The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober dari 1998
Berjalan di dalam Terang Tuhan
Arrow icon acting as a button to Previous Page Previous      

Berjalan di dalam Terang Tuhan

Presiden Gordon B. Hinckley

Pesan saya kepada anda, tantangan saya kepada anda, doa saya adalah agar anda mau mendedikasikan kembali diri anda pada penguatan rumah tangga anda.

Presiden Gordon B. Hinckley

Para sister saya yang terkasih, mula-mula saya ingin memberitahu anda betapa kami menghargai kaum wanita Gereja ini. Anda adalah bagian yang penting darinya, bagian yang paling penting darinya. Gereja tidak dapat berfungsi dengan benar tanpa anda.

Anda memberikan ilham. Anda menyediakan keseimbangan. Anda merupakan sebuah cadangan besar iman dan perbuatan baik. Anda merupakan sebuah sauh pengabdian dan loyalitas serta pencapaian. Tidak seorang pun yang dapat menyangkal peran besar yang anda mainkan dalam perguliran maju pekerjaan ini ke seluruh dunia. Anda mengajar dalam organisasi-organisasi dan melakukannya dengan demikian baiknya. Persiapan anda merupakan suatu teladan bagi kami semua. Masing-masing dari anda merupakan bagian dari kelompok yang besar ini, Lembaga Pertolongan, suatu keluarga besar para sister, dengan anggota lebih dari 4 juta orang. Dalam keanggotaan seluruh dunia anda, terletak kuasa untuk mencapai kebaikan yang tidak terhitung.

Anda adalah pengurus dari rumah tangga. Anda memberikan dorongan kepada suami anda. Anda mengajar dan memelihara anak-anak anda dalam iman. Bagi sebagian dari anda kehidupan adalah sulit dan bahkan getir. Tetapi anda menggerutu hanya sedemikian sedikitnya dan melakukan sedemikian banyaknya. Betapa dalamnya kami berhutang kepada anda!

Berbicara tentang Lembaga Pertolongan, Presiden Joseph F. Smith berkata pada suatu kesempatan:

"Organisasi ini dibuat secara ilahi, diberi wewenang secara ilahi, ditegakkan secara ilahi, ditahbiskan secara ilahi oleh Allah untuk melayani bagi keselamatan jiwa-jiwa wanita dan pria. Karenanya tidak ada organisasi apa pun yang dapat dibandingkan dengannya, . . . yang pernah dapat menempati posisi dan tingkatan yang sama yang dapat ditempati organisasi ini . . . .

"Jadikanlah [Lembaga pertolongan] yang pertama, jadikanlah yang terutama, jadikanlah yang tertinggi, terbaik, dan terdalam dari organisasi mana pun yang ada di dunia ini. Anda dipanggil oleh suara Nabi Allah untuk melakukannya, untuk menjadi yang terutama, untuk menjadi yang terbesar dan terbaik, termurni dan yang paling berbakti pada kebenaran" (Risalah dari Dewan Pengurus Umum Lembaga Pertolongan, 17 Maret 1914, Arsip Departemen Bersejarah, Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, 54--56).

Sebuah tantangan yang besar! Pada pernikahan dari setiap putri dan cucu perempuan kami, istri saya telah memberikan sebuah hadiah khusus. Bukan sebuah penghisap debu atau pecah belah atau apa pun yang bermanfaat. Melainkan sebuah bagan sejarah keluarga tujuh generasi dari garis keturunan ibunya, dibingkai dengan indahnya. Bagan itu terdiri dari foto-foto canggah perempuannya, buyut perempuannya, neneknya, ibunya, dirinya sendiri, putrinya, serta cucunya yang baru menikah.

Setiap wanita dalam gambar tersebut selama tujuh generasi adalah pekerja dalam Lembaga Pertolongan. Bagan sejarah keluarga yang indah ini menjadi pengingat sepanjang waktu bagi yang termuda dari generasi ini akan tanggung jawab besar yang mereka emban, akan kewajiban besar yang mereka miliki untuk memajukan pekerjaan ini dalam tradisi para ibu dan nenek mereka dalam pelayanan organisasi Lembaga Pertolongan.

Anda dan para leluhur anda telah berjalan di dalam terang Tuhan. Sejak awal telah merupakan tanggung jawab paling penting anda untuk memastikan bahwa tidak seorang pun yang lapar, untuk memastikan bahwa tidak seorang pun yang tidak memiliki pakaian yang memadai, bahwa tidak seorang pun yang tidak memiliki tempat berlindung. Dahulu dan sekarang adalah tanggung jawab anda untuk mengunjungi para sister anda di mana pun mereka dapat ditemukan, untuk memberikan dorongan sewaktu mereka mungkin membutuhkannya, untuk meyakinkan mereka akan kasih dan perhatian dan minat. Sekarang dan dahulu adalah kesempatan anda untuk merobek tabir kegelapan yang menyelimuti mereka yang buta huruf dan untuk membawa ke dalam kehidupan mereka terang pengertian sewaktu anda mengajarkan mereka untuk membaca dan menulis.

Sekarang dan dahulu adalah kesempatan anda untuk bergaul bersama sebagai sesama saudara perempuan yang saling mengasihi dan menghormati serta menghargai, untuk membawa berkat kebersamaan yang menyenangkan ke dalam kehidupan puluhan ribu yang, tanpa anda, akan ditinggalkan dalam keadaan yang amat kelam dan kesepian.

Saya mengambil sebuah buku dari rak saya pada suatu sore beberapa waktu lalu. Saya membaca kembali kehidupan Mary Fielding Smith, istri dari Hyrum Smith, saudara ipar Joseph Smith, ibu dan nenek dari dua presiden Gereja. Seorang anggota baru Gereja, berasal dari Inggris dan kemudian dari Canada, dia datang ke Kirtland pada usia akhir 30-an. Di sana dia bertemu dan menikah dengan Hyrum Smith, yang ditinggalkan dengan enam orang anak setelah kematian istri pertamanya.

Mary mengasihinya dan membawa sebuah dimensi tambahan ke dalam kehidupannya. Dalam proses itu dia menetapkan arah yang membawa kepadanya kebahagiaan yang hanya akan diikuti oleh kedukaan yang tak terkira, karena terletak pada dirinya sebuah tanggung jawab yang mengerikan dan menakutkan yang membawanya dari Nauvoo melintasi Iowa hingga Winter Quarters [Tempat Pemukiman Musim Dingin] dan, pada tahun 1848, pada lintasan panjang yang menuntun ke Lembah Salt Lake. Pada usia 51 tahun tenaganya terkuras, kelelahan karena perjuangannya. Dia meninggal pada tanggal 21 September 1852.

Kehidupannya melambangkan wanita Lembaga Pertolongan pada zaman itu. Bahkan, beberapa pengalamannya tertanggal sebelum pembentukan lembaga ini pada tahun 1842.

Putra Mary, Joseph, dilahirkan pada saat suaminya direnggut oleh gerombolan militer yang ketika itu menteror Far West. Hyrum dan Nabi Joseph dibawa ke Liberty, Missouri, di mana mereka dipenjara. Di bawah desakan perintah eksekusi Gubernur Litburn W. Boggs, dia meninggalkan Missouri dengan anak-anak tiri yang menjadi tanggung jawabnya, di samping putranya sendiri. Saudara perempuannya Mercy menempatkan Mary, yang sakit parah, di sebuah tempat tidur dalam gerobak kereta bertutup dengan bayi lelakinya yang dibaringkan di sisinya.

Pada bulan Februari 1839, ketika musim dingin masih menyelimuti negeri, mereka melakukan perjalanan ke timur melintasi negara bagian itu dan kemudian menyeberangi Mississippi ke Quincy, Illinois, sambil terus terbentur-bentur dalam kereta tanpa pegas, di mana setiap benturan mendatangkan kesakitan.

Ketika suaminya bersama Nabi lolos dari Penjara Liberty dan datang ke Quincy, hidup kembali membaik. Para Orang Suci berpindah ke tempat yang akhirnya menjadi Nauvoo dan mendirikan kota mereka yang indah di Mississippi. Namun kedamaian mereka berumur pendek. Putranya yang kecil masih belum berusia enam tahun ketika sebuah ketukan terdengar pada malam hari di jendelanya dan seorang pria berkata, "Sister Smith, suami anda telah terbunuh!"

Joseph F. tidak pernah melupakan ratapan ibunya sepanjang malam itu.

Dunianya hancur berantakan. Dia kini sendirian bersama sebuah keluarga besar yang harus dirawat. Pada musim panas tahun 1846, mereka mengucapkan selamat tinggal kepada rumah mereka yang nyaman dan menaiki perahu rakit menyeberangi Mississippi. Berusaha mengatasi masalahnya sendiri, dia mampu menukar, meminjam, dan mengadakan barter untuk mendapatkan rombongan lembu penarik kereta beserta kereta bertutupnya.

Sementara tinggal di Winter Quarters [Tempat Pemukiman Musim Dingin], dia bersama adik laki-lakinya pergi ke Sungai Mississippi untuk membeli persediaan dan pakaian. Mereka miliki dua kereta bertutup, masing-masing dengan dua kuk lembu jantan. Berkemah untuk malam itu, mereka mendapatkan pada pagi harinya bahwa dua lembu jantan mereka yang terbaik telah hilang. Joseph muda dan pamannya menghabiskan seluruh pagi mencari hewan yang hilang itu. Mereka tidak menemukannya. Merasa kecil hati, mereka kembali untuk memberitahu ibunya. Keadaan mereka parah, bahkan amat parah. Ketika dia mendekat, dia melihat ibunya berlutut berdoa dengan khusyuk, berbicara dengan Tuhan mengenai masalah mereka. Ketika dia bangkit berdiri, ada senyuman di wajahnya. Dia memberitahu putranya dan adiknya untuk sarapan dan dia akan melihat-lihat ke sekeliling. Mengikuti aliran sungai kecil, dan tanpa mempedulikan perkataan seorang pria yang ada di daerah itu, dia pergi langsung menyusuri sisi sungai.

Berhenti sejenak, dia memanggil putra dan adiknya. Dia menunjuk ke arah lembu mereka, yang telah ditambatkan pada serumpun pepohonan yang tumbuh di dasar sebuah ngarai sempit yang dalam. Si pencuri, yang telah berusaha mengarahkannya ke tempat yang salah, kehilangan harta curiannya dan mereka pun selamat.

Iman Mary membekas dalam hati muda putranya. Dia tidak pernah melupakannya. Dia tidak pernah meragukan kedekatan ibunya kepada Tuhan.

Anda semua tidak asing dengan pengalamannya ketika salah satu lembunya, lelah dan kehabisan tenaga, berbaring untuk mati sementara mereka dalam perjalanan ke lembah ini di sebelah barat. Dalam perpaduan keputusasaan yang dalam dan iman yang sederhana, dia mendapatkan minyak yang telah dikuduskan dan meminta adiknya bersama seorang rekan untuk memberkati lembu itu. Mereka melakukannya. Lembu itu bangkit berdiri dengan kekuatan yang diperbarui dan membawa mereka sepanjang sisa perjalanan panjang mereka.

Demikianlah imannya, manis dan sederhana serta indah, yang memenuhi kehidupan wanita ini. Dia berjalan di dalam terang Tuhan. Dia hidup dengan terang itu. Terang itu membimbingnya dalam setiap tindakannya. Terang itu menjadi pedoman dari kehidupannya. Dia meneladani iman luar biasa para wanita Gereja ini--para wanita Lembaga Pertolongan, yang dewasa ini di ratusan tapal batas mengemban pekerjaan terdedikasi dari organisasi yang luar biasa ini.

Sekarang ada sebuah tantangan tambahan bagi anda para sister zaman ini. Tidak pernah sebelumnya, setidaknya dalam generasi kita, kekuatan kejahatan demikian menyolok, demikian tidak mengenal malu, demikian agresif seperti adanya dewasa ini. Hal-hal yang tidak berani kita bicarakan di masa-masa terdahulu kini terus menerus diproyeksikan ke dalam ruang keluarga kita. Semua kepekaan telah disisihkan ketika para wartawan dan orang terpelajar berbicara dengan kejelasan yang menjijikkan mengenai hal-hal yang hanya dapat membangkitkan rasa keingintahuan dan menuntun pada kejahatan.

Beberapa yang telah kita pandang sebagai pemimpin telah mengkhianati kita. Kita kecewa dan kecil hati. Dan kegiatan mereka hanyalah puncak dari sebuah gunung es. Dalam lapisan-lapisan di bawah puncak itu ada sebuah bongkahan besar kebatilan dan kotoran, dari perilaku yang kikuk dan tidak jujur.

Ada alasan untuk itu. Saya rasa itu mudah didefinisikan. Saya percaya masalah-masalah kita, hampir setiap di antaranya, muncul dari rumah tangga manusia. Bila akan ada reformasi, bila akan ada perubahan, bila akan ada pengembalian pada nilai-nilai kuno dan kudus, itu harus dimulai di dalam rumah tangga. Di sinilah kebenaran dipelajari, integritas dibina, disiplin diri dipupuk, dan kasih dipelihara.

Rumah tangga berada di bawah pengepungan. Begitu banyak keluarga sedang dihancurkan. Di manakah para ayah yang seharusnya memimpin dalam kasih di dalam rumah-rumah tersebut? Sungguh beruntung wanita yang menikah dengan seorang pria yang baik, yang dikasihi olehnya, dan yang sebaliknya juga mengasihinya; seorang pria yang mengasihi anak-anaknya, menyediakan bagi mereka, mengajar mereka, membimbing mereka, membesarkan dan melindungi mereka sewaktu mereka menjalani perjalanan berbadai dari masa bayi ke masa dewasa.

Di dalam rumah tanggalah kita belajar nilai-nilai yang dengannya kita membimbing hidup kita. Rumah itu mungkin demikian sederhananya. Mungkin dalam lingkungan pemukiman yang miskin, tetapi dengan seorang ayah yang baik dan seorang ibu yang baik, rumah itu dapat menjadi tempat untuk tumbuh yang menakjubkan. Istri saya suka bercerita tentang Sam Levenson. Dia berbicara mengenai tumbuh di rumah petak New York yang padat di mana lingkungannya sama sekali tidak baik. Di tempat kumuh ini, ibunya membesarkan ke delapan anaknya yang dewasa sebelum waktunya. Dia berkata, "Standar moral rumah tangga itu haruslah jauh lebih tinggi dari standar jalanan." Ibunya akan berkata kepada mereka ketika mereka bertindak sebagaimana lazimnya orang bertindak di jalanan, "Kamu bukan sedang berada di jalanan; kamu berada di dalam rumah kita. Ini bukanlah ruang bawah tanah atau ruang biliar. Di sini kita bertindak seperti manusia."

Bila ada yang dapat mengubah keadaan suram yang ke dalamnya kita sedang terperosok, itu adalah anda. Bangkitlah, hai para wanita Sion, bangkitlah menghadapi tantangan besar yang ada di depan anda.

Berdirilah di atas segala kebatilan dan kotoran serta godaan yang berada di sekitar anda.

Anda para wanita yang lajang, dan beberapa dari anda yang menikah, yang berada di luar di tempat kerja, perkenankan saya memberi anda kata peringatan. Anda bekerja di sisi pria. Makin lama, makin banyak undangan untuk pergi makan siang, seolah-olah untuk berbicara mengenai bisnis. Anda bepergian bersama-sama. Anda tinggal di hotel yang sama. Anda bekerja bersama.

Mungkin anda tidak dapat menghindari sebagian dari ini, tetapi anda dapat menghindar dari keadaan berkompromi. Lakukanlah pekerjaan anda, tetapi jagalah jarak anda. Janganlah menjadi faktor dalam perpecahan rumah tangga seorang wanita yang lain. Anda adalah anggota dari Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir. Anda tahu apa yang dituntut dari anda. Menjauhlah dari apa yang menggoda. Hindari kejahatan--bahkan segala bentuk penampilannya.

Anda yang adalah istri dan ibu merupakan sauh dari keluarga. Anda melahirkan anak-anak. Betapa itu merupakan tanggung jawab yang besar dan kudus. Saya diberitahu bahwa antara tahun 1972 dan 1990 ada 27 juta aborsi di Amerika Serikat saja. Apa yang terjadi pada apresiasi kita terhadap kekudusan hidup manusia? Aborsi merupakan kejahatan, kejam dan nyata serta menjijikkan, yang menyapu seluruh bumi. Saya memohon dengan para wanita Gereja ini untuk menghindarinya, untuk berdiri di atasnya, untuk menjauh dari keadaan-keadaan berkompromi yang membuatnya tampak patut diinginkan. Mungkin ada beberapa keadaan di mana hal itu dapat terjadi, tetapi itu amatlah terbatas dan sebagian besar tidaklah mungkin. Anda adalah para ibu dari putra dan putri Allah, yang hidupnya adalah kudus. Menjaga keamanan mereka merupakan sebuah tanggung jawab yang diberikan secara ilahi yang tidak dapat dikesampingkan dengan entengnya.

Pelihara dan binalah pernikahan anda. Jagalah pernikahan itu dan bekerjalah untuk menjaganya tetap solid dan indah. Perceraian menjadi semakin lumrah, bahkan merajalela, sehingga studi memperlihatkan dalam beberapa tahun separo dari mereka yang kini menikah akan bercerai. Hal ini terjadi, dengan menyesal saya katakan, bahkan di antara sebagian yang dimeteraikan di dalam rumah Tuhan. Pernikahan adalah sebuah kontrak, adalah sebuah kesepakatan, adalah sebuah penyatuan antara seorang pria dan seorang wanita di bawah rencana Yang Mahakuasa. Pernikahan dapatlah rapuh. Pernikahan membutuhkan pemeliharaan dan sangat banyak usaha. Saya menyesal harus mengakui bahwa beberapa suami bersifat merundung, beberapa tidak ramah, beberapa tidak memiliki timbang rasa, beberapa jahat. Mereka memuaskan diri dalam pornografi dan mendatangkan situasi yang menghancurkan mereka, menghancurkan keluarga mereka, dan menghancurkan yang paling kudus di antara semua hubungan.

Saya merasa kasihan kepada pria yang pada suatu ketika memandang ke dalam mata seorang wanita muda yang cantik dan menggenggam tangannya di atas altar dalam rumah Tuhan sewaktu mereka membuat janji-janji kudus dan abadi kepada satu sama lain, tetapi yang, karena kurangnya disiplin diri, gagal membina sifatnya yang lebih baik, terjerumus dalam kekasaran dan kejahatan, serta menghancurkan hubungan yang telah Tuhan sediakan baginya.

Sister sekalian, jagalah anak-anak anda. Mereka hidup di dalam dunia kejahatan. Kekuatan itu ada di sekitar mereka. Saya bangga akan begitu banyak putra dan putri anda yang menjalani kehidupan yang baik. Tetapi saya amat prihatin mengenai banyak lainnya yang sedikit demi sedikit mulai menerima cara-cara dunia. Tidak ada yang lebih berharga bagi anda sebagai ibu, mutlak tidak ada. Anak-anak anda adalah hal paling bernilai yang akan anda miliki di dalam waktu atau sepanjang kekekalan. Anda benar-benar akan beruntung bila, ketika anda tumbuh lanjut usia dan memandang kepada mereka yang anda datangkan ke dunia ini, anda menemukan dalam diri mereka kesalehan kehidupan, kebajikan dalam menjalani hidup, dan integritas dalam perilaku mereka.

Saya pikir pemeliharaan dan pengasuhan anak-anak adalah lebih daripada tanggung jawab paro waktu. Saya menyadari bahwa sebagian wanita harus bekerja, tetapi saya khawatir bahwa ada terlalu banyak yang melakukannya hanya untuk mendapatkan sarana agar ada sedikit lebih banyak kemewahan dan beberapa mainan yang lebih bagus.

Bila anda harus bekerja, anda memiliki beban tambahan untuk diemban. Anda tidak dapat melalaikan anak-anak anda. Mereka membutuhkan pengawasan anda dalam belajar, dalam bekerja di dalam dan di luar rumah, dalam pemeliharaan yang hanya anda dapat berikan dengan memadai--kasih, berkat, dorongan, dan kedekatan seorang ibu.

Keluarga sedang dipecah belah di mana-mana. Hubungan keluarga menjadi tegang ketika wanita berusaha untuk mengejar tuntutan berat dari dua pekerjaan penuh waktu.

Saya memiliki banyak kesempatan untuk berbicara dengan para pemimpin yang mengutuk apa yang terjadi--geng-geng di jalanan kota-kota kita, anak-anak membunuh-anak-anak, menghabiskan waktu mereka dalam praktek-praktek yang hanya dapat menuntun ke penjara atau ke kematian. Kita menghadapi gelombang amat luar biasa dari anak-anak yang dilahirkan kepada ibu-ibu tanpa suami. Masa depan anak-anak seperti itu hampir tak terelakkan lagi telah dihancurkan sejak harinya mereka dilahirkan. Setiap rumah tangga membutuhkan seorang ayah yang baik dan seorang ibu yang baik.

Kita tidak mampu membangun penjara cukup cepat di negeri ini untuk memenuhi kebutuhan.

Saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa anda yang adalah kaum ibu dapat melakukan lebih banyak daripada kelompok mana pun untuk mengubah keadaan ini. Semua masalah ini berakar di dalam rumah tangga manusia. Rumah tangga yang retaklah yang menuntun pada keretakan dalam masyarakat.

Maka malam ini, para sister saya yang terkasih, pesan saya kepada anda, tantangan saya kepada anda, doa saya adalah agar anda mau mendedikasikan kembali diri anda pada penguatan rumah tangga anda.

Tiga tahun lalu, dalam pertemuan yang sama ini, saya membacakan untuk pertama kalinya di depan umum pernyataan mengenai keluarga yang diberikan oleh Presidensi Utama dan Dewan Dua Belas Rasul. Saya berharap setiap dari anda memiliki salinannya dan bahwa anda secara berkala membacanya dengan cermat dan dengan penuh doa. Pernyataan itu menetapkan konsep besar kita akan pernikahan dan keluarga, dari seorang pria dan seorang wanita dalam suatu ikatan kudus di bawah rencana kekal Yang Mahakuasa.

Kini, dalam menutup, saya ingin menekankan kembali rasa syukur saya yang mendalam, apresiasi saya yang besar bagi para wanita Gereja ini serta para putra dan putri luar biasa yang sedang anda ajar, latih, bantu untuk mengambil tempat mereka di dunia ini. Tetapi tugas itu tidak akan pernah selesai. Tugas itu tidak akan pernah rampung. Semoga terang Tuhan menyinari anda. Semoga Tuhan memberkati anda dalam pekerjaan anda yang besar dan kudus.

Saya meninggalkan berkat saya, kesaksian saya, dan kasih saya bersama anda di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, amin.

 
Arrow icon acting as a button to Previous Page Previous      
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy