Tunjukkanlah Belas Kasihan kepada Mereka yang Ragu-Ragu

Barbara Thompson

Penasihat Kedua dalam Presidensi Umum Lembaga Pertolongan


Keindahan dari pengajaran berkunjung adalah melihat kehidupan berubah, air mata terhapuskan, kesaksian tumbuh, orang-orang dikasihi, keluarga-keluarga diperkuat.

Para sister yang terkasih, sungguh sebuah berkat dapat bersama Anda, untuk merasakan kekuatan Anda serta kasih Anda bagi Tuhan. Terima kasih untuk kasih dan belas kasihan yang Anda bagikan kepada orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Pada masa awal Lembaga Pertolongan di Nauvoo kita tahu bahwa para sister melakukan perjalanan dari rumah ke rumah, saling melayani, menentukan keperluan, membawa makanan, merawat yang sakit, serta memperlihatkan belas kasihan bagi setiap wanita dan keluarganya.1 Ini mengingatkan pada tulisan suci dalam Yudas, “Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu.”2 Sewaktu saya merenungkan tulisan suci ini dan maknanya, pikiran saya beralih pada Juruselamat dan banyak sekali tulisan suci yang berbicara tentang kasih serta belas kasihan yang Kristus miliki bagi semua orang.

Dalam Perjanjian Baru kita sering membaca bahwa Kristus “tergeraklah hati … oleh belas kasihan”3 terhadap orang-orang sewaktu Dia memenuhi keperluan mereka. Dia memiliki belas kasihan ketika Dia melihat bahwa mereka lapar dan Dia memberi mereka makan, atau ketika mereka sakit dan Dia menyembuhkan mereka, atau ketika mereka sedang membutuhkan penerangan rohani dan Dia mengajar mereka.

Belas kasihan artinya merasakan kasih dan belas kasih kepada orang lain. Itu artinya memiliki simpati dan hasrat untuk meringankan penderitaan orang lain. Itu artinya memperlihatkan kebaikan dan kelembutan hati terhadap orang lain.

Juruselamat telah meminta kita untuk melakukan hal-hal yang telah Dia lakukan,4 untuk menanggung beban satu sama lain, untuk menghibur mereka yang membutuhkan penghiburan, untuk berduka nestapa bersama mereka yang berduka nestapa,5 untuk memberi makan kepada yang lapar, mengunjungi yang sakit,6 menolong yang lemah, mengangkat tangan yang terkulai,7 dan untuk “saling mengajarkan ajaran kerajaan.”8 Bagi saya kata-kata dan tindakan ini menjabarkan para pengajar berkunjung—mereka yang melayani orang lain.

Pengajaran berkunjung memberi para wanita kesempatan untuk mengawasi, memperkuat, dan mengajar satu sama lain. Sama seperti seorang pengajar dalam Imamat Harun ditugasi dengan tanggung jawab untuk “mengawasi Gereja selalu dan untuk berada bersama dan menguatkan mereka,”9 seorang pengajar berkunjung memperlihatkan kasihnya dengan doa yang sungguh-sungguh memikirkan setiap wanita yang kepadanya dia dipanggil untuk melayani.

Sister Julie Beck telah mengingatkan kita, “Karena kita mengikuti teladan dan ajaran Yesus Kristus, kita menghargai tugas kudus ini untuk mengasihi, mengetahui, melayani, memahami, mengajar serta melayani atas nama-Nya.”10

Hari ini, saya ingin berbicara mengenai dua hal:

  • Berkat-Berkat yang Anda Bawa kepada Orang Lain Sewaktu Anda Melayani sebagai Pengajar Berkunjung

  • Berkat-Berkat yang Anda Terima Sewaktu Anda Melayani Orang Lain

Berkat-Berkat yang Anda Bawa kepada Orang Lain Sewaktu Anda Melayani sebagai Pengajar Berkunjung

Belum lama berselang saya berkunjung bersama sekelompok wanita di Anchorage, Alaska. Ada sekitar dua belas wanita di ruangan dan enam lagi bergabung melalui speaker phone dari kota-kota di seluruh Alaska. Banyak dari para wanita ini tinggal ratusan kilometer dari gedung Gereja. Wanita-wanita ini mengajar saya mengenai pengajaran berkunjung.

Untuk melakukan kunjungan pribadi kepada semua sister akan memerlukan angkutan udara, perjalanan dengan kapal, atau melakukan perjalanan dalam jarak yang sangat jauh dengan mobil. Tak pelak, waktu dan biaya yang dikeluarkan dalam kunjungan di rumah adalah mustahil. Tetapi, para sister ini merasa terhubung erat sekali karena mereka dengan khusyuk berdoa bagi satu sama lain dan mencari bimbingan Roh Kudus untuk mengetahui apa yang para sister ini butuhkan, meskipun mereka tidak di sana secara pribadi sering kali. Mereka tetap berhubungan melalui telepon, Internet, dan surat-menyurat. Mereka melayani dengan kasih karena mereka telah membuat perjanjian dengan Tuhan dan berhasrat untuk memberkati serta menguatkan para sister mereka.

Pasangan pengajar berkunjung yang berpengabdian lainnya di Republik Dominika Kongo berjalan jauh sekali untuk mengunjungi seorang wanita dan bayinya. Para sister ini dengan sungguh-sungguh menyiapkan sebuah pesan dan ingin mengetahui bagaimana mereka dapat membuat perbedaan dalam kehidupan sister terkasih yang mereka kunjungi ini. Wanita itu terharu dengan kunjungan mereka. Baginya kunjungan mereka merupakan pesan dari surga yang hanya ditujukan kepadanya. Sewaktu para pengajar berkunjung ini bertemu di rumahnya yang sederhana, sister tersebut, keluarganya, dan para pengajar berkunjung itu semuanya diangkat dan diberkati. Perjalanan jauh tampaknya bukan suatu pengurbanan. Para pengajar berkunjung ini memiliki belas kasihan, membuat perbedaan demi kebaikan, dan memberkati kehidupan wanita ini.

Jarak yang jauh, biaya, dan masalah keamanan yang dibuat secara perseorangan, kontak bulanan yang mustahil dilakukan di sejumlah area Gereja, tetapi melalui wahyu pribadi yang kuat, para sister yang sungguh-sungguh berusaha untuk saling mengasihi dan mengawasi serta saling memperkuat, menemukan cara-cara yang berarti untuk memenuhi panggilan ini dari Tuhan.

Para presiden Lembaga Pertolongan yang diilhami berunding dengan uskup mereka dan dengan doa yang sungguh-sungguh membuat tugas-tugas pengajaran berkunjung untuk membantunya dalam mengawasi dan mengurus setiap wanita di lingkungan. Ketika kita memahami proses berunding dan wahyu ini, kita memahami dengan lebih baik tanggung jawab penting kita untuk melayani serta dapat lebih yakin bergantung pada Roh untuk membimbing upaya-upaya kita.

Sayalah yang telah mengunjungi beberapa orang setiap bulan dan kemudian dengan bangga menyatakan dengan rasa lega, pengajaran berkunjung saya telah berhasil! Memang, bagian yang saya laporkan mungkin selesai, namun jika ini alasannya saya melakukan itu, sungguh memalukan.

Keindahan dari pengajaran berkunjung tidaklah untuk melihat 100% pada laporan bulanan; keindahan dari pengajaran berkunjung adalah melihat kehidupan berubah, air mata terhapuskan, kesaksian tumbuh, orang-orang dikasihi, keluarga-keluarga diperkuat, orang-orang ceria, yang lapar diberi makan, yang sakit dikunjungi, dan mereka yang berduka nestapa, dihibur. Sesungguhnya, pengajaran berkunjung tidak pernah selesai karena kita mengawasi dan menguatkan selalu.

Berkat lain dari pengajaran berkunjung adalah untuk meningkatkan persatuan dan kasih. Tulisan suci menasihati kita mengenai bagaimana mencapai hal ini: “Dan dia memerintahkan mereka bahwa mereka … menanti-nantikan dengan satu pandangan, memiliki satu iman dan satu baptisan, hati mereka terajut bersama dalam kesatuan dan dalam kasih satu sama lain.”11

Banyak wanita telah melaporkan bahwa alasan mereka kembali aktif di Gereja adalah karena seorang pengajar berkunjung yang setia yang datang bulan demi bulan serta melayani mereka, menyelamatkan mereka, mengasihi mereka, memberkati mereka.

Kadang-kadang pesan akan menjadi hal yang paling penting yang Anda bagikan dalam sebuah kunjungan khusus. Beberapa wanita memiliki sedikit penerangan rohani dalam kehidupan mereka kecuali pesan yang akan Anda bawa. Pesan Pengajaran Berkunjung dalam Liahona adalah pesan-pesan Injil yang menolong setiap wanita meningkatkan imannya, memperkuat keluarganya, atau menekankan pelayanan kasih amal.

Ada kalanya berkat yang paling penting mengenai kunjungan Anda akanlah sekadar mendengarkan. Mendengar mendatangkan penghiburan, pemahaman, dan penyembuhan. Juga di waktu lainnya Anda mungkin perlu menyingsingkan lengan baju Anda dan bekerja di rumah atau menolong untuk meredakan tangisan anak kecil.

Berkat-Berkat yang Anda Terima Sewaktu Anda Melayani Orang Lain

Berkat-Berkat yang Anda Terima Sewaktu Anda Melayani Orang Lain. Saya kadang-kadang berkata, “Oh, saya harus menyelesaikan pengajaran berkunjung saya!” (Itulah saat ketika saya lupa saya sedang berkunjung dan mengajar para wanita. Itulah saat ketika saya melihatnya sebagai beban alih-alih sebuah berkat). Saya dapat dengan jujur mengatakan bahwa ketika saya pergi melakukan pengajaran berkunjung, saya selalu merasa lebih baik. Saya diangkat, dikasihi serta diberkati, biasanya jauh lebih banyak daripada sister yang saya kunjungi. Kasih saya bertambah. Hasrat saya untuk melayani meningkat. Dan saya dapat melihat betapa indah cara yang telah Bapa Surgawi rencanakan bagi saya untuk mengawasi dan merawat satu sama lain.

Berkat-berkat lain dari menjadi pengajar berkunjung adalah bahwa kita jadi mengetahui dan berteman dengan mereka yang mungkin tidak kita kenal sebelumnya. Kadang-kadang itu memungkinkan kita untuk menjadi jawaban bagi doa-doa seseorang. Juga, wahyu pribadi dan pengalaman rohani erat kaitannya dengan pengajaran berkunjung.

Saya telah mengalami beberapa pengalaman yang paling merendahkan hati, penuh sukacita, dan rohani dalam hidup saya sewaktu saya duduk di rumah para wanita di lingkungan saya sendiri dan di seluruh dunia. Kami telah saling mengajarkan Injil. Kami menangis bersama, tertawa bersama, mengatasi masalah bersama, dan saya telah diangkat serta diberkati.

Suatu malam, menjelang akhir bulan, saya sedang bersiap untuk meninggalkan kota dan masih belum mengunjungi salah satu sister saya. Hari sudah larut malam. Saya tidak memiliki janji. Saya tidak menelepon. Saya tidak memiliki rekan. Tetapi saya memutuskan adalah penting untuk mengunjungi teman saya, Julie. Putri Julie, Ashley, lahir dengan penyakit tulang rapuh. Meskipun Ashley hampir berusia enam tahun, dia sangat kecil dan tidak dapat melakukan banyak kecuali menggerakkan lengannya dan berbicara. Dia terbaring di permadani kulit domba sepanjang hari, setiap hari. Ashley adalah anak yang bahagia, ceria dan saya senang berada di dekatnya.

Pada malam yang khusus ini ketika saya sampai di rumah itu, Julie menyilakan saya masuk dan Ashley memanggil bahwa dia ingin memperlihatkan sesuatu kepada saya. Saya masuk dan berlutut di lantai di salah satu sisi Ashley dan ibunya berada di sisi lainnya. Ashley berkata, “Lihat apa yang dapat saya lakukan!” Lalu dengan sedikit bantuan dari ibunya, Ashley dapat membalik-balikkan tubuhnya. Diperlukan hampir enam tahun baginya untuk mencapai gol yang luar biasa ini. Sewaktu kami bertepuk tangan dan menghibur serta tertawa dan menangis bersama dalam kesempatan istimewa ini, saya berterima kasih kepada Bapa Surgawi bahwa saya telah melakukan pengajaran berkunjung dan tidak melewatkan peristiwa besar ini. Meskipun kunjungan tersebut terjadi beberapa tahun yang lalu dan Ashley yang manis telah meninggal, saya akan selamanya bersyukur bahwa saya memiliki pengalaman istimewa bersamanya.

Ibu tercinta saya adalah seorang pengajar berkunjung yang luar biasa dan berpengabdian selama bertahun-tahun. Dia senantiasa memikirkan cara-cara dia dapat memberkati keluarga-keluarga yang dikunjunginya. Dia menaruh perhatian utamanya pada anak-anak dari para wanita yang dia kunjungi berharap untuk menguatkan keluarga-keluarga itu. Saya dapat mengingat seorang anak berusia lima tahun yang berlari menghampiri ibu saya di Gereja dan menyatakan, “Anda adalah pengajar berkunjung saya. Saya mengasihi Anda!” Menjadi bagian dari kehidupan para wanita yang luar biasa serta keluarga mereka merupakan berkat bagi ibu saya.

Tidak semua pengalaman yang terkait dengan pengajaran berkunjung menyenangkan dan luar biasa. Kadang-kadang itu sulit, seperti berkunjung ke rumah di mana Anda benar-benar tidak disambut atau ketika sulit untuk bertemu dengan seorang sister yang memiliki jadwal yang sangat padat. Mungkin diperlukan waktu lama untuk membangun sebuah hubungan yang baik dengan beberapa sister. Namun ketika kita sungguh-sungguh berusaha untuk mengasihi, merawat dan berdoa bagi sister tersebut, Roh Kudus akan menolong kita menemukan cara untuk mengawasi dan memperkuatnya.

Presiden Thomas S. Monson adalah ahli dalam melayani sebagaimana Juruselamat melayani. Dia senantiasa didapati berkunjung dan menolong orang lain. Dia telah menyatakan, “Kita dikelilingi oleh orang-orang yang membutuhkan perhatian kita, dorongan semangat kita, dukungan kita, penghiburan, kemurahan hati kita …. Kita adalah tangan Tuhan di atas bumi ini, dengan perintah untuk melayani dan mengangkat anak-anak-Nya. Dia bergantung pada kita masing-masing.”12

“Dan tak seorang pun dapat membantu dalam pekerjaan ini kecuali dia akan rendah hati dan penuh kasih, memiliki iman, harapan, dan kasih amal, berkepala dingin dalam segala hal, apa pun yang akan dipercayakan pada pengurusan[nya].”13

Para wanita yang berada dalam pengajaran berkunjung kita telah dipercayakan dalam pengurusan kita. Marilah kita memiliki kasih dan belas kasihan sehingga membuat perbedaan dalam kehidupan mereka yang telah dipercayakan dalam pengurusan kita.

Sister sekalian, saya mengasihi Anda. Saya berdoa agar Anda akan merasakan kasih Bapa Surgawi kita dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Saya bersaksi kepada Anda bahwa Juruselamat hidup, dalam nama Yesus Kristus, amin.

Show References

  1.  

    1. Lihat Jill Mulvay Derr, Janath Russell Cannon, dan Maureen Ursenbach Beecher, Women of Covenant: The Story of Relief Society (1992), 32–33.

  2.  

    2.  Yudas 1:22.

  3.  

    3.  Matius 9:36; 14:14.

  4.  

    4. Lihat Yohanes 13:15.

  5.  

    5. Lihat Mosia 18:8–9.

  6.  

    6. Lihat Mosia 4:26.

  7.  

    7. Lihat Ajaran dan Perjanjian 81:5.

  8.  

    8.  Ajaran dan Perjanjian 88:77.

  9.  

    9.  Ajaran dan Perjanjian 20:53.

  10.  

    10. Julie B. Beck, “Lembaga Pertolongan: Suatu Pekerjaan yang Kudus,” Liahona, November 2009, 110.

  11.  

    11.  Mosia 18:21.

  12.  

    12. Thomas S. Monson, “Apa yang Telah Saya Lakukan untuk Seseorang Hari Ini?” Liahona, November 2009, 84.

  13.  

    13.  Ajaran dan Perjanjian 12:8.