The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober dari 1998
Mutiara Dari Pasir

Mutiara Dari Pasir

Penatua E Ray Bateman
Dari Dewan Tujuh Puluh

Marilah kita bergabung dalam usaha berimbang yang besar ini untuk perubahan karena dipertobatkan, retensi, dan pengaktifan . . . untuk . . . mengubah butir-butir pasir itu menjadi mutiara dalam kerajaan Bapa kita.

Penatua E Ray Bateman

Abraham amat berkenan di hadapan Tuhan karena kepatuhannya terhadap apa pun yang Tuhan perintahkan kepadanya. Abraham membawa putranya, Ishak, sesuai petunjuk Tuhan, untuk mempersembahkannya kepada Tuhan sebagai sebuah korban. Karena kasih dan kepatuhan yang besar ini pada perintah-perintah, Tuhan menahan tangan Abraham dari mempersembahkan Ishak dan memberkati Abraham serta berkata, "Aku akan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan pasir di tepi laut" (Kejadian 22:17). Berkat Abraham masih ada pada keturunannya, dan perjanjian yang telah dibuat menjadi milik mereka sewaktu keturunan Abraham datang kepada Kristus. Rasul Paulus mengajarkan, "Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah" (Galatia 3:29). Adalah tanggung jawab kita sebagai anggota gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir untuk mengumpulkan keturunan Abraham dan membawa mereka kepada Kristus.

Mereka seharusnya mudah ditemukan, karena mereka sama banyaknya dengan pasir di tepi laut. Itu benar-benar bahwa mereka ada di sekitar kita. Apakah kita mencari? Apakah kita bertanya? Apakah teman-teman baik kita atau rekan-rekan kerja kita yang bukan anggota, keturunan Abraham? Apakah kita membuka mulut kita untuk mengetahui apakah kita dapat mencari tahu? Juruselamat telah menasihati, "Kamu dipanggil untuk melaksanakan pengumpulan umat pilihanKu; karena umat pilihanKu mendengar suaraKu dan tidak mengeraskan hati mereka" (A&P 29:7). Sejalan dengan nasihat dari Juruselamat ini, apakah kita berbicara mengenai Gereja? Apakah kita mendengarkan bisikan Roh? Keturunan Abraham mendengar suaraNya dan tidak akan mengeraskan hati mereka. Apakah kita mengundang mereka untuk datang kepada Kristus? Apakah kita mengizinkan mereka untuk mendengarkan suaraNya?

Ada tertulis: "Kerajaan surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah:

"Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga , ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu" (Matius 13:45­46).

Anda dan saya tahu bahwa Injil Yesus Kristus adalah mutiara yang sangat berharga itu. Masing-masing dari butiran pasir yang kecil adalah anak-anak Abraham. Mereka perlu dibudidayakan untuk menjadi mutiara. Mereka perlu teman yang tepat, sebuah tanggung jawab untuk menolong mereka tumbuh dalam pelayanan, dan pemeliharaan dengan kasih untuk mempertahankan mereka supaya benar-benar menjadi mutiara yang sangat berharga dalam kerajaan Bapa kita.

Presiden Hinkley berkata: "Jadilah ramah. Anda harus membuat seorang teman sebelum anda membuat seorang anggota baru. Perubahan karena dipertobatkan mengikuti persahabatan. Kesempatan untuk mengajar mengikuti persahabatan" (Teachings of Gordon B. Hinckley [1997], hlm. 375). Apakah kita mengundang teman-teman kita untuk datang ke gereja bersama kita? Apakah kita pergi dengan misionari sewaktu mereka mengajarkan pembahasan kepada teman-teman kita? Apakah kita mengundang mereka untuk diajar di rumah kita? Apakah kita mengunjungi mereka di antara saat-saat pengajaran pembahasan? Apakah kita melakukan apa yang Juruselamat inginkan agar kita lakukan? Apakah kita bahkan membuka mulut kita?

Tuhan berkata: "Namun dengan beberapa orang Aku tidak begitu puas, sebab mereka tidak mau membuka mulut mereka, tetapi karena takut kepada orang-orang, mereka menyembunyikan bakat yang telah Aku berikan kepada mereka. Celakalah mereka yang demikian, sebab amarahKu dinyalakan terhadap mereka.

"Maka akan terjadi, jika mereka tidak lebih setia kepadaKu, hal itu akan diambil bahkan apa yang telah mereka miliki" (A&P 60: 2­3).

Saya ingin menceritakan kepada anda mengenai Lingkungan St. Charles dan bagaimana mereka memberikan penemanan dan memelihara Brother Jim Hueston. Jim berasal dari gereja lain, tetapi ia menemui kesulitan untuk mendapatkan transportasi untuk menghadiri pertemuan-pertemuan. Tidak ada yang menjemput dia. Saya beruntung bertemu Jim. Sebuah Kitab Mormon diberikan; sebuah komitmen dibuat untuk membaca dan berdoa. Anggota kami menyediakan transportasi bagi Jim untuk datang ke Lingkungan St. Charles. Para missionari mengajarkan pembahasan, dan Jim membaca serta berdoa.

Pada pembaptisan Jim, ia bertanya kepada saya, uskupnya, "Apa yang anda ingin saya lakukan?" Saya membawa Jim ke kantor saya dan berbicara mengenai Gereja, mengajarnya mengenai imamat dan apa yang Tuhan inginkan dia lakukan sebagai anggota Gereja. Ia menerima Imamat Harun dan ditugaskan untuk melayani sebagai seorang pengajar ke rumah. Presiden kuorum penatua menugaskan seorang rekan pengajar ke rumah yang kuat, setia, dan tekun. Brother Hueston, sebagai anggota yang paling baru di Lingkungan St. Charles memastikan bahwa pengajaran ke rumahnya dilaksanakan. Bukan hanya di bulan pertama itu tetapi selama 20 tahun terakhir ia telah melaksanakan pengajaran ke rumahnya setiap bulan. Ia telah melayani dalam banyak panggilan yang berbeda, dan melayani sebagai seorang misionari wilayah merupakan salah satu dari yang paling disukainya.

Para anggota lingkungan merangkul Brother Hueston dan memastikan bahwa ia adalah kawan sewarga "dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah" (Efesus 2:19). Jim belajar menyetir dan membeli bagi dirinya sebuah mobil supaya ia dapat melakukan pengajaran ke rumahnya dan panggilan lainnya yang diterimanya. Kita tidak yakin apakah kita yang menahan dia atau dia yang menahan kita "dalam jalan yang benar" (Moroni 6:4). Kami tahu bahwa apa yang Presiden Hinckley minta agar kita lakukan sekarang telah tercapai ketika itu dengan Brother Hueston.

Saya berbicara dengan brother Hueston di musim panas tahun ini. Ia bercerita kepada saya bagaimana ia dan rekan pengajaran ke rumahnya sedang menolong seorang anggota yang kurang aktif kembali ke dalam keaktifan. Ia mengatakan, "Dia sedang menantikan untuk ikut kelas persiapan bait suci dan pergi ke bait suci."

Saudara dan saudari, marilah kita memperbarui janji kita untuk mencari Roh untuk menolong kita menemukan mereka yang merupakan keturunan Abraham. Kemudian marilah kita membuka mulut kita, menemani mereka, mengundang mereka untuk datang kepada Kristus, dan menyediakan diri untuk mendukung, memelihara, dan mempertahankan mereka. Dan, di mana pun mungkin, marilah kita hadir ketika mereka pergi ke bait suci. Bapa kita di Surga menginginkan semua keturunan Abraham kembali kepadaNya. Marilah kita bergabung dalam usaha berimbang yang besar ini untuk perubahan karena dipertobatkan, retensi, dan pengaktifan, untuk membantu Bapa dan Putra mengubah butir-butir pasir itu menjadi mutiara dalam kerajaan Bapa kita.

Juruselamat berkata: "Aku memberikan kepadamu sebuah perintah, agar setiap orang, baik penatua, imam, pengajar dan juga anggota, pergi dengan kekuatannya, dengan pekerjaan tangannya untuk menyingkapkan dan melaksanakan hal yang telah Aku perintahkan. Dan biarlah khotbahmu menjadi suara peringatan, setiap orang kepada sesamanya, dengan halus dan lemah lembut" (A&P 38:40­41).

Saya tahu bahwa Dia hidup dan membimbing GerejaNya melalui nabiNya, Presiden Gordon B. Hinckley. Saya bersaksi demikian di dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy