The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
Oktober dari 1998
"Mari Dengar Suara Nabi"

"Mari Dengar Suara Nabi"

Virginia U. Jensen
Penasihat Pertama dalam Presidensi Umum Lembaga Pertolongan

Jika kita mendengarkan suara Tuhan melalui nabiNya yang hidup dan mengikuti nasihatnya, kita tak akan pernah tersesat.

Virginia U. Jensen

Suatu sore ketika saya berumur 11 tahun, saya mendengar keributan di luar jendela saya. Saya melihat keluar jendela, dan di jalan ada anak-anak penjual koran membawa setumpuk koran di tangannya mengabarkan berita bahwa Presiden George Albert Smith, Presiden Gereja yang kedelapan, telah meninggal. Presiden Smith adalah satu-satunya Nabi yang saya ketahui dalam waktu singkat saya di bumi. Pada masa kepemimpinannyalah saya pertama kali merasakan getaran suatu kesaksian, dan bahkan ketika itu saya sudah mengetahui betapa pentingnya Nabi Allah. Saya telah diajarkan di Pratama dan di rumah oleh orang tua tercinta bahwa Presiden Smith adalah perantara duniawi kita kepada Bapa Surgawi kita dan PutraNya, Yesus Kristus, bahwa Mereka dapat berbicara kepada saya melalui Dia. Betapa suatu konsep yang kuat bagi seorang gadis muda! Roh telah menegaskan dalam pikiran saya yang berumur 11 tahun bahwa hal ini adalah benar. Ketika saya mengetahui mengenai kematiannya, saya merasakan kehilangan yang dalam.

Namun, hanya lima hari setelah kematian Presiden Smith, Presiden David O. McKay berdiri di Tabernakel ini dan berbicara kepada semua yang berkumpul. Ia baru saja didukung dengan suara bulat sebagai nabi, pelihat dan pewahyu oleh para Orang Suci. Sewaktu dia menghapus air mata, dia berkata, "Tidak seorang pun dapat memimpin gereja ini tanpa terlebih dahulu selaras dengan kepala dari Gereja, Tuhan dan Penebus kita, Yesus Kristus. Dia adalah kepala kita. Ini adalah GerejaNya . . . . Dengan bimbinganNya, dengan ilhamNya, kita tak dapat gagal."1

Saya segera mulai mengasihi dan memuja Presiden McKay sama seperti saya telah mengasihi dan memuja Presiden Smith. Bahkan, saya ingat melihatnya berdiri di mimbar ini, dengan rambut putihnya yang berkilau, dan berpikir bahwa dia tampak seperti seorang malaikat.

Nabi zaman dahulu dan sekarang adalah para hamba besar Tuhan, dipilih dan ditetapkan sebelum mereka datang ke bumi ini. Nabi kita adalah orang-orang yang telah Tuhan bangkitkan secara khusus untuk memimpin Gereja pada waktu tertentu di mana mereka telah melayani. Tuhan bekerja melalui pemimpin-pemimpin dari GerejaNya dewasa ini, sama seperti yang telah Dia lakukan pada zaman dahulu.

Presiden Wilford Woodruff berkata, "Seandainya kita memiliki di hadapan kita setiap wahyu yang pernah Allah berikan kepada manusia . . . dan semuanya akan ditumpukkan di sini setinggi 100 kaki, Gereja dan kerajaan Allah tidak dapat berkembang, di zaman ini atau zaman mana pun di dunia, tanpa penyambung lidah Allah yang hidup."2

Saudara dan saudari sekalian, dengarkanlah petunjuk dan janji yang terdapat dalam Ajaran dan Perjanjian:

"Oleh karena itu, . . . kamu harus mengindahkan segala perkataannya dan perintah yang akan diberikannya kepadamu sewaktu dia menerimanya dalam segala kekudusan ini di hadapanKu;

"Karena perkataannya akan kamu terima, seolah-olah, dari mulutKu sendiri, dalam segala kesabaran dan iman" (A&P 21:4­5).

Kehendak Tuhan kepada Abraham tidaklah cukup bagi orang-orang pada zaman Musa. Kehendak Tuhan kepada Musa tidaklah cukup bagi orang-orang pada zaman Yesaya. Masa kelegaan yang berbeda memerlukan petunjuk yang berbeda. Hal itu berlaku juga saat ini. Masa kelegaan di mana kita kini hidup adalah suatu masa kelegaan di mana pengetahuan dari semua masa kelegaan lainnya dari injil telah muncul ke permukaan. Betapa merupakan suatu berkat bagi kita semua untuk hidup pada zaman ini ketika kegenapan injil adalah milik kita untuk memberkati kehidupan kita.

Saya ingin menyampaikan kepada anda dalam batas pendengaran suara saya hari ini suatu undangan yang sebelumnya telah ditulis dalam sebuah lagu rohani: "Mari, dengar suara Nabi, serta firman Allah" (Nyanyian Rohani, No. 9). Setiap anggota Gereja dari segala masa atau keadaan akan tersentuh dan diberkati oleh nasihat yang diilhami dari Nabi Tuhan!

Kisah ini diceritakan mengenai suatu peristiwa yang terjadi di New York ketika Presiden David O. McKay kembali dari perjalanan ke Eropa. "Pengaturan telah dibuat untuk pengambilan foto, namun fotografer yang biasa tidak dapat ikut serta, maka dalam keputusasaan, United Press membawa fotografer kriminal mereka--seseorang yang terbiasa dengan bentuk kerja yang paling keras di New York. Ia pergi ke bandara, berdiam di sana selama dua jam, dan kemudian kembali dari kamar gelap dengan setumpukan besar foto. Ia seharusnya mengambil hanya dua. Atasannya segera menegurnya, 'Untuk apa anda membuang-buang waktu dan semua perlengkapan foto tersebut?'

"Fotografer tersebut dengan sopannya menjawab, mengatakan bahwa ia dengan senang hati akan membayar untuk bahan-bahan tambahan itu, dan mereka bahkan dapat memotong gajinya untuk tambahan waktu yang telah ia gunakan . . . . Beberapa jam kemudian wakil presiden memanggilnya ke kantornya, karena ingin tahu apa yang telah terjadi. Fotografer kriminal tersebut berkata, 'Sewaktu saya masih kecil, ibu saya sering membacakan untuk saya dari Perjanjian Lama, dan sepanjang kehidupan saya, saya sering bertanya-tanya seperti apakah penampilan seorang nabi Allah. Ya, hari ini saya telah menemukan seorang nabi."3

Apakah kita sungguh-sungguh menghargai betapa merupakan suatu berkat yang besar bagi kita masing-masing bahwa kita telah menemukan nabi kita? Cara kehidupan kita telah diperkaya dengan mendengarkan suara nabi kita ada banyak. Kita mempunyai suatu gambaran yang jelas mengenai siapa kita dan apa arti diri kita bagi Bapa kita di Surga. Kita telah menerima perintah dan nasihat untuk menuntun kita, peringatan untuk menjaga kita pada jalan yang lurus dan sempit, serta kata-kata yang mendorong untuk memotivasi kita ketika kita menjadi kecil hati atau putus asa. Jika kita mendengarkan suara dunia, kita akan tersesat. Tetapi jika kita mendengarkan suara Tuhan melalui nabiNya yang hidup dan mengikuti nasihatnya, kita tak akan pernah tersesat.

Dalam sebuah artikel surat kabar baru-baru ini Presiden Hinckley dipuji sebagai "jelas-jelas orang masa kini . . . . Dia adalah seorang pejabat tangan, seorang pemuji, seseorang yang mengetahui apa yang harus dikatakan dan bagaimana mengatakannya, sering kali dengan perasaan humor."4 Saudara dan saudari sekalian, itu hanyalah hal-hal yang dilihat oleh masyarakat umum. Kita sebagai anggota Gereja melihat demikian lebih banyak lagi. Melalui bisikan dari Roh Kudus kita mengetahui bahwa kepala Gereja ini yang sejati, Tuhan Yesus Kristus, memang berbicara kepada kita melalui Presiden Hinckley. Merupakan berkat dan kesempatan istimewa saya untuk merasakan roh itu ketika saya dipanggil ke kantor Presiden Hinckley untuk menerima panggilan saya di Presidensi Umum Lembaga Pertolongan satu setengah tahun yang lalu. Sebelum saya mengetahui tujuan saya berada di sana, saya menjabat tangannya dan menerima suatu saksi pribadi yang sangat kuat bahwa saya berada di hadapan seorang nabi Allah. Kesaksian itu membuat saya merasakan sangat rendah hati dan hormat. Bila saya agak diam pada hari itu, Presiden Hinckley, itulah alasannya.

Kita sangat diberkati mempunyai seorang nabi yang hidup--yang membuat hubungan yang tidak pernah ada sebelumnya. Joseph Smith membuat nubuat ini pada pendedikasian Bait Suci Kirtland: "Agar gerejaMu dapat kiranya keluar dari kegelapan padang belantara, dan bersinar indah seperti bulan, terang seperti matahari, dan dahsyat seperti tentara dengan panji-panjinya" (A&P 109:73). Presiden Hinckley telah dipersiapkan bagi zaman kita, bagi dunia yang keranjingan media.

Di luar jendela kehidupan kita ada banyak suara yang mengumumkan kematian dari kejujuran, kematian dari integritas, kematian dari kebaikan dan kesalehan, bahkan mengumumkan kematian dari keluarga tradisional. Betapa diberkatinya kita sebagai Orang Suci Zaman Akhir mengetahui bahwa Allah dapat berbicara kepada kita melalui nabi kita yang hidup dewasa ini serta memberi kita petunjuk dan perintah serta dorongan agar kita dapat melanjutkan, sama seperti Gereja Tuhan yang sejati melanjutkan, dengan setia dan yakin di jalan yang menuntun kita kembali kepadaNya.

Tidak ada banyak jaminan dalam kehidupan ini. Tidak ada satu mobil pun yang dibuat dengan sebuah jaminan yang mencakup semuanya. Tidak ada satu bank pun di bumi ini yang dapat menjamin secara mutlak bahwa uang anda sepenuhnya aman. Bahkan jaminan persetujuan dari Good Housekeeping [nama majalah rumah tangga terkemuka di Amerika Serikat] pun memiliki sebuah penolakan jaminan yang tertera di atasnya! Tidak ada sesuatu pun yang dibuat manusia atau dikendalikan manusia dapat benar-benar dijamin! Tetapi disinilah mukjizatnya. Tuhan telah memberikan beberapa jaminan yang hebat tanpa penolakan. Dan inilah salah satunya: Dia akan memilih nabi, dan Dia tidak akan pernah membiarkan orang tersebut membimbing kita ke jalan yang sesat. Bayangkan sesaat dampak dari janji itu. Setidaknya ada satu tempat ke mana kita dapat berpaling untuk petunjuk yang murni, yang tidak tercemar.

Sebagai para sister di Lembaga Pertolongan, merupakan pekerjaan kita, melalui petunjuk dari imamat, untuk membantu dalam membawa para wanita beserta keluarga mereka kembali kepada Bapa Surgawi untuk hidup bersamaNya lagi, seperti yang kita semua lakukan sebelum kita datang ke bumi ini. Suara nabi yang hidup yang mengemban pesan Allah adalah jelas dan pasti serta aman dan langsung.

Pesan Allah tidak pernah lebih jelas dan pasti serta aman dan langsung daripada ketika Presiden Gordon B. Hinckley membaca, sebagai bagian dari pesannya dalam pertemuan umum Lembaga Pertolongan yang diselenggarakan tanggal 23 September 1995, pernyataan mengenai dunia."5 Perhatikanlah pelajaran-pelajaran yang telah Allah ajarkan kepada dunia yang terombang-ambing melalui pernyataan ini: Pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita ditetapkan oleh Allah. Kita diciptakan menurut rupaNya. Jenis kelamin kita telah ditentukan sebelum kita datang ke bumi dan adalah bagian dari identitas kekal kita. Kita hidup bersamaNya sebelum kita datang ke bumi. Allah memerintahkan kita untuk melahirkan anak-anak tetapi mengingatkan bahwa kuasa penciptaan harus digunakan hanya dalam ikatan pernikahan yang suci. Allah memfirmankan melalui nabiNya bahwa kita memiliki tanggung jawab kudus untuk mengasihi dan memelihara satu sama lain sebagai suami dan istri serta untuk membesarkan anak-anak kita dalam kasih dan kebenaran, untuk menyediakan kebutuhan jasmani dan rohani mereka. Keluarga ditetapkan oleh Allah. Orang tua memiliki kewajiban dan tanggung jawab khusus--para ayah memimpin, menyediakan, serta melindungi, dan para ibu mengasuh. Di samping itu, pernyataan tersebut berisi peringatan yang sangat penting ini--bahwa mereka yang merundung pasangan atau keturunan, yang gagal memenuhi tanggung jawab keluarga akan bertanggung jawab di hadapan Allah. Lebih lanjut, peringatan ini--bahwa disintegrasi keluarga akan mendatangkan kepada perorangan, masyarakat, dan bangsa bencana-bencana yang diramalkan oleh para nabi zaman dahulu dan zaman modern. Saudara dan saudari sekalian, kita berada di tengah kenyataan itu pada saat ini juga. Merupakan kewajiban kita semua untuk melindungi dan menguatkan keluarga.

Saya mengundang anda kembali untuk "mari, dengar suara nabi." Nabi Joseph Smith membentuk Lembaga Pertolongan sebagai hasil dari wahyu yang berasal dari Allah, agar "pengetahuan dan kecerdasan akan mengalir mulai dari saat ini dan seterusnya." Joseph Smith telah berjanji, "Anda akan menerima petunjuk melalui aturan Imamat yang telah Allah tetapkan, melalui perantara dari mereka yang ditunjuk untuk membimbing, menuntun dan memimpin urusan-urusan Gereja dalam masa kelegaan yang terakhir ini."6

Presiden Hinckley telah mengatakan, "Yang terbaik terhampar di depan . . . . Jika anda mau bertahan pada jalan yang lurus dan sempit, yang terbaik terhampar di depan. Ini adalah saat yang menyenangkan untuk hidup. Ini adalah saat yang hebat untuk menjadi anggota Gereja ini bila anda dapat menegakkan kepala anda tanpa rasa malu dan dengan sedikit kebanggaan dalam pekerjaan zaman akhir yang agung ini."7

"Mari dengar suara Nabi," agar anda akan mengetahui kehendak Allah, agar anda dapat memperoleh terangNya untuk memimpin jalan anda. Adalah doa saya agar anda juga dapat memiliki kesaksian pribadi seperti yang saya miliki, bahwa nabi kita yang hidup saat ini, Presiden Gordon B. Hinckley, memiliki petunjuk-petunjuk yang menyelamatkan jiwa bagi anda dan keluarga anda--petunjuk-petunjuk yang jika dituruti, akan membimbing kita semua kembali ke rumah surgawi kita, selamat dan tanpa ternoda dari dunia. Dan saya mengucapkan semua hal ini di dalam nama kudus Yesus Kristus, amin.

CATATAN

1. Dalam Leon R. Hartshorn, kumpulan Classic Stories From the Lives of Our Prophets (1971), hlm. 263.
2. "The Keys of the Kingdom," Millennial Star, 51:548.
3. "Memories of a Prophet," Improvement Era, Feb. 1970, hlm. 72.
4. "President Hinckley, 87, Charms World As He Leads Church," Deseret News, 23 Mei 1998, hlm. A1.
5. Lihat Ensign, Nov. 1995, 102.
6. History of the Church, 4:607.
7. Wisuda seminari West High School, 14 Mei 1995; dikutip dalam Church News, 2 Sept. 1995, hlm. 2.

 
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy