The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
April dari 1999
Kekuatan Rohani Dari Pembaptisan Kita

Kekuatan Rohani Dari Pembaptisan Kita

Carol B. Thomas
Penasihat Pertama dalam Presidensi Umum Remaja Putri

Bagaimana kita dapat menerapkan kekuatan rohani dari pembaptisan kita pada asas kesopanan? Kami berharap salah satu hal yang membuat anda berbeda dari dunia adalah cara anda berpakaian.

Carol B. Thomas

Teman-teman muda saya yang terkasih, betapa kami mengasihi anda. Betapa merupakan berkat berada bersama anda malam ini. Belum lama ini Penatua Robert D. Hales, salah seorang anggota Kuorum Dua Belas, mengajukan pertanyaan, "Apakah para remaja putri kita tahu apa arti perjanjian pembaptisan mereka?" Dan kemudian dia berkata, "Saya harap anda akan mengajar mereka." Saya ingat berpikir dalam diri saya sendiri, Apakah saya sepenuhnya memahami pentingnya perjanjian pembaptisan saya sendiri? Maka malam ini, marilah kita berbicara untuk beberapa menit mengenai apa arti sebenarnya menjadi anggota dari Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir dan bagaimana pembaptisan kita dapat memberkati kehidupan kita. Juruselamat telah mempersamakan pembaptisan kita dengan keadaan dilahirkan kembali.

Saya ingin anda berpikir tentang dua di antara saat-saat terpenting dalam kehidupan anda: hari anda dilahirkan dan hari pembaptisan anda, dua kelahiran yang amat penting dalam masa kehidupan ini. Tidak seorang pun dari kita dapat mengingat hari ketika kita dilahirkan. Anda hanya dapat membayangkan bahwa ibu anda erat memeluk anda di dalam pelukannya dan bermimpi mengenai akan menjadi apa anda kelak.

Nah, mungkin tidak sesulit itu untuk mengingat hari ketika anda dibaptiskan --kelahiran anda yang kedua. Dengarkan apa yang Lan-Ting, seorang gadis Pramusari dari Filipina, tuliskan me- ngenai pembaptisannya: "Saya merasa seolah saya telah dilahirkan kembali. Betapa suatu perasaan bersih, perasaan tak berdosa yang luar biasa! Air mata ibu saya mengalir bagaikan mata air mutiara, dan saya tahu bahwa itu adalah air mata sukacita! Ibu saya memberitahu saya dengan tulus, 'Lan-Ting, hari ini saya lega dapat menyerahkanmu kepada Tuhan. Saya percaya Dia akan menyertaimu sepanjang jalan-jalan kehidupanmu'" (surat dalam kepemilikan Kantor Remaja Putri).

Pembaptisan adalah kelahiran kembali rohani kita. Itu Pembaptisan membersihkan diri kita dari kepala sampai ujung jari dan memberi kita penemanan Juruselamat melalui karunia Roh Kudus. Dia akan menyertai kita masing-masing sepanjang jalan kehidupan.

Empat hal terjadi ketika kita dibaptiskan dan ditetapkan: (1) kita menjadi anggota Gereja Kristus dan mengkomit diri untuk mengikutiNya; (2) kita diampuni dari dosa-dosa kita; (3) itu memperkenankan kita masuk ke kerajaan selestial; dan (4) itu merupakan pintu gerbang menuju pengudusan pribadi (lihat Bible Dictionary, "Baptism," hlm. 619). Kita dapat mengatakan bahwa kita "dijadikan kudus".

Tiga butir yang pertama cukup jelas. Malam ini marilah kita memusatkan perhatian pada butir yang keempat: menjadi kudus. Apakah artinya menjadi kudus? Karena anda telah menerima Roh Kudus, anda diubah. Anda adalah orang yang berbeda. Itu berarti anda tidak dapat menjadi bagian dari dunia lagi; anda tidak penah bisa kembali. Penatua Hales telah berkata, "Bantulah para remaja putri kita memahami bahwa ketika mereka dibaptiskan, mereka diambil 'dari dunia' dan masuk 'ke dalam Kerajaan'" (catatan dari pertemuan Dewan Umum Remaja Putri, 5 Desember 1997). Anda diambil dari kegelapan dan dibawa ke dalam terang Kristus. Itu merupakan suatu awal dari kehidupan yang sama sekali baru.

Penatua Henry B. Eyring, anggota Kuorum Dua Belas yang lain, ingat ketika dia dibaptiskan. Dalam perjalanan pulang, yang bisa dipikirkannya hanyalah, "O, o, usai sudah perjalanan gratisnya usailah sudah." Dan itu benar. Setelah pembaptisan kita, kita masing-masing memiliki berkat untuk bertanggung jawab atas setiap tindakan dalam kehidupan kita.

Sebuah kisah diceritakan mengenai putra Raja Louis XVI dari Prancis. Sebagai seorang pemuda, dia diculik oleh orang-orang jahat ketika mereka menjatuhkan sang Raja. Selama 6 bulan dia dihadapkan dengan setiap hal kotor dan bathil yang ditawarkan kehidupan, namun dia tidak pernah patah di bawah tekanan itu. Ini mengherankan para penawannya, dan mereka bertanya kepadanya mengapa dia memiliki kekuatan moral yang begitu besar. Jawabannya sederhana saja, "Saya tidak dapat melakukan apa yang anda minta karena saya dilahirkan untuk menjadi raja" (lihat Bishop Vaughn J. Featherstone, "The King's Son, New Era, November 1975, hlm. 35). Anda dilahirkan untuk menjadi putri dari seorang Raja. Dengan dibaptiskan, anda telah dijanjikan berkat-berkat rajani sewaktu anda mempersucikan diri anda sendiri dan menjadi kudus.

Jadi bagaimana kita melakukannya? Bagaimana kita dapat menjadi lebih kudus agar kita dapat menuntut warisan rajani kita? Kristus telah berkata, "Ikutlah Aku . . . lakukanlah hal-hal yang telah kamu lihat Aku lakukan" (2 Nefi 31:12).

Marilah berbagi bersama saya beberapa kisah remaja putri yang ikut di dalam terang Kristus:

Seorang Pramunita dari Arizona menulis: "Ketika itu bulan Oktober dan pesta dansa tahunan sekolah lanjutan kami semakin dekat, tetapi saya baru berusia 15 setengah tahun ketika seorang pria mengajak saya ke dansa itu. Saya terpikir untuk mengatakan ya dan menemuinya di dansa itu. Orangtua saya tidak akan tahu. Tetapi kemudian saya menyadari bahwa bukanlah masalah bahwa orang tua saya tidak tahu--Bapa Surgawi dan Yesus Kristus selalu tahu, dan Merekalah yang benar-benar penting. Saya tidak pergi ke acara dansa itu. Sebaliknya saya mengajak teman-teman perempuan saya untuk mampir. Saya merasa begitu bahagia dan bebas serta penuh kehidupan" (surat dalam kepemilikan Kantor Remaja Putri).

Seorang Pramusari bernama Rebecca membagikan masukan dalam jurnalnya sebagai berikut: "Kadang saya berpikir sekolah lanjutan benar-benar sulit. Ada satu orang ini di kelas saya yang sering menyumpah. Maka saya ucapkan doa kecil untuk membantu saya tidak menaruh perhatian kepadanya dan untuk membantu agar itu tidak tertanam dalam benak saya. Dan itu berhasil. Bila anda berdoa, itu dapat mengatasi bahkan masalah anda yang terkecil" (surat dalam kepemilikan Kantor Remaja Putri).

Seorang remaja putri lainnya menulis, "Tahun lalu saya tidak punya banyak teman, tetapi itu tidak membuat saya kecil hati karena kedamaian Roh telah memenuhi jiwa saya. . . . Bahkan pada saat-saat ketika saya merasa kesepian atau kikuk di tengah orang-orang, Tuhan telah berada di sana bagi saya" (surat dalam kepemilikan Kantor Remaja Putri).

Seorang Pramurini dari Utah menulis: "Selama tahun lalu saya menghadapi beberapa tantangan pribadi. Saya kehilangan jejak Roh dan kemudian sesuatu yang menakjubkan terjadi. Saya pergi ke uskup saya. Saya tidak ingat pernah merasa begitu ketakutan. Tetapi Tuhan bersama saya di dalam ruangan itu, memegangi tangan saya yang gemetar. Saya tahu saya dapat diampuni. Perjalanan itu sulit--merendahkan hati, bertobat, dan belajar untuk berdoa sekali lagi. Tetapi Dia ada di sana. Dia tidak pernah meninggalkan saya semenit pun. Saya pernah berada di kedua sisi, dan sisi yang terang pastilah tempat di mana kita harus berada" (surat dalam kepemilikan Kantor Remaja Putri).

Terima kasih, terima kasih, para remaja putri, atas hasrat anda untuk mengikuti terang Juruselamat. Semua dari anda mempunyai keadaan sulit dalam kehidupan anda, tetapi anda tahu sumber dari kekuatan rohani anda. Setiap kali anda berdoa atau memberikan kesaksian atau membela kebenaran, anda mematikan kuasa kejahatan dalam kehidupan anda.

Ketika anda menyusuri serambi se-kolah dan melihat semua siswa lainnya, apakah anda berpikir dalam diri anda sendiri, Apakah saya berbeda? Anda tidak lebih baik dari pada mereka, tetapi pengetahuan anda mengenai dan komitmen anda kepada Juruselamat membuat anda berbeda, dan perbedaan itu dapat menjadi suatu keuntungan, suatu berkat.

Salah satu hal tersulit bagi banyak di antara anda adalah kesopanan. Bagaimana kita dapat menerapkan kekuatan rohani dari pembaptisan kita pada asas kesopanan? Kami berharap salah satu hal yang membuat kita berbeda dari dunia adalah cara kita berpakaian. Marcie Matthews, seorang Pramunita dari Chicago, Illinois, membagikan kisahnya:

"1998 adalah tahun di mana saya dapat melihat hasil dari banyak pelajaran, ceramah, dan saran Remaja Putri memainkan peranan. Saya adalah seorang gadis Mormon biasa. Dapat menjaga hidup saya demikian stabil dan kuat tidaklah selalu mudah. Saya membuat tujuan sepanjang waktu untuk membantu menguatkan kesaksian saya dan standar saya.

"Baru-baru ini kami mengadakan kegiatan Kebersamaan mengenai pentingnya kesopanan. Setiap pelajaran sebelumnya saya merasa saya adalah seseorang yang berpakaian sopan, tetapi saya tahu ada hal-hal yang dapat saya ubah--celana pendek saya dan panjang rok saya. Itu merupakan satu kelemahan yang saya tahu saya miliki tetapi yang telah saya letakkan jauh di belakang kepala saya. Semua orang mengenakan celana pendek yang pendek, bahkan yang teramat pendek, serta rok mini, dan saya telah membeli milik saya dengan uang saya sendiri. Kemudian saya mendengar pelajaran mengenai kesopanan itu. Saya pulang dengan keinginan untuk langsung pergi ke lemari saya dan membuang semua yang tidak sopan agar tidak ada di sana untuk menggoda saya. Sesudahnya, saya memberitahu orang tua saya. Saya rasa saya mengharapkan agar mereka memberitahu saya bahwa tidak ada masalah dengan cara saya berpakaian dan kemudian membiarkan saya.

"Belakangan malam itu ayah saya memberitahu saya bahwa dia bangga terhadap saya dan bahwa dia ingin membelikan saya beberapa baju sebatas lutut untuk gereja. Langkah berikutnya bagi saya adalah untuk memeriksa semua baju saya dan memberi semua kepada orang lain. Sulit bagi saya untuk berpisah dengan rok-rok favorit saya dan celana-celana pendek yang begitu saya sukai, tetapi saya lakukan. Anda tidak akan pernah melihat saya mengenakan celana amat pendek dan atau rok pendek lagi.

"Saya belum pernah merasa begitu nyaman mengenai diri saya. Saya senang dapat berjalan ke dalam bait suci dan gereja serta merasa sepertinya saya adalah seorang anak Allah dan sedang mewakiliNya . . . melalui pakaian yang saya kenakan.

"Saya menantang setiap remaja putri untuk mengambil langkah ini. Ini akan membantu anda menemukan siapa diri anda dan apa yang anda yakini. Ketika kita harus menyerahkan sesuatu yang merupakan bagian dari kita, berkat-berkat akan dicurahkan lebih dari pada yang dapat anda bayangkan" (surat dalam kepemilikan Kantor Remaja Putri).

Teladan Marcie yang hebat mencerminkan tema-tema Remaja Putri kita. Anda tahu, bagian yang mengatakan: "Kami berdiri sebagai para saksi Allah pada segala saat dan dalam segala hal"--serta dalam semua baju pesta.

Kita telah berbicara mengenai kuasa kekuatan rohani dari pembaptisan kita. Kita dapat memperbarui kuasa itu setiap minggu sewaktu kita dengan layak mengambil sakramen. "Tidak ada pernyataan yang lebih penuh perasaan dalam bahasa Inggris dari pada doa-doa sakramen. Kami mengundang anda untuk belajar menghafalkan perjanjian-perjanjian dan janji-janji dalam doa roti dan air" (Penatua Dallin H. Oaks, catatan pri-badi dalam kepemilikan penulis).

Saya berdoa agar anda akan me-rawat dan memelihara perjanjian pembaptisan anda. Sewaktu anda mengucapkan doa-doa anda, terutama setiap Sabtu malam, mintalah Bapa Surgawi untuk mempersiapkan anda untuk mengambil sakramen agar kuasa kekuatan rohani dari pembaptisan anda dapat akan hadir dalam kehidupan anda. Saya meninggalkan kasih saya dan kesaksian saya, Dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy