The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Broadcast General Conference Archives
Conferences
April dari 1998
Kami Bersaksi Tentang Dia
 NextArrow icon acting as a button to Next Page  

Kami Bersaksi Tentang Dia

Presiden Gordon B. Hinckley

Marilah kita menjadi murid Kristus yang sejati, mematuhi Hukum Emas, memperlakukan orang lain sebagaimana kita mengharapkan mereka memperlakukan kita.

Presiden Gordon B. Hinckley

Brother dan sister yang terkasih, kami menyambut anda dengan penuh kehangatan pada konferensi umum ini, yang telah menjadi konferensi besar sedunia dari Gereja ini.

Pertemuan ini akan didengar dan ditonton di seluruh bagian negara [Amerika] ini serta Kanada, dan juga di tempat-tempat lainnya di penjuru dunia. Saya rasa tidak ada yang sebanding dengannya. Saya memuji dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu di dalam persiapan pertemuan besar ini.

Kita bertemu untuk menyembah Tuhan, untuk memberitakan keilahianNya dan kehidupanNya yang nyata. Kita bertemu untuk menguatkan kasih kita kepadaNya dan pengetahuan kita akan kasihNya bagi kita. Tidak seorang pun, terlepas dari apa pun yang mungkin dikatakannya, dapat menghilangkan kasih itu.

Ada dari mereka yang mencoba menghilangkannya. Contohnya, ada beberapa dari kepercayaan lain yang tidak mengakui kita sebagai orang Kristen. Hal itu tidaklah penting. Bagaimana kita mengakui diri kitalah yang penting. Kita mengetahui tanpa ragu-ragu bahwa ada perbedaan di antara kita. Apabila tidak demikian maka tidak diperlukan suatu pemulihan injil. Presiden Packer dan Penatua Ballard baru-baru ini berbicara mengenai hal tersebut pada kesempatan lain.

Saya berharap kita tidak berdebat mengenai hal tersebut. Tidak ada alasan untuk memperdebatkannya. Kita dengan sederhana, dengan tenang, dan tanpa merasa perlu meminta maaf, bersaksi bahwa Allah telah menampakkan diriNya dan Putra TunggalNya pada awal dari masa kelegaan yang penuh dan terakhir ini dari pekerjaanNya.

Kita tidak perlu saling berselisih sewaktu kita berbicara tentang perbedaan ajaran. Tidak ada tempat bagi perselisihan tajam. Tetapi kita tidak pernah dapat menyerah atau berkompromi mengenai pengetahuan yang telah datang kepada kita melalui wahyu dan pemberian langsung kunci dan wewenang dari tangan mereka yang memilikinya pada zaman dahulu. Janganlah kita pernah lupa bahwa ini adalah pemulihan dari apa yang telah dicanangkan oleh Juru Selamat dunia. Ini bukanlah suatu reformasi dari praktek dan ajaran yang dirasakan keliru yang telah berkembang selama berabad-abad.

Kita dapat menghormati agama lainnya, dan itu harus kita lakukan. Kita harus menyadari hal-hal baik yang telah mereka capai. Kita harus mengajarkan anak-anak kita untuk memiliki toleransi dan bersahabat kepada mereka yang bukan dari kepercayaan kita. Kita dapat dan memang bekerja dengan mereka dari kepercayaan lain dalam membela nilai-nilai yang telah membuat peradaban kita besar dan masyarakat kita istimewa.

Sebagai contoh, belum lama ini datang ke kantor saya seorang pendeta Protestan yang merupakan pemimpin yang amat efektif dalam perjuangan tanpa akhir memerangi pornografi. Kita bersyukur atas dirinya. Kita bergabung bersama dia dan rekan-rekannya. Kita memberi dukungan keuangan pada organisasinya.

Kita dapat dan memang bekerja bersama mereka dari keyakinan lain dalam berbagai usaha dalam perjuangan abadi menentang kejahatan masyarakat yang mengancam nilai-nilai berharga yang begitu berguna bagi kita semua. Orang-orang ini bukanlah dari agama kita, tapi mereka adalah teman, tetangga, dan mitrat kerja kita dalam beragam tujuan. Kita dengan senang hati menambahkan kekuatan kita pada usaha mereka.

Tetapi di dalam semua ini tidak ada kompromi terhadap ajaran gereja kita. Ini tidak perlu dan tidak boleh terjadi di pihak kita. Tapi ada satu tingkatan kerekanan sewaktu kita bekerja bersama.

Sewaktu kita mengemban misi khusus kita, kita bekerja di bawah mandat yang diberikan kepada kita oleh Tuhan yang telah bangkit, yang telah berbicara pada masa kelegaan penutup dan terakhir ini. Ini adalah pekerjaanNya yang unik dan istimewa. Kita memberi kesaksian akan Dia. Tapi kita tidak perlu melakukannya dengan kesombongan dan rasa benar sendiri.

Seperti yang Paulus nyatakan, kita adalah "generasi yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, orang yang istimewa." Mengapa? Agar kita dapat "memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib." (I Petrus 2:9).

Sikap aku-lebih-suci-dari-pada-dirimu tidaklah pantas bagi kita. Saya menerima sepucuk surat dari seseorang di masyarakat kami yang bukan anggota Gereja. Di dalamnya dia berkata bahwa anak perempuan kecilnya telah dicemooh oleh teman-teman sekolahnya yang adalah Orang-orang Suci Zaman Akhir. Dia juga menulis tentang suatu insiden tentang seorang anak yang, menurut ceritanya, ditarik putus kalung keagamaannya dari lehernya oleh seorang anak Orang-orang Suci Zaman Akhir. Saya berharap hal ini adalah tidak benar. Tetapi apabila benar, saya memohon maaf kepada mereka yang telah dilukai.

Marilah kita tinggalkan segala perilaku semacam itu dan mengajarkan anak-anak kita untuk melakukan hal yang sama. Marilah kita menjadi murid Kristus yang sejati, mematuhi Hukum Emas, memperlakukan orang lain sebagaimana kita mengharapkan mereka memperlakukan kita. Marilah kita memperkuat iman kita sendiri dan iman anak-anak kita, sementara kita bersikap ramah terhadap mereka yang bukan dari agama kita. Kasih dan rasa hormat akan mengalahkan setiap rasa permusuhan. Kebaikan kita mungkin merupakan argumentasi yang paling meyakinkan bagi apa yang kita percayai.

Sekarang, satu hal lagi. Seminggu yang lalu saya berada di Palmyra, New York. Saya di sana mendedikasikan dua buah bangunan. Salah satunya adalah pemugaran rumah kayu gelondongan kecil di mana keluarga Joseph Smith Sr. mula-mula menetap di daerah itu. Di rumah sederhana inilah Joseph yang berusia empat belas tahun berketetapan hati untuk pergi ke sebuah hutan di dekat sana untuk bertanya kepada Allah, dan mengalami sebuah penglihatan yang tidak ada tandingannya mengenai Bapa dan Putra.

Di rumah inilah Moroni, sang malaikat, menampakkan diri kepada pemuda Joseph, memanggil namanya dan menceritakan kepadanya bahwa Allah mempunyai suatu tugas untuk dilakukannya dan bahwa "nama[nya] akan terkenal dengan baik maupun buruk di antara semua bangsa, suku dan bahasa, atau bahwa nama[nya] itu akan disebut-sebut dengan baik maupun buruk di antara semua orang" (Joseph Smith 2:33).

Bagaimana seorang anak petani, hampir tanpa pendidikan formal, dapat berani mengatakan hal semacam itu? Namun hal itu telah terjadi dan akan tetap berkembang sewaktu injil yang telah dipulihkan ini diajarkan di seluruh penjuru dunia.

Sementara berada di Palmyra, saya juga mendedikasikan Gedung E. B. Grandin, di mana edisi pertama Kitab Mormon telah dicetak pada tahun 1829 dan 1830. Merupakan tindakan yang sangat berani untuk mencetak apa yang pada mulanya dianggap oleh Tuan Grandin sebagai suatu penipuan, dan untuk mencetak satu edisi yang terdiri dari 5.000 buku, yang merupakan jumlah yang sangat besar untuk masa itu. Saya senang mengingatkan anda bahwa sejak itu kita telah mencetak lebih dari 88 juta eksemplar dari buku yang luar biasa ini.

Saya sangat bersyukur bahwa kita memiliki bangunan tua ini, dibeli oleh seorang anggota Gereja yang murah hati dan disumbangkan kepada Gereja. Keberadaannya menegaskan keabsahan kitab itu, perjanjian yang menakjubkan ini dari Putra Allah.

Siapa, yang setelah membacanya, dapat dengan jujur menyangkal keilahian sumbernya? Para kritikus dapat mencoba untuk menyangkalnya. Semakin keras mereka mencoba semakin jelas jadinya kebenaran laporan pemunculannya yang bagaikan suara yang keluar dari debu.

Betapa bersyukurnya saya atas kesaksian yang telah Allah berkatkan kepada saya mengenai pemanggilan ilahi Joseph Smith, mengenai kenyataan dari Penglihatan Pertama, mengenai pemulihan imamat, mengenai kebenaran dari Gereja ini, Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir.

Oleh karena itu, saudara-saudari terkasih, marilah kita bersukacita bersama kini sewaktu kita merayakan dengan rasa penghargaan ajaran-ajaran dan praktek-praktek istimewa yang telah datang sebagai suatu karunia dari Tuhan di masa pekerjaanNya yang paling mulia ini. Ini adalah masa Paskah, ketika kita mengingat kebangkitannya yang agung, yang mengenainya kita memberikan kesaksian. Marilah kita terus bersyukur akan karunia dan berkat yang paling berharga ini, serta melakukan dengan baik bagian kita sebagai orang yang mengasihi Tuhan. Saya mengundang anda untuk mendengarkan perkataan yang akan keluar dari mimbar ini, yang akan disampaikan oleh mereka yang telah dipanggil sebagai para hamba anda. Semoga kita akan diberkati, saya doakan dengan rendah hati dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
 NextArrow icon acting as a button to Next Page  
© 2008 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy