Buku Pegangan 2:
Mengelola Gereja

Keluarga dan Gereja dalam Rencana Allah

 

1.1 Rencana Allah Bapa bagi Keluarga Kekal-Nya

 1.1.1

Keluarga Prafana Allah

Keluarga ditetapkan oleh Allah. Keluarga adalah unit paling penting untuk sekarang dan selama-lamanya. Bahkan sebelum kita lahir di bumi, kita adalah bagian dari sebuah keluarga. Masing-masing dari kita “adalah putra atau putri roh terkasih dari orang tua surgawi” dengan “sifat dan tujuan ilahi” (“Keluarga: Pernyataan kepada Dunia,” Liahona, Oktober 2004, 49). Allah adalah Bapa Surgawi kita, dan kita tinggal di hadirat-Nya sebagai bagian dari keluarga-Nya dalam kehidupan prafana. Di sana kita mempelajari pelajaran-pelajaran pertama kita dan dipersiapkan untuk kefanaan (lihat A&P 138:56).

 1.1.2

Tujuan Kefanaan

Karena kasih Allah bagi kita, Dia mempersiapkan sebuah rencana yang mencakup kedatangan kita ke bumi, tempat kita akan menerima tubuh dan diuji supaya kita dapat maju dan menjadi lebih seperti Dia. Rencana ini disebut “rencana keselamatan” (Alma 24:14), “rencana kebahagiaan yang besar” (Alma 42:8), dan “rencana penebusan” (Alma 12:25; lihat juga ayat 26–33).

Tujuan rencana Allah adalah untuk menuntun kita menuju kehidupan kekal. Allah memaklumkan, “Inilah pekerjaan-Ku dan kemuliaan-Ku—untuk mendatangkan kebakaan dan kehidupan kekal bagi manusia” (Musa 1:39). Kehidupan kekal adalah karunia terbesar Allah bagi anak-anak-Nya (lihat A&P 14:7). Kehidupan kekal adalah permuliaan di tingkat tertinggi dari kerajaan selestial. Melalui rencana keselamatan, kita dapat menerima berkat kembali ke hadirat Allah ini dan menerima kegenapan sukacita.

 1.1.3

Pendamaian Yesus Kristus

Untuk memperoleh permuliaan dalam kerajaan Allah, kita harus mengatasi dua rintangan kefanaan: kematian dan dosa. Karena kita tidak dapat mengatasi satu pun dari rintangan ini oleh diri kita sendiri, Bapa Surgawi mengutus Putra-Nya, Yesus Kristus, untuk menjadi Juruselamat dan Penebus kita. Kurban pendamaian Juruselamat memungkinkan bagi semua anak Allah untuk mengatasi kematian jasmani, dibangkitkan, dan memperoleh kebakaan. Pendamaian juga memungkinkan bagi mereka yang bertobat dan mengikuti-Nya untuk mengatasi kematian rohani, kembali ke hadirat Allah untuk berdiam bersama-Nya, dan mendapatkan kehidupan kekal (lihat A&P 45:3–5).

 1.1.4

Peran Keluarga dalam Rencana Allah

Sebagai bagian dari rencana Bapa Surgawi, kita lahir ke dalam keluarga-keluarga. Dia membentuk keluarga untuk mendatangkan kebahagiaan kepada kita, menolong kita mempelajari asas-asas yang benar dalam atmosfer yang penuh kasih, dan mempersiapkan kita untuk kehidupan kekal.

Orang tua memiliki tanggung jawab yang sangat penting untuk menolong anak-anak mereka mempersiapkan diri kembali kepada Bapa Surgawi. Orang tua memenuhi tanggung jawab ini dengan mengajar anak-anak mereka untuk mengikuti Yesus Kristus dan menjalankan Injil-Nya.

 1.1.5

Peran Gereja

Gereja menyediakan organisasi dan sarana untuk mengajarkan Injil Yesus Kristus kepada semua anak Allah. Gereja menyediakan wewenang imamat untuk mengelola tata cara-tata cara keselamatan dan permuliaan kepada semua orang yang layak dan bersedia menerimanya.