Presiden James E. Faust
Penasihat Kedua dalam Presidensi Utama
"Katika saya melihat ke belakang, satu-satunya sumber berkat dan kekuatan. Itu adalah kesaksian dan pengetahuan saya bahwa: Yesus adalah Kristus."
Brother dan sister serta sahabat terkasih, saya telah hidup cukup lama. Ketika saya melihat ke belakang, saya menemukan satu-satunya sumber berkat dan kekuatan. Itu adalah kesaksian dan pengetahuan saya bahwa Yesus adalah Kristus, Juruselamat dan Penebus umat manusia. Saya sungguh- sungguh bersyukur bahwa seluruh hidup saya hanya memiliki satu kepercayaan yang sederhana bahwa Yesus adalah Kristus. Kesaksian itu telah diuji ratusan kali. Itu adalah puncak pengetahuan jiwa saya. Itu adalah terang rohani saya. Itu adalah batu penjuru hidup saya.
Sebagai orang yang paling kecil di antara Anda tetapi dalam pemanggilan sebagai rasul-Nya, saya bersaksi tentang Kristus sebagai Juruselamat dan Penebus dunia. Karena kesaksian ini telah terbentuk oleh pengalaman seumur hidup, maka diperlukan pengalaman-pengalaman yang bersifat pribadi. Tetapi kesaksian ini adalah milik saya dan saya rasa bahwa Juruselamat mengetahui bahwa saya tahu bahwa Dia hidup.
Batu penjuru pertama kesaksian saya diletakkan beberapa waktu lampau. Salah satu yang bisa saya ingat adalah memiliki mimpi buruk ketika masih kecil. Saya masih ingat dengan jelas. Saya sampai berteriak karena ketakutan malam itu. Nenek saya membangunkan saya. Saya menangis, dan dia menggendong saya, memeluk saya, dan menghibur saya. Dia memberi saya semangkuk bubur beras kesukaan saya sisa makan malam, dan saya duduk di pangkuannya ketika dia menyuapi saya. Dia mengatakan bahwa kami aman dalam rumah kami sebab Yesus sedang mengawasi kami. Saya merasa itu benar dan saya masih percaya sampai sekarang. Saya terhibur secara jasmani maupun rohani dan kembali tidur dengan tenang, merasa pasti secara ilahi bahwa Yesus sesungguhnya sedang mengawasi kami.
Pengalaman penuh kenangan pertama itu menuntun kepada pengukuhan kuat bahwa Allah hidup dan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Banyak di antaranya berasal dari jawaban doa yang sungguh-sungguh. Sebagai anak kecil ketika saya kehilangan benda-benda berharga seperti pisau lipat, saya belajar bahwa jika saya berdoa cukup kuat saya biasanya dapa menemukannya. Dan saya selalu menemukan kembali sapi yang tersesat yang dititipkan kepada saya. Kadang-kadang saya harus berdoa lebih daripada satu kali, tetapi seringkali jawabannya positif dan meyakinkan. Bahkan ketika jawabannya adalah tidak, saya sadar bahwa Tuhan dengan kebijaksanaan besar-Nya, telah memberi saya jawaban demi kebaikan saya. Iman saya terus tumbuh seperti bangunan dan ditambahkan di atas batu penjuru, baris demi baris, ajaran demi ajaran. Terlalu banyak untuk diceritakan satu demi satu, beberapa di antaranya terlalu kudus diceritakan.
Benih iman semasa kanak-kanak ini tumbuh terus ketika, sebagai seorang remaja pemegang imamat Harun, saya menerima penegasan dari tangan pertama tentang kesaksian Tiga Orang Saksi tentang kebenaran Kitab Mormon. Presiden wilayah saya adalah Presiden Henry D. Moyle dan ayahnya adalah James H. Moyle. Pada musim panas, Brother James H. Moyle mengunjungi keluarganya, dan dia mengunjungi lingkungan kecil kami di Salt Lake Valley tenggara.
Suatu hari Minggu, Brother James H. Moyle berbagi pengalaman. Sebagai seorang remaja dia pergi ke Universitas Michigan untuk sekolah hukum. Ketika dia sedang menyelesaikan belajarnya, ayahnya memberitahunya bahwa David Whitmer, salah seorang saksi Kitab Mormon, masih hidup. Sang ayah mengusulkan kepada anaknya agar dia mampir ke rumah David Whitmer ketika dalam perjalanan ke Salt Lake City. Tujuan Brother Moyle adalah menanyakan kepadanya tentang kesaksiannya tentang lemping-lemping emas dan Kitab Mormon.
Selama kunjungannya itu, Brother Moyle berkata kepada David Whitmer, "Tuan, Anda adalah orang tua, dan saya masih muda. Saya telah belajar tentang saksi dan kesaksian. Tolong ceritakan kepada saya kebenaran tentang kesaksian Anda sebagai salah seorang saksi Kitab Mormon." David Whitmer lalu mengatakan kepada anak muda ini, "Ya, saya memegang lemping-lemping emas di tangan saya, dan mereka diperlihatkan kepada kami oleh seorang malaikat. Kesaksian saya mengenai Kitab Mormon adalah benar." David Whitmer sudah keluar dari gereja, tetapi dia tidak pernah menyangkali kesaksian tentang kunjungan malaikat, tentang memegang lemping- lemping emas, atau kebenaran Kitab Mormon. Dengan mendengar sendiri pengalaman luar biasa ini langsung dari mulut Brother Moyle berkesan kuat, memperkuat kesaksian saya yang sedang tumbuh. Setelah mendengarnya, saya merasa bertanggung jawab.
Salah satu landasan batu kesaksian saya berasal dari pelayanan misi saya di Brazil sebagai seorang pemuda. Pada waktu itu kerja keras kami tidak membuahkan hasil dan sulit. Kami tidak dapat melihat turunnya Roh Tuhan di negeri itu dan negeri-negeri tetangganya di Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Meksiko di tahun-tahun mendatang. Enam puluh tahun lalu di sana hanya ada satu wilayah di seluruh negeri. Sekarang ada 643 wilayah di Amerika Latin. Saya percaya itu hanya permulaan. Apa yang terjadi sudah di luar harapan dan mimpi yang paling tak masuk akal sekalipun. Itu adalah salah satu mukjizat yang pernah kami lihat. Itu adalah kesaksian saya bahwa semuanya ini tidak mungkin terjadi tanpa intervensi ilahi dari Tuhan, yang sedang mengawasi pekerjaan kudus ini, bukan hanya di Amerika Latin, tetapi juga di seluruh negeri di dunia.
Dalam sepanjang hidup saya, saya menemukan kedamaian, sukacita, dan kebahagiaan yang luar biasa. Salah satu dari awal hebat dari hidup saya adalah pernikahan saya dengan anak perempuan pilihan Allah. Saya mengasihinya dengan segenap jiwa saya. Dia selalu mendukung saya.1 Kami menikah di Bait Suci Salt Lake 57 tahun lalu ketika saya masih seorang prajurit Perang Dunia II dan tidak tahu apakah bisa pulang hidup-hidup. Imannya dan dukungan yang kuat dan tak tergoyahkan memperkuat kesaksian saya di waktu-waktu menghadapi tantangan dan kesulitan. Perjalanan hidup kekal saya, mudah-mudahan, akan hebat bersama dia.
Berkat besar lain hidup saya adalah dikaruniai anak-anak meskipun kami mengira kami tidak akan memiliki seorang pun. Sukacita kami bertambah-tambah dengan hadirnya cucu dan buyut. Hanya oleh kuasa berkat keimamatan semuanya ini bisa terjadi.
Di samping berkat-berkat itu, saya juga berkenalan dengan kesulitan tantangan dan duka. Saya bersyukur untuk ajaran-ajaran dalam malapetaka. Sebagai seorang remaja, saya hidup di zaman depresi, ketika bank-bank jatuh, dan begitu banyak orang kehilangan pekerjaan dan rumah dan kelaparan. Saya beruntung masih memiliki pekerjaan di pabrik pengalengan yang membayar saya 25 sen per jam. Mungkin itulah harga saya! Tetapi itu menolong saya memperoleh pendidikan. Saya menjadi tentara tiga tahun lamanya selama Perang Dunia II. Suatu kali ketika kami menghadapi bahaya ketika kapal kami dihantam badai di Pacific, saya mempercayakan hidup saya di tangan Tuhan dan terus-menerus berjanji kepada-Nya bahwa apabila saya berhasil hidup, saya ingin melayani Dia dalam sisa hidup saya.
Kadang-kadang saya gagal dan tidak berusaha sebagaimana seharusnya. Kita semua pernah mengalami penderitaan, dan harus mengambil keputusan yang sulit yang memaksa kita secara rohani naik ke tingkat lebih tinggi. Itulah Getsemani hidup kita yang membuat kita menderita dan berduka. Kadang-kadang pengalaman itu juga terlalu kudus untuk dibicarakan di depan umum. Itu adalah pengalaman berharga yang menolong kita dicuci dari keinginan tidak benar kita akan hal-hal dari dunia. Ketika selumbar duniawi diambil dari mata kita, kita melihat lebih jelas siapa diri kita dan apa tanggung jawab kita yang ada hubungan dengan tujuan ilahi.
Dengan rendah hati saya mengakui bahwa pengalaman ini telah membesarkan pengetahuan yang pasti bahwa Yesus adalah Juruselamat dan Penebus kita. Saya telah mendengar suara-Nya dan merasakan pengaruh dan kehadiran-Nya. Mereka seperti jubah rohani yang hangat. Keajaibannya adalah bahwa semua yang secara sadar berusaha mematuhi perintah dan mendukung para pemimpin dapat menerima pengetahuan yang sama. Kesempatan melayani dalam tujuan Tuhan dapat memberi kepuasan batin dan kedamaian.
Bersatunya kesaksian dan iman para anggota Gereja terdahulu membawa mereka dari Palmyra ke Kirtland, dan dari Nauvoo ke Lembah Salt Lake. Akhirnya iman itu akan meletakkan pekerjaan ini di seluruh dunia. Kekuatan kesaksian dan iman itu mendatangkan kemajuan pekerjaan Allah dalam cara yang luar biasa. Kekuatan Tuhan ada dalam pekerjaan ini, sebagaimana yang Anda saksikan di zaman sekarang.
Presiden Gordon B. Hinckley mengawasi mungkin jumlah umat setia yang terbesar yang pernah ada di muka bumi. Saya bersaksi bahwa dia sesungguhnya adalah nabi besar. Dia membutuhkan pengikut yang setia. Kekuatan besar Gereja ini berasal dari kesaksian perorangan dan kelompok, yang lahir dari pencobaan pribadi dan kesetiaan. Kesetiaan para orang suci telah membuat Pusat Konferensi besar ini dibangun dan dipersembahkan dalam nama Tuhan di zaman bersejarah ini. Ini unik bagi dunia. Sedemikian ajaibnya dan besarnya pekerjaan Tuhan di zaman kita. Sebagai sebuah umat, kita masih di bawah harapan--jauh di bawahnya. Meskipun demikian, saya berharap kita akan berjuang lebih keras untuk menjadi umat yang lebih benar, layak terus menerima berkat dari surga.
Kecepatan pembangunan bait suci di zaman kita sungguh mengherankan. Melalui penglihatan kenabian Presiden Hinckley kita sekarang telah memiliki banyak bait suci, yang terdapat di banyak negara di bun ini. Prestasi yang luar biasa ini menjadi kenyataan karena pembayar persepuluhan yang setia. Hal ini membuat Tuhan memenuhi janji-Nya yang dibicarakan lewat Maleakhi, "Dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan."2 Semua bangunan kudus ini adalah kesaksian kepercayaan kita bahwa Juruselamat telah mematahkan rantai kematian dan membuka jalan bagi kita memasuki perjanjian yang mengikat sampai kehidupan yang lain.
Sama seperti Alma, saya bersaksi bahwa' "Segala sesuatu menunjukkan bahwa, Allah itu ada; ya, bahkan bumi, dan segala sesuatu yang berada di atas permukaan bumi ini, ya, dan perputarannya, ya, dan juga seluruh planet yang bergerak pada susunannya yang tetap bersaksi bahwa Pencipta Yang Mahatinggi itu ada."3
Dalam wahyu kepada nabi Joseph Smith yang saya tahu adalah benar, Juruselamat bersaksi tentang diri-Nya dalam kata-kata ini, "Akulah Terang yang benar, Yang menerangi setiap orang yang datang ke dunia ini;
". . . Aku ada di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku, dan Bapa dan Aku adalah satu."4
Tuhan telah berjanji, "bahwa setiap Jiwa yang meninggalkan dosa-dosanya dan datang kepada-Ku, dan menyerukan nama-Ku dan mentaati suara-Ku, dan mematuhi perintah-perintah-Ku, akan melihat muka-Ku dan mengetahui bahwa Aku ada."5
Ketika saya dipanggil ke dalam kerasulan beberapa tahun yang lalu kesaksian saya yang pasti mendorong saya untuk bersaksi pada waktu itu dengan kata-kata seperti ini:
"Saya tahu bahwa syarat utama bagi kerasulan kudus adalah kesaksian pribadi tentang Yesus sebagai Kristus dan Penebus Ilahi. Mungkin di sini saja, saya memenuhi syarat. Kebenaran ini saya ketahui melalui kedamaian dan kuasa Roh Allah yang tak terkatakan."6
Sejak menerima pemanggilan itu beberapa tahun yang lalu, itu karena kesaksian saya yang tak tergoyahkan bahwa Yesus adalah Kristus, Putra Allah.
Keinginan terbesar saya adalah jujur dan setia sampai akhir saya di dunia ini. Semoga kita semua bisa demikian, saya berdoa di dalam nama Yesus Kristus, amin.
CATATAN
1. Lihat 2 Nefi. 4:25.
2. Maleakhi. 3:10.
3. Alma 30:44.
4. A&P 93:23.
5. A&P 93:1.
6. Dalam Conference Report, Okt. 1978, 28; atau Ensign, Nov. 1978, 20.