The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober dari 1998
Bersaksilah tentang Dia

Bersaksilah tentang Dia

Susan L. Warner
Penasihat Kedua dalam Presidensi Umum Pratama

Dalam suatu masyarakat yang nilai-nilainya tidak tetap dan suara-suaranya membingungkan, kesaksian dapat menjadi alat yang dengannya para orang tua memberi anak-anak suatu sauh bagi iman mereka.

Susan L. Warner

Karena Bapa Surgawi kita menginginkan kita untuk mengenal Dia dan untuk merasakan kasihNya, Dia merencanakan dunia yang penuh dengan ciptaan-ciptaan yang menakjubkan yang bersaksi tentang Dia dan PutraNya, Yesus Kristus. Pernahkan anda menghitung semua hal yang bersaksi tentang Juruselamat? Ada terbenamnya matahari dan kerang, bunga dan danau, serangga dan binatang, pagi yang menakjubkan dan langit yang bertaburkan bintang.

Tuhan sendiri memberitahu Musa, "Semua hal diciptakan dan dijadikan untuk memberi kesaksian mengenai Aku, baik hal-hal yang jasmani maupun yang rohani; hal-hal yang berada di surga di atas, dan hal-hal yang berada di atas bumi, dan hal-hal yang berada di dalam bumi, dan hal-hal yang berada di bawah bumi, baik yang di atas maupun yang di bawah: semua hal itu memberikan kesaksian tentang Aku" (Musa 6:63; penekanan ditambahkan).

Di mana pun kita tinggal di dunia, kita melihat terbitnya matahari yang hebat, yang bersaksi tentang Terang Kristus yang memenuhi hati kita dan menerangi pikiran kita. Sungai-sungai besar dan kali-kali yang berkelok kelok bersaksi bahwa Juruselamat adalah sumber air hidup yang dapat melepaskan dahaga kita bagi hal-hal rohani. Bunga lili di padang dan bahkan burung gereja yang paling kecil bersaksi tentang perhatianNya yang pribadi dan murah hati.

Tetapi dari semua ciptaan Allah yang luar biasa, hanya kita, anak-anakNya, yang diciptakan menurut rupa dan gambaranNya. Hanya kita, anak-anakNya, yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan keyakinan rohani kita sendiri. Dan hanya kita, anak-anakNya, yang dapat memberi suara dan ekspresi terhadap kesaksian kita tentang Dia. Kita, anak-anakNya, bersukacita dalam kesempatan istimewa dan kewajiban kudus kita untuk bersaksi tentang Dia dan injilNya.

Beberapa saat yang lalu cucu perempuan kami Susie menerima sejilid tulisan suci. Dia tinggal di daerah di mana teman sekelas dan gurunya bukanlah anggota gereja, maka dia ingin berbagi dengan mereka Pasal-pasal Kepercayaan yang tertera dalam tulisan suci barunya. Dia memutuskan akan pantas melakukan ini di sekolah pada saat yang dijadwalkan untuk berbagi sesuatu yang patut dijadikan berita. Ketika waktunya tiba, Susie yang berumur delapan tahun berdiri di depan teman-teman sekelasnya dan memulai, "Kami percaya kepada Allah, Bapa Yang Kekal, serta PutraNya, Yesus Kristus dan Roh Kudus" (PK 1:1). Dia melanjutkan, tetapi ketika sampai ke pasal kepercayaan ke tujuh, seorang teman kelasnya memprotes dengan lantang, "Ini bukanlah kejadian baru!" Guru itu, yang juga bukan anggota gereja, cepat menjawab, "Tapi itu baru buat saya!"

Kita masing-masing dapat berbagi kabar baik injil dan mengungkapan dengan perkataan keyakinan kita. Jika kita peka terhadap bisikan Roh, kita dapat menemukan kesempatan untuk dengan rendah hati menyatakan kepercayaan kita. Bahkan seorang anak berusia delapan tahun yang pemalu merasakan hasrat untuk berbagi pasal-pasal dari kepercayaannya.

Ketika kita bersaksi tentang kabar baik injil, kesaksian kita yang diucapkan itu mengundang Roh Kudus untuk bersaksi tentang kebenaran pesan tersebut. Bukanlah kata-kata kita yang membawa kuasa, melainkan Roh Allah yang menyertai perkataan kita dan mengukuhkannya di dalam hati para pendengar. Nefi menjelaskan dalam Kitab Mormon, "Karena apabila seseorang berbicara dengan kuasa Roh Kudus, kuasa Roh Kudus itu membawanya kepada hati anak-anak manusia" (2 Nefi 33:1).

Ketika kita menyatakan apa yang kita yakini dan dengan rendah hati mengatakan apa yang kita percayai dan rasakan, Roh juga bersaksi kepada jiwa kita sendiri bahwa apa yang kita katakan adalah benar. Presiden Boyd K. Packer mengatakan dengan sederhana, "Sebuah kesaksian akan ditemukan dalam memberikannya!" ("The Candle of the Lord," Ensign, Januari 1983, hlm. 54).

Dalam suatu masyarakat yang nilai-nilainya tidak tetap dan suara-suaranya membingungkan, kesaksian dapat menjadi alat yang dengannya para orang tua memberi anak-anak sebuah sauh bagi iman mereka. Kita melakukannya dalam keluarga kita dengan bersaksi tentang Yesus Kristus dan injilNya dengan perbuatan kita dan perkataan kita. Kita melakukannya sewaktu kita berdoa bersama, membaca tulisan suci, dan mengadakan malam keluarga secara teratur. Di sekeliling meja makan, orang tua dan anak-anak dapat berbagi apa yang mereka pelajari dalam pertemuan dan kegiatan Gereja serta pengalaman sehari-hari mereka menerapkan asas-asas injil. Dalam lingkaran keluarga yang kudus ini, anak-anak dapat belajar menyatakan perasaan kasih dan syukur bagi Bapa Surgawi dan PutraNya, Yesus Kristus, serta bagi berkat-berkat yang datang kepada kita sewaktu kita hidup bersama dalam keluarga di bumi yang indah ini.

Anak-anak memiliki kepekaan rohaninya sendiri, dan mereka membuat pengamatan mereka sendiri tentang penciptaan Bapa Surgawi. Mereka secara alami tertarik pada ulat yang merayap di genangan air, terpikat oleh suara lautan dalam kulit kerang, takjub pada pola ajaib awan yang bergerak di langit. Merupakan suatu kesempatan istimewa bagi kita masing-masing untuk menggandeng tangan seorang anak dan menemaninya ketika dia menemukan dunia yang indah ini, tetapi merupakan suatu kesempatan istimewa yang lebih agung dan kudus untuk membantu seorang anak mengenal Pencipta dunia ini dan untuk bersaksi tentang kasih yang dimilikiNya bagi setiap anakNya.

Ketika kita berbagi perasaan kita dengan anak-anak kecil kita dan bersaksi tentang Dia, kita membuka pintu bagi mereka untuk berbagi pengalaman dan untuk mengutarakan dalam perkataan wawasan dan perasaan rohani mereka sendiri. Dan ketika kita menolong anak-anak menemukan sumber ilahi dari perasaan-perasaan itu, pemahaman dan kasih mereka bagi Juruselamat akan tumbuh baris demi baris, ajaran demi ajaran.

Ketika anak-anak kecil mendengar kata-kata dari tulisan suci dan kemudian membaca sendiri tulisan suci, mereka menjadi terbiasa dengan suatu kosa kata yang memungkinkan mereka mengutarakan perasaan rohani mereka. Bahkan anak-anak yang sangat kecil, jauh sebelum mereka dapat membaca, dapat merasakan pesan tulisan suci dan mulai memahami kasih Allah bagi mereka.

Bradley, meskipun hanya berumur dua tahun, suka menjadi bagian dalam waktu tulisan suci keluarga. Ketika tiba gilirannya, dia memegang tulisan suci dan dengan hati-hati membuka setiap halaman, sambil berkata, "Bapa Surgawi mengasihi saya; Bapa Surgawi mengasihi saya." Merasakan kasih Bapa Surgawi dan Yesus Kristus yang tak berkesudahan merupakan landasan dari kesaksian.

Saya kenal seorang kakek yang, pada pertemuan keluarga baru-baru ini di pegunungan, mengajak cucu-cucunya berjalan-jalan. Ketika mereka sampai di tempat yang terbuka di tengah pepohonan, dia mengajak anak-anak kecil itu duduk di atas tunggul kayu sementara dia menceritakan kepada mereka tentang seorang anak laki-laki berusia 14 tahun yang bernama Joseph Smith, yang ingin mengajukan kepada Bapa Surgawi beberapa pertanyaan yang mengganggu dia. Kakek itu menjelaskan bahwa pemuda Joseph itu pergi ke hutan kecil di dekat rumahnya untuk berdoa, dengan beriman bahwa Allah akan menjawabnya. Cucu-cucu itu mendengarkan dengan tenang, tetapi Johnny yang berumur empat tahun, yang sering kali sulit duduk diam, tidak dapat menahan diri. Dia berceloteh, "Saya sudah pernah mendengar cerita itu."

Kakek itu bercerita tentang doa tulus Joseph dan bagaimana doa itu dijawab dengan suatu kunjungan agung dari Bapa Surgawi dan PuteraNya, Yesus Kristus. Ketika dia selesai, si Johnny kecil merenggut tangan kakeknya dan berkata, "Itu kesaksian yang baik, Kek." Dia suka mendengarkan cerita itu lagi.

Meskipun kakek itu telah mengulangi kisah kudus ini banyak kali sepanjang hidupnya, dia berkata, "Belum pernah Roh Tuhan memberi kesaksian yang lebih kuat daripada ketika saya bersaksi tentang Joseph Smith kepada cucu-cucu saya sendiri." Kakek dan anak-anak itu telah merasakan kesaksian Roh Kudus. Seperti Johnny, anak-anak kita mungkin pernah mendengar cerita-cerita tulisan suci sebelumnya, tetapi pernahkah mereka mendengar kita memberi kesaksian pribadi kita tentang kebenaran dari kisah-kisah itu serta asas-asas yang diajarkannya?

Siapa yang dapat mengukur pengaruh dari kata-kata yang sederhana dan kudus dari sebuah kesaksian? Siapa dapat memperhitungkan dampak Roh yang mengukuhkan kata-kata itu? Benih kesaksian yang ditanamkan di dalam hati anak-anak ketika mereka masih muda akan dipelihara sepanjang hidup mereka melalui mendengarkan kesaksian mereka yang cukup mengasihi mereka untuk bersaksi tentang kebenaran.

Para orang tua telah diberikan suatu tanggung jawab kudus. Tetapi orang tua memerlukan bantuan. Paman, bibi, teman, pemimpin dan guru menambahkan kesaksian mereka ketika mereka membagikan kesaksian mereka dengan anak-anak dan remaja. Beberapa kali tulisan suci memberitahu kita bahwa "melalui mulut dua atau tiga orang saksi setiap perkataan akan ditegakkan" (A&P 6:28).

Adalah mudah bagi mereka di antara kita yang anak-anaknya telah dewasa untuk merasa putus asa dan berharap kita telah lebih banyak bersaksi sewaktu anak-anak kita masih muda. Tetapi tidak ada kata terlambat. Ayah saya, yang meninggal dunia tahun lalu, adalah kesaksian hidup bagi saya sepanjang hidupnya. Tetapi menjelang akhir hayatnya dia juga menulis sejarah pribadinya agar dapat bersaksi bukan saja kepada anak-anak dan cucu-cucunya tetapi juga kepada semua keturunannya generasi demi generasi mendatang. Tidak ada yang dapat ditinggalkannya bagi keluarganya yang lebih berharga daripada catatan tentang kesaksian dan kasihnya.

Saya ingat bagaimana ayah saya mengajarkan saya tentang kesaksiannya dengan jari-jari tangannya.

1. Allah adalah Bapa Surgawi kita yang mengasihi.

2. Putranya, Yesus Kristus, adalah Juruselamat dan Penebus kita.

3. Joseph Smith adalah seorang nabi Allah, dan dia adalah alat yang melaluinya injil Yesus Kristus dipulihkan ke bumi dan Kitab Mormon diterjemahkan.

4. Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir adalah Gereja Tuhan di bumi dewasa ini.

5. Gereja dipimpin oleh seorang nabi yang hidup yang menerima wahyu.

Brother dan sister, inilah kesaksian saya. Saya dengan rendah hati bersaksi kepada anda bahwa hal-hal ini adalah benar. Bersama segenap ciptaan Allah semoga setiap dari kita bersaksi tentang Dia.

Dalam namaNya yang kudus, Yesus Kristus, amin.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy