The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober dari 1998
Kaum Remaja Dari Hak Kesulungan Yang Mulia

Kaum Remaja Dari Hak Kesulungan Yang Mulia

Penatua L. Tom Perry
Dari Kuorum Dua Belas Rasul

Satu-satunya sukacita dan kebahagiaan kekal yang akan pernah anda temui selama pengalaman fana anda akan datang melalui mengikuti Juruselamat.

Penatua L. Tom Perry

Setiap tahun kami mengadakan reuni keluarga di Bear Lake. Minggu yang menyenangkan untuk lebih mengenal cucu-cucu. Selama beberapa tahun terakhir ini saya telah mendengarkan kesempatan-kesempatan dan tantangan-tantangan mereka. Mereka telah memberitahu saya tentang tekanan-tekanan yang meningkat karena berada di dunia tetapi bukan dari dunia. Film, televisi, intranet, pakaian rancangan, mode yang ekstrem, kegiatan melanggar hari Sabat, dan lain-lainnya, menambah besarnya godaan mereka. Lebih lagi, tekanan kelompok sebaya memaksakan keputusan-keputusan yang sulit mengenai apakah harus mengikuti arus orang banyak atau berdiri membela prinsip-prinsip yang diajarkan oleh orang tua yang dipertobatkan dan berdedikasi serta oleh Gereja.

Tahun ini saya memutuskan untuk menjadi sedikit lebih agresif dalam menasihati cucu-cucu saya. Saya ingin menyediakan bagi mereka suatu kerangka kerja untuk menolak godaan dan bertahan dalam dunia dewasa ini yang rumit. Liburan kami di danau berlanjut sampai empat hari, maka saya memutuskan untuk membeli satu map berhalaman lepas bagi mereka masing-masing dan menyertakan satu topik pembahasan untuk setiap hari. Setiap sisipan mencakup beberapa referensi tulisan suci dan kutipan yang dimaksudkan untuk memulai pembahasan yang berguna antar generasi-generasi itu.

Di hari pertama, tidak ada banyak minat terhadap pembahasan, namun momentum itu tampaknya semakin meningkat setiap harinya. Eksperimen itu cukup berhasil sehingga saya ingin berperan sebagai kakek bagi anda masing-masing kaum muda yang mendengarkan hari ini untuk melihat apakah kita dapat merangsang beberapa pembahasan yang penuh pemikiran di rumah anda bersama orang tua anda.

Topik nomor 1: Penghargaan terhadap negeri di mana kita tinggal. Dalam salah satu konferensi awal Gereja yang diselenggarakan tanggal 2 Januari 1831, Tuhan, melalui wahyu, memberi Nabi Joseph Smith suatu penglihatan bagaimana Dia menghargai bumi yang telah diciptakanNya bagi anak-anakNya. Dalam Ajaran dan Perjanjian 38:17­20 kita membaca:

"Dan Aku telah membuat bumi kaya dan lihatlah, bumi menjadi alas kakiKu, oleh karena itu Aku akan berdiri lagi di atasnya.

"Dan Aku menjanjikan dan akan memberimu kekayaan yang lebih besar, yaitu sebuah negri perjanjian, suatu negri yang berlimpah-limpah dengan air susu dan madu, yang di atasnya tidak akan ada kutukan Tuhan;

"Dan aku akan memberikannya kepadamu untuk tanah warisanmu jika engkau mencarinya dengan segenap hatimu,

"Dan ini akan menjadi perjanjianKu denganmu, engkau akan memilikinya untuk tanah warisanmu dan untuk warisan anak-anakmu untuk selama-lamanya, selama bumi masih bertahan dan engkau akan memilikinya lagi dalam kekekalan, dan tidak akan lenyap lagi."

Tuhan telah memberkati kita dengan tanah perjanjian untuk dinikmati selama masa pencobaan fana kita. Bangsa-bangsa di dunia, bila mereka mau terus mengikuti jalan-jalan Tuhan, dapat menjadi suatu berkat bagi anak-anakNya di sini. Anda para putra dan putri muda yang istimewa, Dia berharap anda khususnya menyadari berkat-berkat berlimpah yang telah anda terima dariNya.

Bersama dengan berkat-berkat ini, tentunya, datang tanggung jawab. Kita diharap untuk tunduk kepada para raja, presiden, penguasa, dan pembesar pemerintahan, serta mematuhi, menghormati, dan menjunjung hukum (lihat Pasal-pasal Kepercayaan 1:12). Untuk mematuhi, menghormati, dan menjunjung, kita harus mengenal hukumnya dan menerapkannya. Kita harus menjadi warga negara yang baik di gereja, sekolah, dan masyarakat kita. Kita juga harus siap untuk memberikan sumbangsih kita melalui memberikan pelayanan kepada sesama.

Cara yang terbaik yang saya ketahui untuk memberikan sumbangsih pada negeri di mana kita tinggal adalah dengan menjadi siap bagi masa depan. Tuhan telah menjanjikan kepada kita bahwa apabila kita bersiap kita tidak perlu takut. Apabila kita berusaha untuk memperoleh pendidikan terbaik yang tersedia bagi kita, kita berada dalam posisi yang lebih baik untuk mandiri dan bukan menjadi beban bagi masyarakat di mana kita tinggal.

Saya membaca di koran beberapa minggu lalu tentang potensi penghasilan dengan meningkatnya tingkat pendidikan. Perbedaan antara tidak memiliki surat tamat belajar sekolah menengah dengan seorang tamatan sekolah menengah adalah peningkatan penghasilan rata-rata sebesar 38 persen. Dari lulusan sekolah menengah ke sedikit pendidikan di perguruan tinggi, peningkatannya adalah 20 persen, dan dari lulusan sekolah menengah ke gelar universitas, peningkatannya adalah 56 persen. Ya, pendidikan benar-benar membawa hasil. Tidaklah pernah terlalu dini untuk menentukan arah yang untuknya anda ingin mempersiapkan diri. Janganlah menunggu hingga anda mendaftar ke perguruan tinggi untuk menentukan apa yang ingin anda pelajari. Merupakan penyia-nyiaan waktu dan uang yang besar untuk mencoba mengejar pendidikan tanpa memiliki tujuan yang pasti.

Topik nomor 2: Harga diri. Dalam Mazmur Daud pasal 8, dia memberi kita suatu penglihatan mengenai siapakah diri kita dan kesempatan-kesempatan kekal yang menjadi milik kita. Dia berkata:

"Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya namaMu di seluruh bumi! KeagunganMu yang mengatasi langit dinyanyikan. . . .

"Jika aku melihat langitMu, buatan jariMu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan;

"Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengingatNya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkanNya?

"Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

"Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tanganMu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: . . .

"Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya namaMu di seluruh bumi! (Mazmur 8:1, 3­6, 9).

Pernahkah anda berpikir tentang diri anda sendiri sebagai seorang malaikat yunior yang dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat? Setiap dari anak-anak Bapa kita di Surga adalah berharga dalam pandanganNya. Apabila Tuhan melihat kebesaran di dalam diri anda, maka bagaimanakah seharusnya anda memandang diri anda sendiri? Kita semua telah diberkati dengan banyak bakat dan kemampuan. Beberapa telah diberkati dengan bakat untuk menyanyi, beberapa untuk melukis, beberapa untuk berbicara, beberapa untuk menari, beberapa untuk menciptakan hal-hal yang indah dengan tangan mereka, dan yang lainnya untuk memberikan pelayanan belas kasih. Beberapa mungkin memiliki banyak, yang lain mungkin hanya beberapa. Bukanlah masalah ukuran atau jumlahnya tetapi usaha yang kita kerahkan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan yang telah kita terima. Anda tidaklah bersaing dengan orang lain. Anda hanya bersaing dengan diri anda sendiri untuk melakukan yang terbaik dengan apa pun yang sudah anda terima. Setiap bakat yang dikembangkan akan sangat dibutuhkan dan akan memberi anda rasa penggenapan diri dan kepuasan yang besar selama hidup anda.

Karunia hampir universal yang dapat dikembangkan setiap orang adalah penciptaan watak yang menyenangkan, suatu emosi yang terkendali. Itu akan membuka lebih banyak pintu bagi anda dan memberi anda lebih banyak kesempatan daripada sifat-sifat lain mana pun yang dapat saya pikirkan.

Juga, ingatlah janji Tuhan tentang memelihara tubuh jasmani kita. Apabila kita menjaganya bersih, memeliharanya dengan selayaknya, dan memberinya istirahat yang cukup, kita akan "menemukan kebijaksanaan dan harta pengetahuan yang besar, bahkan harta yang tersembunyi." Kita "akan lari dan tidak menjadi letih, dan akan jalan dan tidak jatuh pingsan" (A&P 89:19­20).

Di atas itu semua, kita harus hidup dengan harapan. Di dalam Kitab Eter di Kitab Mormon, Moroni mengingatkan kita: "Dan aku juga ingat bahwa Engkau telah berfirman bahwa Engkau telah menyediakan sebuah rumah untuk manusia, ya bahkan di antara rumah BapaMu di mana manusia dapat mempunyai suatu harapan yang lebih baik. Oleh karena itu manusia harus mengharap, jika ia tidak dapat menerima suatu warisan di tempat yang telah Engkau sediakan" (Eter 12:32).

Hidup dengan harapan bahwa anda dapat mencapai dan memenuhi serta mengembangkan karunia-karunia besar yang telah diberikan Bapa kita di Surga kepada anda dan suatu hari kelak "menerima suatu warisan" di antara rumah-rumah Bapa.

Topik nomor 3: Kasih Keluarga. Perkataan yang diingat Nabi Joseph Smith dari kunjungan luar biasa Malaikat Moroni kepadanya di malam tanggal 21 September 1823, mencakup sebuah janji khusus yang dibuat bagi keluarga:

"Lihatlah, Aku akan menyatakan Imamat kepadamu, melalui tangan nabi Elia, menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu.

"Dan ia akan menanamkan di dalam hati anak-anak janji yang dibuat kepada para ayah dan hatianak-anak akan dibalikkan terhadap ayah mereka.

"Jika tidak demikian, seluruh bumi akan ditumpas sama sekali pada waktu kedatanganNya" (A&P 2:1­3).

Penglihatan yang agung kepada Nabi Joseph Smith ini menegakkan kembali ajaran tentang unit keluarga kekal. Keluarga kekal merupakan pusat dari injil Juruselamat kita. Tidak ada alasan bagiNya untuk kembali ke dunia untuk memerintah dan memimpin kerajaanNya kecuali unit keluarga kekal telah ditegakkan bagi anak-anak Bapa kita di Surga. Ketika kita memahami peran kekal keluarga, pemeliharaan dan pengembangan ikatan keluarga yang kuat memperoleh makna yang lebih besar.

Saya telah mengawasi dengan minat besar penambahan seorang cucu perempuan baru ke dalam keluarga kami. Ada ikatan seketika dengan kakak-kakak lelaki dan perempuannya. Kakak-kakaknya memeluknya dengan perhatian yang begitu lembut dan penuh kasih.

Belajar untuk menghargai makna dari menjadi bagian dari sebuah keluarga kekal amatlah penting bagi kita. Ingatlah, anda adalah bagian dari unit kekal itu yang menuntut usaha anda yang terbaik. Pastikan anda membawa kehangatan, keramahan, pengertian, timbang rasa, dan kasih yang kuat bagi keluarga kekal anda.

Topik terakhir yang saya sertakan dalam map itu ada di bawah judul "Kasih Allah." Dari wahyu-wahyu yang diterima oleh Nabi Joseph Smith di tahun 1831, kita membaca, "Oleh karena itu, Aku memberi mereka sebuah perintah yang mengatakan demikian: Engkau hendaknya mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, daya, akal budi dan kekuatanmu; dan dalam nama Yesus Kristus hendaknya engkau melayani Dia" (A&P 59:5).

Tuhan telah menggunakan hati sebagai cara untuk menggambarkan sifat yang paling dalam dari anak-anakNya. Tulisan suci dipenuhi dengan referensi tentang hati, seperti yang murni hatinya, hati yang meluap, hati yang riang, dan seterusnya. Dalam I Samuel, kita membaca, "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati" (1 Samuel 16:7).

Di dalam hati kita apakah kita merasakan suatu perasaan syukur dan pengabdian kepada Bapa? Apakah kita satu hati denganNya kepada siapa kita berhutang segala sesuatu? Ujian terhadap pengabdian kita kepada Tuhan tampaknya adalah cara kita melayani Dia.

Kita telah menanamkan dalam jiwa kita suatu hasrat untuk bebas. Tuhan memahami hal ini ketika Dia memberi kita pencobaan fana kita. Namun, dengan kebebasan itu datanglah pertanggungjawaban. Kita diberi petunjuk untuk tidak membuang-buang waktu kita atau me- mendam bakat kita dan tidak menggunakannya. Kita diharapkan untuk membuat hidup kita lebih baik melalui inisiatif dan upaya kita sendiri. Kita harus menemukan hubungan kita sendiri dengan Bapa Kekal kita. Kita harus memperoleh kesaksian kita sendiri. Kita harus menentukan apakah akan menyelaraskan hidup kita dengan standar Tuhan. Kita harus memilih seperti yang dilakukan Yosua ketika dia berkata:

"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan" (Yosua 24:15).

Saya membaca artikel pada suatu hari yang menyatakan bahwa apabila seorang pemberi kerja tidak mempekerjakan orang-orang muda usia 16 tahun yang cerdas dewasa ini dengan pemahaman dan perasaan maju mereka akan teknologi, maka bisnis akan ketinggalan zaman pada dekade berikutnya. Betapa anda hidup di masa yang menakjubkan. Namun, dengan segala peningkatan kesempatan anda, datanglah tantangan untuk tetap dekat kepada Tuhan dan patuh pada hukum-hukumNya. Inilah caranya anda dapat tetap kuat dan mampu untuk menahan banyaknya tekanan duniawi.

Masukan saya yang terakhir di dalam map yang saya sajikan kepada cucu-cucu saya adalah kesaksian pribadi saya mengenai kebenaran injil Tuhan dan Juruselamat kita. Saya meninggalkan kesaksian saya dengan setiap dari anda kaum muda yang hebat bahwa saya tahu bahwa Allah hidup dan Dia memimpin pekerjaanNya di antara anak-anakNya di sini di bumi. Saya tahu bahwa Dia mengutus PutraNya ke dunia untuk menjadi korban penebusan bagi seluruh umat manusia, dan semua yang memeluk injilNya serta mengikuti Dia akan menikmati hidup kekal, karunia terbesar yang Allah berikan kepada anak-anakNya. Saya tahu bahwa Dia memimpin pemulihan injil sekali lagi di sini di bumi melalui pelayanan Nabi Joseph Smith. Saya tahu bahwa satu-satunya sukacita dan kebahagiaan kekal yang akan pernah anda temui selama pengalaman fana anda akan datang melalui mengikuti Juruselamat, mentaati hukum-hukumNya, dan mematuhi perintah-perintahNya. Inilah kesaksian saya kepada anda, kaum muda yang hebat, di dalam nama Tuhan dan Juruselamat kita, yaitu Yesus Kristus, amin.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy