Penatua Joseph B. Wirthlin
Dari Kuorum Dua Belas Rasul
Kita akan mendapatkan tingkat-tingkat kerohanian yang baru dan menempatkan kehidupan kita dalam keharmonisan yang lebih dekat dengan Yesus Kristus berdasarkan seberapa penuhnya iman, harapan, dan kasih menjadi komponen integral hidup kita.
Kita sering kali menandai tanggal-tanggal penting pada kalender kita, seperti hari libur dan hari ulang tahun. Tanggal yang datang setiap tahunnya membantu kita mengukur kemajuan dalam hidup kita. Satu peristiwa tahunan, hari Tahun Baru, adalah waktu untuk refleksi dan pembuatan tekad.
Hari pembaptisan kita, yang memperingati kelahiran rohani kita, merupakan peristiwa tahunan yang pantas mendapat perhatian khusus. Kita berhenti sejenak untuk mengenali tanggal dari pemeteraian bait suci kita sebagai peringatan yang khusus karena tatacara itu mengikat kita bersama selama-lamanya dengan orang-orang yang paling kita kasihi. Wawancara kelayakan, terutama wawancara rekomendasi bait suci tahunan, memberi kita kesempatan lain untuk meninjau kemajuan kita dalam memenuhi tugas pengawasan agung yang telah diberikan Bapa di Surga kepada setiap dari kita. Tentunya kita harus mengawasi dan memelihara jiwa kita sendiri. Pada peristiwa-peristiwa ini, kita memperbarui perjanjian, menegaskan komitmen, dan menentukan tujuan-tujuan kekal.
Beberapa peristiwa penting terjadi hanya sekali sepanjang hidup. Misalnya, dalam kurang dari 15 bulan--454 hari, tepatnya--kita akan mengalami Hari Tahun Baru di mana keempat angka pada tahun kalender semuanya akan berubah pada waktu yang sama. Jajak pendapat publik mengindikasikan bahwa perubahan kalender yang satu ini "semakin membayang-bayangi dalam nurani publik." Survei memperlihatkan bahwa kebanyakan orang mengantisipasi waktu itu dengan "pandangan yang amat positif." Seorang peramal berkata bahwa perubahan kalender secara milenium itu "akan menjadi suatu markah penting dalam kehidupan orang, suatu kesempatan untuk berhenti dan memulai kembali."1
PELAYANAN FANA JURUSELAMAT
Kelahiran Juruselamat ke dalam kefanaan merupakan suatu peristiwa dengan kepentingan yang tak terukur, yang terjadi hampir 2.000 tahun lalu. Di sebagian besar dunia, tahun kalender dinomori maju dan mundur mulai dari seluruh waktu kelahiranNya. Dia mengajarkan injil pertobatan dan mengorganisasi GerejaNya, memberi korban tebusan bagi dosa-dosa umat manusia, serta disalibkan. Dia telah dibangkitkan, membuka jalan bagi semua untuk mengatasi kematian dan memperoleh pengampunan dosa kita bila kita bertobat. Ajaran-ajaranNya menegakkan standar perilaku manusia yang akan bertahan selamanya.
KEDATANGAN KEDUA DARI JURUSELAMAT
Mungkin dalam suatu upaya untuk menghindar dari tantangan-tantangan zaman kita, beberapa suara menyatakan bahwa Kedatangan Kedua dari Juruselamat sudah di depan mata. Mungkin, tetapi Tuhan tidak bisa lebih jelas lagi ketika Dia berkata mengenai kedatanganNya kembali dalam kejayaan ke bumi, "Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri."2 Dia mengajarkan kebenaran ini di Bukit Zaitun dan mengulanginya dalam wahyu modern melalui Nabi Joseph Smith dengan kata-kata, "jam dan harinya tidak seorang pun yang tahu."3
Ya, harinya akan tiba ketika "Kristus secara pribadi akan memerintah di atas bumi."4 Tentunya kita berada lebih dekat dengan waktu itu sekarang dari pada di tahun 1831 ketika Tuhan memperingatkan para penatua Gereja untuk "bekerjalah . . . di kebun anggurKu untuk kali yang terakhir--untuk kali yang terakhir panggillah para penduduk bumi . . . . Karena Milenium yang besar, sebagaimana yang telah Aku ucapkan melalui mulut para hambaKu, akan datang."5
Kita tidak tahu tepatnya waktu Kedatangan Kedua dari Juruselamat, tetapi kita tahu bahwa kita hidup di zaman akhir dan berada lebih dekat dengan Kedatangan Kedua daripada ketika Juruselamat menjalani kehidupan fanaNya pada pertengahan zaman. Kita hendaknya membuat tekad untuk memulai sebuah era baru kepatuhan pribadi untuk mempersiapkan diri bagi kedatanganNya kembali. Kefanaan melaju. Kita semua harus menyelesaikan banyak dalam persiapan untuk menemuiNya. Sebagai Orang Suci Zaman Akhir, "kami mempercayai segala hal, kami mengharapkan segala hal. . . . Jika ada sesuatu yang bajik, yang indah atau terhormat atau patut dipuji maka kami berusaha untuk melaksanakannya."6 Apa yang kita percayai yang akan memotivasi kita untuk bergerak maju? Apa yang kita harapkan? Apa hal-hal bajik, indah, atau patut dipuji yang hendaknya kita cari? Saya percaya bahwa kita hendaknya berusaha untuk mengembangkan di dalam diri kita sendiri sifat-sifat dari karakter Juruselamat.
IMAN, HARAPAN, DAN KASIH
Perkataan Rasul Paulus datang ke benak: "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih."7 Atribut-atribut ilahi ini hendaknya menjadi tertanam dalam hati dan pikiran kita untuk menuntun kita dalam segala tindakan kita. Kita membaca dalam Moroni, "Berpeganglah teguh kepada kasih yang murni, yang terbesar dari segalanya. . . . Barangsiapa kedapatan memiliki kasih itu pada hari terakhir, ia akan selamat."8 Kasih dapat menjadi pernyataan lahiriah dari iman dan harapan. Bila dicari dan diperoleh, ketiga elemen dasar dari karakter selestial ini akan tinggal bersama kita dalam kehidupan ini dan melampaui tabir ke dalam kehidupan yang akan datang. Ingatlah bahwa "roh yang sama itu, yang menguasai tubuhmu pada waktu kamu meninggalkan kehidupan ini, . . . akan mempunyai kekuatan untuk menguasai tubuhmu di dunia yang kekal itu."9 Kita hendaknya tidak menunggu satu hari pun untuk mengintensifkan upaya pribadi kita untuk menguatkan atribut-aitribut yang bajik, indah, dan patut dipuji ini.
Ketika kita mematuhi perintah Tuhan, iman, harapan dan kasih tinggal bersama kita. Kebajikan-kebajikan ini "meresap ke dalam jiwa [kita] bagaikan embun dari surga,"10 dan kita mempersiapkan diri untuk berdiri dengan keyakinan di hadapan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, "tak bernoda dan tak bercacat."11
Sewaktu saya membaca dan merenungkan tulisan suci, saya melihat bahwa mengembangkan iman, harapan dan kasih dalam diri kita sendiri merupakan proses langkah demi langkah. Iman menghasilkan harapan, dan bersama-sama keduanya menumbuhkan kasih. Kita membaca dalam Moroni, "Oleh karena itu, haruslah ada iman; dan jika harus ada iman, harus juga ada harapan, dan jika harus ada harapan, harus juga ada kasih yang murni."12 Ketiga kebajikan ini dapat berurutan pada awalnya, tetapi setelah diperoleh, menjadi saling berkaitan. Masing-masing tidak lengkap tanpa yang lainnya. Semuanya saling mendukung dan meneguhkan. Moroni menjelaskan, "Dan jika kamu tidak mempunyai kasih yang murni, kamu sekali-kali tidak dapat diselamatkan dalam Kerajaan Allah; kamu juga tidak dapat diselamatkan dalam Kerajaan Allah jika kamu tidak beriman; juga tidak jika kamu tidak mempunyai harapan."13
Inilah karakter-karakter yang bajik, indah, patut dipuji yang kita cari. Kita semua tidak asing dengan ajaran Paulus bahwa "kasih tidak berkesudahan."14 Tentunya kita membutuhkan kekuatan rohani yang tidak berkesudahan dalam kehidupan kita. Moroni mencatat wahyu "bahwa iman, harapan, dan kasih yang murni--membawa [kita] kepada [Tuhan]--Sumber segala kebenaran."15
Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, Gereja Tuhan yang dipulihkan di atas bumi dewasa ini, membimbing kita menuju Juruselamat dan membantu kita mengembangkan, memelihara, dan menguatkan atribut-atribut yang ilahi ini. Bahkan, Dia mengungkapkan persyaratan yang dibutuhkan untuk bekerja dalam pelayananNya dalam kata-kata ini: "Tidak seorang pun dapat membantu dalam pekerjaan ini kecuali kalau dia merendahkan diri dan dengan penuh kasih, beriman, mempunyai harapan dan kasih amal."16
Mormon mengajarkan bahwa "kasih yang murni adalah kasih suci Kristus" dan mendesak kita untuk "berdoa . . . kepada Bapa dengan segala kekuatan hati, supaya [kita] boleh dipenuhi dengan kasih ini, yang telah Ia limpahkan kepada semua orang yang menjadi para pengikut sejati PutraNya, Yesus Kristus."17 Perhatikan bahwa kasih hanya diberikan kepada mereka yang mencarinya, hanya kepada mereka yang dengan sungguh-sungguh berdoa untuk itu, hanya kepada mereka yang adalah murid Kristus. Sebelum kita dapat dipenuhi dengan kasih yang murni ini, kita harus mulai pada awalnya dengan asas pertama dari injil. Kita harus memiliki "pertama, . . . iman kepada Tuhan Yesus Kristus."18
IMAN
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."19 "Iman bukanlah memiliki sesuatu pengetahuan yang sempurna akan semua hal. Karena itu, jika [kita] beriman [kita] mengharapkan hal-hal yang tidak terlihat, yang benar adanya."20 Para Orang Suci Zaman Akhir dapat bersukacita dalam kekuatan iman kita karena kita memiliki kegenapan Injil. Bila kita belajar, merenung, dan berdoa, iman kita terhadap hal-hal dari Allah yang tak terlihat namun benar adanya akan tumbuh. Bahkan bila kita mulai hanya dengan "sepercik iman, . . . . Bahkan jika [kita] tidak dapat berbuat lain daripada keinginan untuk percaya,"21 dengan perhatian pemeliharaan, sebuah benih iman yang kecil dapat tumbuh menjadi pohon kesaksian yang kokoh, kuat dan rimbun berbuah.
Iman kepada Tuhan Yesus Kristus memotivasi kita untuk bertobat. Melalui pertobatan, yang dimungkinkan oleh Korban Tebusan Tuhan, kita dapat merasakan kedamaian yang menenangkan dari pengampunan atas dosa-dosa, kelemahan-kelemahan, dan kesalahan-kesalahan kita. De-ngan iman dalam suatu kelahiran kembali secara rohani, kita dibaptiskan dan menerima karunia Roh Kudus.
Kita berusaha untuk mematuhi perintah-perintah Allah dengan iman bahwa kepatuhan akan membantu kita menjadi seperti Dia. Melalui Kebangkitan dari Juruselamat kita, kita beriman bahwa kematian bukanlah akhir kehidupan. Kita beriman bahwa kita sekali lagi akan mengenal kebersamaan yang menyenangkan dan rangkulan hangat dari mereka yang kita kasihi yang telah pergi dari kefanaan.
HARAPAN
Mormon bertanya kepada para Orang Suci pada zamannya, "Apakah yang akan kamu harapkan?" Dia memberi mereka jawaban berikut: "Lihatlah, aku berkata kepadamu bahwa kamu akan mempunyai harapan melalui korban tebusan Kristus dan kuasa kebangkitanNya untuk dibangkitkan kepada hidup yang kekal, dan ini karena imanmu kepadaNya berdasarkan perjanjian."22 Dalam Eter, kita belajar bahwa "barangsiapa percaya kepada Allah boleh mengharapkan dengan kepastian untuk suatu dunia yang lebih baik, ya bahkan suatu tempat di sebelah kanan Allah, dan harapan ini datang karena iman dan merupakan suatu sauh bagi jiwa manusia."23
Bahkan ketika angin kesengsaraan berhembus, Bapa kita membantu kita tetap tertambat pada harapan kita. Tuhan telah menjanjikan, "Aku tidak akan meninggalkan kamu yatim piatu,"24 dan Dia akan "menguduskan kesengsaraan [kita] demi kebaikan [kita]."25 Bahkan ketika cobaan-cobaan kita tampaknya berlebihan, kita dapat menimba kekuatan dan harapan dari janji pasti Tuhan, "Janganlah kamu takut dan terkejut . . . sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah."26
KASIH
Sekali iman tumbuh menjadi kesaksian yang kokoh dan bertahan, memberi kita harapan dalam rencana kebahagiaan Bapa Surgawi kita; sekali kita melihat melalui mata i-man bahwa kita adalah anak-anak seorang Bapa yang mengasihi yang telah memberi kita karunia berupa PutraNya untuk menebus kita, kita mengalami suatu perubahan yang dahsyat di dalam hati kita.27 Kita merasa "akan menyanyikan lagu kasih penebusan"28 dan hati kita berlimpah dengan kasih. Mengetahui bahwa kasih Allah "adalah hal yang paling patut diinginkan melebihi segala hal . . . dan yang paling menyenangkan jiwa,"29 kita ingin membagikan sukacita kita dengan sesama. Kita ingin melayani mereka dan memberkati mereka.
KELUARGA
"Keluarga--Pernyataan kepada Dunia" menyatakan dengan jelas kekudusan dari keluarga dan bahwa seorang "suami dan istri memiliki tanggung jawab kudus untuk mengasihi dan memelihara satu sama lain dan anak-anak mereka."30 Anak-anak hendaknya diajarkan pada usia dini tentang kekudusan bait suci, dan bahwa tujuan utama mereka hendaknya untuk pergi ke bait suci itu untuk menikmati berkat-berkat yang Bapa Surgawi sediakan bagi mereka. Bahkan seluk beluk dari tujuan kudus ini diberikan kepada anak-anak yang akan, pada waktunya, menyadari ini adalah berkat terbesar yang dapat datang kepada mereka dalam kehidupan ini.
BAIT SUCI
Contoh ideal dari iman, harapan, dan kasih adalah paling nyata dalam bait-bait suci yang kudus. Di sana kita belajar tentang tujuan kehidupan, memperkuat komitmen kita sebagai murid Kristus melalui mengikat perjanjian kudus denganNya, dan memeteraikan keluarga kita bersama bagi kekekalan dari generasi ke generasi. Menerima endowmen pribadi kita di bait suci dan sering kali kembali untuk melakukan tatacara kudus bagi para leluhur kita yang telah meninggal meningkatkan iman kita, menguatkan harapan kita, dan memperdalam kasih kita. Kita menerima endowmen pribadi kita dengan iman dan harapan bahwa kita akan memahami rencana Tuhan bagi anak-anakNya, akan menyadari potensi ilahi dalam diri kita masing-masing sebagai anak-anak Bapa Surgawi kita, dan akan setia sampai akhir dalam mematuhi perjanjian yang kita buat. Melakukan tatacata bait suci bagi yang telah meninggal merupakan suatu manifestasi dari kasih, menawarkan berkat-berkat penting kepada mereka yang telah mendahului kita, berkat-berkat yang tidak tersedia bagi mereka dalam kehidupan fana mereka. Kita memiliki kesempatan istimewa untuk melakukan bagi mereka apa yang tidak dapat mereka lakukan bagi diri mereka sendiri.
Ketika Presiden Gordon B. Hinckley mengumumkan jumlah bait suci baru yang belum pernah terjadi sebelumnya bulan April lalu, dia menyatakan bahwa "tatacara bait suci menjadi berkat-berkat utama yang Gereja dapat tawarkan."31 Dia mengulurkan berkat-berkat utama ini kepada lebih banyak Orang Suci Zaman Akhir daripada sebelumnya. Di dalam rumah Tuhan, anggota Gereja yang setia dapat dikaruniai "dengan kekuasaan dari atas,"32 kuasa yang akan memungkinkan kita untuk menolak godaan, menghormati perjanjian, mematuhi perintah Tuhan, dan memberikan kesaksian yang kuat dan tak gentar akan injil kepada keluarga, teman, dan tetangga.
Bulan Juli lalu ini, kami berkesempatan istimewa untuk berperan serta dengan Presiden Hinckley dalam pendedikasian Bait Suci Monticello Utah, yang pertama di antara generasi baru bait-bait suci lebih kecil yang telah Tuhan perintahkan kepada nabi kita untuk dibangun lebih dekat dengan para Orang Suci. Betapa itu merupakan pengalaman rohani yang hebat, berada di antara para Orang Suci yang setia yang tidak pernah mengira bahwa sebuah bait suci akan dibangun di kota mereka. Ini adalah orang-orang dengan iman besar; beberapa dari mereka adalah keturunan dari para pionir Hole-in-the-Rock [pionir yang melintasi jurang sempit yang dikenal dengan nama itu], yang telah bergumul, bekerja, dan berkorban melalui bertahun-tahun penuh kerja keras untuk menegakkan Sion di dataran-dataran tinggi Utah sebelah Tenggara.33
Saudara saudari sekalian, hal-hal besar sedang terjadi di Gereja! Kita sedang bergerak maju seperti belum pernah sebelumnya. Kepemimpinan Presiden Hinckley menantang kita untuk bangkit sesuai dengan keadaan. Kita akan mendapatkan tingkat-tingkat kerohanian yang baru dan menempatkan kehidupan kita dalam keharmonisan yang lebih dekat dengan Yesus Kristus berdasarkan seberapa penuhnya iman, harapan, dan kasih menjadi komponen integral hidup kita. Kita tentunya akan memiliki tantangan dan cobaan, tetapi dengan jaminan yang lebih dari sebelumnya kita akan.
KESAKSIAN
Saya bersaksi kepada anda sebagai seorang saksi khusus bahwa Yesus adalah Kristus dan bahwa melalui nabiNya, Presiden Gordon B. Hinckley, Juruselamat memimpin GerejaNya. Semoga kita memupuk dalam persiapan akan kedatanganNya kembali ke bumi ini atribut-atributNya yang ilahi, adalah doa saya di dalam nama Yesus Kristus, amin.
CATATAN
1. Outlook, NFO Research, Inc., musim panas 1998.
2. Matius 24:36.
3. A&P 49:7.
4. Pasal-pasal Kepercayaan 1:10.
5. A&P 43:28, 30.
6. Pasal-pasal Kepercayaan 1:13.
7. 1 Korintus 13:13.
8. Moroni 7:4647.
9. Alma 34:34.
10. A&P 121:45.
11. 1 Petrus 1:19.
12. Moroni 10:20.
13. Moroni 10:21.
14. 1 Korintus 13:8.
15. Eter 12:28.
16. A&P 12:8.
17. Moroni 7:4748.
18. Pasal-pasal Kepercayaan 1:4.
19. Ibrani 11:1; penekanan ditambahkan.
20. Alma 32:21.
21. Alma 32:27. Lihat juga ayat-ayat 2843.
22. Moroni 7:41.
23. Eter 12:4.
24. Yohanes 14:18.
25. 2 Nefi 2:2.
26. 2 Tawarikh 20:15.
27. Lihat Alma 5:14.
28. Alma 5:26.
29. 1 Nefi 11:2223.
30. Ensign, Nov. 1995, hlm. 102.
31. "Bait sucibait suci Baru Untuk Menyediakan 'Berkatberkat Tertinggi' dari Injil," Liahona, Juli 1998, hlm. 108.
32. A&P 95:8.
33. Lihat Church News, 1 Aug. 1998, hlm. 4.
34. Lihat Yohanes 14:27.