Mary Ellen Smoot
Presiden Umum Lembaga Pertolongan
"Kita tidak memerlukan program yang baru untuk mendorong kita--kita hanya perlu menggabungkan keinginan untuk membagikan injil dan menjangkau para anggota baru dan mereka yang tidak aktif."
Para sister terkasih, perkenankan saya mengawali dengan menyatakan kepada Anda betapa saya sangat mengasihi Anda. Saya merasa amat bersyukur menjadi bagian di dalam persaudaraan antar sister yang hebat ini, yang disebut Presiden Gordon B. Hinckley sebagai keluarga para sister yang mendunia. Kita adalah bersaudara, dan saya tak henti-hentinya terilhami melalui iman Anda, kebaikan Anda, dan keinginan Anda untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki untuk Anda lakukan. Terima kasih untuk pelayanan Anda, untuk teladan Anda, dan untuk benar-benar menjadi kaum wanita yang penuh iman, kebajikan, visi, dan kasih amal. Ke mana pun saya pergi, saya melihat buah-buah Lembaga Pertolongan telah diperlihatkan di dalam kehidupan para sister Gereja. Kita masing-masing adalah alat di dalam tangan Allah.
Baru-baru ini saya berjumpa dengan seorang sister di Oregon yang di bawa kembali mengikuti kegiatan karena pemeliharaan pengajar berkunjung. Sungguh pengajar berkunjung ini pastilah merasakan seperti yang dirasakan Amon dan saudara-saudaranya ketika mereka bergirang hati karena telah menjadi "alat di dalam tangan Allah" (Alma 26:3) dalam membawa pengetahuan tentang Kristus kepada bangsa Laman yang telah menjadi "orang asing bagi Allah" (Alma 26:9). Karena "nilai jiwa adalah sangat berharga pada pandangan Allah" (A&P 18:10).
Di lebih dari 165 negara di dunia, kaum wanita kita menjadi alat di dalam tangan Allah. Saya memikirkan sebuah lingkungan di Brasilia yang telah mendapatkan anggota-anggota baru setiap minggu. Kaum wanita di Lembaga Pertolongan itu memutuskan untuk menetapkan sebuah gol untuk tidak membiarkan satu minggu pun berlalu tanpa setiap anggota baru wanita yang baru dibaptiskan menerima sebuah kunjungan di rumahnya dan salinan Keluarga: Pernyataan Kepada Dunia dan Pernyataan Lembaga Pertolongan. Sejauh ini mereka tidak kehilangan satu pun wanita yang tidak aktif.
Saya kagum kepada presiden Lembaga Pertolongan lingkungan yang diilhami di Korea yang memutuskan untuk mengunjungi setiap wanita yang tidak aktif di ling- kungannya. Sampai hari ini dia telah mengunjungi para sister, dan semuanya kecuali tiga orang sister telah kembali ke gereja.
Kaum wanita seperti itu merupakan saksi hidup bagi pernyataan Presiden Hinckley bahwa "tidak ada pemanggilan di dalam gereja ini yang . . . memiliki konsekuensi kecil. Kita semua dalam pengejaran akan tugas kita untuk menyentuh kehidupan orang lain . . . Apa pun pemanggilan Anda, pemanggilan itu sama pentingnya dengan jenis kesempatan untuk menyelesaikan hal-hal yang baik sebagaimana pemanggilan saya. Pekerjaan kita adalah melanjutkan berbuat kebaikan seperti yang dilakukan [Tuhan]" ("This Is the Work of the Master," Ensign, Mei 1995, 71).
Sungguh, kita masing-masing dapat menjadi alat di dalam tangan Allah. Untungnya, kita tidak perlu semuanya menjadi alat yang sama. Sama seperti alat-alat di dalam sebuah orkestra berbeda dalam ukuran, bentuk, dan bunyinya, kita juga berbeda satu sama lain. Kita memiliki bakat dan kecenderungan yang berbeda, tetapi sama seperti terompet Prancis tidak dapat meniru bunyi seruling, demikian juga hal itu berguna atau patut kita inginkan untuk melayani Tuhan dengan cara yang sama. Sister Eliza R. Snow mengatakan bahwa "tidak ada seorang wanita pun yang sedemikian tersisih dan lingkup pengaruhnya yang sedemikian sempit tetapi dia dapat melakukan pekerjaan besar untuk menegakkan Kerajaan Allah di atas bumi" (Woman's Exponent, 15 Sept. 1873, 62; penekanan ditambahkan). Oleh karena itu, hak istimewa dan tanggung jawab kita sebagai para putri Allah dan sebagai kaum wanita Lembaga Pertolongan, adalah menjadi alat paling efektif semampu kita.
Lembaga Pertolongan dapat membantu kita. Nabi Joseph menjadikannya jelas bahwa tujuan organisasi ilahi yang diilhami ini bukan hanya menolong "yang miskin, tetapi menyelamatkan jiwa-jiwa" (History of the Church, 5:25). Sejak semula Lembaga Pertolongan telah melakukan hal-hal baik yang tak terhitung jumlahnya. Lembaga Pertolongan menyediakan sejumlah gandum pertamanya yang menjangkau para korban yang selamat dari gempa bumi di San Francisco tahun 1906 dan kemudian menyediakan gandum bagi pemerintah Amerika Serikat selama Perang Dunia I dan II. Tahun lalu kaum wanita kita menyumbangkan lebih dari 140.000 selimut untuk membantu mereka yang kesusahan. Kita telah mempertahankan peran keibuan dan keluarga, memerangi buta huruf, dan memberikan jam-jam pelayanan yang tak terbatas di seluruh dunia. Tetapi pernyataan saya kepada Anda malam ini adalah bahwa pekerjaan kita yang paling mendesak yang terbentang di depan ketika kita bergabung bersama para pemimpin imamat kita untuk menolong memajukan kerajaan Allah.
Sister sekalian, kita dibutuhkan di sini--oleh Tuhan, oleh para pemimpin imamat kita, oleh keluarga kita, dan oleh satu sama lain. Tuhan membutuhkan kita untuk menerima pemanggilan kita dan memenuhi maksud daripada penciptaan kita. Dia membutuhkan kita untuk menjadikan Lembaga Pertolongan bagian penting dalam rumah tangga kita, dan mencari cara- cara dalam melayani sesama di dalam nama organisasi-Nya bagi kaum wanita, dan untuk bekerja bersama sebagai para sister dalam membantu kerajaan injil maju terus. Sungguh, Lembaga Pertolongan akan membantu setiap dari kita melayani keluarga-keluarga kita dan satu sama lain dalam cara-cara yang klub-klub atau organisasi lainnya tidak dapat lakukan.
Presiden Spencer W. Kimball mengatakan: "Di dunia sebelum kita datang ke sini, kaum wanita yang setia diberi tugas-tugas khusus. . . . Sementara kita sekarang tidak ingat rinciannya, ini tidak mengubah kenyataan tentang apa yang pernah kita sepakati. [Kita] bertanggung jawab atas hal-hal yang sudah sejak dahulu diharapkan dari kita" ("The Role of Righteous Women," Ensign, Nov. 1979, 102).
Jadi bagaimana kita melakukannya? Di tengah-tengah tekanan kehidupan, bagaimana kita menjadi alat yang paling efektif semampu kita di dalam tangan Tuhan? Ada hal besar mengenai ini bahwa kita dapat belajar dari Putra Mosia dan dari Pernyataan Lembaga Pertolongan.
Nomor 1. Pertobatan kita sendiri haruslah yang utama. Pertobatan yang paling penting bagi siapa pun dari kita adalah pertobatan kita sendiri. Jika kita mau membawa terang injil ke dalam kehidupan orang lain, terang itu harus bersinar terang di dalam kehidupan kita sendiri. Pertama kali dipertobatkan, Putra Mosia bekerja tanpa lelah untuk membagikan injil dengan orang lain, "karena mereka tidak dapat membiarkan bahwa setiap jiwa manusia akan binasa" (Mosia 28:3). Hanya ketika kita dipertobatkan kepada Tuhan Yesus Kristus kita berada dalam posisi untuk memperkuat orang lain. Dan sejak itulah kita mulai memahami bahwa kehidupan kita sesungguhnya memiliki arti, tujuan, dan arah, serta bahwa sebagai kaum wanita yang dipersatukan dalam pengabdian kita kepada Yesus Kristus pemanggilan kita adalah menjadi terang bagi dunia.
Nomor 2. Seperti Putra Mosia, kita harus menjadi "kuat dalam pengetahuan akan pengetahuan" (Alma 17:2). Kaum lelaki ini terus menerus mempelajari injil. Melalui puasa dan doa serta membenamkan diri mereka di dalam tulisan suci, mereka tahu bahwa Yesus adalah Kristus, dan mereka belajar untuk mendengarkan suara-Nya.
Demikian juga, sebagai kaum wanita Lembaga Pertolongan kita hendaknya berusaha meningkatkan kesaksian kita tentang Yesus Kristus melalui doa dan pembelajaran tulisan suci, serta untuk mencari kekuatan rohani melalui mengikuti bisikan Roh Kudus.
Agaknya tidak mungkin menjadi alat yang efektif dalam keluarga kita sendiri, dengan para tetangga kita, atau bahkan dari mimbar-mimbar kecuali kita mendengarkan bisikan Roh Kudus. Amon mampu membaca pikiran raja bangsa Laman karena dia hidup dekat dengan Tuhan (lihat Alma 18:16).
Kemampuan kita untuk mendengarkan bisikan Roh bergantung pada kesediaan kita untuk mematuhi perintah- perintah, karena "ketika kita menerima berkat apa pun dari Allah, itu dikarenakan ketaatan terhadap hukum ke atas mana hal itu ditautkan" (A&P 130:21). Jika kita ingin mengalami sukacita yang tak terkatakan akan injil yang hidup, dan merasakan belas kasih Kurban Tebusan Kristus, kepatuhan terhadap semua hukum, dan bukan hanya beberapa pilihan, perintah-perintah Allah itulah satu-satunya cara.
Apakah kita telah menerima berkat-berkat yang tak terhitung banyaknya dari mengadakan malam keluarga setiap minggu dan pembelajaran tulisan suci serta doa setiap hari? Apakah kita memahami berkat-berkat selanjutnya dari mematuhi perjanjian kita dan mengisi pikiran kita hanya dengan hal-hal yang "bajik, indah, atau patut dipuji?" (Pasal-pasal Kepercayaan 1:13). Ketika kepatuhan menjadi suatu pencarian, hal itu tidak lagi menjadi hambatan.
Lembaga Pertolongan dapat membantu kita patuh melalui hukum ilahi dan menjadi lebih dekat dengan Allah. Bayangkan kebaikan-kebaikan yang akan memenuhi bumi di bawah pengarahan keimamatan, lingkaran kaum wanita yang hidup benar bersatu untuk mewujudkan tujuan-tujuan baik! Apabila kita bersatu untuk saling melayani dan semua anak Bapa, kita dapat menjadi alat di dalam tangan Allah, bukan saja untuk meringankan penderitaan jasmani, tetapi yang lebih penting untuk menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan secara rohani.
Nomor 3. Pelayanan adalah kunci untuk menjadi alat yang efektif. Putra Mosia memilih untuk melayani bangsa Laman daripada menduduki kepemimpinan dalam kerajaan ayah mereka. Dan, dalam banyak hal, pelayanan mereka melembutkan hati bangsa Laman dan membuat mereka mudah menerima injil. Ketika para pelayan Lamoni sibuk menceritakan perbuatan Amon menghadapi para perampok, Amon sendiri berada di kandang memberi makan kuda-kudanya dan melayani raja (lihat Alma 18:910).
Kita, juga, senang dalam pelayanan. Pelayanan melembutkan dan membuka hati karena itulah sesungguhnya injil dalam tindakan. Saya tahu sebuah lingkungan di Arizona dimana tiga keluarga baru-baru ini menjadi simpatisan Gereja, semuanya itu sebagai akibat langsung dari pelayanan belas kasih yang diberikan oleh Lembaga Pertolongan.
Lembaga Pertolongan memberi kita banyak kesempatan untuk me- ngembangkan dan menjalankan kasih murni Kristus dalam semua segi kehidupan kita. Misalnya, pertemuan pemerkayaan rumah tangga, keluarga, dan pribadi menyediakan lingkup yang ideal untuk belajar dan melayani bersama. Pelayanan adalah injil Yesus Kristus dalam tindakan, karena pelayanan memberkati baik si pemberi maupun si penerima. Maukah Anda mencari cara-cara untuk mengarahkan pelayanan Anda melalui organisasi Lembaga Pertolongan, dengan menyadari bahwa pelayanan merupakan salah satu cara paling efektif kita dapat memberkati orang lain secara jasmani dan rohani?
Nomor 4. Kasih harus memotivasi semua yang kita lakukan. Sebagai kaum wanita dari Lembaga Pertolongan, kita mengasihi Tuhan, kita mengasihi keluarga kita, kita me- ngasihi kehidupan dan pembelajaran, dan kita mengasihi satu sama lain. Ayah Lamoni, yang adalah raja bangsa Laman, dilembutkan hatinya ketika dia melihat betapa tulusnya Amon mengasihi putranya. Akhirnya kasih Amon menuntun pada pertobatan keluarga Lamoni (lihat Alma 20:2627). Sesungguhnya, keprihatinan terbesar dan utama kita dalam hal pertobatan, pemeliharaan, dan pengaktifan kembali haruslah tertuju pada keluarga kita sendiri.
Sekali lagi, Lembaga Pertolongan dapat membantu. Sister Elsa Bluhm, dengannya Dia berasal, senantiasa mengetahui injil adalah benar. Dia mengasihi Tuhan. Dia berjumpa dengan seorang pria yang baik dari Jerman yang bukan anggota Gereja. Suaminya tidak pernah diajar untuk berdoa. Ketika Elsa berlutut di sisi tempat tidurnya setiap malam, dia akan memegang tangan suaminya dan berdoa. Setelah beberapa tahun dia bergabung dengan Gereja, mereka dimeteraikan di dalam bait suci. Sebelum dia meninggal dunia, Brother Bluhm menjadi alat di dalam tangan Allah melalui menyelidiki leluhurnya.
Akhir yang membahagiakan ini bermula dari kasih dan teladan baik yang terus menerus dari seorang wanita. Elsa mengundang Roh ke dalam rumah tangga mereka dan menikah melalui mengasihi dia, dan melalui mengasihi Tuhan. Dia setia dan penuh iman, bahkan di saat-saat dia merasa kesepian. Dia adalah alat di dalam tangan Allah di dalam rumah tangganya sendiri.
Bagi kita masing-masing, teladan-teladan kita yang baik mungkin terlihat kecil, tetapi melalui pengaruhnya teladan itu sungguh luar biasa. Kepada orang-orang di lingkungan Anda, "jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu" (1 Timotius 4:12). Biarkan orang lain merasakan damai dan sukacita yang dibawa injil yang hidup. Undanglah teman-teman Anda yang tidak seiman dengan kita atau para anggota yang kurang aktif dalam malam keluarga. Bawalah mereka ke Gereja dan berikan teladan kekhidmatan kepada mereka. Biarkan mereka melihat bahwa Anda menghindari tayangan-tayangan bioskop atau televisi ataupun situs Internet yang akan menyingkirkan Roh dan oleh karenanya menjadikan alat yang kurang efektif.
Presiden Hinckley berulang kali meminta kita untuk menjadi para misionari yang lebih baik, dan Penatua M. Russell Ballard dari Kuorum Dua Belas Rasul telah menunjukkan bahwa jika program misionari Gereja adalah melaksanakan semua misinya, kita sebagai kaum wanita harus bergabung dalam usaha ini.
Kita tidak memerlukan program baru untuk mendorong kita-- kita hanya perlu menggabungkan keinginan untuk membagikan injil dan menjangkau mereka yang tidak aktif dalam program-program kita yang ada. Apakah kita melayani sebagai pengajar berkunjung ataupun merencanakan pertemuan pemerkayaan rumah tangga, keluarga dan pribadi atau mengajar anak-anak di Pratama ataupun memimpin remaja, kita dapat menemukan cara-cara untuk menjangkau mereka yang imannya rapuh atau mereka yang belum menemukan kebenaran. Kita dapat menjadi alat di dalam membantu mengumpulkan domba-domba Tuhan kembali ke kandangnya.
Saya tahu kita mampu mela- kukannya. Kita telah membawa kehangatan kepada beribu-ribu orang di seluruh dunia dengan selimut buatan tangan kita. Kita telah memperlihatkan kesediaan kita untuk melayani dan memberi serta me- ngasihi. Kini, marilah kita menemukan cara-cara untuk memberikan hadiah injil kepada mereka yang memerlukan kehangatan rohani.
Ketika Anda pulang ke rumah malam ini, maukah Anda meluangkan waktu sejenak untuk menulis kesan-kesan yang muncul di dalam hati Anda malam ini? Maukah Anda memikirkan cara-cara tertentu Anda dapat menjadi alat di dalam tangan Allah? Maukah Anda merenungkan berkat-berkat yang menanti kepatuhan Anda di dalam kehidupan ini dan selama kekekalan? Dan maukah Anda memasukkan nama Anda di dalam ayat suci dari tulisan suci ini dan mengetahui dengan segenap jiwa Anda bahwa Allah mengasihi Anda:? "Teruslah berkhotbah untuk Sion, dengan jiwa yang lemah lembut, mengakui Aku di hadapan dunia, dan Aku akan membawa [kamu] naik seperti di atas sayap elang; dan [kamu] akan memperoleh kemuliaan dan kehormatan bagi [dirimu] sendiri dan demi nama-Ku" (A&P 124:18). Saya tahu injil benar. Saya tahu bahwa ini adalah pekerjaan Tuhan. Saya tahu bahwa Yesus adalah Kristus dan kita memiliki seorang nabi yang benar di bumi dewasa ini. Mengenai semua hal ini saya dengan rendah hati memberikan kesaksian, dalam nama Tuhan dan Juruselamat kami, Yesus Kristus, amin.