, tidak peduli betapa manisnya pun dibungkus dalam kepatutan atau kepantasan secara politik. Kita percaya pada kesucian sebelum pernikahan dan kesetiaan setelahnya. Standar itu merupakan standar kebenaran yang mutlak. Standar itu tidak tunduk pada pengumpulan pendapat umum maupun bergantung pada situasi atau keadaan. Tidak perlu memperdebatkannya atau memperdebatkan standar-standar injil lainnya.

Tetapi ada kebutuhan mendesak bagi para orang tua, pemimpin, dan guru untuk menolong kaum muda kita belajar memahami, mengasihi, menghargai, dan menjalankan standar-standar injil. Para orang tua dan remaja harus berdiri bersama dalam pertahanan melawan musuh yang cerdik dan licik. Kita haruslah sama berdedikasinya, sama efektifnya, dan sama bertekadnya dalam usaha kita untuk menjalankan injil seperti si musuh dalam usahanya untuk menghancurkannya.

Tantangan di hadapan kita besar. Betapa dalam jiwa-jiwa fana mereka yang kita kasihi. Ijinkanlah saya menyarankan empat cara kita dapat membangun benteng iman di dalam rumah tangga kita dan khususnya menolong mempersiapkan remaja kita untuk menjadi bersih dan suci dan murni, sepenuhnya layak untuk memasuki bait suci.

Yang pertama adalah informasi injil. Informasi paling penting dan mengubah hidup yang saya ketahui adalah pengetahuan bahwa kita adalah benar-benar anak-anak Allah, Bapa Kekal kita. Ini bukan saja benar secara doktrin, tetapi juga amat penting secara rohani. Kata Juruselamat dalam doa permohonanNya yang kuat, "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus" (Yohanes 17:3). Mengenal Bapa Surgawi dan memahami hubungan kita denganNya sebagai Bapak kita dan Allah kita berarti menemukan makna dalam kehidupan ini dan harapan dalam kehidupan yang akan datang. Keluarga kita perlu mengetahui Dia adalah nyata, bahwa kita sesungguhnya adalah putraNya dan putriNya serta ahli waris atas semua yang Dia miliki, sekarang dan untuk selama-lamanya. Mantap dalam pengetahuan itu, maka anggota keluarga akan lebih kecil kemungkinannya untuk mencari penyimpangan dari setan dan lebih cenderung untuk memandang kepada Allah dan hidup (lihat Bilangan 21:8).

Bagaimanapun kita perlu menanamkan di dalam hati kita kesaksian kuat akan injil Yesus Kristus seperti yang dimiliki oleh para leluhur pionir kita. Ingatlah sewaktu Nauvoo jatuh pada bulan September 1846 dan keadaan para Orang Suci yang tak tertanggungkan di kemah-kemah orang miskin. Ketika berita sampai di Winter Quarters [Tempat Permukiman Musim Dingin], Brigham Young segera mengumpulkan para pemegang imamat. Setelah menjelaskan situasinya dan mengingatkan mereka akan perjanjian yang dibuat di Bait Suci Nauvoo bahwa tidak seorangpun yang ingin ikut, betapapun miskinnya, akan ditinggalkan, dia memberi mereka tantangan yang luar biasa ini:

"Sekarang adalah waktunya untuk bekerja," ujarnya. "Biarlah semangat perjanjian yang telah anda buat di dalam Rumah Tuhan, menyala di dalam hati anda, bagaikan api yang tak terpadamkan" (Journal History of the Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, 28 September 1846, hlm. 5; penekanan ditambahkan). Dalam waktu beberapa hari, meskipun berada dalam kondisi yang hampir melarat di Winter Quarters, banyak kereta wagon pergi ke bagian timur untuk menyelamatkan para Orang Suci di kemah-kemah orang miskin di sepanjang Sungai Mississipi.

Kita sering mendengar tentang penderitaan dan pengorbanan yang harus ditanggung oleh para Orang Suci terdahulu, dan kita bertanya kepada diri kita sendiri, Bagaimana mereka melakukannya? Apa yang memberi mereka kekuatan seperti itu? Sebagian dari jawabannya terdapat dalam perkataan kuat Presiden Young tersebut. Para Orang Suci terdahulu itu telah membuat perjanjian dengan Allah, dan perjanjian itu menyala bagaikan api tak terpadamkan di dalam hati mereka.

Kadang-kadang kita tergoda untuk membiarkan hidup kita lebih diatur oleh kemudahan dari pada oleh perjanjian. Memang tidak selalu mudah menjalankan standar-standar injil dan berpegang pada kebenaran serta bersaksi tentang Pemulihan. Biasanya tidaklah mudah untuk membagikan injil kepada orang lain. Tidaklah selalu mudah untuk menanggapi pemanggilan di Gereja, khususnya yang merentangkan kemampuan kita. Kesempatan-kesempatan untuk melayani orang lain dengan cara yang bermakna, sebagaimana kita telah berjanji untuk melakukannya, jarang sekali datang pada waktu yang mudah. Tetapi tidak ada kekuatan rohani dalam hidup dengan kemudahan. Kekuatan datang sewaktu kita mematuhi perjanjian kita. Sewaktu kita menyimak kehidupan para Orang Suci terdahulu ini, kita melihat bahwa perjanjian mereka adalah kekuatan utama di dalam hidup mereka. Tela-dan dan kesaksian mereka cukup kuat untuk mempengaruhi generasi demi generasi dari anak-anak mereka.

Sewaktu anak-anak kita tumbuh, mereka memerlukan informasi yang diajarkan oleh orangtua secara lebih langsung dan sederhana mengenai apa yang pantas dan tidak pantas. Orangtua perlu mengajar anak-anak mereka untuk menghindari gambar-gambar atau cerita-cerita porno. Anak-anak dan remaja perlu mengetahui dari orangtua bahwa pornografi jenis apapun adalah alat iblis; dan jika seseorang bermain mata dengannya, alat itu memiliki kekuatan untuk membuatnya ketagihan, membuatnya tidak peka, dan bahkan menghancurkan roh manusia. Mereka perlu diajarkan untuk tidak menggunakan bahasa yang tidak senonoh dan tidak pernah menyebut nama Tuhan dengan sembarangan. Lelucon-lelucon kasar yang mereka dengar tidak boleh diceritakan kembali. Ajarlah para anggota keluarga untuk tidak mendengarkan musik yang mendewakan hawa nafsu. Berbicaralah kepada mereka dengan terus terang mengenai seks dan ajaran injil mengenai kesusilaan. Biarlah informasi ini datang dari orangtua di rumah dengan cara yang pantas. Seluruh anggota keluarga perlu mengetahui aturan-aturannya dan diperkuat secara rohani agar mereka dapat mematuhinya. Dan sewaktu kesalahan dibuat, Korban Tebusan yang menakjubkan dari Tuhan Yesus Kristus haruslah dipahami dan diterima agar melalui proses pertobatan yang lengkap dan kadang-kadang sulit, pengampunan dan harapan yang berkelanjutan bagi masa depan dapat diperoleh. Kita tidak pernah boleh melepaskan pencarian perorangan dan keluarga kita bagi kehidupan kekal.

Sayangnya, ada terlalu banyak orangtua di dunia sekarang yang telah melepaskan tanggung jawab untuk mengajarkan nilai-nilai ini dan doktrin-doktrin Gereja lainnya kepada keluarga mereka, dengan mempercayai bahwa orang lain akan melakukannya: kelompok sebaya, sekolah, pemimpin dan guru Gereja, atau bahkan media. Setiap hari anak-anak kita belajar, mengisi pikiran dan hati mereka dengan pengalaman-pengalaman dan persepsi-persepsi yang sangat mempengaruhi sistem nilai pribadi mereka.

Brother dan sister sekalian, kita perlu saling mengajar dan menanamkan iman yang lebih dalam ke dalam hati kita untuk memperkuat diri kita sendiri dengan keberanian untuk mematuhi perintah-perintah di dunia yang semakin dipenuhi dengan kejahatan. Kita perlu menjadi sedemikian dalamnya dipertobatkan pada injil Kristus sehingga api perjanjian akan menyala di dalam hati kita bagaikan nyala yang tak terpadamkan. Dan dengan iman seperti itu kita akan melakukan apa yang perlu agar tetap setia dan layak.

Kedua adalah komunikasi. Tidak ada yang lebih penting bagi hubungan antara anggota keluarga dari pada komunikasi yang terbuka dan jujur. Hal ini terutama sekali berlaku bagi orangtua yang sedang berusaha mengajarkan asas-asas dan standar-standar injil kepada anak-anak mereka. Kemampuan untuk berunding dengan remaja kita--dan mungkin lebih penting lagi, untuk benar-benar mendengarkan keprihatinan mereka--adalah landasan bagi terciptanya hubungan yang berhasil. Sering sekali apa yang kita lihat di dalam mata dan apa yang kita rasakan di dalam hati akan mengungkapkan jauh lebih banyak dari pada apa yang kita dengar atau ucapkan. Suatu pesan kepada anda, anak-anak sekalian: Jangan sekali-sekali bersikap tidak hormat kepada orangtua anda. Anda juga harus belajar untuk mendengarkan, khususnya nasihat ibu dan ayah anda serta bisikan-bisikan Roh. Kita perlu memperhatikan dan menangkap saat-saat pengajaran khusus yang terus menerus terjadi dalam hubungan keluarga kita, dan kita perlu bertekad sekarang untuk mengadakan malam keluarga setiap Senin malam.

Ada saat-saat komunikasi yang sangat kuat melalui doa keluarga yang teratur dan melalui mempelajari tulisan suci keluarga. Tulisan suci akan membantu mendefinisikan nilai-nilai dan gol-gol keluarga, dan membicarakannya secara bersama-sama akan menolong para anggota keluarga untuk belajar menjadi mantap secara perorangan, kuat secara rohani, dan mandiri. Ini memerlukan waktu, oleh karena itu kita perlu berdiskusi bersama mengenai seberapa banyak acara televisi, seberapa banyak bioskop, video, permainan video, waktu di Internet, atau kegiatan di luar rumah yang hendaknya diijinkan.

Ketiga adalah campur tangan. Adalah kewajiban orangtua untuk campur ta-ngan ketika mereka melihat pilihan yang salah dibuat. Itu tidak berarti bahwa orangtua merampas dari anak-anak mereka hak pilihan bebas yang berharga. Karena hak pilihan bebas adalah karunia yang dianugrahkan Allah, pada akhirnya pilihan mengenai apa yang akan mereka lakukan, bagaimana mereka akan berperilaku, dan apa yang akan mereka percayai akan selalu menjadi milik mereka. Tetapi sebagai orangtua kita perlu memastikan agar mereka memahami perilaku yang pantas dan akibat-akibatnya bagi mereka jika mereka mengikuti jalan mereka yang salah. Ingatlah, tidak ada hal yang dinamakan sensor yang tidak sesuai hukum di rumah. Film, majalah, televisi, video, internet dan media lainnya ada di rumah sebagai tamu dan hendaknya hanya dipersilakan masuk kalau hal-hal tersebut pantas untuk dinikmati oleh keluarga. Jadikanlah rumah anda sebagai tempat bernaung penuh kedamaian dan kesalehan. Janganlah membiarkan pengaruh-pengaruh iblis mencemari lingkungan rohani istimewa anda sendiri. Bersikaplah baik, bijaksana, lembut, dan penuh tenggang rasa dalam apapun yang anda ucapkan dan bagaimana anda memperlakukan satu sama lain. Lalu gol-gol keluarga yang dilandaskan pada standar-standar injil akan memudahkan kita membuat keputusan-keputusan yang baik.

Asas yang sama berlaku pula bagi anda para uskup, guru, dan pemimpin lainnya di Gereja sewaktu anda bekerja untuk menolong keluarga-keluarga. Anda tidak perlu berdiam diri sementara orang-orang yang berada dalam tugas pengawasan anda membuat pilihan-pilihan moral yang tidak baik. Sewaktu salah seorang dari remaja anda berdiri di suatu persimpangan moral dalam kehidupan, hampir selalu ada seseorang­orangtua, pemimpin atau guru­yang dapat membuat perbedaan melalui ikut campur dengan kasih dan kemurahan hati.

Keempat adalah teladan. Sama seperti sulitnya bagi seorang pelaut yang kelelahan untuk menemukan jalannya di lautan yang belum dipetakan tanpa bantuan kompas, demikian pula hampir tidak mungkin bagi anak-anak dan remaja untuk menemukan jalan mereka mengarungi lautan kehidupan tanpa bimbingan terang dari teladan yang baik. Kita tidak dapat berharap mereka akan menghindari hal-hal yang tidak pantas jika mereka melihat orangtua mereka mengkompromikan asas-asas dan gagal hidup sesuai dengan injil.

Sebagai orangtua, guru, dan pemimpin, adalah kewajiban kudus kita untuk memberikan teladan pribadi yang kuat mengenai kekuatan, keberanian, pengorbanan, pelayanan tanpa pamrih, dan kontrol diri yang benar. Ini adalah sifat-sifat yang akan menolong remaja kita berpegang pada pegangan besi injil dan tetap berada di jalan yang lurus dan sempit.

Seandainya saja saya dapat mengatakan kepada anda bahwa memusatkan pada informasi, komunikasi, campur ta-ngan dan teladan akan selalu menghasilkan keluarga yang sempurna dengan anak-anak yang sempurna, yang tidak pernah tersesat dari standar-standar injil. Itu, sayangnya, tidak demikian halnya. Tetapi keluarga-keluarga yang mengetahui, mengajarkan dan menjalankan asas-asas dan standar-standar injil memiliki kemungkinan lebih besar untuk terbebas dari rasa sakit karena kesalahan yang berat. Sewaktu pola-pola yang telah lama terbina dari komunikasi positif dan teladan setia menang, akan menjadi lebih mudah untuk berdiskusi bersama mengenai masalah-masalah pribadi dan untuk mengusahakan perubahan-perubahan yang diperlukan yang akan memberkati setiap anggota keluarga.

Dengarkanlah nasihat penting Raja Benyamin: "Aku tidak dapat menceriterakan kepadamu tentang segala sesuatu yang dapat menyebabkan kamu berbuat dosa, karena ada berbagai jalan serta cara, bahkan begitu banyak sehingga aku tidak dapat menghitungnya.

"Tetapi hanya ini yang dapat kukatakan kepadamu, bahwa jika kamu tidak menjaga dirimu, pikiranmu, perkataanmu, perbuatanmu dan tidak mentaati perintah-perintah Allah dan terus beriman tentang apa yang telah kamu dengar mengenai kedatangan Tuhan kita, bahkan sampai akhir hidupmu, kamu harus binasa. Hai manusia, ingatlah dan janganlah binasa" (Mosia 4:29­30).

Brother dan sister sekalian, semoga Allah memberkati kita masing-masing agar api perjanjian kita dapat menyala di dalam hati kita bagaikan api yang tak terpadamkan. Semoga kita siap secara rohani untuk memperbarui perjanjian kudus kita setiap minggu sewaktu kita mengambil sakramen. Semoga kita akan menghormati Tuhan dan kita akan bersemangat untuk melakukan bagian kita, di zaman yang paling menyenangkan dan hebat ini, untuk membangun GerejaNya dengan memperkuat keluarga kita, itulah doa saya yang rendah hati, dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy