The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober dari 1998
Apakah Kita Mengikuti Kecepatan LangkahNya?

Apakah Kita Mengikuti Kecepatan LangkahNya?

Penatua M. Russell Ballard
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

Setiap dewan . . . harus bekerja bersama mencari cara untuk menjadi lebih efektif dalam mempersiapkan para anggota kita untuk layak menikmati semua berkat dari Gereja dan . . . bait suci.

Penatua M. Russell Ballard

Pada konferensi umum kita yang terdahulu, Presiden Gordon B. Hinckley membuat suatu pengumuman yang bersejarah bahwa 30 atau lebih bait-bait suci yang lebih kecil akan dibangun di seluruh dunia. Yang pertama di antara bait-bait suci yang lebih kecil itu telah didedikasi pada musim panas ini di Monticello, Utah. Seperti yang anda ketahui, gol yang dinyatakan Presiden Hinckley adalah untuk mempunyai paling sedikit 100 bait suci yang beroperasi sampai dengan akhir abad ini. Karena saya mengenal Presiden, saya yakin tujuan itu akan tercapai, kalau tidak terlampaui!

Presiden Hinckley telah merujuk pada usaha pembangunan bait suci yang luar biasa ini sebagai "suatu usaha yang hebat. Tak ada sesuatu pun yang bahkan mendekati itu pernah dicoba sebelumnya."1 Sejak pengumuman yang menakjubkan itu, saya telah berpikir betapa besarnya kepercayaan Tuhan dan nabiNya kepada anda dan saya. Betapa banyak tanggung jawab kini kita emban untuk mempersiapkan diri kita sendiri dan orang lain untuk menjadi layak bagi berkat-berkat dari bait suci yang kudus ini.

Para pemimpin sudah lama menyadari bahwa banyak anggota gereja kita tinggal di bagian dunia yang cukup jauh dari bait suci yang terdekat. Hati mereka tulus, mereka mempunyai iman yang besar tentang misi Gereja, dan mereka mengasihi Tuhan serta ingin melakukan kehendakNya. Betapa bait-bait suci yang indah tersebut akan merupakan suatu berkat bagi para orang suci yang penuh dedikasi ini.

Kembali mengutip Presiden Hinckley: "Jika tatacara-tatacara bait suci merupakan bagian yang penting dari injil yang dipulihkan, dan saya bersaksi bahwa begitu adanya, maka kita harus menyediakan sarana yang dengannya hal-hal itu dapat dilaksanakan. . . . Tatacara-tatacara bait suci menjadi berkat-berkat utama yang dapat ditawarkan oleh Gereja."2

Adalah suatu perasaan mendesak dalam pekerjaan ini yang mendorong kita untuk menyampaikan berkat-berkat bait suci kepada sebanyak mungkin dari anak-anak Bapa Surgawi kita. Saya terkesan dengan pengalaman dari Presiden Wilford Woodruff ketika ia menceritakan tentang suatu kunjungan yang ia alami dari Nabi Joseph Smith beberapa saat setelah Nabi mati sahid. Menurut laporan Presiden Woodruff sendiri: "[Joseph Smith] datang kepada saya dan berbicara kepada saya. Ia berkata bahwa ia tidak dapat berhenti untuk berbicara dengan saya karena ia sedang tergesa-gesa. Orang berikutnya yang saya temui adalah Bapak Smith [ayah Nabi]; ia tidak dapat berbicara dengan saya karena ia sedang tergesa-gesa. Saya bertemu dengan setengah lusin brother yang telah menduduki jabatan yang tinggi di bumi, dan tak satu pun dari mereka dapat berhenti untuk berbicara dengan saya karena mereka sedang tergesa-gesa. Saya amat terheran-heran. Akhirnya, saya bertemu lagi dengan Nabi dan saya mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengajukan sebuah pertanyaan kepadanya.

"'Sekarang,' kata saya, 'Saya ingin tahu mengapa anda tergesa-gesa. Saya selalu tergesa-gesa sepanjang hidup saya, tetapi saya mengharapkan ketergesa-gesaan saya akan berakhir ketika saya masuk ke dalam kerajaan surga, kalau saya sampai ke sana.'

"Joseph berkata, 'Saya akan beritahu anda, Brother Woodruff. Setiap masa kelegaan yang mempunyai imamat di bumi dan telah pergi ke kerajaan selestial mempunyai sejumlah tertentu pekerjaan yang harus dilakukan untuk mempersiapkan diri pergi ke bumi bersama Juruselamat sewaktu Dia pergi untuk memerintah di bumi. Setiap masa kelegaan telah memiliki banyak waktu untuk melakukan pekerjaan ini. Kita tidak. Kita adalah masa kelegaan terakhir, dan begitu banyak pekerjaan harus dilakukan, dan kita perlu bergegas untuk menyelesaikannya.'

"Tentu saja, itu memuaskan," Presiden Woodruff mengakhiri, "tetapi itu merupakan ajaran baru bagi saya."3

Para Nabi zaman akhir lainnya telah termotivasi dengan cara yang sama untuk mendorong kita bergerak terus dengan lebih cepat dalam menyelesaikan pekerjaan penting dari masa kelegaan terakhir ini. Presiden David O. McKay mengimbau setiap anggota untuk menjadi misionari.4 Presiden Spencer W. Kimball mendesak kita untuk "memperlebar langkah kita."5 Presiden Howard W. Hunter menegaskan: "Kita berada pada suatu masa dalam sejarah dunia dan perkembangan Gereja sewaktu kita harus lebih memikirkan tentang hal-hal kudus dan bertindak lebih seperti yang Juruselamat harapkan muridnya akan bertindak.6

Dan sekarang Presiden Gordon B. Hinckley meminta kita untuk meneruskan, untuk melakukan lebih baik, untuk melakukan lebih banyak. Ia berkata: "Kita punya pekerjaan untuk dilakukan, anda dan saya, begitu amat banyak pekerjaan. Marilah kita singsingkan lengan baju kita dan memulainya, dengan suatu tekad yang baru, menempatkan kepercayaan kita kepada Tuhan. . . . Kita dapat melakukannya, jika kita mau bersikap penuh doa dan setia.7

Dengan jelas kuasa Tuhan menggerakkan para pemimpin Gereja, mendorong mereka dengan rasa mendesak yang sama yang tampaknya memotivasi Joseph Smith dalam penglihatan Wilford Woodruff. Presiden Hinckley melakukan segala yang dapat ia lakukan untuk mempercepat jalannya pekerjaan ini. Ia mengelilingi dunia dalam tingkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menguatkan dan memperbaiki para Orang Suci serta untuk mendesak mereka maju ke atas dan ke depan. Ia telah menyediakan dirinya bagi media dunia guna membagikan pesan dari Pemulihan dengan pendengar sebanyak mungkin . Dan ia mengawasi era pembangunan bait suci yang paling luas sepanjang sejarah dalam upaya untuk mempercepat kemampuan kita untuk menyelesaikan pekerjaan yang amat banyak yang telah ditugaskan untuk kita selesaikan dalam masa kelegaan waktu ini.

Presiden kita dengan dinamis berada di depan, menunjukkan jalannya. Pertanyaan yang harus kita ajukan kepada diri kita sendiri adalah, "Apakah kita mengikuti kecepatan langkahnya?" Kita masing-masing harus siap untuk menjawab pertanyaan itu. Saya dapat menjamin anda bahwa ini merupakan topik dari cukup banyak pembahasan di antara Kuorum Dua Belas Rasul. Saya harap demikian juga halnya di setiap dewan di setiap lingkungan dan wilayah dalam Gereja. Ini bukanlah saatnya untuk santai atau untuk tenang-tenang saja dalam pemanggilan kita. Setiap dewan Gereja harus bekerja bersama mencari cara untuk menjadi lebih efektif dalam mempersiapkan para anggota kita untuk layak menikmati semua berkat dari Gereja dan terutama berkat-berkat dari bait suci.

Kita dengan cepat mendekati saat di mana jumlah bait-bait suci yang beroperasi di seluruh dunia akan menjadi kelipatan dari jumlahnya hanya empat tahun yang lalu. Sekarang adalah saat yang baik untuk bertanya, para presiden wilayah dan uskup, apa yang dilakukan oleh dewan lingkungan dan wilayah anda untuk memenuhi bait-bait suci ini dengan anggota-anggota yang layak dan pekerja-pekerja berdedikasi yang cukup jumlahnya? Apakah kuorum imamat anda beroperasi pada efisiensi puncak? Apakah para pengajar ke rumah dan pengajar berkunjung terlibat dalam melayani keluarga-keluarga ke mana mereka telah ditugaskan? Apakah organisasi-organisasi pelengkap anda secara aktif membangun iman dan kesaksian? Apakah kegiatan-kegiatan di wilayah dan lingkungan anda dimaksudkan untuk menguatkan keluarga dan setiap anggota? Apakah anda dengan hati-hati mengkoordinasi upaya proselyting [you aremencari simpatisan] dengan para misionari lingkungan dan penuh waktu, menolong mereka untuk mendapatkan, mengajar dan membaptiskan lebih banyak simpatisan lagi? Apakah dewan-dewan anda memperhatikan untuk menolong setiap anggota baru dan anggota yang kurang aktif untuk sepenuhnya menerima penemanan dan seutuhnya tertambat pada ajaran-ajaran Gereja?

Saudara dan saudari sekalian, ada banyak yang harus dilakukan oleh kita untuk menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan oleh Tuhan pada masa kelegaan ini. Kita harus memusatkan pekerjaan kita, dan kita harus bekerja lebih cerdik jika kita ingin melaksanakan peran kita dalam mempersiapkan semua anggota Gereja untuk menerima berkat-berkat bait suci mereka. Para pemimpin Gereja, baik pria maupun wanita, dapat dan harus memperpanjang uluran tangan mereka dan memperluas kuasa pengaruh mereka. Kita harus bijaksana untuk melindungi dan mengajar keluarga kita sendiri dulu dan kemudian mengambil manfaat penuh dari sistim dewan Gereja yang diilhami untuk mencapai sukses yang lebih besar dalam pekerjaan yang telah Bapa Surgawi berikan untuk kita lakukan, dalam kurun waktu yang telah diberikanNya kepada kita untuk melakukannya.

Simak, misalnya, peran kritis dewan lingkungan dalam memberikan penemanan kepada setiap anggota baru dan mengaktifkan kembali mereka yang kurang aktif. Sebagaimana diketahui setiap anggota kini, Presidensi Utama dan Kuorum Dua Belas Rasul sangatlah prihatin mengenai kesejahteraan dari setiap anggota Gereja yang baru dan yang kurang aktif. Tidak ada dewan lingkungan atau cabang yang boleh membiarkan seorang anggota baru merasa tidak aman dalam keanggotaan Gereja yang baru dianutnya. Namun masih tetap ada terlalu banyak di antara mereka yang tidak merasa disambut dengan hangat.

Baru-baru ini seorang anggota menulis kepada saya: "Kadang-kadang saya . . . merasa adalah suatu kesalahan bagi saya untuk dibaptiskan. Saya tahu Gereja ini benar, dan saya mempunyai kesaksian yang kuat, tetapi saya masih mempertanyakan. . . . Ketika saya sedang belajar, semua orang dari lingkungan saya selalu ada untuk saya dan selalu ingin berbicara dengan saya serta selalu ingin menolong saya . . . . Sejak saya dibaptis sepertinya mereka bahkan tidak memperhatikan ketika saya ke gereja atau ketika tidak. Saya hampir tidak pernah mendengar dari siapa pun. . . . Saya tidak bisa mengerti mengapa orang-orang di lingkungan saya telah melupakan saya. Saya merasa begitu kesepian dan bingung. . . . Saya tidak dapat berbicara kepada uskup saya karena . . . kami tidak akrab sama sekali. Dia bahkan tidak ingat kepada saya ketika saya kembali ke gereja. Mohon bantu saya jika anda dapat."

Saudara-saudari sekalian, sementara kemajuan yang bagus telah dibuat, saatnya telah tiba ketika kita harus memanfaatkan setiap sumber untuk menemani setiap anggota baru dan memberkati kehidupan lebih banyak lagi dari anak-anak Bapa Surgawi kita. Ini dapat paling baik dicapai jika anggota dewan lingkungan memastikan agar setiap organisasi melakukan bagiannya untuk meyakinkan anggota-anggota baru mempunyai teman, mendapatkan sebuah panggilan, dan dipelihara oleh firman Allah yang baik. Setiap jiwa adalah sangat berharga bagi Bapa Surgawi kita. Kita tidak pernah boleh lupa bahwa melalui Korban Tebusan, Tuhan Yesus Kristus membayarkan harga yang mahal bagi penebusan setiap orang dari kita. PenderitaanNya tidak boleh sia-sia karena kita gagal memelihara dan mengajar mereka yang berusaha untuk aktif di Gereja.

Anda para sister dapat menolong membina kesaksian pribadi dalam kehidupan setiap wanita, remaja putri dan anak di lingkungan. Betapa bersyukurnya kami atas kekuatan anda. Para sister, bicarakanlah bersama dalam dewan-dewan anda tentang bagaimana saling mengasihi, mendukung, dan mengajarkan berkat-berkat dan janji-janji injil yang indah. Betapa indahnya jika setiap wanita di dunia ini memahami takdir sejati mereka seperti yang dinyatakan dalam tema Remaja Putri. Anda tahu kata-katanya: "Kami adalah putri Bapa Surgawi yang mengasihi kami, dan kami mengasihi Dia. Kami akan 'berdiri sebagai saksi Allah setiap saat dan dalam segala hal, dan di segala tempat' . . . sewaktu kami berusaha hidup sesuai dengan Nilai-nilai Remaja Putri, yaitu--Iman, Kodrat Ilahi, Nilai Pribadi, Pengetahuan, Pilihan dan Tanggung jawab, Perbuatan Baik, dan Integritas."8 Belajar dari nilai-nilai ini dan bertindak berdasarkannya akan menyelamatkan dan memberkati baik wanita remaja mau pun yang lebih dewasa.

Anda para anggota keuskupan dan presidensi Remaja Putra, dekatkanlah diri dengan setiap remaja putra dan bantulah dia agar layak untuk ditahbiskan dalam usia yang ditetapkan pada keimamatan yang tepat. Ini merupakan bagian yang penting dari pekerjaan anda dan pekerjaan dari semua anggota dewan lingkungan. Tidak seorang anak laki-laki pun seharusnya mulai sebagai seorang diaken dalam imamat serta gagal ditahbiskan sebagai penatua dan diundang untuk melayani misi penuh waktu.

Kuorum Imamat Melkisedek bertanggung jawab atas kesejahteraan rohani dan duniawi dari semua pria beserta keluarga mereka. Banyak dari pekerjaan di antara keluarga-keluarga dari lingkungan yang saat ini dilaksanakan oleh anggota keuskupan dapat dengan patut dilakukan oleh para pria Imamat Melkisedek jika didiskusikan dan dikoordinasikan dengan tepat di dalam pertemuan-pertemuan dewan.

Presiden Wilayah dan Uskup, jika dewan-dewan anda tidak terpusatkan dan beroperasi pada tingkat kuasa dan petunjuk rohani yang lebih tinggi ini, maka mohon lakukanlah segala yang dapat anda lakukan untuk memastikan bahwa mereka mengerti cara memadukan semua sumber untuk mempersiapkan umat anda secara rohani.

Demikian pula, kita sebagai pribadi-pribadi dan keluarga-keluarga perlu berunding bersama untuk secara hati-hati memeriksa diri kita sendiri serta komitmen pribadi dan keluarga kita terhadap Injil Yesus Kristus. Pemeriksaan ini terutama penting bagi mereka di antara kita yang telah membuat perjanjian pengudusan dan pengorbanan di dalam rumah Tuhan. Kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri: Apakah kita memberikan teladan akan nilai-nilai Kristiani dan kesetiaan injil dalam kehidupan kita dan dalam rumah tangga kita? Apakah kita telah menggapai teman-teman yang tidak aktif atau yang bukan anggota, anggota keluarga, dan tetangga kita dengan perhatian penuh kasih? Apakah kita dengan berani membagikan kesaksian kita?

Saya tahu kuasa dari pria dan wanita yang diilhami, yang dengan bersatu berusaha untuk menguatkan keluarga dan anggota Gereja perorangan. Mohon manfaatkan sepenuhnya kemampuan gabungan anda untuk memberkati kehidupan setiap orang--pria atau wanita, remaja atau anak-anak, anggota atau bukan anggota--yang tinggal dalam batas-batas lingkungan. Saudara dan saudari sekalian, marilah kita bersatu seperti belum pernah dilakukan sebelumnya untuk melakukan bagian kita, secara pribadi dan bersama-sama, untuk mempersiapkan umat kita untuk menerima berkat-berkat yang hanya dapat diberikan di dalam rumah Tuhan.

Inilah masa kita, saudara dan saudari sekalian. Ini adalah masa yang telah diramalkan oleh para nabi kudus sejak permulaan dunia. Ini adalah masa kelegaan kegenapan waktu, ketika babak terakhir dari sejarah dunia ini akan dimainkan. Para nabi zaman akhir kita, dari Joseph Smith sampai Gordon B. Hinckley, telah memperingatkan kita mengenai kewajiban yang kudus, yang membuka mata, yang menjadi milik kita untuk mempersiapkan diri bagi "hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu."9 Hari itu dengan tetap bergerak mendekati kita, dan masih banyak lagi yang harus dilakukan. Kita harus siap untuk mengikuti kecepatan langkah para pemimpin kita, langkah demi setiap langkah mereka yang diperlebar. Mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya kita perlu memusatkan usaha-usaha kita pada hal-hal yang paling penting dan menghindari membuang waktu untuk hal-hal yang tidak penting dan yang berkonsekuensi kecil.

Kata Nabi Joseph Smith: "Saudara-saudara sekalian, haruskah kita tidak melanjutkan dalam pekerjaan yang demikian besar? Majulah dan janganlah mundur. Teguhlah, saudara-saudara; dan maju, maju menuju kemenangan! Biarlah hati anda bersukacita, dan menjadi amat senang . . . .

"Lihatlah, hari Tuhan yang besar sudah dekat . . . . Marilah kita . . . , sebagai jemaat gereja dan umat, dan sebagai para Orang Suci Zaman Akhir, mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran; dan marilah kita menyampaikan di dalam bait suciNya yang kudus . . . sebuah buku yang berisi catatan dari orang-orang kita yang telah meninggal, yang akan layak bagi segala penerimaan."10

Saya berdoa agar kita boleh bergabung bersama, saudara-saudari sekalian, untuk melakukan bagian kita untuk mempersiapkan setiap keluarga, orang dewasa, remaja, dan anak agar akhirnya dapat layak menerima setiap berkat bait suci yang disediakan injil. Saya memberikan saksi saya bahwa Tuhan Yesus Kristus hidup; melalui Dialah tatacara-tatacara kekal bait suci datang kepada para anggota gereja yang setia. Semoga Tuhan memberkati kita dengan hasrat, kebijaksanaan, dan komitmen untuk dengan antusias memajukan pekerjaan yang besar ini di dalam keluarga kita dan di dalam gereja, saya berdoa dengan kerendahan hati di dalam nama Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. "Bait suci-bait suci Baru Untuk Menyediakan 'Berkat-berkat Tertinggi' dari Injil," Liahona, Juli 1998, hlm. 108.
2. Ensign, Mei 1998, hlm. 88.
3. The Discourses of Wilford Woodruff (1946), hlm. 288­289.
4. Dalam Conference Report, Apr. 1959, hlm. 122.
5. The Teachings of Spencer W. Kimball (1982), hlm. 174­175.
6. "Follow the Son of God," Ensign, November 1994, hlm. 87.
7. "We Have a Work to Do," Ensign, Mei 1995, hlm. 88.
8. Buku Pegangan Kepemimpinan Remaja Putri (1992), hlm. 4.
9. Maleakhi 4:5.
10. A&P 128:22, 24.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy