The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober dari 1998
"Tetapi Aku dan Seisi Rumahku, Kami akan Beribadah kepada Tuhan"

"Tetapi Aku dan Seisi Rumahku, Kami akan Beribadah kepada Tuhan"

Penatua H. Bryan Richards
Dari Dewan Tujuh Puluh

Tidak ada sesuatu pun yang dapat dilakukan seorang pemuda yang akan lebih penting daripada melayani misi penuh waktu.

Penatua H. Bryan Richards

"Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa [Israel]: . . . 'pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah: . . . . Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan'" (Yosua 24:2, 15).

Seperti pada zaman Yosua, maka demikianlah halnya dengan kita pada dewasa ini. Sebagai orang tua, salah satu pilihan yang harus kita buat adalah apakah kita akan mempersiapkan para putra muda kita untuk melayani misi penuh waktu atau tidak.

Untuk membantu kita memahami pentingnya keputusan ini, izinkan saya mengutip dari para nabi pada zaman kita.

Presiden Howard W. Hunter mencatat: "Para nabi terdahulu telah mengajarkan bahwa setiap pemuda yang layak dan mampu hendaknya melayani misi penuh waktu. Saya menekankan kebutuhan ini dewasa ini" ("Follow the Son of God," Ensign, November 1994, hlm. 88).

Presiden Gordon B. Hinckley telah mengatakan, "Saya mengatakan apa yang telah dikatakan sebelumnya, bahwa pekerjaan misi pada dasarnya adalah sebuah tanggung jawab keimamatan. Karenanya, para pemuda kita harus memikul beban besar itu. Ini adalah tanggung jawab dan kewajiban mereka" ("Some Thoughts on Temples, Retention of Converts, and Missionary Service," Ensign, November 1997, hlm. 52)

Apakah yang akan Tuhan katakan kepada seorang pemuda dewasa ini yang telah mengambil keputusan untuk melayani misi penuh waktu? Dalam kata-kata yang penuh dengan kasih, Dia berfirman kepada Orson Pratt yang berusia 19 tahun: "PutraKu, Orson, buka telingamu dan dengarlah apa yang Aku, Tuhan Allah. . . . akan firmankan kepadamu. . . .

". . . Berbahagialah engkau karena engkau telah percaya;

"Dan lebih berbahagia lagi engkau karena engkau Aku panggil untuk mengkhotbahkan injilKu" (A&P 34:1, 4­5). Dapatkan anda merasakan kasih yang Tuhan miliki bagi seorang pemuda yang telah menjawab panggilan untuk melayani?

Sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan putra-putra kita agar layak dan memiliki hasrat untuk melayani Tuhan. Kita adalah pengawas dari para putra tersebut yang telah dipersiapkan bagi zaman ini. Tuhan telah mempercayakan mereka kepada kita, dan pertanggungjawaban kita atas mereka akan diminta. Salah satu berkat dari tugas pengawasan tersebut adalah mempersiapkan para putra kita untuk melayani Tuhan.

Perkenankan saya berbicara kepada orang tua Gereja dan putra mereka untuk sesaat. Salah satu kisah yang penuh kuasa dalam Kitab Mormon mengajarkan kepada kita tentang pengaruh yang dapat dimiliki orang tua dalam kehidupan putra muda mereka. Ini adalah kisah dari 2.060 pemuda yang dengan sukarela mempertahankan kemerdekaan negara mereka. Mereka dipimpin ke dalam peperangan oleh Helaman, namun "tiada satu jiwa pun di antara mereka yang tewas. Ya, dan juga tiada satu jiwa pun di antara mereka yang mendapat banyak luka" (Alma 57:25). Mengapa? Karena "mereka mentaati dan berusaha melaksanakan setiap perintah dengan seksama." Kemudian Helaman menjelaskan alasan di balik mukjizat yang luar biasa ini: "Aku teringat akan kata-kata yang menurut mereka telah diajarkan kepada mereka oleh ibu mereka" (Alma 57:21). Apa yang diajarkan ibu mereka? "Bahwa ada Allah yang adil dan barangsiapa yang tidak ragu-ragu akan dilindungi oleh kuasaNya yang menakjubkan" (Alma 57:26).

Para orang tua, apakah anda menyadari kekuatan yang anda miliki dalam kehidupan putra anda? Sewaktu anda mengajarkan mereka bahwa ada Allah yang adil, dan bahwa Dia menginginkan setiap pemuda yang mampu dan layak untuk melayani misi, putra anda akan memiliki iman untuk menjawab panggilan Tuhan.

Para uskup, sebagai bagian dari tugas pengawasan anda, anda memiliki tanggung jawab yang amat besar untuk mempersiapkan para pemuda anda untuk melayani misi penuh waktu. Mulailah awal. Bantulah mereka untuk memahami pengalaman Alma. Tanamkan benih untuk melayani misi di dalam hati mereka. Kemudian suruhlah mereka bertanya kepada Tuhan apakah itu adalah benih yang baik. Kemudian, jika anda membantu mereka memeliharanya, benih itu akan tumbuh menjadi mukjizat perginya pemuda itu untuk melayani misi.

Saya akan selalu bersyukur bahwa Sister Richards, para uskup dan pemimpin imamat telah mengajar para putra kami serta mempersiapkan mereka untuk melayani misi.

Bagaimana kita dapat mencapai suatu peningkatan yang berarti dalam jumlah pemuda yang melayani misi penuh waktu? Pertama-tama, orang tua harus memahami tanggung jawab yang mereka miliki. Mereka harus bertanya kepada Bapa Surgawi kita untuk mengetahui cara mempersiapkan putra mereka untuk melayani misi. Itu bukan berarti hanya mereka yang berasal dari Amerika, Inggris, Mongolia, atau Brasil, tetapi setiap pemuda yang mampu dan layak di dalam Gereja. Para uskup, anda harus mengikuti proses yang sama.

Presiden Boyd K. Packer telah mengatakan, "Ajaran yang benar, dimengerti, mengubah sikap dan perilaku" ("Little Children," Ensign, November 1986, hlm. 17). Ajaran yang akan mengubah perilaku para pemuda kita mengenai misi adalah memahami nilai setiap jiwa. Yesus Kristus membayarkan pengorbanan tertinggi dalam menyediakan Korban Tebusan tak terbatas yang menyediakan satu-satunya jalan bagi kita untuk kembali dan hidup dengan Bapa Surgawi kita. Sewaktu para orang tua, uskup dan pemuda kita memahami ajaran yang benar ini, para pemuda kita akan siap dan memiliki hasrat untuk melayani.

Perkenankan saya mengutip dari Penatua Joe J. Christensen: "Tuhan tidak mengatakan, 'Pergilah misi jika hal itu cocok dengan jadwal anda, atau jika anda kebetulan merasa ingin melakukannya, atau jika itu tidak mengganggu beasiswa anda, percintaan anda, atau rencana pendidikan anda.' Mengabarkan injil adalah sebuah perintah dan bukan sekedar sebuah saran. Pekerjaan misi adalah sebuah berkat dan sebuah kesempatan istimewa . . . . Ingatlah, . . . Tuhan dan para nabiNya mengandalkan anda" ("The Savior is Counting on You," Ensign, November 1996, hlm. 41).

Tidak ada sesuatu pun yang dapat dilakukan seorang pemuda yang akan lebih penting daripada melayani misi penuh waktu. Kebaikan yang mereka lakukan sebagai hamba dari Tuhan Yesus Kristus akan berlanjut ke dalam kekekalan.

Bala tentara misionari terbesar yang pernah terkumpul dalam sejarah dunia sedang melayani dewasa ini. Jangan biarkan putra anda kehilangan kesempatan menjadi bagian dari bala tentara besar tersebut. Para pemuda ini, dipercaya dan dibuktikan sebelum mereka datang ke bumi, bukanlah pemuda-pemuda biasa. Mereka adalah roh-roh terpilih yang telah dipersiapkan untuk tampil pada zaman ini.

Sewaktu kita merenungkan perintah besar yang diberikan kepada kita oleh Tuhan untuk mengabarkan injil ke seluruh dunia, maukah anda dalam doa-doa pribadi dan keluarga anda memohon kepada Bapa Surgawi kita agar setiap pemuda di Gereja dewasa ini akan memiliki hasrat dan hidup layak untuk melayani misi penuh waktu?

Semoga Bapa Surgawi kita memberkati kita dengan tekad untuk mempersiapkan para pemuda kita untuk melayani. Semoga para pemuda Gereja saat ini menjadi seperti para putra Helaman, mengikuti setiap perintah Tuhan dengan seksama. Semoga mereka menjadi terang di atas bukit yang bersinar cemerlang dan mengatakan kepada seluruh dunia bahwa mereka, seperti Yosua zaman dahulu, telah memilih untuk melayani Tuhan! Saya berdoa agar demikianlah jadinya, dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy