The Christus statueThe Church of Jesus Christ of Latter-day Saints Search | Feedback | Site Map | Help | Country Sites |
Halaman Muka Bahasa Menu Utama
Konferensi Umum
Oktober dari 2000
"Pimpin Ya T'rang"

"Pimpin Ya T'rang"

Virginia U. Jensen
Penasihat Pertama dalam Presidensi Umum Lembaga Pertolongan

"Terang dari Yesus Kristus lebih kuat daripada kegelapan apa pun yang kita hadapi di dalam kehidupan ini, jika kita beriman kepada-Nya, mencari-Nya, dan mematuhi-Nya."

Virginia U. Jensen

Ketika dia berusia 10 tahun, Joshua Dennis terjebak selama lima hari di gua yang amat gelap di sebuah pertambangan yang sudah tidak difungsikan lagi. Ketika regu penyelamat akhirnya mendengar jeritan lemahnya meminta pertolongan dan mengeluarkan dia dari kegelapan yang mengerikan itu, dia terkucil, kedinginan, dan lemah. Tetapi yang mengejutkan mereka, dia tidak takut. Josh menghabiskan waktunya dengan tidur, berteriak meminta pertolongan, serta berdoa. Seseorang melindungi saya, dia menjelaskan. "Saya tahu orang-orang akan menemukan saya."

Iman Joshua yang sederhana tetapi luar biasa telah dipelihara oleh orang tuanya, yang mengajarkan kepadanya bahwa dia memiliki seorang Bapa Surgawi yang mengetahui keberadaannya kapan pun. Mereka mengajarkan kepadanya bahwa dia dilahirkan dengan terang Kristus di dalam dirinya. Sungguh, Josh telah dibesarkan di dalam terang dan kebenaran (lihat A&P 93:40) sehingga ketika dia mendapati dirinya terperosok di kedalaman 2.000 kaki di gua pertambangan, dia bergantung pada terang Kristus untuk mendukung dan menghiburnya, dan untuk memberinya keberanian dan harapan. Josh mengetahui apa yang Abinadi ajarkan ketika dia mengatakan, mengenai Kristus, "Dia adalah terang dan hidup dunia. Ya, suatu terang yang tak berkesudahan, yang tidak pernah dapat digelapkan" (Mosia 16:9).

Sungguh tepat ketika kelahiran-Nya di Betlehem disertai dengan taburan cahaya yang menakjubkan di angkasa di Belahan Bumi bagian barat. Pada saat kelahiran-Nya "pada waktu matahari harus terbenam, tiada kegelapan; dan orang-orang mulai terheran-heran karena . . . tiada kegelapan ketika malam tiba" (3 Nefi 1:15, 19). Bertaburannya cahaya ini amat kontras dengan yang terjadi pada saat penyaliban-Nya ketika "maka terjadilah kegelapan yang maha pekat di seluruh permukaan negeri, sedemikian rupa sehingga penduduknya . . . dapat merasakan kabut kegelapan itu" (3 Nefi 8:20­23).

Ada berbagai jenis kegelapan di dunia ini: Kegelapan yang datang dari dosa. Kegelapan yang datang dari keputusasaan, kekecewaan, dan patah hati. Kegelapan yang datang dari kesepian dan perasaan tidak mampu. Tetapi sama seperti terang yang membara dalam hati Josh Dennis lebih besar daripada kegelapan mencekam yang meliputi dirinya, Sumber Terang--artinya terang Yesus Kristus--lebih besar daripada jenis kegelapan mana pun yang kita hadapi dalam kehidupan ini, jika kita memiliki iman kepada-Nya, mencari-Nya, dan mematuhi-Nya. Karena sebagaimana yang diwahyukan melalui Nabi Joseph, "Apabila pandanganmu hanya tertuju kepada kemuliaan-Ku [artinya kemuliaan Tuhan], seluruh tubuhmu akan dipenuhi dengan terang, dan di dalam tubuhmu tidak akan ada kegelapan" (A&P 88:67).

Kristus adalah terang dunia, dan injil adalah pesan-Nya akan terang dan keselamatan kepada semua umat manusia. Terang ini dapat dipadamkan dalam kehidupan pribadi kita hanya oleh ketidakpatuhan dan kurangnya iman kita. Sebaliknya terang Juruselamat meningkat di dalam kehidupan kita ketika kita mematuhi perintah-perintah Tuhan dan berusaha terus menerus untuk menjadi seperti Dia. Karena "yang berasal dari Allah adalah terang; dan dia yang menerima terang dan melanjutkan di dalam Allah, menerima lebih banyak terang; dan terang itu berkembang makin cemerlang (A&P 50:24).

Ketika terang Yesus Kristus dan injil-Nya berkembang lebih cemerlang di dalam wajah dan hati kita, maka lebih mudah untuk membedakan mana yang lebih berharga dari apa yang dianggap dunia berharga. Pengetahuan bahwa Kristus cukup mengasihi kita dengan suka rela menanggung dosa-dosa kita menyingkirkan kebutuhan untuk bergantung sepenuhnya pada kekuatan manusia fana lainnya. Keyakinan bahwa Kurban Tebusan yang diberikan kepada kita sebagai akibat dari dosa dan kesalahan kita sepanjang jalan kehidupan menciptakan suatu harapan yang lebih besar daripada kesenangan duniawi atau kenikmatan fana sesaat mana pun.

Pikirkan pengalaman Raja Lamoni. Walaupun dia memiliki kekuasaan yang tak terbatas, harta benda duniawi yang melimpah, serta para hamba yang siap melayaninya, dia hidup dalam kegelapan rohani. Tetapi ketika dia mengizinkan Amon untuk mengajarkan injil kepadanya, hal yang paling menakjubkan terjadi, karena Lamoni "jatuh ke tanah, seolah-olah dia mati" (Alma 18:42). "Maka, inilah apa yang diinginkan Amon, karena dia tahu bahwa Raja Lamoni berada di bawah kekuatan Allah; dia tahu bahwa tabir gelap ketidakpercayaan sedang dibuang dari pikirannya, dan cahaya yang menerangi pikirannya, yaitu cahaya kemuliaan Allah . . . ya, cahaya ini telah mencurahkan kesukaan yang sedemikian rupa ke dalam jiwanya" (Alma 19:6).

Hanya kemuliaan Allah dan terang hidup yang kekal membawa sukacita yang cukup dalam untuk benar-benar menyelimuti seseorang dan untuk menyingkapkan "tabir ketidakpercayaan."

Di dalam tulisan suci, dan juga di dalam tulisan-tulisan umat Kristen yang bijak sepanjang abad, kita menemukan teladan tentang bagaimana pesan Kristus akan terang dan keselamatan dapat secara rohani dan jasmani mendukung kita. Sebagai seorang imam muda yang mengadakan perjalanan ke Italia tahun 1833, pria berkebangsaan Inggris John Henry Newman menghadapi kegelapan emosi dan jasmani ketika penyakit menyerangnya di sana selama beberapa minggu. Dia menjadi sangat putus asa, dan seorang juru rawat yang melihat air matanya bertanya apa yang menyebabkan dia bersedih. Yang dapat dia jawab hanyalah bahwa dia yakin Allah telah bekerja baginya untuk bertugas di Inggris. Rindu untuk pulang ke kampung halamannya, dia akhirnya mendapatkan tempat di sebuah kapal kecil.

Tidak lama setelah kapalnya berlayar, kabut tebal muncul dan menutupi tebing-tebing yang ada disekelilingnya. Terjebak selama seminggu dalam kapal yang lembab, gelap, kapal itu tidak dapat melanjutkan perjalanan untuk terus melaju maupun mundur kembali, Newman memohon bantuan Juruselamat ketika dia menulis syair yang kini kita kenal sebagai nyanyian rohani "Pimpin Ya T'rang."

Pimpin, ya T'rang, di jalan g'lap itu
Pimpin aku; . . .
Malamlah g'lap dan jauhlah rumahku; . . .
Pimpin aku; . . .
P'liharakanlah kakiku itu,
Satu langkah cukuplah bagiku.
(Nyanyian Rohani,
no. 35)
 
Nyanyian rohani ini mengungkapkan sebuah ajaran yang kita tahu adalah benar: walaupun cobaan mungkin memadamkan sumber terang lainnya, Kristus akan menerangi jalan kita, "p'liharalah kakiku," dan tunjukkanlah kepada kami jalan pulang. Karena seperti yang Juruselamat telah nyatakan dan janjikan, "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, dia tidak akan berjalan dalam kegelapan" (Yohanes 8:12).

Kita semua dapat menemukan diri kita berurusan dengan perasaan dan tempat-tempat yang gelap dari waktu ke waktu. Kita mungkin saja tersesat ke tempat-tempat rohani yang gelap saat kita membuat pilihan yang salah, membiarkan pengaruh-pengaruh berbahaya masuk ke dalam kehidupan kita, dan menjauh dari terang injil untuk berada dalam dekapan dunia untuk sesaat. Hal itu mungkin tampak tidak berbahaya pada mulanya--hanya sedikit menjajaki, itu saja. Sebelum kita menyadarinya, kita dapat terpisah dari terang dan ditinggalkan sendirian dalam kegelapan. Mengapa kita tetap berada di dalam kegelapan bila terang penyelamat menanti kita? Marilah kita nikmati kehangatan dan sinar cahaya terang yang disediakan oleh injil Yesus Kristus, yang terdapat di Gereja yang menyandang nama-Nya--yaitu Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir. Biarlah terang Juruselamat yang murah hati menuntun kita selangkah setiap waktu. Biarlah perjanjian-perjanjian dan perintah-perintah menyelamatkan kita ketika kita mengikuti jalan injil yang menuju ke rumah surgawi kita.

Ingatlah si kecil Josh Dennis Sebelas tahun telah berlalu, dan dia sekarang adalah Elder Dennis yang melayani misi di suatu tempat yang jauh dari pertambangan yang gelap yang membuatnya tertawan. Kini Elder Dennis menemukan jalan panjang yang lurus dan sempit, jalan yang asing baginya di Honduras di mana dia melayani orang-orang di sana, membawakan pesan akan pengharapan, keselamatan, serta terang kepada mereka. Apa yang dia ajarkan setiap hari adalah bertentangan dengan yang dialaminya semasa kecil ketika tersesat di pertambangan: bahwa di tengah-tengah lingkup yang suram, di tengah- tengah lingkup yang mungkin paling gelap, adalah mungkin untuk merasakan harapan, kedamaian, serta penghiburan--semuanya disebabkan oleh terang yang lebih kuat yang melebihi kegelapan mana pun, yaitu terang Yesus Kristus.

Saya tahu dari pengalaman saya sendiri, sepasti Josh tahu dari pengalamannya, tentang kenyataan terang yang menakjubkan itu--Juruselamat kita. Semoga kita sekalian merasakan terang-Nya dan hidup sehingga terang itu menyinari jalan kita dan menuntun kita ke rumah surgawi kita, dalam nama Yesus Kristus, amin.

 
© 2009 Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved.   Rights and use information.  Privacy policy