Elaine S. Dalton, “Sion adalah yang Murni Hatinya”
Api Unggun CES untuk Dewasa Muda • 13 September 2009 • Universitas Brigham Young
Adalah kesempatan istimewa berada bersama Anda malam ini. Saya berterima kasih kepada peserta paduan suara untuk musik yang indah itu. Terima kasih atas roh yang Anda bawa. Terima kasih atas doa yang indah. Saya senang dan merasa rendah hati berada di sini, dan berdoa agar malam ini Anda masing-masing akan mengetahui betapa Tuhan mengasihi Anda. Saya ingin Anda mengetahui betapa saya mengasihi Anda.
Saya senang bahwa suami saya, Steve, serta anggota keluarga saya juga hadir. Saya mencintai suami saya. Dia dan saya kuliah di Universitas Brigham Young dan di sinilah kami membuat keputusan untuk menikah. Saya pikir adalah menarik bahwa saya berdiri di hadapan Anda pada hari ulang tahun pernikahan kami. Selamat, sayang! Tahukah Anda, kami telah menikah sepanjang waktu yang dibutuhkan untuk membangun Bait Suci Salt Lake! Atau selama anak-anak Israel berkelana di padang belantara! Dan yang dapat kami tunjukkan untuk membuktikannya, duduk di baris depan. Anak-anak kami adalah harta kami. Saya mengasihi mereka. Saya senang menjadi ibu mereka. Saya telah menyaksikan mereka tumbuh dalam Injil dan diajar dari mimbar-mimbar Gereja. Dan saya bersyukur mereka telah memilih untuk mengindahkan nasihat para nabi, pelihat dan pewahyu.
Saya telah menyaksikan remaja Gereja tumbuh dalam Injil. Saya memiliki hubungan yang unik dan istimewa dengan para remaja putri karena tahun-tahun pelayanan saya sebagai anggota Presidensi Umum Remaja Putri. Pada dasarnya kami telah melalui tahun-tahun Remaja Putri bersama-sama. Kami telah memperoleh medali Remaja Putri kami bersama-sama. Kami telah berdiri setiap minggu dan mengulangi kata-kata dalam tema Remaja Putri bersama-sama: “Kami adalah putri …. Kami akan ’berdiri’ .… Kami percaya … , kami akan siap.”1 Saya berpikir mengenai Anda sebagai remaja putri saya. Dan saya telah melihat banyak dari Anda, para remaja putra, saat Anda menerima dan maju dalam keimamatan; menghormati perjanjian dan kuasa imamat Anda, serta mempersiapkan diri dan melayani misi di seluruh dunia. Saya telah bertemu banyak dari Anda di ladang misi. Anda adalah pahlawan saya! Anda menakjubkan dalam kekuatan dan keberanian serta hasrat Anda bagi kesalehan.
Tuhan Akan Menolong Anda Membuat Keputusan yang Penting
Anda masing-masing telah memulai perjalanan sebagai Orang Suci Zaman Akhir, dan Anda berada pada masa yang paling kritis dalam kehidupan. Inilah waktunya bagi Anda untuk membentuk kebiasaan kekal dan membuat keputusan yang langgeng. Anda adalah masa depan Gereja serta negara di mana Anda tinggal. Anda telah dicadangkan “justru untuk saat yang seperti ini” (Ester 4:14). Anda akan dihadapkan dengan kesempatan yang jauh melampaui pengharapan terbesar Anda, dan Anda akan diberkati, seperti saya, dengan “momen penting” yang akan memengaruhi serta memiliki dampak pada “dekade keputusan” ini.
Di sinilah, pada sebuah kebaktian BYU, semuanya berawal bagi saya. Saya telah berkencan dengan seorang pemuda. Pada suatu malam dia mulai berbicara tentang pernikahan, dan dia sangat bersikeras! Saya tidak tidur nyenyak malam itu karena apa yang dikatakannya, dan saya tahu saya harus membuat keputusan. Saya berdoa agar Tuhan membantu saya mengetahui apa yang harus saya lakukan, tetapi saya tidak menerima jawaban langsung. Keesokan harinya kami menghadiri kebaktian bersama. Sementara duduk di kebaktian itu, saya mendengar dengan takjub ketika pembicara, Penatua A. Theodore Tuttle, berdiri dan mulai berbicara mengenai proses membuat keputusan penting. Seolah-olah dia berbicara langsung kepada saya. Dia mengetahui isi hati saya dan ucapannya meresap jauh ke dalam jiwa saya. Dia membeberkan proses pembuatan keputusan dengan merujuk pada Ajaran dan Perjanjian bagian 9. Semua tampaknya mengenal bagian tulisan suci ini, kecuali saya. Anda pun mengetahui apa yang dikatakannya, tetapi bagi saya, hari itu, itu merupakan wahyu murni serta menyediakan pola bagi saya untuk menerima jawaban atas doa-doa saya. Dia membaca:
“Lihatlah, engkau belum mengerti, engkau telah menyangka bahwa Aku akan mengaruniakannya kepadamu sewaktu engkau tidak memikirkan lain kecuali untuk memintanya dari-Ku.
Tetapi lihatlah, Aku berfirman kepadamu, bahwa engkau harus mempelajarinya dalam akalmu, kemudian engkau harus menanyakan kepada-Ku apakah hal itu benar, dan jika benar, Aku akan menyebabkan dadamu terasa membara di dalam; karena itu, engkau akan merasakan bahwa hal itu adalah benar.
Tetapi jika hal itu tidak benar, engkau tidak akan mendapat perasaan semacam itu, tetapi engkau akan mendapat suatu pikiran yang terbius yang akan menyebabkan engkau melupakan hal yang tidak benar” (A&P 9:7–9).
Meski bagian ini awalnya ditujukan kepada Oliver Cowdery, pada saat itu, itu menjadi sangat pribadi bagi saya dan jawaban langsung atas pertanyaan yang saya ajukan malam sebelumnya dalam doa. Penatua Tuttle juga membeberkan proses mendaftarkan yang positif dan negatifnya, membuat keputusan awal, dan kemudian membawa keputusan itu kembali kepada Tuhan dalam doa.2
Saya tahu saya harus bertindak! Saya tidak bisa terus melakukan apa yang saya lakukan. Saya harus memutuskan untuk memutuskan. Saya mengetahui hal itu dan saya tahu Allah tahu saya mengetahuinya. Setelah membuat keptusan awal untuk maju, saya tidak bisa mengatakan jawaban saya datang sebagai rasa membara dalam dada saya. Tetapi itu terasa benar dan nyaman dan baik. Saya tidak lagi bingung atau risau. Saya merasa damai. Saya mengetahui apa yang harus saya lakukan, dan saya senang. Maka, saya maju dan pemuda yang bersikeras itu ada bersama saya malam ini. Saya bersyukur akan kebaikannya, dorongannya, dan kesabarannya.
Apakah selalu mudah setelah jawaban itu datang? Tidak. Suami saya berkata, sampai hari ini, bahwa dia dapat memperlihatkan kepada Anda jejak hak sepatu di semen di luar pintu Bait Suci Salt Lake dimana saya menjadi sedikit takut dan perlu menunggu. Namun inilah yang saya pelajari: Saat Anda beriman melalui doa, Tuhan akan membantu Anda membuat keputusan penting di momen penting. Dia akan mendengar dan menjawab doa-doa Anda melalui bisikan Roh Kudus. Anda tidak akan ditinggalkan sendirian. Anda telah diberi berkat agar dapat menerima bimbingan Roh Kudus. Dalam Ajaran dan Perjanjian bagian 8, Tuhan menjanjikan kita masing-masing “Aku … akan menceritakan kepadamu dalam akalmu dan dalam hatimu” (A&P 8:2). Itulah yang terjadi kepada saya, dan itu akan terjadi kepada Anda masing-masing.
Saya memberikan kesaksian bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doa-doa kita serta bahwa Dia akan menuntun dan mengarahkan kita sewaktu kita berusaha melakukan kehendak-Nya dan menaati perintah-Nya. Inilah proses untuk menerima wahyu pribadi. Maka, saya berdoa malam ini agar Roh Tuhan akan menyertai Anda sewaktu Anda mendengarkan pesan yang saya siapkan—agar itu jelas adanya. Saya berdoa agar pesan ini akan berakar dalam hati Anda dan menjadi sangat pribadi bagi Anda. Saya berdoa agar Roh Kudus akan mengesankan kepada Anda pentingnya pesan yang sederhana ini agar Anda dapat menyertakannya dalam keputusan penting yang akan Anda buat di momen-momen penting kehidupan Anda.
Memimpin Dunia dalam Pergerakan Kembali pada Kebajikan
Pesan yang saya bawakan malam ini merupakan seruan nyaring bagi Anda, kaum muda generasi terpilih ini, untuk memimpin dunia dalam pergerakan kembali pada kebajikan. Apakah kebajikan itu? Mengapa itu penting? Bagaimana kita masing-masing dapat bergabung bersama dalam perkara yang mulia dan kudus ini?
Perkenankanlah saya memulai dengan cerita sederhana gadis pionir bernama Agnes Caldwell. Agnes mengisahkan pengalamannya di Rombongan Kereta Tangan Willie pada tahun 1856. Waktu itu, dia baru berusia sembilan tahun. Tuturnya, “Meski masih muda usia, saya dapat menutup mata saya dan melihat semuanya dalam ketepatan panorama di hadapan saya—berjalan, berjalan tanpa henti, selamanya tertanam dalam memori saya. Sering kali saya menjadi begitu lelah dan sebagai kanak-kanak, bergelantungan di kereta, hanya untuk didorong menjauh dengan lembut. Kemudian saya akan melemparkan diri saya ke sisi jalan dan menangis. Lalu menyadari mereka semua melewati saya, saya akan lompat, berdiri, dan berlari kencang untuk mengejar.”
Dia melanjutkan, membagikan: “Tepat sebelum kami melintasi pegunungan, kereta wagon bantuan menemui kami, dan itu benar-benar merupakan bantuan. Yang lemah dan tua diperkenankan naik, mereka yang masih mampu terus bejalan. Ketika kereta wagon mulai berjalan, beberapa dari kami, anak-anak, memutuskan untuk melihat seberapa lama kami dapat berjalan dekat kereta, dengan harapan diajak ikut. Setidaknya itulah harapan besar saya. Satu demi satu mereka gugur, sampai tinggal saya sendiri, begitu kerasnya keinginan hati saya untuk bisa menumpang. Setelah berlari paling lama yang pernah saya lakukan sebelum atau sesudahnya, saisnya … memanggil saya, ‘Hai, gadis kecil, mau ikut?’ Saya menjawab sesantun mungkin, ‘Iya pak.’ Mendengar ini dia meraih tangan saya, memberi tanda kepada kuda-kudanya untuk membuat saya berlari, dengan kaki yang rasanya tak sanggup berlari lebih jauh lagi. Begitulah kami melanjutkan, rasanya seperti bermil-mil bagi saya. Yang terpikir oleh saya waktu itu adalah bahwa dia adalah pria terkeji yang pernah hidup .… Ketika nyaris tiba di titik ujung kekuatan, dia berhenti. Mengambil selimut, dia membungkus saya dan membaringkan saya di dasar kereta, hangat dan nyaman. Di sini saya memiliki kesempatan mengubah pikiran, yang memang saya lakukan, mengetahui persis bahwa dengan melakukan itu dia menyelamatkan saya dari kebekuan ketika dibawa ke dalam kereta.”3
“Agnes Caldwell dan keluarganya tiba dengan selamat di Lembah Great Salt Lake tanggal 9 November 1856. Mereka menetap di Kota Brigham, Utah, tempat Agnes bertemu dan menikah dengan Chester Southworth. Mereka menjadi orang tua dari tiga belas anak [dan] membantu membangun permukiman OSZA di Cardston, Alberta, Canada.”4 Jika sais kereta itu mengambil Agnes ke dalam kereta tanpa membuatnya berlari terlebih dahulu, dia tentunya akan meninggal karena kedinginan. Dan jika Agnes memilih untuk menyerah dan berhenti berlari, kisahnya akan berakhir dengan sangat berbeda. Namun, bagi Agnes ini menjadi momen penting, dan meski keputusan untuk berlari sepertinya tidak masuk akal pada waktu itu, dia berlari juga. Dia berlari menuju Sion—mengikuti jejak kaki Nabi Brigham Young serta mengindahkan suara Tuhan, yang memfirmankan, “Suruhlah mereka bangun dan berdiri dan datang serta tidak menunggu, karena Aku, Tuhan, memerintahkannya” (A&P 117:2).
Itu menjadi pelarian terpenting dalam hidupnya! Itu sulit dan dia menentangnya. Tetapi dengan berlari, dia dapat membuat cukup kehangatan tubuh untuk menghangatkannya selama menumpang dalam kereta tersebut. Anda masing-masing berada dalam perjalanan menuju Sion, dan, seperti Agnes, apa yang telah Tuhan firmankan berlaku, “Bangun dan berdiri … datang serta [jangan] menunggu” (A&P 117:2), karena Sion bukanlah sekadar tempat—Sion adalah “yang murni hatinya” (A&P 97:21). Dan kemurnian hati harus menjadi gol Anda untuk mencapai tujuan akhir itu! Belum pernah ada generasi yang persis seperti generasi Anda. Anda lebih siap dan lebih diperlengkapi. Anda memiliki apa yang dibutuhkan dan sekaranglah waktunya untuk pelarian terpenting dalam hidup Anda—pelarian Anda menuju Sion!
Presiden Thomas S. Monson dan mereka yang sebelumnya telah memperlihatkan kepada kita jalannya. Jalannya ditandai dengan jelas, dan kecepatannya teratur serta kuat. Anda, seperti Agnes, diminta untuk melintasi dataran. Anda mungkin tidak perlu meninggalkan semua harta milik duniawi Anda, tetapi perjalanan ke Sion menuntut Anda untuk meninggalkan semua dosa Anda agar Anda boleh mengenal Dia—Kristus yang sejati dan hidup. Anda mungkin diminta untuk berlari sampai kehabisan tenaga, tetapi dengan melakukannya, kehangatan kasih Tuhan akan melindungi Anda untuk pekerjaan besar yang masih akan datang.
Apa yang diminta untuk Anda lakukan adalah yang sama yang Tuhan minta ketika Dia menamai Gereja-Nya, Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir. Dalam Ajaran dan Perjanjian 115 kita membaca, “Bangkit dan biarlah terangmu bersinar terus, agar cahayamu dapat menjadi panji bagi bangsa-bangsa” (ayat 5). Agnes Caldwell kecil berlari menuju Sion, dan dengan melakukannya, dia dan semua orang seperti dia, menegakkan panji bagi bangsa-bangsa dan bagi generasi ini. Perjalanannya ke Sion berhubugan langsung dengan iman dan kesaksiannya. Itu berhubungan langsung dengan Joseph Smith dan Moroni dan Oliver Cowdery serta Nefi dan Musa dan Yosua bahkan Thomas S. Monson. Dan itu berhubungan langsung dengan Anda dan saya. Agnes berlari ke Sion karena dia memiliki kesaksian. Ibunya mengetahui Injil benar dan mengajarkannya kepada putrinya. Mereka mengurbankan semua milik mereka untuk datang ke Sion dan di sana membangun bait suci bagi Allah kita. Mereka mengetahui bahwa Joseph Smith adalah Nabi Allah dan bahwa Kitab Mormon benar. Mereka tahu bahwa berkat yang dianugerahkan di bait suci yang kudus perlu agar rencana dapat diselesaikan. Dan mereka mengetahui, seperti yang berulang kali Moroni ajarkan kepada Joseph Smith, bahwa “jika … ini tidak demikian, seluruh bumi akan dimusnahkan sama sekali” (Joseph Smith 2:39).
Sion ketika itu, dan sekarang, adalah tujuannya. Itulah alasan dari pemulihan Injil Yesus Kristus. Dan sekaranglah waktunya, seperti desakan Moroni, untuk [menjadi] “setialah dalam Kristus” (Moroni 9:25) dan untuk “memegang teguh setiap karunia yang baik dan janganlah menyentuh karunia yang jahat atau barang yang tidak bersih” (Moroni 10:30). Sekaranglah waktunya untuk “bangun dan bangkitlah dari debu … supaya perjanjian-perjanjian Bapa yang Kekal yang telah dibuat-Nya denganmu, hai kaum keturunan Israel, dapat digenapi” (Moroni 10:31). Sekaranglah saatnya untuk kembali pada kebajikan!
Pergerakan Kembali pada Kebajikan Adalah Pergerakan Kembali pada Kemurnian
Kebajikan berarti kemurnian. Itu dimulai dalam hati dan pikiran. “Ini merupakan suatu pola pemikiran dan perilaku yang didasarkan pada standar moral yang tinggi.”5 Pada inti kebajikan terdapat kemurnian akhlak—artinya kemurnian seksual. Kebajikan dan kemurnian akhlak berhubungan tak terpisahkan. Anda tidak dapat memiliki yang satu tanpa yang lainnya. Kembali pada kebajikan adalah kembali pada kemurnian. Sebagian orang mengatakan bahwa kebajikan berarti bersikap ramah atau jujur atau memiliki integritas. Tetapi inti dari kehidupan yang bajik adalah kemurnian akhlak, dan orang tidak bisa menjadi jujur atau memiliki integritas dengan absennya kemurnian seksual. Itu mustahil. Orang tidak dapat bermain-main dengan roh yang ilahi dan tubuh yang berharga—jiwa yang kekal—milik orang lain dan dianggap memiliki kebajikan macam apa pun atau bersikap bajik. Melakukan ini, mengompromikan hak pilihan yang kita perjuangkan di prakehidupan. Sebagian orang berkata kebajikan hanyalah bagi wanita, tetapi hal itu tidak mengenal jenis kelamin. Akar kata Latin untuk kebajikan adalah virtus, yang berarti “kekuatan.” Satu arti komtemporer menyatakan bahwa kebajikan adalah “kekuatan atau tenaga efektif; [terutama], kemampuan untuk menyembuhkan atau menguatkan.”6 Dengan demikian kebajikan tidaklah berlaku bagi wanita saja, tetapi bagi semua.
Ketika wanita yang di jalan Yerusalem menggapai dan menyentuh jubah Juruselamat, dia mengetahui dia akan disembuhkan. Mengapa? Karena dia mengenali kemurnian-Nya dan kuasa-Nya. Juruselamat sendiri berfirman, “Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku” (Lukas 8:46; penekanan ditambahkan; lihat juga Markus 5:30; Lukas 6:19). Jenis kebajikan yang dirujuk-Nya adalah kuasa, kuasa imamat, yang selalu menyertai pria Orang Suci Zaman Akhir yang murni dan melakukan “kebajikan serta kesucian di hadapan [Tuhan]” (A&P 38:24).
Tahun lalu di hari yang dingin pada bulan April setelah konferensi umum, saya mendaki Puncak Ensign bersama kedua penasihat baru saya, Mary Cook dan Ann Dibb. Di sana kami membentangkan syal Peru berwarna emas—panji untuk menyerukan pergerakan kembali pada kebajikan. Di atas puncak itu, sewaktu kami memandang ke lembah dan menyaksikan Bait Suci Salt Lake yang megah, kami tahu bahwa kembali pada kebajikan berarti kembali pada kemurnian moral. Kebajikan adalah kunci emas yang membukakan pintu bait suci. Seperti yang Penatua Russell M. Nelson ajarkan: Bait suci sebenarnya merupakan alasan bagi segala hal yang kita lakukan di Gereja—”setiap kegiatan, setiap pelajaran, semua yang kita lakukan di Gereja, menunjuk kepada Tuhan dan rumah kudus-Nya.” 7 Brigham Young tahu itu, dan di Puncak Ensign itu kami juga tahu itu benar.
Ketika kami membentangkan panji ini bagi dunia, kami tahu bahwa kembali pada kebajikan bukan saja penting, tetapi kritis. Kita harus layak untuk memasuki bait suci Tuhan yang kudus dan membuat serta menaati perjanjian kudus dan melakukan pekerjaan yang untuknya kita telah dipersiapkan serta ditahbiskan sebelumnya. Tidak ada sesuatu yang tidak bersih dapat masuk ke dalam rumah-Nya. Sama seperti sais kereta wagon bantuan itu menyelamatkan Agnes Caldwell dari kematian akibat kebekuan, kita juga telah diberi peluang dan kesempatan istimewa untuk menjadi penyelamat di Gunung Sion—untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat mereka lakukan bagi diri sendiri. Ini dapat terjadi hanya ketika kita layak untuk membuat dan menaati perjanjian kudus serta menerima tata cara bait suci.
“Kamulah Bangsa yang Terpilih”
Anda masing-masing memiliki pekerjaan besar yang harus Anda lakukan. Apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda putuskan adalah penting karena Anda penting. Anda adalah “roh-roh pilihan … yang telah dicadangkan untuk datang pada kegenapan zaman ini untuk ikut serta dalam meletakkan dasar daripada pekerjaan besar pada zaman akhir ini. Termasuk pembangunan bait-bait Allah serta pelaksanaan tata cara-tata cara di dalamnya” (Joseph F. Smith—Penglihatan mengenai Penebusan Orang yang Telah Mati: 53–54).
Tidaklah heran Setan telah meningkatkan intensitas serangannya. Jika Anda dapat dialihkan, ditunda, atau didiskualifikasi dari masuk ke dalam bait suci dan melakukan pekerjaan yang untuknya Anda telah disiapkan dan dicadangkan, dia menang. Yang menjadi jelas adalah bahwa Anda harus murni dan layak agar menerima dorongan Roh Kudus yang Anda butuhkan untuk keputusan-keputusan yang Anda buat sekarang. Yang juga menjadi jelas adalah bahwa Anda harus tetap layak untuk memasuki bait suci Tuhan yang kudus.
Semua pengurbanan dan pekerjaan dari generasi sebelumnya menuntun pada momen ini. Para pionir telah mengurbankan segalanya, bahkan nyawa mereka, agar kita dapat melihat hari ini karena tahukah Anda, kelahiran Anda ke bumi bukanlah secara acak. Ini semuanya bagian dari rencana yang Anda terima di kehidupan prafana. Anda diposisikan pada tempat yang luar biasa dalam sejarah dunia. Telah dikatakan mengenai Anda bahwa Anda adalah “generasi titik balik.” 8 Petrus berkata mengenai Anda: “Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus” (1 Petrus 2:9). Belum pernah sedemikian banyak diharapkan. Belum pernah pula sedemikian banyak diberikan: nabi, tulisan suci, imamat, tata cara dan perjanjian, bait suci, Kitab Mormon dan Injil dalam kegenapannya. Anda telah disiapkan, dipanggil, dan dipilih. Ini adalah masa Anda. Saya percaya bahwa kontribusi generasi Anda akan dicatat dengan huruf bercetak tebal pada ulasan mana pun tentang masa-masa bergolak yang di dalamnya kita tinggal.
Untuk menunaikan tugas yang telah ditahbiskan sebelumnya kepada Anda, iman Anda haruslah secara teguh berpusat pada Juruselamat kita, Yesus Kristus. Dan Anda harus ingat bahwa iman bukanlah asas kuasa semata, melainkan asas tindakan. Anda harus bertindak berdasarkan iman yang telah Anda miliki. Dalam kehidupan prafana Anda memperlihatkan bukan saja iman melainkan “iman … yang sangat besar dan perbuatan baik” (Alma 13:3). Seperti Alma mengatakan, Anda masing-masing “dipanggil dan disiapkan sejak dunia dijadikan sesuai dengan prapengetahuan Allah” (Alma 13:3). Para remaja putra, Anda disiapkan untuk menerima imamat, yang akan memungkinkan Anda melaksanakan kuasa Allah sementara di bumi ini. Para remaja putri, Anda diberi karunia dan tanggung jawab agung untuk memelihara orang lain serta menjadi ibu bagi roh-roh pilihan yang lain. Anda dipercaya dengan kuasa ke-Allahan—untuk menciptakan kehidupan fana. Orang bajik berkomitmen pada kekudusan kehidupan. Mereka menghormati nasihat Allah mengenai bagaimana hidup hendaknya dibentuk, dilindungi, dan dipelihara. Tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada kekuatan kebajikan atau keyakinan apa pun yang lebih pasti daripada keyakinan dari kehidupan yang bajik.
Dalam kehidupan prafana, Anda berperan serta dalam sebuah perang. Anda berjuang dengan iman dan kesaksian Anda untuk menerima dan mendukung rencana yang disajikan oleh Allah Bapa. Anda tahu itu benar, dan Anda tahu bahwa Juruselamat akan melakukan apa yang dikatakan-Nya akan dilakukan-Nya karena Anda mengenal Dia! Tidak ada roh yang netral dalam Perang di Surga, dan tidak dapat ada posisi netral sekarang ketika pilihan antara benar dan salah harus dibuat. Tuhan sendiri berfirman, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku” (Matius 12:30). Anda berdiri bersama-Nya! Anda bersemangat untuk penugasan Anda. Anda tahu apa yang akan dituntut dari Anda. Anda tahu betapa sulitnya kelak, namun Anda yakin Anda dapat bukan saja memenuhi misi ilahi Anda, tetapi bahwa Anda dapat menciptakan perbedaan. Seperti dikatakan seorang nabi mengenai Anda dan zaman Anda:
“Selama hampir enam ribu tahun, Allah telah menahan Anda dalam pencadangan untuk tampil di hari-hari terakhir sebelum Kedatangan Kedua Tuhan … Allah telah menyisihkan untuk saat terakhir sebagian dari anak-anak-Nya yang terkuat, yang akan membantu mengemban Kerajaan dengan kejayaan. Dan di situlah Anda berperan, karena Anda adalah generasi yang harus siap untuk menemui Allah Anda.
Sepanjang segala masa para nabi telah memandang melalui koridor waktu ke zaman kita. Miliaran orang yang telah meninggal dan mereka yang masih harus lahir mengarahkan pandangan mereka kepada kita. Jangan keliru mengenai hal ini—Anda adalah generasi yang ditandai.”9
Kembali pada Kebajikan Dapat Menyelamatkan Bangsa
Ketika Petrus menuliskan suratnya kepada para Orang Suci terdahulu, dia memberi tahu mereka untuk “menambahkan kepada iman [mereka] kebajikan” (2 Petrus 1:5). Iman tanpa kebajikan akan segera layu dan mati karena tanpa kebajikan tidak ada kemurnian. Tanpa kebajikan, tidak ada kekuatan. Dan tanpa kebajikan, tidak ada kerohanian. Adalah jelas bahwa sekali Anda sungguh-sungguh memahami siapa diri Anda, Anda haruslah murni karena kemurnian mendahului kekuatan rohani.10 Kekuatan yang saya bicarakan bukanlah jenis kekuatan yang kita lihat di dunia. Itu tak ada hubungannya dengan ketenaran, jabatan, wajah rupawan, selebriti, atau kekayaan. Kuasa dan kekuatan yang saya bicarakan erat berhubungan dengan kebajikan, yaitu kemurnian akhlak dan kemurnian seksual.
Kita hidup di dunia yang peduli terhadap kebersihan dan kemurnian—kebersihan udara kita dan kebersihan lingkungan kita, air kita, dan bahkan makanan kita. Di beberapa tempat, kita membuat undang-undang menentang polusi dan bahkan memiliki biro-biro perlindungan lingkungan yang didanai pemerintah untuk memastikan agar kita tidak dibuat sakit oleh materi pencemar yang memengaruhi udara kita, air kita, atau persediaan makanan kita. Namun masyarakat bertoleransi terhadap polusi moral dalam bentuk pornografi di papan reklame, TV, dan Internet serta dalam hiburan dan media lainnya. Kita bertoleransi terhadap kotoran yang merasuki benak kita melalui lirik, musik, dan bahasa yang sugestif. Dalam beberapa hal, kita adalah generasi organik yang memastikan kemurnian dan mutu dalam kehidupan kita, tetapi kita terpolusi dalam serat moral kita. Saya percaya bahwa kurangnya kebajikan dalam masyarakat kita bertanggung jawab secara langsung terhadap banyaknya penyakit sosial, finansial, dan pemerintahan kita. Saya percaya bahwa disintegrasi iman dan keluarga serta kekacauan finansial berhubungan langsung dengan kurangnya kebajikan dalam masyarakat kita. Dan saya percaya bahwa kembali pada kebajikan dapat menyelamatkan seluruh bangsa.
Kita menyerukan reformasi sosial, tetapi yang sebenarnya dibutuhkan adalah reformasi moral—seruan untuk kembali pada kebajikan. Dan jika kita, yang telah diberi begitu banyak, termasuk Injil Yesus Kristus yang dipulihkan, tidak memimpin dunia dalam pergerakan kembali pada kebajikan, siapa yang akan melakukannya? Anda adalah pemimpin di dunia prafana dan membela segala yang sekarang terancam di dalam masyarakat. Anda, yang bersiap untuk berpengaruh dalam setiap sektor masyarakat, para dewasa muda Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, dapat dan harus memimpin pergerakan kembali ini.
Selama masa-masa kritis Perang Dunia II, Winston Churchill membangkitkan seluruh bangsa ketika dia berkata: “Anda bertanya, apa sasaran kita? Saya dapat menjawab dengan satu kata: Kemenangan. Kemenangan betapapun mahalnya, kemenangan terlepas dari semua teror, kemenangan, betapapun panjang dan sulit jalannya; karena tanpa kemenangan, tidak mungkin ada ketahanan hidup.” 11 Remaja putra dan putri sekalian, saya menggemakan seruan itu untuk perang yang melibatkan kita dewasa ini, dengan parafrasa berikut atas perkataan Winston Churchill bagi Anda: Anda bertanya, apa sasaran kita? Saya dapat menjawab dengan satu kata: kebajikan. Kebajikan betapapun mahalnya, kebajikan terlepas dari semua pertentangan, kebajikan, betapapun panjang dan sulit jalannya menuju pertobatan; karena tanpa kebajikan, tidak mungkin ada kemenangan.
Dalam Kitab Mormon, Helaman dan para teruna mudanya dikenal karena kebajikan mereka dan kemampuan mereka untuk percaya kepada kesaksian ibu mereka. Mereka “setia pada segala saat di dalam hal apa pun yang dipercayakan kepada mereka” (Alma 53:20). Mereka adalah pemegang perjanjian dan mereka berjuang untuk memastikan agar orang tua mereka juga dapat menaati perjanjian mereka. Kemenangan adalah sasaran mereka dan kebajikan adalah kekuatan mereka.
Moroni menulis kepada putranya, Moroni, tentang kemerosotan masyarakat di mana dia tinggal. Dia melaporkan bahwa mereka menjadi begitu hina dan amoral sehingga mereka tidak menghargai apa “yang paling mahal dan yang paling berharga, melebihi segala-galanya, yaitu kesucian dan kebajikan” (Moroni 9:9). Apakah mungkin bahwa kita telah mencapai titik ini dalam masyarakat kita? Di zaman dahulu, mereka yang melanggar hukum kemurnian akhlak ditandai dengan huruf berwarna merah darah. Sekarang tanda dan huruf itu sepertinya dikenakan oleh mereka yang berakhlak murni.
Generasi Anda akan dikenal seperti apa? Akankah Anda dikenal sebagai generasi toleran, generasi konsumtif, Generasi X atau Y? Akankah Anda dikenal sebagai generasi yang terbujuk untuk menjalani hidup Anda secara maya alih-alih secara bajik? Atau, akankah Anda, dapatkah Anda, dikenal karena kemurnian dan kebajikan Anda serta karena keberanian dan kekuatan Anda dalam memimpin sisa dunia dalam pergerakan kembali pada kebajikan—suatu pergerakan kembali yang begitu memukau sehingga kemurnian hidup Anda dan kekuatan keyakinan Anda mengubah arah masyarakat dan mengubah dunia?
Anda sedang bersiap bagi kembalinya Juruselamat. Anda harus menghindari dosa. Anda harus menempatkan dan mempersiapkan diri sekarang agar “masuk ke surga.” 12 Telah dinubuatkan bahwa di masa depan, orang dari segala bangsa akan berkata: “Kemarilah kamu, dan mari kita naik ke gunung Tuhan … dan Ia akan mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan kita akan berjalan pada jalan-Nya, karena dari Sion akan keluar hukum” (2 Nefi 12:3). Akankah Anda menjadi generasi yang memimpin pendakian ini?
Jadilah Penjaga Kebajikan
Untuk melakukan ini, kita masing-masing harus menjadi penjaga kebajikan. Pemudi sekalian, jagalah kebajikan pribadi Anda. Itu sesungguhnya seperti yang Moroni uraikan “yang paling mahal dan yang paling berharga melebihi segala-galanya” (Moroni 9:9), dan begitu pula dengan Anda. Anda adalah putri Allah. Anda membawa dalam diri Anda kuasa kudus untuk menciptakan kehidupan fana dan menjadi ibu dari roh-roh pilihan dan murni dari Bapa Surgawi. Itu salah satu karunia Allah yang terbesar bagi para putri-Nya yang berharga. Jagalah kuasa itu dengan mematuhi standar, berpakaian dan bertindak sopan, serta tetap bajik. Jagalah kuasa Anda melalui kemurnian pikiran dan tindakan. Janganlah memperkenankan siapa pun bermain-main dengan karunia pemberian Allah Anda. Dengan melakukannya, Anda, keluarga Anda, dan generasi yang mengikuti akan dikuatkan serta diberkati.
Pemuda sekalian, Anda juga adalah penjaga kebajikan. Anda memegang kuasa imamat—kuasa untuk memberkati dan bertindak bagi Allah di bumi ini. Tuhan telah berkata kepada semua pemegang imamat “[Lakukan] kebajikan dan kesucian di hadapan-Ku” (A&P 38:24). Jagalah kebajikan pribadi Anda, pikiran Anda, apa yang Anda tonton, apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda katakan, dan tindakan Anda. Jangan perkenankan pornografi menghilangkan kekuatan pribadi Anda. Tetaplah murni agar Anda dapat menggunakan kuasa Imamat yang telah Allah percayakan kepada Anda. Moroni merangkum ajaran kenabian kuno tentang kebajikan ketika dia memberi tahu kita: “Bijaksanalah dalam masa pencobaanmu, tanggalkanlah dirimu dari segala ketidakbersihan, janganlah meminta agar kamu boleh menghabiskannya untuk nafsumu, tetapi mintalah dengan suatu keteguhan yang tak tergoyahkan, supaya kamu tidak menyerah kepada godaan, melainkan supaya kamu mau melayani Allah yang benar dan hidup” (Mormon 9:28).
Beberapa tahun lalu, saya sedang berlari pagi sehari sebelum perayaan Thanksgiving dengan sekelompok wanita. Kami menyebutnya lari Thanksgiving kami, dan sewaktu berlari, kami menyebutkan apa yang kami syukuri. Saya baru saja selesai mengucapkan bahwa saya berterima kasih untuk tubuh yang kuat dan sehat ketika saya terpeleset dan jatuh menimpa gundukan es hitam di jalan. Sewaktu mencoba berdiri, saya menyadari saya cedera parah. Saya tahu kaki saya patah, sedikit di atas pergelangan—dan saya tidak akan mengatakan bagaimana saya mengetahuinya atau saya bisa langsung pingsan di sini. Suami saya berkata bahwa jika saya adalah pemain rugby NFL, saya akan menjadi berita utama malam itu.
Sewaktu saya terbaring di jalan dalam keremangan dini hari, menunggu bantuan datang, saya melihat lampu mobil melaju di jalan ke arah tempat saya terbaring. Mobil itu mendadak berhenti dan seorang pria melompat keluar. Dia berkata dia kira saya plastik berisi sampah di jalan dan nyaris melaju terus. Saya bertanya apakah dia anggota Gereja dan dia mengatakan ya. Saya bertanya apakah dia dapat memberi saya berkat karena rasa sakitnya luar biasa, saya tidak tahu berapa lama saya bisa bertahan dalam keadaan seperti itu. Dia terdiam lalu berkata, “Saya tidak bisa. Anda sebaiknya menunggu suami Anda untuk melakukannya.” Lalu dia naik ke mobilnya dan pergi.
Saat tiba di rumah sakit, saya didorong ke salah satu bagian di ruang darurat, dimana saya menunggu untuk dibawa ke tempat operasi. Sewaktu mereka menyibakkan tirai, di sana ada suami saya dan kelima putra kami. Ketika mereka melingkari saya dan menumpangkan tangan mereka di atas kepala saya, saya merasakan kemurnian mereka, kuasa mereka, dan kekuatan mereka. Para pemuda, pria pemegang imamat, jagalah diri Anda murni agar Anda dapat menggunakan kuasa imamat Anda begitu diberi tahu. Hari itu saya diberkati oleh kuasa imamat mereka, yang mereka lakukan dengan kebajikan dan kekudusan.
Tetap Bajik di Dunia yang Beracun
Saya sungguh percaya bahwa seorang pemuda atau pemudi yang bajik, yang dipimpin oleh Roh, dapat mengubah dunia! Tetapi sebelum dapat mengubah dunia, kita harus mengubah diri kita sendiri. Presiden Boyd K. Packer berkata kita hidup di “lingkungan yang menjadi racun, beracun bagi roh.”13 Jadi apa saja yang dapat kita lakukan untuk tetap bajik di “dunia yang beracun”?
Pertama, bertobat. Saya sangat sadar bahwa ada beberapa yang mendengarkan malam ini yang tidak merasa bajik atau yang telah membuat kesalahan. Itulah sebabnya kembali pada kebajikan demikian pentingnya. Anda harus tahu bahwa Anda dapat kembali. Anda dapat berubah.
Jika saya mengambil jalan yang salah di tengah maraton, dan saya menyadari kesalahan saya, akankah saya terus saja? Saya akan segera berbalik! Mengapa? Karena saya akan kehilangan waktu yang berharga serta energi dan kekuatan yang penting, dan akan menjadi lebih sulit bagi saya untuk menyelesaikan maraton tersebut karena jarak ekstra serta waktu tambahan ini. Saya tidak akan tinggal di jalan yang salah karena tidak peduli berapa lama saya berlari di situ, saya tidak akan pernah mencapai garis finisnya. Namun, bagi banyak orang yang melakukan kesalahan moral, suatu suara kecil selalu berkata, “Habislah kamu. Kamu tidak bisa berubah. Tokh tidak ada yang akan tahu.” Kepada Anda saya katakan, Jangan percaya itu. “Setan ingin Anda berpikir Anda tidak dapat berubah, tetapi itu sama sekali tidak benar.” 14 Kembali adalah selalu mungkin karena Kurban Tebusan Juruselamat. Presiden Monson telah berkata kepada kita masing-masing yang membuat kesalahan: “Jika seseorang dari Anda telah terpeleset di jalan, ada mereka yang akan membantu Anda sekali lagi menjadi bersih dan layak. Uskup atau presiden cabang Anda senang dan bersedia membantu dan akan, dengan pengertian dan kasih sayang, melakukan segalanya sebatas kemampuannya untuk membantu Anda dalam proses pertobatan, agar Anda dapat sekali lagi berdiri dalam kesalehan di hadapan Tuhan” 15
Sebagian dari Anda telah dirundung dan menjadi kurban tindakan dosa orang. Seperti yang Mormon katakan, dari Anda telah dirampas “hal yang paling mahal dan yang paling berharga, melebihi segala-galanya, … kesucian dan kebajikan” (Moroni 9:9). Mohon ketahuilah bahwa karena Kurban Tebusan Juruselamat, kesembuhan itu mungkin. Anda tidak bersalah, karena Anda tidak berdosa dan pertobatan tidak dibutuhkan. Juruselamat menderita bukan hanya untuk dosa dan ketidaksempurnaan kita, tetapi Dia juga mengambil bagi diri-Nya duka kita (lihat Alma 7: 11). Melalui Kurban Tebusan-Nya yang tidak terbatas, Dia akan menyembuhkan Anda dan memberi Anda kedamaian. Berlarilah kepada-Nya. Karena Kurban Tebusan Juruselamat kita, Allah Bapa akan mendengar doa Anda. Dia akan menjawab melalui Roh Kudus dan yang lainnya yang akan ditempatkan di jalan Anda.
Saya begitu bersyukur atas ajaran ini dan atas asas pertobatan. Tanpanya, tidak seorang pun dari kita dapat kembali ke rumah surgawi kita dalam keadaan murni serta layak untuk berdiam di hadirat Allah Bapa dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Saya bersyukur atas pemulihan kuasa imamat di bumi di zaman akhir ini yang memungkinkan kita menerima bantuan yang kita butuhkan untuk kembali pada kebajikan. Kuasa ini juga memungkinkan kita tetap “tak ternoda dari dunia” (A&P 59:9) sewaktu kita mengambil sakramen secara layak. Setiap minggu ketika kita memperbarui perjanjian kita, kita berjanji untuk menaati perintah-Nya, untuk mengambil nama-Nya bagi diri kita, dan untuk selalu mengingat Dia. Dan sebaliknya, Dia berjanji bahwa Roh-Nya akan selalu menyertai kita (lihat A&P 20:77, 79). Di dunia yang begitu menawan dan begitu menarik, adalah penting bagi kita masing-masing untuk menerima, mengenali, dan bersandar pada bimbingan Roh Kudus. Karunia yang menakjubkan ini akan memperlihatkan kepada kita “segala hal yang harus [kita] lakukan” (2 Nefi 32:5). Itu adalah janji yang mutlak karena Roh Kudus adalah anggota dari Tubuh Ke-Tuhanan. Sebagian dari peran-Nya mencakup mengajar, bersaksi, menghibur, dan memperingatkan. Karunia yang berharga ini juga memurnikan dan menguduskan. Dengan demikian Roh Kudus dan kebajikan terkait tak terhindarkan. Kita dapat dimurnikan “oleh api dan oleh Roh Kudus” (2 Nefi 31:17). Ketika ini terjadi, “[kita] tidak lagi berkeinginan untuk berbuat jahat, melainkan berbuat baik terus-menerus” (Mosia 5:2).
Kedua, berhati-hatilah terhadap pilihan Anda akan teman. Dalam masyarakat teknologi dewasa ini, kita dapat meluangkan lebih banyak waktu dengan rekan-rekan yang bukan-manusia daripada dengan teman sebaya kita. Sementara kita mungkin sangat berhati-hati tentang rekan manusia kita, kadang-kadang kita tidak berpikir panjang mengenai rekan lain yang kita perkenankan memengaruhi kita. Media jenis apa pun dapat menjadi pemberi pengaruh sosial yang sangat kuat. Kita semua telah diberi tiga karunia berharga bagi pengalaman fana kita. Ini mencakup tubuh kita, hak pilihan kita, dan waktu kita. Jika Setan dapat membujuk kita untuk menggunakan waktu kita dalam pengejaran hal-hal yang tidak terfokus atau produktif, atau lebih parah lagi, tidak bijak, dan kemudian menipu kita untuk percaya bahwa jika kita melakukannya secara pribadi, tindakan kita tidak akan berdampak kepada siapa pun, dia menang. “Jika ada sesuatu yang bajik, yang indah atau terhormat atau patut dipuji maka kami [harus] melaksanakannya” (Pasal-Pasal Kepercayaan ke-13)
Carilah kerekanan dari teman-teman yang bajik, bukan yang maya. Ingatlah, “kebajikan mengasihi kebajikan; [dan] terang bersatu dengan terang …” (A&P 88:40). Ini adalah tulisan suci yang berkaitan. Dalam pengejaran Anda akan pertemanan dan pasangan pernikahan kekal, Anda tidak dapat sekadar membuat daftar dari semua sifat yang Anda cari dalam diri orang lain atau dalam seorang rekan kekal. Anda harus menjadi daftar Anda di segala waktu dan dalam segala hal dan di segala tempat.
Ketiga, ikuti program pelatihan ketat. Ketika berlatih untuk maraton, orang harus memiliki rencana pelatihan yang ketat agar siap untuk menjalani jarak itu. Konsep yang sama berlaku dalam hidup. Kita berada dalam pelarian terpenting dalam hidup kita dan harus ada rencana pelatihan yang ketat. Komponen yang berhasil dari rencana ini mencakup apa yang kita lakukan setiap hari, tanpa kecuali, untuk mengundang penemanan Roh ke dalam hidup kita. Itu akan berbeda bagi kita masing-masing, tetapi akan selalu mencakup doa harian. Bapa Surgawi mendengar doa kita dan Dia akan menjawabnya. Saya bersaksi bahwa itu adalah benar. Tantangan kita adalah untuk berada di tempat di mana kita dapat mendengar dan mengenali jawaban itu.
Pelatihan ketat juga akan mencakup pembacaan Kitab Mormon harian. Joseph Smith berkata bahwa “seseorang akan menjadi lebih dekat kepada Allah dengan mematuhi ajaran-ajarannya, daripada melalui buku lainnya mana pun.” 16 Kitab Mormon akan meningkatkan iman Anda kepada Yesus Kristus, dan adalah melalui iman Anda bahwa Anda akan dapat menangkal godaan. Catatan ini adalah bagi Anda dan generasi Anda. Membaca hanya 5 menit setiap hari akan mengubah hidup Anda. Saya tahu ini benar karena saya telah melakukannya, dan begitu pula ribuan orang lainnya. Pikirkanlah perubahannya dalam lima tahun kedepan jika kita masing-masing mau berkomitmen untuk melakukan ini bahkan hanya untuk 5 menit setiap harinya.
Terakhir, tersenyumlah! Dan ketika Anda tersenyum, ingatlah siapa diri Anda. Anda adalah putra dan putri Bapa Surgawi kita. Dia mengenal Anda. Dia mengenal nama Anda. Dia memercayai Anda, dan Dia mengasihi Anda. Jadi, tersenyumlah! Ini adalah pelatihan dasar, tetapi harus dilakukan setiap hari.
Maju Terus—Jangan Putus Asa!
Perkenankanlah saya menambahkan satu saran lagi dalam daftar ini: “Maju terus dengan harapan yang gilang-gemilang” (2 Nefi 31:20). Jangan putus asa! Perjalanan Anda kadang-kadang akan menantang dan tidak akan selalu mudah.
Sewaktu saya mempelajari tulisan suci, semakin jelaslah bagi saya bahwa Tuhan mengambil umat pilihan-Nya dari zona nyaman berulang kali dan mengajari mereka hal-hal yang paling penting. Misalnya, pada bagian pertama dari perjalanan bangsa Yared, mereka mendarat di pantai dan tinggal di sana empat tahun. Mereka sungguh berada di zona nyaman! Bahkan, mereka menjadi begitu nyamannya sehingga lupa berseru kepada Tuhan. Tetapi Tuhan memiliki pengalaman yang berbeda dalam benak-Nya bagi mereka. Dia mendera saudara lelaki Yared selama 3 jam. Dia memberi tahu terlebih dahulu bahwa bagian berikutnya dari perjalanan akan sulit—bahwa dia akan dibenamkan di kedalaman lautan dan diombang-ambingkan oleh angin. Tetapi Dia juga meyakinkannya dengan enam kata yang indah: “Aku menyiapkan kamu terhadap hal-hal ini” (Eter 2:25). Tuhan akan menyiapkan Anda dan Dia akan menyiapkan jalan bagi Anda!
Kadang-kadang saya berpikir kita sama sekali meremehkan berkat besar yang dapat kita miliki dan pengetahuan yang dapat kita peroleh, jika kita bersedia keluar dari zona nyaman kita. Mungkin itu sebabnya Nefi mengamati:
“Celakalah orang yang acuh tak acuh di Sion!
Celakalah orang yang berseru: Segala-galanya baik!
Ya, celakalah orang yang mendengarkan ajaran manusia dan menyangkal kekuasaan Allah dan anugerah Roh Kudus!” (2 Nefi 28: 24–26).
Telah dikatakan bahwa kita menjadi generasi penonton dan pengkritik. Perkenankan saya membagikan salah satu kutipan favorit saya, yang bunyinya: “Bukanlah pengkritik yang penting: bukan orang yang menunjukkan bagaimana orang yang kuat tersandung atau di mana pelaku tindakan bisa berbuat lebih baik. Pujian yang sesungguhnya adalah milik orang yang sebenarnya berada di tengah arena, yang wajahnya ternoda oleh debu dan keringat serta darah; yang berupaya dengan perkasa; yang keliru dan gagal berkali-kali, karena tidaklah ada upaya tanpa kekeliruan atau kesalahan, tetapi yang sebenarnya berupaya melakukan tindakan-tindakan tersebut; yang mengenal semangat yang besar, pengabdian yang besar; yang memberikan dirinya untuk perkara yang pantas; yang, pada saat terbaiknya, mengetahui pada akhirnya kemenangan dari pencapaian yang tinggi, dan yang, pada saat terburuknya, jika dia gagal, setidaknya [dia] gagal sementara mencoba dengan demikian kuatnya, agar tempatnya tidak akan pernah berada bersama jiwa-jiwa yang dingin dan takut-takut yang tidak mengenal kemenangan maupun kekalahan.”17
Janganlah sekadar menjadi seorang penonton atau pengkritik. Anda tidak melakukan itu di kehidupan prafana. Anda tidak netral ketika itu. Anda berdiri teguh. Anda tidak boleh memperkenankan suara-suara yang menyerukan toleransi untuk tidak bertoleransi terhadap Anda atau pandangan Anda. Inilah arena dimana semua yang Anda bela dan pilih ketika itu terjadi sekarang. Janganlah lelah atau teralihkan atau terdiskualifikasi! Bersedialah untuk keluar dari zona nyaman Anda dan “maju terus dengan … harapan yang gilang-gemilang” (2 Nefi 31:20).
Bentangkan Bendera Kebajikan Anda
Di seluruh dunia remaja putri Orang Suci Zaman Akhir secara aktif menyerukan komitmen mereka untuk tetap murni dan bersih. Remaja putri, bersama beberapa remaja putra, telah mendaki gunung dan membentangkan panji pribadi mereka yang menyatakan komitmen mereka untuk kembali pada kebajikan serta untuk tetap murni dan bersih. Maukah Anda bergabung dengan mereka? Renungkanlah bendera pribadi Anda. Apa yang akan Anda tempatkan pada bendera Anda jika itu merupakan pesan Anda satu-satunya atau terakhir kepada dunia? Akan seperti apa rupa bendera Anda?
Pada kesempatan dan tempat lainnya, sebuah bendera lain dibentangkan. Itu dilakukan oleh seorang pria gagah berani, Moroni, yang berkomitmen terhadap tujuan kesalehan. Masyarakat tempatnya tinggal berada dalam kekacauan. Hasrat untuk kekuasaan dan kekayaan serta status telah menyebabkan beberapa dari yang terkuat dan paling bertekad menjadi, seperti yang diuraikan dalam Kitab Mormon, “[diracuni] sedikit demi sedikit” (Alma 47:18). Dengan kata lain, mereka yang tadinya teguh dan bertekad untuk tidak berkompromi perlahan-lahan terbujuk untuk justru melakukan hal itu. Alexander Pope menyatakan apa artinya “diracuni sedikit demi sedikit” sebagai berikut:
Kejahatan adalah monster nan demikian menakutkan rupanya,
Karena, untuk membenci, cukuplah dengan melihat saja;
Namun, terlalu kerap dilihat, terbiasa dengan rupanya,
Pertama kita terima, lalu dikasihani, kemudian dirangkul jua. 18
Dalam suasana seperti inilah, Moroni membentangkan benderanya—panji kemerdekaan—menyerukan pembelaan terhadap keluarga, wanita dan anak-anak, dan agama serta Allah. Dia tidak netral. Dia tidak pasif. Dia tidak bertoleransi. Dia benar! Dia maju dengan berani. Tulisan suci menggambarkan Moroni dengan perkataan yang menggambarkan banyak dari Anda: “Jika semua orang selalu berbuat seperti Moroni, lihatlah, kekuatan neraka pun akan terguncang untuk selama-lamanya. Ya, iblis tidak akan pernah berkuasa atas hati anak-anak manusia” (Alma 48:17; lihat juga Alma 46:12–13, 18, 21).
Andalah bendera itu! Hidup Anda yang penuh kemurnian dan kebajikan merupakan bendera yang akan menyebabkan bangsa-bangsa di bumi memandang ke atas—untuk datang ke bait suci. Saat Anda tetap bajik, Anda akan dibimbing oleh Roh Kudus, dan kebajikan pribadi Anda akan membuat Anda memenuhi syarat untuk sering pergi ke bait suci. Jika Anda tidak memiliki rekomendasi, sekaranglah waktunya untuk menjadi layak untuk menerimanya. Inilah pekerjaan Anda. Bait suci akan menjadi kekuatan dan perlindungan bagi Anda di dunia yang semakin kelam, dan itu akan menjadi panji bukan hanya bagi Anda, tetapi juga bagi bangsa-bangsa. Kembali pada kebajikan adalah kembali pada bait suci dan kembali pada bait suci adalah kembali kepada Juruselamat.
Kebajikan Mendatangkan Berkat-Berkat Kekekalan
Empat puluh satu tahun lalu, saya berlutut di altar di Bait Suci Salt Lake dan di sana mengikat hubungan perjanjian dengan pria yang baik ini di mimbar di sisi saya. Keputusan itu telah menciptakan segala perbedaan dalam dekade-dekade sesudahnya. Saya rasa yang saya coba ajarkan kepada Anda adalah beradalah di sana! Janganlah teralihkan sekarang! Jangan melupakan siapa diri Anda! Dan jangan membiarkan apa pun mendiskualifikasi Anda dari berkat-berkat yang menantikan Anda di dalam bait suci Tuhan yang kudus.
Saya merasa terdorong untuk membagikan perkataan dalam Ajaran dan Perjanjian 121:45–46. Itu adalah bagi mereka yang dipanggil dan dipilih dan yang bertahan dengan berani. Perkataan ini adalah bagi Anda di zaman yang sulit ini, sama seperti itu adalah untuk Joseph Smith dan para Orang Suci di zaman awal Gereja yang sulit itu: “Biarlah kebajikan tak henti-hentinya menghiasi pikiranmu, maka keyakinanmu akan menjadi kuat di hadirat Allah [dan] Roh Kudus akan menjadi temanmu yang setia.”
Ketika kita bajik, kita dijanjikan bahwa kita akan berdiri dengan yakin di hadirat-Nya—kudus dan seperti Dia. Kita dijanjikan kuasa imamat, kuasa ke-Allahan karena kita bajik! Kita dijanjikan penemanan setia Roh Kudus yang bersaksi, mengarahkan, melindungi, mengajar, memperingatkan, menghibur, dan menguduskan. Dan akhirnya, kita dijanjikan bahwa kita akan memiliki kehidupan kekal, yang terbesar di antara semua karunia Allah. Kita akan menjadi allah yang menjalani kehidupan seperti allah, ketika kita bajik. Kita akan menjadi seperti Dia—murni bahkan seperti Dia murni adanya.
Perjalanan menuju Sion—yang murni hatinya—akan menuntut segala yang Anda dan saya miliki. Saya berdoa agar kita masing-masing akan memiliki hasrat dan kekuatan untuk keluar dari zona nyaman kita, sewaktu kita bersiap untuk pelarian terpenting dalam hidup kita dan, seperti Agnes Caldwell, menggapai dan meraih tangan Sang Guru. Janji-Nya adalah bagi kita masing-masing: “Aku akan pergi di mukamu, Aku akan berada di sebelah kananmu dan juga di sebelah kirimu, dan Roh-Ku akan ada di hatimu, dan para malaikat-Ku akan berada di sekelilingmu untuk menghibur kamu” (A&P 84:88). Saya bersaksi bahwa Bapa kita di Surga dan Putra-Nya,Yesus Kristus, hidup dan Mereka akan menyiapkan kita untuk pekerjaan besar yang harus dilakukan di dalam bait suci kudus Tuhan kita dalam persiapan bukan hanya bagi Kedatangan Kedua Juruselamat tetapi juga bagi permuliaan kekal kita. Dan saya mengucapkan ini dalam nama Yesus Kristus, amin.
© 2009 oleh Intellectual Reserve, Inc. Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Persetujuan Bahasa Inggris: 10/08. Persetujuan penerjemahan: 10/08. Terjemahan dari Zion Is the Pure in Heart. Bahasa Indonesia. PD50013476 299
Notes
2. Lihat A. Theodore Tuttle, Becoming Goodly Parents, Brigham Young University Speeches of the Year (12 Desember 1967).
3. Agnes Caldwell Southworth, dalam Susan Arrington Madsen, I Walked to Zion: True Stories of Young Pioneers on the Mormon Trail (1994), 57–59.
8. Lihat Sheri L. Dew, “You Are a Pivotal Generation” (ceramah kebaktian–BYU Hawaii, 17 Februari 2009).
10. Lihat M. Russell Ballard, dalam Conference Reports, Oktober 1990, 45–49; atau Ensign, November 1990, 35–38.
11. Winston Churchill (ceramah kepada the British House of Commons, 13 Mei 1940), www.americanrhetoric.com/speeches/winstonchurchillbloodtoiltearssweat.htm.
13. Boyd K. Packer, “Faith in the Lord Jesus Christ and His Atonement” (ceramah pada seminar bagi para presiden misi yang baru, 27 Juni 2009), 5.
17. Theodore Roosevelt, “Citizen in a Republic” (ceramah yang diberikan di Sorbonne, Paris, Prancis, 23 April 1910), Presidential Addresses and State Papers and European Addresses, 8 Desember 1908 sampai 7 Juni 1910, jilid 8 dari Presidential Addresses and State Papers, edisi Homeward Bound (1910), 2191.