The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober dari 1998
"Dengan Kuasa Manakah . . . Kamu Bertindak Demikian Itu?"

"Dengan Kuasa Manakah . . . Kamu Bertindak Demikian Itu?"

Presiden James E. Faust
Penasihat Kedua dalam Presidensi Utama

Imamat Allah telah menjadi kuasa utama bagi kebaikan di dunia . . . . Kuasa yang besar . . . ini telah dipercayakan kepada kita; kita tidak boleh memperlemahnya dengan cara gagal dalam tanggung jawab kita.

Presiden James E. Faust

Saudara-saudara yang terkasih, saya menyatakan kasih dan hormat saya kepada anda bagi pengabdian dan kesetiaan anda sebagai para penyandang imamat Allah.

Pada awal tahun ini, tiga orang putra saya dan saya mengunjungi suatu tempat di Prancis di mana ayah saya berjuang dalam angkatan bersenjata A.S. dalam Perang Dunia I. Besarlah penderitaan dan dahsyatlah akibat bagi semua yang terlibat dalam perang itu. Berjuta-juta orang kehilangan nyawanya. Meskipun ayah saya tidak terbunuh, dia membawa bekas luka mental dan jasmani sampai dia meninggal. Terlepas dari pengalamannya yang menakutkan, dia mengawali buku hariannya sebagai berikut, "Seandainya saya harus melakukannya lagi, saya akan melakukannya karena itu adalah kewajiban saya."1 Ketika kami menyusurinya 80 tahun kemudian pinggiran kota yang indah, kami mengunjungi tempat-tempat peperangan dan makam para pejuang dari kedua pihak. Di makam militer di luar kota Paris, dengan tangan saya bersandar pada salib nisan Stanford Hinckley, saya menelepon Presiden Hinckley melalui telepon seluler untuk menyatakan perasaan saya pada kesempatan itu.

Perang dunia I khususnya tragis bagi keluarga saya sebab ayah saya mempunyai beberapa sepupu tingkat kedua yang berjuang di sisi lawan dalam konflik di beberapa daerah medan perang yang sama. Kami akhirnya berkenalan dengan sanak saudara ini dan mendapatkan mereka adalah orang-orang Kristen yang baik dan takut kepada Allah. Mereka tidak tersangkut paut dengan geopolitik atau tujuan perang itu. Seperti ayah saya, mereka membela negara mereka sebab itu adalah kewajiban mereka. Perang Dunia I dan perang-perang sesudahnya mendatangkan penderitaan yang demikian berat dan menyebabkan kematian orang-orang tak bersalah yang tidak terhitung jumlahnya. Dalam ungkapan yang paling sederhana, perang begitu sering disebabkan oleh suatu nafsu yang besar terhadap kekuasaan.

Malam ini saya ingin berbicara kepada anda para remaja putra imamat tentang kuasa dan penggunaannya yang tepat serta rekannya, pelaksanaan kewajiban. Kekuasaan amatlah menawan. Kekuasaan dapat baik maupun buruk. Dalam tahun-tahun pembentukan diri anda, anda kaum remaja putra tertarik kepada sejenis figur kekuasaan. Ini sering kali mencakup tokoh olahraga, para penghibur, orang dengan kekayaan, dan mereka yang memiliki kekuasaan politik. Sayangnya, beberapa remaja putra, khususnya mereka yang kurang berhasil dalam pendidikannya, yang tidak menjadi anggota regu, atau yang tidak terpilih untuk menyanyi dalam paduan suara yang dipilih secara khusus mungkin merasa ditolak dan tergoda ke dalam kelompok-kelompok yang mereka kira akan mengisi kekurangan mereka. Kehausan akan penerimaan atau kekuasaan ini menarik mereka bagaikan serangga ke api, ke gang-gang jalanan dan pergaulan lain yang dapat keras serta mendorong kebiasaan yang berbahaya bagi tubuh dan bagi jiwa.

Anda kaum pemegang imamat muda memiliki akses ke sumber kuasa terbesar di dunia. Sumber itu adalah imamat Allah. Berlawanan mutlak dengan sumber-sumber kekuasaan lain, imamat yang kudus, melalui penggunaan yang benar, terus membangun kekuatan rohani dan jasmani yang bertahan sepanjang kekekalan. Imamat "berhubungan erat tak terpisahkan dengan kekuasaan surga" dan dapat "ditangani hanya berdasarkan asas-asas kebenaran."2 Tentang imamat, Nabi Joseph Smith menyatakan "[itu] adalah saluran yang melaluinya semua pengetahuan, ajaran, rencana keselamatan, dan setiap hal penting diwahyukan dari surga. . . . Itu adalah saluran yang melaluinya Yang Mahakuasa . . . telah terus menyatakan diriNya kepada anak-anak manusia sampai masa sekarang, dan yang melaluinya Dia akan memberitahukan tujuan-tujuanNya sampai di akhir zaman."3

Kuasa ini datang sebanding dengan kesetiaan kita dalam memenuhi kewajiban-kewajiban kita. Seperti yang diamati Nabi Joseph, "Tuhan memberi kita kuasa sebanding dengan pekerjaan yang harus dikerjakan, dan kekuatan sesuai dengan pertandingan yang ditempatkan di depan kita, dan kasih karunia serta bantuan sesuai kebutuhan kita."4 Sebagai contoh, nabi Elia, dengan menggunakan imamatnya, dapat mendatangkan api dari surga untuk memperlihatkan kuasa Allah.

Sebelum Presiden Hugh B. Brown menjadi seorang Pembesar Umum, dia bertugas di Inggris sebagai perwira dalam angkatan bersenjata Kanada dan memiliki kekuasaan besar. Orang-orang memberi hormat di depannya dan memanggilnya "pak." Pada suatu hari Brother Brown menerima pesan bahwa dia dibutuhkan di rumah sakit. Ketika dia sampai di sana, seseorang mengantar dia ke sebuah kamar yang kecil di mana terbaring seorang pemuda yang sakit. Brother Brown teringat bahwa dia pernah menjadi pengajar Sekolah Minggu pemuda itu. "Brother Brown," kata pemuda itu, "maukah anda menggunakan wewenang anda demi saya? Para dokter berkata saya tidak akan bertahan hidup. Maukah anda memberi saya sebuah berkat?" Segala kebanggaan yang dirasakan Brother Brown dalam mengenakan seragam kerajaan itu sirna ketika dia meletakkan tangannya ke atas kepala anak lelaki itu dan memberinya berkat. Bantuan yang dibutuhkan anak lelaki itu bukanlah berasal dari wewenang mana pun dari seorang perwira dalam angkatan bersenjata kerajaan melainkan dari wewenang imamat.5

Dengan kuasa imamat terdapat tanggung jawab berat. Memang, kita dapat menikmati kuasa imamat hanya bila kita melakukan kewajiban kita. Imamat Gereja ini di masa lampau telah menerima beberapa pelajaran keras sehubungan dengan kewajibannya. Para saudara terdahulu belum diuji dan dicobai. Di bawah kepemimpinan Nabi Joseph, Tuhan mengajar mereka dan menyaring mereka. Mereka dianiaya dan diusir tanpa belas kasihan dalam belajar melaksanakan kewajiban mereka. Banyak yang gagal. Tiga kali beberapa anggota terdahulu menderita cobaan yang menempa, yang keras, sebelum mereka akhirnya menemukan tempat perlindungan di lembah pegunungan ini.

Yang pertama di antara ujian-ujian ini adalah Perkemahan Sion di musim semi dan musim panas tahun 1834. Yang kedua datang hanya empat tahun kemudian dalam memindahkan ribuan Orang Suci dari negara bagian Missouri ke Illinois. Dua belas tahun kemudian terjadilah perpindahan bersejarah dari Illinois ke Winter Quarters, dan tahun berikutnya ke lembah pegunungan dari bagian barat benua ini.

Perkemahan Sion dibentuk untuk menempatkan kembali para Orang Suci di Jackson County, Missouri. Dalam "usaha untuk menebus Sion"6 ini, sekitar 200 orang melakukan perjalanan lebih dari seribu mil dalam keadaan yang paling berat di bawah kepemimpinan langsung Nabi Joseph Smith.

George A. Smith, usia 16 tahun, dipilih untuk pergi ke perkemahan itu dan mencatat beberapa penderitaan, cobaan dan kesulitan yang dialami para saudara. Dia mengatakan bahwa pada tanggal 26 Mei, 1834, "Hari itu sangatlah panas dan kami amat menderita karena kehausan dan terpaksa harus minum dari kubangan yang penuh dengan makluk hidup. Di sini saya belajar menyaring kutu dengan gigi saya."7 Keesokan harinya, Solomon Humphrey yang kelelahan berbaring di atas tanah dan jatuh tertidur. "Ketika dia terbangun dia melihat seekor ular tedung yang melingkar satu kaki [jaraknya] dari kepalanya . . . [terbaring] di antara dia dan topinya, yang ada di tangannya dia tertidur. Para saudara berkumpul di sekelilingnya, sambil berkata, 'itu ular tedung, mari kita bunuh.' Brother Humphrey berkata, "Jangan! Saya akan melindunginya, anda jangan menyakitinya karena dia dan saya telah beristirahat bersama dengan baik.'"8 Saya tidak berminat untuk beristirahat dengan seekor ular tedung!

Brother George A. Smith mencatat: "Nabi Joseph menanggung bagiannya dalam kelelahan seluruh perjalanan itu. Di samping perhatian untuk menyediakan makanan bagi Perkemahan itu dan memimpinnya, dia berjalan kaki hampir sepanjang waktu dan mendapatkan bagiannya berupa kaki yang luka, berdarah dan lecet, yang merupakan hasil wajar dari berjalan kaki dari 40 sampai 64 mil sehari di musim yang panas tahun berjalan. Tetapi selama perjalanan itu dia tidak pernah mengucapkan gerutu atau keluhan, sementara kebanyakan dari orang di perkemahan itu mengeluh kepadanya tentang . . . persediaan makanan yang tidak cukup, roti yang bermutu rendah, . . . daging bacon dan keju yang berbelatung, dll. . . . Namun kami adalah Perkemahan Sion, dan banyak dari kami tidak berdoa, tidak bertimbang rasa, sembrono, tidak menaruh perhatian, bodoh atau seperti setan . . . . Joseph harus menanggung bersama kami dan mengajar kami, seperti anak-anak. Namun, ada banyak dalam Perkemahan yang tidak pernah menggerutu dan yang selalu siap dan sedia melakukan seperti yang diinginkan para pemimpin kami."9

Meskipun Perkemahan Sion gagal dalam tujuan yang dinyatakannya untuk memulihkan para Orang Suci ke tanah mereka di Jackson County, Missouri, itu adalah sangat berharga sebagai pelajaran yang keras. Mereka belajar bahwa iman lebih penting daripada hidup itu sendiri. Pada sebuah konferensi yang diadakan tanggal 14 Februari 1835, Kuorum Dua Belas Rasul dan Tujuh Puluh dipilih dari jajaran mereka yang melayani di Perkemahan Sion. Para saudara yang berani ini memimpin Gereja selama 50 tahun berikutnya.

Tuhan mengajarkan kewajiban imamat besar lainnya pada periode ini dalam sejarah Gereja. Dalam bagian 104 Tuhan menetapkan aturan Gereja berkenaan dengan orang miskin: "Karena itu, jika seseorang akan mengambil kelimpahan yang telah Aku sediakan, dan tidak membagikan bagiannya kepada yang miskin dan yang memerlukan, sesuai dengan hukum injilKu, maka dia bersama yang jahat akan membuka matanya di neraka, dan mendapatkan diri disiksa."10 Dengan preseden ini, dalam bulan Januari 1839, selama perpindahan besar-besaran dari Missouri, banyak di antara saudara itu membuat perjanjian untuk "saling mendampingi dan membantu . . . sampai tidak akan ada satu pun yang tertinggal yang berhasrat untuk pindah dari negara bagian itu."11

Dalam kedinginan yang membeku di bulan Februari 1839, Daniel Stillwell Thomas mengenang, "Sebelum kami menyeberangi [sungai Mississippi] kami membongkar muatan kereta bertutup kami dan mengirimnya kembali untuk membantu dalam memindahkan yang miskin dan dengan demikian menyelamatkan hidup mereka dari gerombolan yang masih mengancam mereka."12 Daniel Thomas memiliki lima anak dan hanya satu pasang sepatu bagi mereka, namun dia masih mengirimkan keretanya kembali untuk menyelamatkan para Orang Suci yang papa.

Kemudian, pada tanggal 6 Oktober 1845, sekelompok pemegang imamat bertemu dalam Bait Suci Nauvoo, dan dengan sungguh-sungguh membubuhkan nama mereka pada suatu perjanjian tertulis untuk menyediakan cara guna membawa yang miskin dan yang papa bersama kelompok para Orang Suci dalam migrasi besar ke barat. Di tahun 1846 Dewan memutuskan bahwa dewan pengawas bahkan mungkin akan menjual bait suci di Nauvoo dan Kirtland serta semua lahan Gereja untuk membantu para Orang Suci pindah ke barat.13

Kewajiban berkesinambungan dari imamat Gereja dewasa ini adalah untuk memelihara semua anggota, termasuk yang miskin dan yang membutuhkan, para janda, para yatim-piatu, para ibu lajang beserta keluarga mereka. Kita memiliki suatu kewajiban tambahan di zaman kita untuk meningkatkan kerja kita untuk mengasihi yang miskin secara rohani di antara para saudara kita agar mereka dan keluarga mereka dapat menikmati "damai di bumi ini dan hidup yang kekal di dunia yang akan datang."14

Anda para remaja putera Imamat Harun baru melihat sekilas kepuasan yang datang melalui penggunaan yang saleh dari imamat anda. Imamat ini memegang "kunci melayani para malaikat."15 Para imam boleh diijinkan melakukan tatacara kudus pembaptisan agar dosa-dosa kita dihapuskan. Imamat Harun memberkati dan mengedarkan lambang kudus sakramen. Kedua tatacara berhubungan langsung dengan Korban Tebusan Juruselamat. Di samping itu, sebagai rekan-rekan pengajar ke rumah anda harus membantu mengawasi Gereja, mengimbau anggota "untuk berdoa . . . dan mengurus segala tugas keluarga."16

Kewajiban lain secara khusus berhubungan dengan anda kaum remaja putra yang baik. Itu adalah kewajiban untuk mengikuti nasihat dari mereka yang berwenang atas anda. Dengarkanlah orang tua anda. Patuhlah kepada mereka baik anda setuju dengan mereka maupun tidak. Mereka mengasihi anda lebih daripada siapa pun juga dan memikirkan kebaikan anda. Dengarkanlah presiden kuorum anda, uskup anda, presiden wilayah anda, para rasul, pelihat, dan pewahyu serta terutama Presiden Hinckley, seperti juga Pembesar Umum Gereja lainnya. Mereka akan memimpin anda ke jalan-jalan kebenaran.

Imamat Allah telah menjadi kuasa utama bagi kebaikan di dunia. Kita bukan lagi segelintir orang dari bagian masyarakat yang tak diperhitungkan. Kuasa yang besar untuk kebaikan ini telah dipercayakan kepada kita; kita tidak boleh memperlemahnya dengan cara gagal dalam tanggung jawab kita. Kita harus mengenakan baju zirah kebenaran. Kita memiliki kewajiban untuk menjadi layak dalam setiap bidang agar kita dapat menimba semua dari kuasa-kuasa besar imamat. Kita harus sepenuhnya jujur dalam semua urusan kita. Kita harus bersih secara moral. Kita harus membantu yang miskin dan yang membutuhkan. Sebagai bala tentara Allah yang hebat, kita memiliki tugas untuk membantu mengembangkan pekerjaan kebenaran dan kebajikan di seluruh penjuru dunia.

Saudara-saudara, kita adalah hamba-hamba yang berwenang dari Kristus yang dibangkitkan. Dengan wewenang ini muncullah kewajiban untuk menggerakkan pekerjaan kudus ini maju ke seluruh penjuru dunia. Kita adalah bagian dari persaudaraan terbesar di seluruh dunia. Kita akan dianggap bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan dengan kunci-kunci, kuasa, dan wewenang yang diberikan kepada kita. Kita harus setia pada kepercayaan besar ini dalam segala hal.

Ketika kita memandang ke masa depan, kita akan terus menghadapi rintangan, kesulitan, tantangan, dan pertentangan. Setan memiliki lebih banyak alat di tangannya daripada sebelumnya untuk menipu, mengecohkan, dan mencemarkan umat kita. Kita akan terus dipilah-pilah. Pada suatu hari di masa mendatang, kita harus bertanggung jawab melalui Presiden Gordon B. Hinckley kepada Nabi Joseph atas apa yang telah kita lakukan dengan kuasa besar ini yang telah Tuhan tanamkan dalam diri kita.

Kita bersyukur bahwa pekerjaan Allah bergerak maju seperkasa ini di bawah pimpinan Presiden Gordon B. Hinckley. Setelah kematian Juruselamat, para RasulNya melakukan hal-hal yang besar dan menakjubkan di dalam namaNya. Petrus dan Yohanes ditanya oleh Kayafas dan para imam besar, "Dengan kuasa manakah . . . kamu bertindak demikian itu?"17 Seperti Petrus, kita menyatakan kepada dunia bahwa semua ini terjadi dengan dan melalui kuasa dari imamat kudus dan di dalam "nama Yesus Kristus, orang Nazareth."18

Inilah saksi saya yang tulus di dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Buku harian George A. Faust, milik penulis, hlm. 1.
2. A&P 121:36.
3. History of the Church, 4:207.
4. History of the Church, 1:176.
5. Diadaptasi dari Hugh B. Brown, "Be What You Will to Be," Brigham Young University Speeches of the Year (14 Februari 1967), hlm. 8­9.
6. B. H. Roberts, pendahuluan dari History of the Church, 3:x1.
7. "History of George Albert Smith," naskah ketikan, Historical Department, Archives Division, Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, hlm. 17.
8. "History of George Albert Smith," hlm. 18.
9. "History of George Albert Smith," hlm. 33.
10. A&P 104:18.
11. History of the Church, 3:251; lihat juga 3:250, 252­55.
12. "To the Editor and Reader of the Lehi Post" (tanpa tanggal), Historical Department, Archives Division, Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, hlm. 3.
13. Lihat Brigham Young, Manuscript History of Brigham Young, 1846­1847, kumpulan Êlder J. Watson (1971), 145.
14. A&P 59:23.
15. A&P 84:26.
16. A&P 20:51.
17. Kisah para Rasul 4:7.
18. Kisah para Rausl 4:10.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy