Kepatuhan kepada Nabi

Claudio R. M. Costa

Dari Presidensi Tujuh Puluh


Betapa suatu berkat besar untuk memiliki para nabi di zaman kita!
 

Saya adalah orang yang insaf ke dalam Gereja. Saya sangat bersyukur bahwa Allah menjawab doa saya dan memberi saya pengetahuan dan kesaksian yang kuat bahwa Joseph Smith adalah seorang Nabi Allah.

Sebelum saya membuat keputusan untuk dibaptiskan dalam Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, saya mempelajari petikan dari sejarah Joseph Smith. Saya berdoa setelah dengan saksama membaca setiap alinea. Jika Anda ingin melakukan hal ini sendiri, itu mungkin memerlukan 14 jam.

Setelah saya membaca, merenungkan dan berdoa, Tuhan memberi saya kepastian bahwa Joseph Smith adalah Nabi-Nya. Saya bersaksi kepada Anda bahwa Joseph Smith adalah seorang Nabi, karena saya telah menerima jawaban ini dari Tuhan, saya tahu bahwa semua penerusnya adalah juga nabi. Betapa suatu berkat besar untuk memiliki para nabi di zaman kita!

Mengapa penting untuk memiliki nabi yang hidup untuk membimbing Gereja Yesus Kristus yang benar dan anggotanya?

Dalam Guide to the Scriptures, kita menemukan definisi dari kata nabi: “Seseorang yang dipanggil oleh Allah untuk berbicara dalam nama-Nya. Sebagai utusan Tuhan, nabi menerima perintah-perintah, nubuat-nubuat, dan wahyu-wahyu dari Allah” (“Nabi,” scriptures.lds.org; lihat juga Kamus Alkitab, “Nabi”).

Adalah berkat besar untuk menerima perkataan, perintah dan bimbingan Tuhan dalam masa-masa sulit di bumi ini. Nabi dapat diilhami untuk melihat masa depan demi kepentingan umat manusia.

Kita diberi tahu bahwa “sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi” (Amos 3:7). Kita belajar dari tulisan suci ini bahwa Tuhan akan menyatakan kepada para nabi-Nya secara mutlak apa pun yang menurut-Nya penting untuk dikomunikasikan kepada kita. Dia akan menyatakan kehendak-Nya kepada kita dan Dia akan mengajar kita melalui para nabi-Nya.

Tuhan berjanji kepada kita bahwa jika kita memercayai para nabi kudus, kita akan memiliki hidup yang kekal (lihat A&P 20:26). Dalam Pasal-Pasal Kepercayaan ke-6 kita menyatakan bahwa kita memercayai para nabi. Percaya artinya memiliki iman dan keyakinan kepada mereka dan mengikuti serta melakukan apa yang para nabi minta untuk kita lakukan.

Pada tahun 1980, ketika Presiden Ezra Taft Benson melayani sebagai presiden Dewan Dua Belas Rasul, dia memberikan sebuah pesan yang kuat mengenai kepatuhan kepada para nabi dalam pertemuan BYU di Marriott Center. Ceramahnya yang hebat itu berjudul, “Empat Belas Asas dalam Mengikuti Nabi,” menyentuh hati saya. Itu membuat saya merasa nyaman sehingga saya membuat keputusan untuk mengikuti para nabi sepanjang sisa hidup saya ketika saya menerima pembaptisan dalam Gereja Tuhan yang benar.

Saya ingin membagikan kepada Anda beberapa asas yang Presiden Benson ajarkan:

“Pertama: Nabi adalah satu-satunya orang yang berbicara atas nama Tuhan dalam segala hal” (1980 Devotional Speeches of the Year [1981], 26).

Di zaman kita, nabi Allah telah memberi tahu kita untuk mengasihi sesama kita, melayani, memelihara generasi muda, menyelamatkan yang tidak aktif atau kurang aktif—melakukan banyak hal yang kita sebut Prioritas Kenabian. Kita perlu mengerti bahwa prioritas ini adalah prioritas Allah, dan nabi adalah suara-Nya dalam mengomunikasikannya kepada semua Gereja dan Dunia.

Kita dinasihati untuk “mengindahkan segala perkataan dan perintahnya” (A&P 21:4). Kita juga belajar:

Karena perkataannya akan kamu terima, seolah-olah dari mulut-Ku sendiri, dalam segala kesabaran dan iman.”

Karena dengan melakukan hal-hal ini gerbang-gerbang neraka tidak akan berjaya melawanmu; ya, dan Tuhan Allah akan menyerakkan kuasa kegelapan dari hadapanmu, dan menyebabkan langit berguncang demi kebaikanmu, dan kemuliaan nama-Nya” (A&P 21:5–6).

Asas kedua: “Nabi yang hidup adalah lebih penting bagi kita daripada empat kitab standar” (“Empat Belas Asas,” 26).

Nabi yang hidup menerima wahyu-wahyu khusus bagi kita. Saya dapat mengingat sering kali ketika saya hadir saya mendengar salah satu hamba Tuhan berbicara tentang hal khusus bagi sebuah kota atau negara. Saya ingat setidaknya tiga nabi yang hidup, pelihat dan pewahyu yang telah berbicara tentang negara saya, Brasil. Salah satu dari hamba ini mengatakan bahwa Brasil akan menjadi kota perekonomian yang besar di dunia, bebas dari inflasi. Saat itu, kami mengalami inflasi dua kali lipat setiap bulannya. Adalah sulit bagi banyak orang untuk memercayai apa yang nabi katakan, tetapi saya percaya. Sekarang Brasil mengalami sekitar 5 persen inflasi setiap tahunnya selama beberapa tahun berturut-turut. Brasil menjadi negara kesembilan di dunia dengan perekonomian yang baik, dan negara itu baik-baik saja!

Asas ketiga: “Nabi yang hidup adalah lebih penting bagi kita daripada nabi yang sudah tiada” (“Empat Belas Asas,” 27).

Kita belajar sebuah pelajaran besar tentang ini dari tulisan suci. Pada zaman Nuh adalah lebih mudah bagi orang-orang untuk memercayai nabi-nabi yang telah tiada, tetapi adalah sulit bagi mereka untuk memercayai Nuh. Kita tahu bahwa karena ketidakpecayaan mereka, mereka tidak selamat dari air bah (lihat Kejadian 6–7).

Asas keempat: “Nabi tidak akan pernah menyesatkan Gereja” (“Empat Belas Asas,” 27).

Lagi, kita belajar dari nabi yang hidup. Presiden Wilford Woodruff menyatakan, “Tuhan tidak akan pernah mengizinkan saya atau pria lain mana pun yang bertindak sebagai Presiden Gereja ini untuk menyesatkan Anda. Itu tidak ada dalam program. Itu bukan pikiran Allah. Jika saya berusaha melakukan itu, Tuhan akan mengusir saya keluar dari tempat saya, dan begitu juga Dia akan melakukan kepada pria mana pun yang berusaha untuk menyesatkan anak-anak manusia dari orakel Allah dan dari tugas mereka” (Pernyataan Resmi 1).

Asas kelima: “Nabi tidak diharuskan untuk memiliki suatu pelatihan duniawi atau ijazah untuk berbicara mengenai topik apa pun atau bertindak untuk masalah apa pun kapan pun” (“Empat Belas Asas,” 27).

Tuhan memanggil seorang pemuda, Joseph Smith, untuk memulihkan Gereja-Nya. Apakah Anda pikir bahwa pemuda Joseph Smith seorang sarjana S3 dalam bidang teologi atau sains? Kita tahu bahwa dia adalah pemuda yang rendah hati dan secara akademis tak terpelajar. Tetapi dia dipilih oleh Tuhan, dan dia menerima dari Tuhan semua yang diperlukan untuk menghormati dan meningkatkan panggilan bagi seorang Nabi Pemulihan.

Presiden Benson melanjutkan:

“Enam: Nabi tidak perlu mengatakan, ‘Maka firman Tuhan’ untuk memberi kita tulisan suci” …

“Tujuh: Nabi memberitahukan apa yang perlu kita tahu, tidak selalu apa yang kita ingin tahu”(“Empat Belas Asas,” 27, 28).

Dan kemudian Presiden Benson mengutip dari 1 Nefi 16:1, 3:

“Dan sekarang, terjadilah bahwa setelah aku, Nefi, mengakhiri pembicaraan kepada kakak-kakakku, lihatlah mereka berkata kepadaku: Engkau telah memaklumkan kepada kami hal-hal yang keras, lebih daripada yang sanggup kami tanggung ….

Dan sekarang, kakak-kakakku, jika kamu saleh dan bersedia untuk menyimak kebenaran, dan mengindahkannya, sehingga kamu boleh berjalan dengan lurus di hadapan Allah, maka kamu tidak akan menggerutu karena kebenaran, dan berkata: engkau telah mengucapkan hal-hal yang keras terhadap kami.”

Asas kedelapan: “Nabi tidak dibatasi oleh pertimbangan manusia ….

… Apakah tampak masuk akal untuk menyembuhkan orang berpenyakit kusta dengan menyuruh orang itu untuk mandi tujuh kali di sebuah sungai tertentu? Tetapi ini yang sesungguhnya diperintahkan oleh Nabi Elisa untuk orang yang sakit kusta itu lakukan dan dia sembuh (lihat 2 Raja-Raja 5). (“Empat Belas Asas,” 28).

Dan Presiden Benson melanjutkan memberikan asas-asas lain tentang kepatuhan kepada nabi. Saya akan membaca enam yang terakhir dan mengajak Anda dalam malam keluarga Anda berikutnya untuk menemukan asas-asas ini dalam perkataan dan ajaran dari para nabi kita yang hidup, pelihat dan pewahyu selama konferensi umum ini.

“Kesembilan: Nabi dapat menerima wahyu untuk setiap persoalan—jasmani ataupun rohani” …

“Kesepuluh: Nabi dapat dilibatkan dalam persoalan sipil ….

“Kesebelas: Dua kelompok yang paling sulit dalam mengikuti nabi adalah mereka yang bangga karena kepintaran dan yang bangga karena kekayaan ….

“Kedua belas: Nabi tidaklah perlu untuk menjadi populer dengan dunia atau yang duniawi ….

“Ketiga belas: Nabi dan para penasihatnya membentuk Presidensi Utama—kuorum tertinggi di Gereja ….

“Keempat belas: Nabi dan presidensi—nabi yang hidup dan presidensi utama, ikutilah mereka maka akan diberkati; tolaklah mereka maka akan menderita” (“Empat Belas Asas,” 29).

Kita berkesempatan untuk memiliki perkataan dari para nabi kita yang hidup, pelihat dan pewahyu selama konferensi umum yang luar biasa ini. Mereka akan menyatakan kehendak Tuhan bagi kita, umat-Nya. Mereka akan menyampaikan firman Allah dan nasihat-Nya bagi kita. Perhatikan dan ikutilah petunjuk serta saran mereka, dan saya bersaksi kepada Anda bahwa hidup Anda akan benar-benar diberkati.

Yesus adalah Kristus, Juruselamat dan Penebus kita. Presiden Thomas S. Monson adalah Nabi Allah yang hidup dan Presidensi Utama serta Kuorum Dua Belas Rasul adalah nabi, pelihat, dan pewahyu. Dalam nama Yesus Kristus, amin.