The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober dari 1998
Mematuhi Hukum--Melayani Sesama

Mematuhi Hukum--Melayani Sesama

Penatua Athos M. Amorim
Dari Dewan Tujuh Puluh

Mematuhi perintah-perintah Tuhan merupakan persiapan terbaik untuk melayani.

Penatua Athos M. Amorim

Para saudara, saudari, dan teman terkasih, saya yakin anda dapat menyadari apa perasaan saya sewaktu untuk pertama kalinya saya datang ke mimbar ini, di mana kata-kata kudus telah diucapkan oleh para hamba Tuhan.

Hati saya penuh dengan rasa syukur kepada Bapa Surgawi saya atas banyaknya berkat di dalam kehidupan saya; kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan Korban TebusanNya bagi saya; kepada istri saya terkasih, anak-anak dan cucu-cucu saya atas kasih dan dukungan yang selalu saya terima dari mereka.

Pada sebuah dinding luar Akademi Angkatan Bersenjata Brasil, para kadet dapat membaca kata-kata: "Anda akan memimpin. Maka belajarlah untuk patuh!" Sejak dini dalam kehidupan ini saya telah belajar bahwa kepatuhan adalah suatu kebajikan yang hebat, penting bagi kemajuan kita. Saya tidak berbicara tentang kepatuhan buta tetapi kepatuhan yang memperkenankan kita untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi dan lebih rohani dalam hidup, menggunakan hak pilihan kita untuk melakukan keinginan Tuhan. Nabi Joseph Smith mengajarkan bahwa "apabila kita memperoleh suatu berkat dari Allah, maka hal itu adalah karena ketaatan terhadap hukum itu atas mana hal itu ditautkan." (A&P 130:21). Presiden Hinckley menyatakan kembali pada tahun 1982 bahwa "semua berkat [ditautkan] pada . . . kepatuhan terhadap hukum" (What of the Mormons? [pamflet, 1982], hlm. 6). Contoh kepatuhan yang paling besar diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus ketika Dia berfirman: "tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi" (Lukas 22:42).

Hal lain yang saya pelajari dalam angkatan bersenjata adalah bahwa para tentara di negara saya tidak menggunakan kata kerja bekerja ketika mereka berbicara mengenai tugas-tugas mereka. Sebaliknya, mereka menggunakan kata kerja melayani, menolong mereka untuk selalu mengingat komitmen untuk melayani bangsa dan negara kami. Dalam pelayanan gereja, definisi ini diperluas untuk mencakup suatu arti yang lebih dekat dengan ajaran-ajaran Tuhan--yaitu, untuk melayani anak-anakNya di mana pun mereka mungkin berada.

Dewasa ini, hampir 60.000 misionari melayani di beberapa negara, kebanyakan dari mereka di lingkungan yang amat berbeda dari lingkungan mereka sendiri. Di Bait Suci São Paulo, sama seperti di bait suci lainnya, banyak brother dan sister rela berkorban apa pun untuk melayani di rumah Tuhan.

Sering kali contoh yang paling indah dari kepatuhan dan pelayanan diberikan oleh orang-orang biasa yang tinggal dekat dengan kita. Sister Ana Rita de Jesus, seorang janda lanjut usia, tinggal di Anapolis, Brasil. Dia tidak dapat membaca atau menulis. Para missionari pergi ke rumahnya setiap minggu untuk membacakan tulisan suci kepadanya. Dia penuh kasih dan baik hati. Setiap Minggu dia selalu meminta para misionari untuk menolongnya mengisi formulir persepuluhan. Kadang-kadang persepuluhan dan sumbangannya tidak lebih daripada beberapa sen, tetapi dia tahu hukumnya dan ingin mematuhinya. Setelah membayar persepuluhannya, dia akan berjalan ke dalam ruangan di mana pertemuan sakramen diselenggarakan di sebuah rumah yang disewa, yang digunakan sebagai gereja dan meletakkan setangkai bunga di atas mimbar. Dengan melakukan itu, dia melayani saudara-saudaranya, membawa keindahan ke tempat di mana kita memuja Tuhan. Sister itu, dengan cara yang sangat sederhana, mengajarkan kita tentang kepatuhan dan pelayanan melalui imannya. Dia tahu bahwa mematuhi perintah-perintah merupakan persiapan terbaik untuk melayani. Presiden Monson menasihati kita pada konferensi umum April lalu untuk "mematuhi perintah-perintah" dan "melayani dengan kasih" ("In Harms's Way," Ensign, Mei 1998, hlm. 47). Sister Ana Rita melakukan hal itu sepanjang hidupnya.

Ketika saya dipanggil untuk melayani sebagai seorang Pembesar Umum, saya diwawancara oleh Presiden Faust. Dia memperhatikan bahwa saya prihatin karena saya merasa tidak mampu untuk panggilan seperti ini. Dengan caranya yang lembut, Presiden Faust mengatakan pada saya: "Athos, jadilah diri anda sendiri. Jadilah diri anda sendiri." Malam itu saya berbaring di tempat tidur, memikirkan tentang tanggung jawab saya yang baru dan tentang perkataan Presiden Faust. Dan saya berdoa. Saya bertanya kepada diri sendiri, Siapakah saya ini? Dan jawabannya datang sejelas dan seterang fajar dari hari yang masih baru itu. Saya, seperti juga anda sekalian, adalah seorang anak Allah yang ingin mematuhi Tuhan dan melayani ke mana pun Dia mengirim saya dan dengan demikian menjadi seorang anak Bapa Surgawi kita yang lebih baik serta seorang anggota setia dari Gereja Yesus Kristus yang sejati.

Saya tahu bahwa Yesus Kristus hidup dan bahwa Dia adalah kepala dari Gereja ini. Saya tahu Dia adalah Juruselamat dan Penebus kita. Saya tahu bahwa Joseph Smith adalah Nabi dari Pemulihan dan Presiden Gordon B. Hinckley adalah nabi yang dipanggil oleh Tuhan untuk memimpin Gereja dewasa ini. Mengenai ini saya bersaksi, di dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy