Buku Pegangan 2:
Mengelola Gereja

Kebijakan Gereja yang Dipilih

Sebagian besar dari kebijakan berikut dipilih dari bab “Kebijakan Gereja” dan “Sarana Fisik” dari Buku Pegangan 1. Pertanyaan-pertanyaan tentang hal ini dan kebijakan Gereja lainnya hendaknya dirujuk kepada uskup.

Bab ini terdiri atas empat bagian. Setiap bagian mencakup subtopik:

  1. 1.

    Kebijakan administratif

  2. 2.

    Kebijakan mengenai Penggunaan Gedung dan Properti Gereja Lainnya

  3. 3.

    Kebijakan Medis dan Kesehatan

  4. 4.

    Kebijakan mengenai Masalah Moral

 

21.1 Kebijakan Administratif

 21.1.1

Pencegahan dan Tanggapan terhadap Kecelakaan

Lihat 13.6.20.

 21.1.2

Kebijakan Kegiatan

Lihat 13.6.

 21.1.3

Anak-Anak Adopsi dan Orang Tua Kandung Mereka

Pertanyaan perihal pertukaran informasi dan hubungan antara anak-anak adopsi dan orang tua kandung mereka hendaknya ditangani dengan kepekaan. Hak sah dan kebutuhan emosional dari semua pihak yang berhubungan hendaknya dipertimbangkan.

 21.1.4

Adopsi dan Pemeliharaan Anak Asuh

Para anggota yang mengupayakan untuk mengadopsi anak atau menyediakan pemeliharaan anak asuh hendaknya menaati dengan saksama semua persyaratan hukum dari negara (dan subdivisi pemerintah mereka) yang diperlukan. Mereka diimbau untuk bekerja melalui badan berlisensi dan berwenang.

 21.1.5

Materi Audiovisual

Para anggota boleh menggunakan materi audiovisual, seperti CD, DVD, dan presentasi komputer, di acara-acara Gereja dengan pembatasan berikut:

  1. 1.

    Materi audiovisual tersebut tidak boleh digunakan dalam pertemuan sakramen atau sesi umum konferensi pasak (meskipun demikian, iringan musik rekaman yang pantas boleh digunakan jika piano, organ, atau pengiring tidak ada).

  2. 2.

    Materi audiovisual tersebut tidak boleh digunakan jika penggunaan seperti itu dilindungi oleh hak cipta (lihat 21.1.12).

  3. 3.

    Materi audiovisual tersebut tidak boleh digunakan jika memuat materi yang tidak sesuai untuk acara-acara Gereja.

Materi audiovisual yang memenuhi kriteria ini boleh digunakan di ruang sakramen selama pertemuan-pertemuan lain selain pertemuan sakramen atau sesi umum konferensi pasak jika materi audiovisual tersebut merupakan bagian penting dari pertemuan.

 21.1.6

Autograf dan Foto Pembesar Umum dan Tujuh Puluh Area

Para anggota Gereja hendaknya tidak mengupayakan autograf Pembesar Umum atau Tujuh Puluh Area, termasuk menandatangani tulisan suci, nyanyian pujian, atau lembar acara mereka. Melakukan hal ini mengurangi pemanggilan sakral mereka dan suasana pertemuan. Itu juga dapat menghalangi mereka menyapa para anggota lain.

Para anggota hendaknya tidak mengambil foto Pembesar Umum atau Tujuh Puluh Area dalam ruang sakramen.

 21.1.7

Alkitab

Para anggota yang berbicara bahasa Inggris hendaknya menggunakan Alkitab Versi Raja James edisi Orang Suci Zaman Akhir. Edisi ini mencakup Penuntun Topik; catatan kaki; cuplikan-cuplikan dari Terjemahan Joseph Smith; rujuk silang untuk petikan-petikan lain dalam Alkitab dan pada Kitab Mormon, Ajaran dan Perjanjian, serta Mutiara yang Sangat Berharga; dan alat bantu belajar pembelajaran lainnya. Meskipun versi-versi Alkitab lain mungkin lebih mudah dibaca, dalam hal-hal ajaran, wahyu zaman akhir mendukung Versi Raja James lebih baik daripada terjemahan bahasa Inggris lainnya.

Para anggota yang berbicara bahasa Spanyol hendaknya menggunakan Alkitab Reina-Valera edisi Orang Suci Zaman Akhir. Edisi ini mencakup alat bantu belajar serupa dengan yang ada dalam edisi Orang Suci Zaman Akhir dalam bahasa Inggris.

Dalam banyak bahasa selain bahasa Inggris, Gereja telah menyetujui edisi Alkitab non–Orang Suci Zaman Akhir untuk digunakan dalam pertemuan dan kelas di Gereja. Para anggota hendaknya menggunakan edisi-edisi Alkitab ini.

Cara yang paling dapat diandalkan untuk mengukur akurasi terjemahan Alkitab mana pun adalah dengan tidak membandingkan teks yang berbeda, tetapi melalui perbandingan dengan Kitab Mormon dan wahyu-wahyu zaman modern.

Alkitab cetakan dari edisi yang disetujui tersedia di Layanan Distribusi Gereja. Teks elektronik dan rekaman audio edisi Orang Suci Zaman Akhir juga tersedia di scriptures.lds.org.

 21.1.8

Kitab Mormon

Gereja tidak menganjurkan penulisan kembali Kitab Mormon ke dalam bahasa Inggris yang lazim dan modern. Presidensi Utama telah mengatakan,

“Saat teks kudus diterjemahkan ke dalam bahasa lain atau ditulis kembali ke dalam bahasa yang lebih lazim, ada risiko yang besar bahwa proses ini bisa memasukkan kekeliruan-kekeliruan ajaran atau bukti tak dikenal dari sumber kunonya. Untuk menjaga terhadap risiko-risiko ini, Presidensi Utama dan Dewan Dua Belas memberikan supervisi pribadi yang ketat terhadap penerjemahan tulisan suci dari bahasa Inggris ke dalam bahasa-bahasa lain dan tidak mewenangkan upaya untuk mengekspresikan isi ajaran dari Kitab Mormon dalam bahasa Inggris yang lazim dan modern. (Hal-hal ini tidak berkaitan dengan terbitan oleh Gereja untuk anak-anak).” (Ensign, April 1993, 74).

 21.1.9

Majalah Gereja

Presidensi Utama secara konsisten telah mengimbau para anggota Gereja untuk membaca majalah-majalah Gereja. Para pemimpin Gereja setempat hendaknya mengimbau para anggota untuk memiliki majalah Gereja di rumah mereka. Majalah-majalah ini berisi bimbingan Tuhan yang diberikan melalui para nabi zaman akhir. Majalah Gereja memperkuat iman kepada Juruselamat dan menyediakan arahan yang diilhami untuk tantangan-tantangan pribadi.

Presiden pasak dan uskup boleh menugasi sekretaris pelaksana mereka untuk mengoordinasi upaya langganan majalah Gereja (lihat Buku Pegangan 1, 13.3.4 dan 13.4.4). Keuskupan juga dapat memanggil seorang perwakilan majalah lingkungan dan menugasi orang lain untuk membantu. Jika seorang perwakilan majalah lingkungan dipanggil, dia menolong merencanakan dan mengarahkan kampanye majalah Gereja, menolong para anggota memulai atau memperbarui langganan, serta mengajar para anggota manfaat berlangganan majalah Gereja.

Para anggota dapat berlangganan majalah Gereja melalui Layanan Distribusi Gereja. Di sejumlah daerah, para anggota dapat berlangganan dengan mengisi formulir langganan pada halaman Jaringan majalah Gereja.

 21.1.10

Nama Gereja dan Jenis Logo

Nama dan jenis logo Gereja adalah kunci pengenal Gereja. Nama dan jenis logo tersebut diregistrasikan sebagai merek dagang atau dengan cara lain secara hukum dilindungi di seluruh dunia. Nama dan jenis logo tersebut hendaknya digunakan hanya menurut petunjuk berikut.

Unit-unit setempat dapat menggunakan nama tertulis Gereja (bukan jenis logo) saat semua kondisi berikut dipenuhi:

  1. 1.

    Kegiatan atau acara yang dengannya nama itu berhubungan dengan yang disponsori secara resmi oleh unit (contohnya, acara pertemuan sakramen).

  2. 2.

    Nama unit setempat digunakan sebagai pendahuluan dari nama Gereja (contohnya, Lingkungan Canyon View Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir).

  3. 3.

    Bentuk huruf tidak meniru atau mirip dengan jenis logo resmi Gereja.

Jenis logo resmi Gereja (lihat sampul depan buku pegangan ini) digunakan hanya untuk barang-barang yang disetujui oleh Correlation Department di kantor pusat Gereja. Contoh dari barang-barang ini adalah:

  1. 1.

    Terbitan dan alat-alat tulis resmi Gereja.

  2. 2.

    Tanda nama misionaris.

  3. 3.

    Tanda bagian luar gedung pertemuan.

Jenis logo tidak boleh digunakan sebagai unsur dekoratif atau screen saver komputer. Jenis logo juga tidak boleh digunakan untuk tujuan pribadi, komersial, atau promosi apa pun, seperti pada buku-buku sejarah keluarga, T-shirt, kancing, atau spanduk. Pertanyaan dapat dilayangkan ke:

Intellectual Property Office 50 East North Temple Street, Room 1888 Salt Lake City, UT 84150-0018 Telepon: 1-801-240-3959 atau 1-800-453-3860, pesawat 2-3959 Faks: 1-801-240-1187 E-mail: cor-intellectualproperty@ldschurch.org

 21.1.11

Komputer

Sebagaimana diwenangkan oleh dewan ketua Gereja, di sejumlah unit Gereja disediakan komputer untuk tujuan seperti penyimpanan catatan dan sejarah keluarga. Presiden pasak mengawasi penempatan dan penggunaan komputer di dalam pasak. Petunjuk untuk mendapatkan dan mengelola komputer Gereja tersedia di kantor pusat Gereja atau kantor administrasi yang ditetapkan. Petunjuk ini menyediakan informasi tentang hal-hal seperti perangkat keras dan perangkat lunak, komputer yang disumbangkan, hubungan Internet, perbaikan, pembuangan komputer, komputer yang dicuri atau rusak, keamanan, serta penggunaan oleh anggota.

Jika perlu, presiden pasak mengatur agar komputer lingkungan dan pasak tersedia bagi para anggota untuk digunakan dalam program sejarah keluarga. Komputer lingkungan dan pasak tidak diwenangkan untuk penggunaan pribadi lainnya.

Untuk melindungi informasi rahasia pada komputer, para pemimpin dan juru tulis hendaknya menggunakan fitur kata sandi sistem penyimpanan catatan Gereja. Petunjuk tambahan tentang melindungi informasi rahasia tersedia dalam Buku Pegangan 1, 13.8 dan 13.9.

Komputer hendaknya ditempatkan agar para anggota keuskupan dan juru tulis dapat memproses sumbangan mingguan anggota dengan privasi.

Untuk pembatasan mengenai menduplikasi perangkat lunak komputer, lihat 21.1.12.

 21.1.12

Materi yang Dilindungi Hak Cipta

Hukum-hukum yang mengatur hasil karya kreatif dan penggunaan dengan izin bervariasi dari satu negara dengan lainnya. Kebijakan Gereja yang diuraikan dalam bagian ini selaras dengan perjanjian-perjanjian internasional yang berlaku di kebanyakan negara. Secara sederhana, bagian ini merujuk pada hak pencipta sebagai “hak cipta.” Meskipun demikian, hak-hak tertentu ini mungkin dikenal dengan nama yang berbeda di sejumlah negara.

Hak cipta adalah perlindungan yang diberikan oleh hukum kepada pencipta atas hasil karya asli dari kepengarangan yang diekspresikan dalam bentuk nyata:

  1. 1.

    Hasil karya kesastraan, musik, drama, dan koreografi.

  2. 2.

    Hasil karya seni, fotografi, dan seni pahat.

  3. 3.

    Hasil karya audio dan audiovisual (seperti film dan video, CD, serta DVD).

  4. 4.

    Program atau permainan komputer.

  5. 5.

    Internet dan database lainnya.

Para anggota Gereja hendaknya menaati dengan ketat semua hukum hak cipta. Secara umum, hanya pemilik hak cipta yang boleh mewenangkan penggandaan (pengopian), distribusi, pementasan publik, pajangan umum, atau jiplakan dari hasil karya mereka. Menggunakan sebuah hasil karya dengan salah satu dari cara-cara ini tanpa wewenang dari pemilik hak cipta bertentangan dengan kebijakan Gereja dan juga bisa menyebabkan Gereja atau pengguna menghadapi pertanggungjawaban hukum.

Seorang pengguna sebuah hasil karya hendaknya menganggap bahwa hasil karya tersebut dilindungi oleh hak cipta. Hasil karya yang diterbitkan biasanya mencakup pemberitahuan hak cipta, seperti “© 1959 oleh John Doe.” (Untuk rekaman suara, simbolnya adalah ℗). Meskipun demikian, pemberitahuan hak cipta tidak diperlukan untuk perlindungan hukum. Demikian pula, fakta bahwa terbitan yang tidak dalam bentuk cetakan tidak berarti bahwa hak ciptanya ditiadakan atau dibenarkan untuk diduplikasikan, didistribusikan, dipentaskan, dipajang, atau dijiplak darinya tanpa izin.

Gereja membantu dalam memproses permintaan untuk menggunakan materi atau program Gereja yang dilindungi hak cipta, termasuk materi yang dilindungi hak cipta oleh Intellectual Reserve, Inc. (IRI). IRI adalah badan hukum nirlaba dan terpisah yang memiliki hak milik intelektual yang digunakan oleh Gereja. Informasi tambahan untuk meminta penggunaan materi yang dimiliki Gereja dapat ditemukan dengan mengikuti “Rights and Use Information” yang terhubung pada LDS.org.

Pertanyaan dan jawaban berikut mungkin menolong para anggota memahami dan menaati hukum hak cipta saat menggunakan materi yang dilindungi hak cipta di gereja dan di rumah. Jika anggota memiliki pertanyaan yang tidak terjawab dalam petunjuk ini, mereka dapat menghubungi:

Intellectual Property Office 50 East North Temple Street, Room 1888 Salt Lake City, UT 84150-0018 Telepon: 1-801-240-3959 atau 1-800-453-3860, pesawat 2-3959 Faks: 1-801-240-1187 E-mail: cor-intellectualproperty@ldschurch.org

Dapatkah saya mengopi gambar dari majalah-majalah Gereja? Gambar-gambar dalam terbitan Gereja biasanya boleh dikopi untuk penggunaan nonkomersial Gereja, rumah tangga, dan keluarga. Meskipun demikian, gambar-gambar tersebut tidak boleh dikopi untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis khusus dari IPO. Jika gambar dilarang untuk dikopi, kata-kata seperti “tidak boleh dikopi” akan tampak di penjelasan untuk gambar tersebut.

Dapatkah saya mengopi materi terbitan Gereja? Terbitan Gereja biasanya boleh dikopi untuk penggunaan nonkomersial Gereja, rumah tangga, dan keluarga. Tidak ada penggunaan komersial yang boleh dilakukan terhadap materi Gereja tanpa izin tertulis khusus dari IPO.

Dapatkah saya mengopi musik? Hukum hak cipta khusus berlaku pada musik. Seseorang boleh mengopi musik dari Nyanyian Pujian, Buku Nyanyian Anak-Anak, dan majalah-majalah Gereja untuk penggunaan nonkomersial Gereja, rumah tangga, dan keluarga kecuali jika pembatasan secara jelas tercantum pada nyanyian pujian atau lagu. Menggandakan musik yang dicetak atau direkam tanpa wewenang dari pemilik hak cipta bertentangan dengan kebijakan Gereja. Musik yang telah digandakan yang bertentangan dengan kebijakan ini tidak boleh digunakan untuk tujuan Gereja.

Dapatkah saya mengubah, mengopi, atau memilah-milah materi audiovisual produksi Gereja? Tidak, kecuali penggunaan seperti itu secara khusus diwenangkan oleh IPO. Materi audiovisual produksi Gereja hendaknya digunakan sesuai dengan petunjuk yang ditentukan dalam pedoman dan pada kemasan materi.

Dapatkah saya mengopi materi yang bukan dimiliki oleh Gereja? Secara umum tidak. Hukum hak cipta mengatur penggunaan materi yang dimiliki secara pribadi. Biasanya ada pembatasan yang memberikan syarat-syarat yang harus diikuti publik sebelum mengopi materi non-Gereja. Pembatasan ini biasanya tercantum di dekat bagian awal dari suatu terbitan. Para anggota hendaknya menaati dengan ketat semua hukum hak cipta.

Dapatkah saya memperlihatkan produk audiovisual komersial pada acara Gereja? Secara umum tidak. Para anggota Gereja hendaknya tidak melanggar peringatan dan pembatasan yang ditempatkan pada produk audiovisual komersial. Menggunakan produk audiovisual pada acara Gereja secara umum memerlukan izin dari pemilik hak cipta.

Dapatkah saya mengunduh atau menggandakan perangkat lunak komputer dan program lainnya untuk penggunaan Gereja? Secara umum tidak. Program komputer dan perangkat lunak lainnya tidak boleh digandakan atau diunduh kecuali semua lisensi telah dibeli dengan benar. Sebagai pengecualian, program sejarah keluarga Gereja boleh diunduh tanpa biaya.

Dapatkah saya mengunduh atau mendistribusikan materi yang saya temukan pada situs Jaringan Gereja? Gereja telah menciptakan beberapa situs Jaringan, seperti LDS.org, Mormon.org, dan FamilySearch.org . Kecuali dengan cara lain diindikasikan, semua materi pada situs-situs Jaringan milik Gereja, termasuk visual, teks, ikon, tampilan, database, dan informasi umum, boleh dilihat, diunduh, dan dicetak untuk penggunaan Gereja, rumah tangga, dan keluarga saja. Materi dari situs-situs ini tidak boleh dipasang, direkam, atau didistribusikan ke situs-situs Jaringan lain atau jaringan komputer tanpa izin dari IPO.

Situs-situs milik Gereja dan informasi apa pun dalam situs-situs ini, termasuk nama dan alamat dari mereka yang telah mengirimkan informasi, tidak boleh digunakan untuk menjual atau mempromosikan produk atau jasa, mencari klien, atau tujuan komersial lain apa pun.

Untuk informasi tambahan, lihat informasi hak dan penggunaan yang berhubungan dengan situs Jaringan.

Izin apakah yang diperlukan untuk menyajikan produksi musik dan teater? Produksi yang dimiliki oleh Gereja atau IRI boleh dipentaskan dalam acara-acara Gereja tanpa izin dari kantor pusat Gereja. Jika produksi yang dilindungi hak cipta bukan dimiliki oleh Gereja, para anggota harus mendapatkan izin hak cipta dari pemilik untuk mementaskan semua atau sebagian darinya dalam acara Gereja. Biasanya pemilik hak cipta meminta bayaran atau royalti bahkan meskipun tidak ada biaya dipungut untuk pementasan itu. Semua penyajian hendaknya memperoleh persetujuan dari para pemimpin imamat setempat.

 21.1.13

Materi Kurikulum

Gereja menyediakan tulisan suci, majalah, buku pedoman, buku, dan materi lainnya untuk menolong para anggota belajar dan menjalankan Injil Yesus Kristus.

Para pemimpin imamat dan organisasi pelengkap mengimbau para anggota mendapatkan salinan tulisan suci dan materi kurikulum lainnya untuk digunakan di rumah dan di gereja.

Para pemimpin memastikan bahwa para guru menggunakan materi yang disetujui Gereja untuk pengajaran kuorum dan kelas. Terbitan Petunjuk untuk Kurikulum menyediakan informasi tentang cara mengorganisasi kelas-kelas hari Minggu dan materi apa yang digunakan untuk pelajaran.

 21.1.14

Bisnis Kencan atau Saling Berkenalan bagi Anggota Lajang

Bisnis kencan dan saling berkenalan sering mempromosikan jasa mereka kepada para anggota lajang Gereja. Gedung pertemuan, kelas, atau program Gereja tidak boleh digunakan untuk mempromosikan usaha bisnis pribadi apa pun, termasuk bisnis atau jasa kencan dan saling berkenalan. Daftar kelompok Gereja atau informasi lain tentang anggota hendaknya tidak diberikan ke bisnis seperti itu.

 21.1.15

Daftar Alamat

Daftar alamat pasak dan lingkungan boleh diterbitkan menurut petunjuk berikut:

Nama, alamat, dan nomor telepon boleh disertakan dalam sebuah daftar nama jika tercantum dalam buku telepon komersial atau, jika tidak tercantum, jika anggota tersebut memberikan izin. Alamat e-mail boleh disertakan hanya atas izin anggota.

Dana anggaran belanja pasak atau lingkungan digunakan untuk membayar daftar nama. Daftar nama tidak boleh memuat iklan.

Para pemimpin tidak boleh mendistribusikan daftar nama di luar batas-batas pasak atau lingkungan atau mengizinkan penggunaannya untuk tujuan komersial atau politik.

Bagian awal dari setiap daftar nama hendaknya mencakup pernyataan yang digunakan hanya untuk tujuan Gereja dan hendaknya tidak dikopi tanpa izin dari uskup atau presiden pasak.

 21.1.16

Emigrasi Anggota

Secara umum, para anggota diimbau tetap tinggal di negeri asal mereka untuk membangun dan memperkuat Gereja. Kesempatan untuk kegiatan Gereja serta untuk menerima dan berbagi berkat-berkat Injil meningkat dengan pesat di seluruh dunia. Sewaktu para anggota tetap tinggal di tanah air mereka dan bekerja membangun Gereja di sana, berkat-berkat besar akan datang bagi mereka secara pribadi dan bagi Gereja. Pasak dan lingkungan di seluruh dunia akan diperkuat, memungkinkannya untuk berbagi berkat-berkat Injil dengan anak-anak Bapa Surgawi bahkan dalam jumlah yang lebih besar lagi.

Pengalaman telah memperlihatkan bahwa mereka yang beremigrasi sering kali menghadapi tantangan bahasa, budaya, dan ekonomi, yang mengakibatkan kekecewaan serta kesulitan pribadi dan keluarga.

Para misionaris hendaknya tidak meminta orang tua, sanak saudara, atau orang lain untuk mensponsori anggota yang ingin beremigrasi ke negara-negara lain.

Para anggota yang beremigrasi ke negara mana pun hendaknya mematuhi hukum yang berlaku.

Saat datang ke Amerika Serikat atau negara-negara lain dengan visa mahasiswa atau turis, para anggota hendaknya tidak berharap untuk mendapatkan pekerjaan atau memperoleh visa permanen setelah memasuki negara itu.

Agar dipertimbangkan untuk pekerjaan Gereja di negara mana pun, seseorang harus memenuhi semua syarat hukum imigrasi dan naturalisasi. Gereja tidak mensponsori imigrasi melalui pekerjaan Gereja.

 21.1.17

Hari puasa

Suatu ketaatan hari puasa yang benar secara khusus mencakup menjauhkan diri dari makanan dan minuman untuk dua kali makan berurutan dalam waktu 24 jam, menghadiri pertemuan puasa dan kesaksian, serta memberikan persembahan puasa yang murah hati untuk menolong mengurus mereka yang membutuhkan.

 21.1.18

Penggalangan Dana

Lihat 13.6.8.

 21.1.19

Judi dan Undian

Gereja menentang judi dalam bentuk apa pun, termasuk undian yang disponsori pemerintah.

 21.1.20

Pembicara atau Instruktur Tamu

Untuk sebagian besar pertemuan Gereja, pembicara dan instruktur hendaknya berasal dari lingkungan atau pasak setempat.

Persetujuan uskup diperlukan sebelum pembicara atau instruktur tamu boleh berperan serta dalam pertemuan lingkungan apa pun, termasuk pertemuan-pertemuan organisasi pelengkap. Persetujuan presiden pasak diperlukan untuk peran serta seperti itu dalam pertemuan-pertemuan pasak.

Uskup atau presiden pasak secara saksama menyaring pembicara atau instruktur tamu dan pokok bahasan dari presentasi mereka. Ini bisa mencakup menghubungi uskup orang itu. Uskup atau presiden pasak memastikan bahwa:

  1. 1.

    Presentasi selaras dengan ajaran Gereja.

  2. 2.

    Pembicara atau instruktur tamu tidak dibayar, tidak merekrut peserta, dan tidak mencari pelanggan atau klien.

  3. 3.

    Biaya perjalanan untuk pembicara atau instruktur tamu tidak dibayar, baik dengan anggaran belanja unit setempat atau sumbangan pribadi.

  4. 4.

    Presentasi mematuhi petunjuk untuk menggunakan fasilitas Gereja (lihat 21.2).

 21.1.21

Pajak Penghasilan

Para anggota Gereja diwajibkan oleh pasal kepercayaan kedua belas untuk mematuhi hukum pajak dari negara di mana mereka bertempat tinggal (lihat juga A&P 134:5). Para anggota yang tidak menyetujui hukum pajak boleh mencoba untuk mengubahnya melalui amendemen perundang-undangan atau konstitusi. Para anggota yang memiliki keberatan berlandaskan hukum yang kuat boleh menolak hukum pajak di pengadilan.

Para anggota Gereja yang menolak untuk mengajukan pengembalian pajak, membayar pajak penghasilan yang diwajibkan, atau mematuhi keputusan akhir dalam kasus pajak berada dalam konflik langsung dengan hukum dan dengan ajaran-ajaran Gereja. Anggota seperti itu mungkin tidak memenuhi syarat untuk rekomendasi bait suci dan hendaknya tidak dipanggil pada jabatan dengan tanggung jawab utama di dalam Gereja. Anggota yang dihukum karena sengaja melanggar hukum pajak bisa dikenakan disiplin Gereja sejauh keadaan mengharuskan.

 21.1.22

Internet

Saat dengan hati-hati digunakan, Internet dapat menolong mengoordinasi pekerjaan Gereja, memperkuat iman, dan melayani orang-orang lain yang membutuhkan. Meskipun demikian, jika memungkinkan, para anggota hendaknya memastikan bahwa komunikasi elektronik tidak menggantikan kesempatan untuk hubungan secara pribadi.

Sumber-Sumber Internet Resmi Gereja

Gereja menyediakan sejumlah situs Jaringan resmi dan sumber-sumber Internet lainnya untuk penggunaan umum. Situs dan sumber ini jelas diidentifikasi sebagai yang resmi baik dalam penggunaan logo Gereja ataupun dalam beberapa cara lainnya. Situs dan sumber ini juga mematuhi persyaratan hukum dan kebijakan hak milik intelektual dan privasi Gereja.

Situs Jaringan pasak dan lingkungan boleh dibuat hanya dengan menggunakan sumber-sumber Internet resmi Gereja. Pasak dan lingkungan tidak diwenangkan untuk membuat situs lainnya atau blog atau dengan cara lain memberikan penampilan yang disponsori Gereja pada Internet.

Situs Jaringan pasak dan lingkungan dapat memfasilitasi koordinasi dan komunikasi di dalam unit-unit setempat. Situs Jaringan ini dapat mencakup berita dan pengumuman, kalender, daftar nama kepemimpinan dan keanggotaan, serta penjadwalan fasilitas. Jika situs pasak atau lingkungan dibuat, situs tersebut hendaknya dipelihara secara teratur untuk memenuhi tujuan yang dimaksudkan.

Untuk meminta persetujuan menggunakan sumber-sumber resmi Gereja guna membuat situs Jaringan pasak atau lingkungan, presiden pasak menghubungi kantor berikut di kantor pusat Gereja:

Member and Statistical Records Division Attn: Local Unit Internet Resources 50 East North Temple Street, Room 1320 Salt Lake City, UT 84150-0013 Telepon: 1-801-240-3500 atau 1-800-453-3860, pesawat 2-3500 E-mail: msrmail@ldsmail.net

Petunjuk tambahan untuk situs Jaringan pasak dan lingkungan dapat ditemukan dengan mencari dalam “LDS Site Development Guide” pada LDS.org.

Adakalanya, situs Jaringan resmi Gereja bisa disetujui untuk tujuan lain, seperti proyek multipasak, peristiwa khusus, serta kegiatan dan organisasi dewasa lajang muda. Untuk mengupayakan persetujuan bagi situs seperti itu, pemimpin imamat organisasi tersebut mengirimkan permintaan yang menyatakan tujuan dan kebutuhan kepada seorang anggota Presidensi Tujuh Puluh atau Presidensi Area.

Bait suci, misi, dan pusat pengunjung tidak diwenangkan untuk membuat situs Jaringan.

Penggunaan Internet oleh Anggota dalam Pemanggilan Gereja

Para anggota individu boleh membuat situs Jaringan atau blog atau menggunakan sumber-sumber Internet lainnya yang pantas dalam pemanggilan Gereja mereka, asalkan mereka menyertakan suatu sangkalan seperti “Ini bukan situs Jejaring resmi Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir.” Para anggota hendaknya juga mematuhi petunjuk berikut:

  1. 1.

    Logo Gereja tidak boleh digunakan atau ditiru.

  2. 2.

    Nama dan informasi kontak dari anggota yang bertanggung jawab atas situs Jaringan hendaknya disertakan.

  3. 3.

    Para anggota hendaknya tidak menyatakan atau mengisyaratkan bahwa situs Jaringan atau kegiatan mereka disponsori atau disahkan oleh Gereja.

  4. 4.

    Hasil karya seni, musik, atau materi milik Gereja lainnya hendaknya tidak dipasang lagi kecuali penggunaan seperti itu jelas diwenangkan oleh halaman “Rights and Use Information” dari situs Jaringan resmi Gereja atau oleh Intellectual Property Office Gereja.

  5. 5.

    Foto individu-individu atau informasi pribadi lain tentang mereka hendaknya tidak ditampilkan tanpa persetujuan mereka.

Penggunaan Internet Pribadi

Para anggota dianjurkan untuk menjadi teladan iman mereka setiap saat dan di setiap tempat, termasuk di Internet. Jika mereka menggunakan blog, jaringan sosial, dan teknologi Internet lainnya, mereka diimbau untuk memperkuat orang-orang lain dan menolong mereka mengetahui apa yang berguna, baik, dan patut dipuji. Bila pantas, para anggota diimbau untuk menyebutkan Gereja dan menghubungkan ke dan berbagi materi Gereja yang disetujui.

Saat para anggota menggunakan Internet untuk tujuan selain pemanggilan Gereja, mereka hendaknya memahami bahwa pesan yang mereka berikan adalah pribadi. Mereka hendaknya tidak memberikan kesan bahwa mereka mewakili atau disponsori oleh Gereja.

Bantuan dan petunjuk tambahan disediakan dengan mencari dalam “Internet Usage Helps for Members” di LDS.org.

 21.1.23

Hukum Negara

Para anggota hendaknya mematuhi, menghormati, dan mendukung hukum-hukum di negara mana pun di mana mereka bertempat tinggal atau melakukan perjalanan (lihat A&P 58:21–22; Pasal-Pasal Kepercayaan ke-12). Ini termasuk hukum yang melarang pencarian jiwa.

 21.1.24

Komunikasi Anggota dengan Kantor Pusat Gereja

Para anggota Gereja tidak dianjurkan menelepon atau mengirim surat kepada Pembesar Umum tentang hal-hal ajaran atau pribadi. Dengan keanggotaan Gereja yang semakin meningkat, menanggapi secara pribadi pertanyaan-pertanyaan ini memberikan tugas yang hampir tidak teratasi dan akan menyulitkan Pembesar Umum untuk memenuhi tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab mereka sendiri. Pembesar Umum mengasihi para anggota Gereja dan tidak ingin membuat mereka merasa bahwa mereka tanpa dukungan dan bimbingan yang mereka perlukan. Meskipun demikian, segala sesuatu perlu dilakukan dengan kebijaksanaan dan tertib.

Tuhan telah mengorganisasi Gereja-Nya agar setiap anggota memiliki akses ke uskup atau presiden cabang dan presiden pasak, distrik, atau misi yang melayani sebagai penasihat rohani serta penasihat duniawi. Oleh karena pemanggilan mereka, para pemimpin setempat ini berhak atas roh membedakan dan ilham yang memungkinkan mereka untuk menasihati para anggota dalam batas yuridiksi mereka.

Para anggota yang memerlukan bimbingan rohani, yang memiliki persoalan pribadi yang berat, atau memiliki pertanyaan-pertanyaan yang bersifat ajaran hendaknya melakukan upaya yang tekun, termasuk doa yang sungguh-sungguh dan penelaahan tulisan suci, untuk menemukan solusi dan jawaban mereka sendiri. Para anggota Gereja diimbau untuk mencari bimbingan dari Roh Kudus untuk menolong mereka dalam kehidupan pribadi mereka dan dalam tanggung jawab keluarga dan Gereja.

Jika anggota masih memerlukan bantuan, mereka hendaknya berembuk terlebih dahulu dengan uskup mereka. Jika perlu, dia boleh merujuk mereka kepada presiden pasak.

Dalam sebagian besar kasus, korespondensi dari para anggota ke Pembesar Umum akan dirujuk kembali kepada para pemimpin setempat mereka. Presiden pasak yang memerlukan klarifikasi tentang ajaran atau hal-hal Gereja lainnya boleh menulis surat demi kepentingan para anggota kepada Presidensi Utama.

 21.1.25

Pekerjaan, Profesi, dan Afiliasi Anggota

Baptisan ke dalam Gereja, penahbisan imamat, dan dikeluarkannya rekomendasi bait suci adalah berdasarkan kelayakan pribadi dari setiap anggota sebagaimana ditentukan melalui wawancara yang hati-hati oleh para pemimpin imamat setempat mereka. Para anggota Gereja hendaknya berikhtiar untuk terlibat dalam kegiatan dan pekerjaan yang melaluinya mereka dengan suara hati yang baik dapat meminta berkat-berkat Tuhan dan yang selaras dengan asas-asas Injil serta ajaran-ajaran Juruselamat.

 21.1.26

Anggota Penyandang Cacat

Para anggota diimbau untuk mengikuti teladan Juruselamat dalam memberikan harapan, pemahaman, dan kasih kepada penyandang cacat. Para pemimpin imamat dan organisasi pelengkap hendaknya mengetahui penyandang cacat dan memperlihatkan minat dan kepedulian yang sungguh-sungguh.

Para pemimpin imamat dan organisasi pelengkap hendaknya juga mengidentifikasi anggota yang mungkin memerlukan perhatian tambahan karena memiliki orang tua, anak, atau saudara kandung penyandang cacat. Mengurus anggota keluarga penyandang cacat dapat menjadi proses pemurnian yang membangun iman. Tetapi itu juga dapat menimbulkan kesulitan keuangan, pernikahan, dan keluarga.

Para pemimpin imamat dan organisasi pelengkap hendaknya juga mencari anggota penyandang cacat yang tinggal dalam rumah kelompok atau fasilitas lainnya yang jauh dari anggota keluarga.

Meningkatkan Kesadaran dan Pemahaman

Para pemimpin, guru, dan anggota lainnya hendaknya berupaya untuk memahami kecacatan seseorang dan kebutuhan apa pun yang mungkin berhubungan dengannya. Mereka dapat meningkatkan pemahaman mereka dengan berbicara kepada orang tersebut dan anggota keluarganya. Mereka juga dapat membaca ceramah oleh para pemimpin Gereja, artikel dalam majalah Gereja, dan sumber online di disabilities.lds.org.

Memberikan Bantuan

Para pemimpin imamat dan organisasi pelengkap menaksir kebutuhan penyandang cacat dan pengasuh mereka. Para pemimpin ini menentukan bagaimana sumber-sumber lingkungan atau pasak dapat digunakan untuk menolong memenuhi kebutuhan jika pantas. Para pemimpin mengimbau anggota untuk memberikan bantuan dan mengulurkan tangan dengan kasih dan persahabatan. Keuskupan atau presidensi pasak boleh memanggil spesialis untuk penyandang cacat lingkungan atau pasak untuk menolong individu dan keluarga.

Para pemimpin juga bisa mengidentifikasi sumber masyarakat yang sesuai yang dapat menolong individu-individu penyandang cacat dan keluarga mereka.

Untuk memperoleh informasi tambahan dalam membantu penyandang cacat, para pemimpin dan anggota dapat membuka disabilities.lds.org. Para pemimpin juga bisa menghubungi LDS Family Services (jika ada).

Para pemimpin dan anggota hendaknya tidak berusaha untuk menjelaskan mengapa tantangan kecacatan telah datang kepada sebuah keluarga. Mereka hendaknya tidak pernah menasihati bahwa kecacatan adalah hukuman dari Allah (lihat Yohanes 9:2–3). Mereka hendaknya juga tidak menasihati bahwa adalah sebuah berkat memiliki anak penyandang cacat.

Menyediakan Tata Cara

Saat mempertimbangkan apakah akan melaksanakan tata cara bagi seseorang yang cacat mental, para pemimpin imamat mengikuti petunjuk dalam Buku Pegangan 1, 16.1.8.

Memberikan Kesempatan untuk Melayani dan Berperan Serta

Banyak anggota penyandang cacat dapat melayani dalam hampir penugasan Gereja apa pun. Para pemimpin imamat dan organisasi pelengkap dengan penuh doa mempertimbangkan kemampuan dan keinginan setiap orang dan kemudian menyediakan kesempatan yang layak untuk melayani. Para pemimpin juga berunding dengan keluarga orang itu dan mempertimbangkan dampak pemanggilan Gereja pada orang tersebut dan keluarga atau pengasuhnya.

Saat mempertimbangkan penugasan atau pemanggilan Gereja bagi pengasuh penyandang cacat, para pemimpin dengan hati-hati mempertimbangkan keadaan individu dan keluarga mereka.

Para pemimpin dan guru hendaknya menyertakan para anggota penyandang cacat dalam pertemuan, kelas, dan kegiatan sepenuh mungkin. Pelajaran, ceramah, dan metode pengajaran hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan setiap orang. Untuk informasi mengenai menyesuaikan pelajaran, lihat disabilities.lds.org.

Keuskupan dapat memanggil seorang asisten guru untuk menolong seseorang di dalam kelas. Keuskupan juga dapat meminta seseorang untuk menolong orang itu dalam pertemuan atau kegiatan.

Jika seseorang tidak dapat berperan serta dalam pertemuan, kelas, atau kegiatan, para pemimpin dan guru boleh berembuk dengan keluarganya tentang cara memenuhi kebutuhannya. Presiden pasak atau uskup boleh menyetujui mengorganisasi kelas atau program khusus bagi anggota penyandang cacat (lihat “Mengorganisasi Kelas, Program, atau Unit Khusus” di bawah). Jika seseorang tidak bisa menghadiri pertemuan-pertemuan Gereja, materi cetakan atau rekaman pelajaran dan ceramah dapat disediakan.

Para pemimpin imamat mengimbau laki-laki yang memegang imamat untuk berperan serta dalam tata cara jika pantas. Para pemegang imamat dan wanita usia 12 tahun ke atas yang telah dibaptis dan dikukuhkan serta yang layak boleh dibaptis dan dikukuhkan bagi yang telah meninggal di dalam bait suci. Petunjuk tentang anggota penyandang cacat yang menerima tata cara bait suci mereka sendiri tersedia dalam Buku Pegangan 1, 3.3.3.

Mengorganisasi Kelas, Program, atau Unit Khusus

Para anggota penyandang cacat dan memiliki kebutuhan khusus diimbau untuk menghadiri pertemuan-pertemuan hari Minggu di lingkungan asal mereka kecuali mereka tinggal di sebuah fasilitas perawatan dimana program-program Gereja diorganisasi.

Saat para anggota yang memiliki kecacatan yang serupa tinggal di sebuah lingkungan, kelompok lingkungan, pasak, atau kelompok pasak, para pemimpin boleh mengorganisasi kelas Kebersamaan atau kelas Pratama atau program khusus bagi mereka. Para pemimpin juga boleh mengorganisasi kelas Sekolah Minggu khusus atau kelas lainnya. Kelas atau program ini menambah program lingkungan asal orang itu.

Untuk mengorganisasi kelas atau program khusus pada tingkat multipasak, persetujuan diperlukan dari seorang anggota Presidensi Tujuh Puluh atau Presidensi Area. Para pemimpin ini menugasi presiden pasak agen untuk mengawasi organisasi awal dan operasi yang berkelanjutan dari kelas atau program untuk waktu yang spesifik.

Untuk mengorganisasi kelas atau program khusus pada tingkat multilingkungan, persetujuan presidensi pasak diperlukan. Presiden pasak menugasi uskup agen untuk mengawasi organisasi awal dan operasi yang berkelanjutan dari kelas atau program untuk waktu yang spesifik.

Presiden pasak atau uskup agen berembuk dengan presiden pasak atau uskup yang berperan serta lainnya untuk menetapkan kebijakan untuk dukungan keuangan bagi kelas atau program ini. Orang tua atau pengasuh bertanggung jawab atas transportasi.

Jika kelas atau program multipasak diorganisasi, presiden dari setiap pasak yang berperan serta boleh menugasi seorang anggota dewan tinggi untuk menolong mengoordinasi upaya mendaftarkan para anggota yang ingin berperan serta, menyediakan pemimpin dan guru, serta mengelola kebijakan keuangan yang ditetapkan oleh presiden pasak agen.

Para anggota yang melayani dalam kelas atau program khusus dipanggil dan ditetapkan oleh atau di bawah arahan presiden pasak atau uskup agen. Para pemimpin ini mengikuti prosedur Gereja biasa untuk menyampaikan pemanggilan dan pembebastugasan. Para pemimpin dan guru dari kelas atau program khusus berbagi informasi tentang kegiatan dan pencapaian anggota dengan para pemimpin dari lingkungan asal, di mana catatan permanen disimpan dan pengakuan dapat diberikan.

Sewaktu diundang oleh presiden pasak atau uskup agen, para pemimpin dari kelas atau program khusus boleh menghadiri pertemuan kepemimpinan pasak atau lingkungan. Mereka juga boleh mengadakan pertemuan mereka sendiri untuk merencanakan kegiatan kelas atau program tersebut.

Para pemimpin boleh menghubungi administrator Seminari dan Institut Religi untuk mempelajari tentang kelas bagi para anggota penyandang cacat yang dapat dibentuk dalam Church Educational System.

Lingkungan atau cabang boleh dibentuk bagi para anggota yang tuli atau mengalami gangguan pendengaran. Atau sebuah lingkungan boleh diminta untuk menjadi tuan rumah bagi kelompok mereka yang tuli atau mengalami gangguan pendengaran di dalam wilayah geografis spesifik. Lingkungan, cabang, atau kelompok seperti itu menolong para anggota ini berperan serta sepenuhnya dalam pelayanan dan pembelajaran Injil. Petunjuk untuk mengorganisasi unit-unit ini tersedia dalam Buku Pegangan 1, 9.1.4 dan 9.1.10.

Para anggota yang menggunakan bahasa isyarat, dan keluarga mereka, boleh memilih untuk memiliki catatan keanggotaan Gereja mereka di salah satu tempat berikut: (1) lingkungan asal mereka, (2) sebuah lingkungan yang ditunjuk untuk menjadi tuan rumah sebuah kelompok bagi para anggota yang tuli atau mengalami gangguan pendengaran (3) sebuah lingkungan atau cabang yang diorganisasi bagi para anggota yang tuli atau mengalami gangguan pendengaran.

Penafsir bagi Anggota yang Tuli atau Mengalami Gangguan Pendengaran

Para anggota yang tuli atau mengalami gangguan pendengaran menghadapi rintangan komunikasi dalam mempelajari asas dan ajaran Injil. Jika mereka menggunakan bahasa isyarat, mereka memerlukan penafsir untuk menolong mereka berperan serta sepenuhnya dalam pertemuan-pertemuan Gereja, tata cara imamat, pekerjaan bait suci, penyampaian kesaksian, wawancara, dan kegiatan.

Para anggota yang tuli atau mengalami gangguan pendengaran diimbau untuk mandiri dan mengambil inisiatif untuk bekerja dengan para pemimpin imamat mereka dalam mengoordinasi pelayanan penafsiran yang mereka perlukan. Dalam persiapan untuk situasi yang sensitif seperti wawancara pribadi atau dewan pendisiplinan Gereja, para pemimpin imamat berembuk dengan anggota tersebut untuk menentukan apakah menggunakan seorang penafsir. Dalam keadaan seperti ini, para pemimpin hendaknya mencari seorang penafsir yang bukan anggota keluarga (jika memungkinkan) dan menekankan kerahasiaan.

Jika penafsir tidak cukup tersedia, para pemimpin boleh mengorganisasi kelas lingkungan atau pasak untuk mengajarkan bahasa isyarat yang digunakan di wilayah mereka. Para pemimpin boleh memanggil anggota yang memenuhi syarat untuk mengajar di kelas ini. Para anggota yang tuli atau mengalami gangguan pendengaran dan menggunakan bahasa isyarat sebagai bahasa ibu mereka hendaknya dipertimbangkan yang pertama untuk mengajar di kelas tersebut. Sumber yang bermanfaat adalah Dictionary of Sign Language Terms for The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints.

Hanya para anggota yang layak hendaknya menafsirkan selama pertemuan sakramen, pertemuan imamat, dan wawancara. Jika pemegang imamat tidak ada untuk menafsirkan selama pertemuan imamat, pejabat ketua boleh meminta seorang wanita untuk melakukan penafsiran. Penafsir nonanggota dapat digunakan untuk sementara sebagai sukarelawan dalam kegiatan dan sebagian besar pertemuan lainnya sampai para anggota mengembangkan keterampilan untuk menafsirkan.

Pejabat ketua dapat meminta seorang pemegang imamat untuk menafsirkan sebuah tata cara atau pemberkatan jika si penerima adalah tuli atau mengalami gangguan pendengaran. Jika pemegang imamat tidak ada, pejabat ketua dapat meminta seorang wanita untuk melakukan penafsiran.

Selama kelas atau pertemuan, penafsir hendaknya berada di depan kelas atau ruang sakramen tetapi tidak berada di mimbar. Mereka hendaknya juga berada di samping pembicara sehingga mereka tidak menimbulkan gangguan visual. Karena pemahaman ditingkatkan dengan melihat bibir dan bahasa tubuh dari orang yang berbicara, anggota yang tuli atau mengalami gangguan pendengaran hendaknya bisa melihat penafsir dan juga bisa melihat pembicara atau guru berada di satu sisi penglihatan. Jika cukup tersedia penafsir, para pemimpin meminta mereka untuk bergiliran kira-kira setiap 30 menit untuk menghindari keletihan.

Saat berlangsung tata cara imamat atau wawancara, penafsir hendaknya dekat dengan orang yang melaksanakan tata cara atau mengadakan wawancara.

Jika anggota yang tuli atau mengalami gangguan pendengaran tidak menggunakan bahasa isyarat dan memerlukan penafsir lisan untuk menolong mereka membaca bibir, para pemimpin menggunakan prosedur yang sama yang harus mereka ikuti untuk menemukan seorang penafsir yang menggunakan bahasa isyarat.

Privasi

Para pemimpin hendaknya menghormati privasi para anggota penyandang cacat selama dan setelah pertemuan kepemimpinan dimana kebutuhan individu mungkin dibahas.

Sumber-Sumber

Sumber-sumber bagi para anggota penyandang cacat, bagi keluarga dan pengasuh mereka, serta para pemimpin dan guru tersedia di disabilities.lds.org. Situs Jaringan ini menyediakan:

  1. 1.

    Informasi yang menolong meningkatkan pemahaman terhadap tantangan yang dihadapi oleh penyandang cacat.

  2. 2.

    Bagian-bagian mengenai kecacatan khusus dan jawaban terhadap pertanyaan yang sering diajukan.

  3. 3.

    Penghiburan bagi para anggota penyandang cacat dan bagi keluarga mereka melalui tulisan suci, kutipan, dan penghubung ke informasi yang bermanfaat.

  4. 4.

    Daftar materi yang akan menolong para anggota penyandang cacat sewaktu mereka berusaha untuk menjalankan Injil Yesus Kristus dan melayani di dalam Gereja.

Materi Gereja bagi para anggota penyandang cacat tercantum dalam Katalog Materi Gereja dan di disabilities.lds.org.

Pertanyaan tentang materi bagi anggota penyandang cacat dapat dilayangkan ke:

Members with Disabilities 50 East North Temple Street Salt Lake City, UT 84150-0024 Telepon: 1-801-240-2477 E-mail: specialcurriculum@ldschurch.org

 21.1.27

Kepercayaan Lain

Banyak hal yang mengilhami, mulia, dan patut diberi penghormatan tertinggi ditemukan di banyak kepercayaan lain. Para misionaris dan anggota yang lain harus sensitif dan penuh hormat terhadap kepercayaan orang lain dan menghindari menyinggung perasaan mereka. Presiden pasak dan misi yang memiliki pertanyaan tentang hubungan dengan kepercayaan non-Kristen hendaknya menghubungi seorang anggota Presidensi Tujuh Puluh atau Presidensi Area. Para pemimpin setempat lain yang memiliki pertanyaan seperti itu hendaknya menghubungi presiden pasak atau misi.

 21.1.28

Kegiatan Bermalam

Lihat 13.6.12 dan 21.2.8.

 21.1.29

Kegiatan Politik dan Sipil

Sebagai warga negara, para anggota Gereja diimbau untuk berperan serta dalam urusan politik dan pemerintahan, termasuk keterlibatan dalam partai politik pilihan mereka. Para anggota juga diimbau untuk secara aktif terlibat dalam perkara-perkara yang pantas untuk memperbaiki masyarakat mereka dan menjadikannya tempat yang sehat untuk mereka tinggal dan membesarkan keluarga.

Sesuai dengan hukum pemerintah mereka masing-masing, para anggota diimbau mendaftar untuk memberikan suara, menelaah masalah dan calon dengan saksama, dan memberikan suara bagi individu yang mereka percayai akan bertindak dengan integritas dan penilaian yang sehat. Para Orang Suci Zaman Akhir memiliki kewajiban khusus untuk mengupayakan, memberikan suara, dan mendukung para pemimpin yang jujur, baik, dan bijak (lihat A&P 98:10).

Sementara menegaskan hak berekspresi dalam hal-hal politik dan sosial, Gereja bersikap netral mengenai partai politik, program partai politik, dan calon untuk jabatan politik. Gereja tidak mengesahkan salah satu partai politik atau calon. Juga tidak menganjurkan kepada para anggota mengenai bagaimana memberikan suara. Meskipun demikian, dalam beberapa hal yang tidak lazim Gereja akan mengambil posisi mengenai perundang-undangan yang spesifik, khususnya yang melibatkan hal-hal moral. Hanya Presidensi Utama yang dapat berbicara untuk Gereja atau meminta Gereja untuk mendukung atau menentang perundang-undangan yang spesifik atau mengupayakan campur tangan dalam hal-hal peradilan. Sebaliknya, presiden pasak dan para pemimpin setempat lainnya hendaknya tidak mengorganisasi para anggota untuk berperan serta dalam hal-hal politik atau berusaha untuk memengaruhi cara mereka berperan serta.

Para anggota Gereja diimbau untuk mempertimbangkan melayani dalam jabatan publik yang dipilih atau ditetapkan dalam pemerintahan setempat atau nasional. Para calon untuk jabatan publik hendaknya tidak mengisyaratkan pencalonan mereka disahkan oleh Gereja atau para pemimpinnya. Para pemimpin Gereja dan anggota hendaknya juga menghindari pernyataan atau perilaku yang bisa ditafsirkan sebagai pengesahan Gereja untuk partai politik apa pun, program partai, kebijakan, atau calon.

Para anggota diimbau untuk mendukung langkah-langkah yang memperkuat struktur moral masyarakat, khususnya yang dirancang untuk mempertahankan dan memperkuat keluarga sebagai unit dasar masyarakat.

Catatan, daftar alamat, dan materi Gereja yang serupa tidak boleh digunakan untuk tujuan politik.

Fasilitas Gereja tidak boleh digunakan untuk tujuan politik. Meskipun demikian, fasilitas boleh digunakan untuk pendaftaran pemilih atau tempat pemungutan suara jika tidak ada tempat alternatif yang layak (lihat 21.2).

 21.1.30

Peraturan Pos

Di Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya, adalah pelanggaran peraturan pos untuk memasukkan materi apa pun tanpa perangko di dalam atau pada kotak surat. Pembatasan ini berlaku untuk laporan berkala, pengumuman, pamflet, dan materi-materi Gereja lainnya. Para pemimpin hendaknya menginstruksikan kapada para anggota dan misionaris untuk tidak memasukkan barang-barang seperti itu di dalam atau pada kotak surat.

 21.1.31

Privasi Anggota

Para pemimpin Gereja diwajibkan untuk melindungi privasi anggota. Catatan, daftar alamat, dan materi-materi Gereja lainnya tidak boleh digunakan untuk tujuan pribadi, komersial, atau politik (lihat juga 21.1.15).

 21.1.32

Tulisan yang Diterbitkan Secara Pribadi

Para anggota hendaknya tidak meminta Pembesar Umum atau Tujuh Puluh Area untuk menulis bersama atau mendukung buku-buku Gereja atau tulisan-tulisan Gereja lainnya.

 21.1.33

Merekam Ceramah atau Pidato Pembesar Umum dan Tujuh Puluh Area

Para anggota Gereja hendaknya tidak merekam ceramah atau pidato yang diberikan Pembesar Umum dan Tujuh Puluh Area pada konferensi pasak, pertemuan misionaris, atau pertemuan lainnya. Meskipun demikian, para anggota boleh merekam siaran konferensi umum pada peralatan rumah untuk digunakan secara pribadi dan nonkomersial.

 21.1.34

Merujuk pada Gereja dan Anggotanya

Sewaktu Gereja tumbuh melintasi perbatasan, budaya, dan bahasa, penggunaan nama yang diwahyukan, Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (lihat A&P 115:4), bertambah penting dalam tanggung jawab Gereja dan para anggotanya untuk memaklumkan nama Juruselamat ke seluruh dunia. Sesuai dengan itu, sebutan Gereja hendaknya mencakup nama lengkapnya bilamana mungkin. Setelah sebutan awal nama lengkap Gereja, singkatan “Gereja” atau “Gereja Yesus Kristus” bisa diterima.

Merujuk pada Gereja sebagai “Gereja Mormon,” “Gereja Orang Suci Zaman Akhir,” atau “Gereja OSZA” tidak dianjurkan.

Saat merujuk kepada anggota Gereja, lebih disukai menggunakan ungkapan “anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir.” Sebagai sebutan yang dipersingkat, “Orang Suci Zaman Akhir” lebih berkenan dan “Orang Mormon” bisa diterima.

Kata Mormon akan terus digunakan sebagai kata benda seperti Kitab Mormon dan Paduan Suara Mormon Tabernacle. Kata ini juga akan terus digunakan sebagai kata sifat dalam ungkapan seperti “Pionir Mormon.” Di samping itu, mungkin perlu menggunakan kata Mormon untuk mengidentifikasi Gereja sebagaimana yang umumnya dikenal di sejumlah negara.

 21.1.35

Studi Riset di Gereja

Satu-satunya badan riset yang diwenangkan Gereja adalah Research Information Division Correlation Department Perwakilan dari departemen ini menggunakan kuesioner dan wawancara untuk mendapatkan informasi mengenai hal-hal yang menjadi perhatian Pembesar Umum. Saat periset yang diwenangkan Gereja menghubungi para anggota, mereka menyediakan nomor bebas pulsa Gereja dan nama kontak di kantor pusat. Di samping itu, mereka selalu memperkenankan responden memilih opsi untuk tidak menjawab setiap atau semua pertanyaan dalam survei.

Pertemuan-pertemuan Gereja tidak boleh digunakan untuk mengumpulkan informasi oleh orang atau badan yang tidak diwenangkan. Hendaknya nama para anggota Gereja juga tidak disediakan untuk orang atau badan seperti itu. Jika para pemimpin setempat ingin memverifikasi wewenang kuesioner dan wawancara, mereka hendaknya menghubungi Research Information Division (1-801-240-2727 atau 1-800-453-3860, pesawat 2-2727).

 21.1.36

Agen Penjualan

Para pemimpin setempat hendaknya tidak menerima pengakuan dari agen penjualan yang menyatakan bahwa Gereja atau pemimpin Gereja telah mewenangkan mereka untuk meminta pemimpin setempat atau anggota untuk menjual produk-produk mereka.

 21.1.37

Peralatan Satelit dan Video

Peralatan satelit dan video Gereja boleh digunakan hanya untuk tujuan nonkomersial dan yang berhubungan dengan Gereja sebagaimana diwenangkan oleh presidensi pasak atau keuskupan. Peralatan ini tidak boleh digunakan untuk merekam program televisi, kabel, atau satelit yang tidak disponsori oleh Gereja. Peralatan satelit Gereja juga tidak boleh digunakan untuk menonton program non-Gereja. Para anggota tidak boleh mengarahkan antena dari satu satelit atau transponder ke yang lain tanpa wewenang dari kantor pusat Gereja.

Hanya orang yang terlatih untuk mengoperasikan peralatan yang boleh melakukannya. Remaja boleh membantu mengoperasikannya hanya jika mereka diawasi.

Semua peralatan harus dikunci dengan aman saat tidak digunakan. Peralatan tersebut tidak boleh dipindahkan dari gedung untuk penggunaan di rumah atau pribadi.

 21.1.38

Permintaan Dana

Program-program Gereja yang telah ditentukan menyediakan bantuan keuangan bagi individu yang layak dan maksud yang benar. Bantuan Gereja dikelola oleh uskup, yang memahami keadaan dan dapat mencegah penggandaan dan penyalahgunaan bantuan. Oleh karena itu, para anggota hendaknya tidak meminta bantuan keuangan tambahan dari kantor pusat Gereja atau dari para pemimpin setempat atau anggota.

Jika para anggota menerima permintaan dana seperti itu, mereka dapat menanggapi dengan mengatakan bahwa mereka telah menyumbang di lingkungan mereka sendiri untuk menyediakan dana bantuan menurut asas-asas kesejahteraan yang ditetapkan Gereja.

 21.1.39

Pernyataan yang Disangkutpautkan dengan Pemimpin Gereja

Dari waktu ke waktu, pernyataan-pernyataan beredar secara tidak akurat yang disangkutpautkan dengan para pemimpin Gereja. Banyak pernyataan seperti itu memutarbalikkan ajaran-ajaran Gereja yang ada dan berdasarkan desas-desus dan sindiran. Pernyataan-pernyataan tersebut tidak pernah dikirimkan secara resmi, tetapi dari mulut ke mulut, e-mail, atau sarana tidak resmi lainnya. Para anggota Gereja hendaknya tidak mengajarkan atau mengedarkan pernyataan seperti itu tanpa memverifikasi bahwa itu berasal dari sumber-sumber Gereja yang disetujui, seperti pernyataan, komunikasi, dan terbitan resmi.

Catatan apa pun yang dibuat saat Pembesar Umum, Tujuh Puluh Area atau pejabat umum Gereja lainnya berbicara pada konferensi pasak atau pertemuan lain hendaknya tidak didistribusikan tanpa persetujuan dari pembicara. Catatan pribadi hanya untuk digunakan secara individu.

 21.1.40

Simposium dan Pertemuan Serupa

Gereja memperingatkan para anggotanya terhadap simposium dan pertemuan serupa yang mencakup presentasi yang (1) menghina, mencemooh, meremehkan, atau dengan cara lain memperlakukan hal-hal sakral dengan tidak pantas atau (2) dapat mencederai Gereja, mengurangi misinya, atau membahayakan keselamatan para anggotanya. Para anggota hendaknya tidak memperkenankan jabatan atau kedudukan mereka di dalam Gereja digunakan untuk mempromosikan atau mengisyaratkan pengesahan terhadap pertemuan-pertemuan seperti itu.

 21.1.41

Kegiatan yang Dikenai Pajak

Para pemimpin lingkungan dan pasak memastikan bahwa kegiatan-kegiatan Gereja setempat tidak membahayakan status bebas pajak Gereja. Untuk memperoleh petunjuk, lihat 21.2.

 21.1.42

Pakaian dan Garmen Bait Suci

Para anggota yang telah menerima pemberkahan diimbau untuk membeli pakaian bait suci mereka sendiri untuk digunakan saat melaksanakan tata cara bait suci. Pakaian kudus ini dapat dibeli melalui Layanan Distribusi Gereja. Beberapa bait suci juga menyediakan pakaian bait suci untuk disewa. Jika sebuah bait suci tidak memiliki persewaan pakaian, para anggota perlu membawa pakaian bait suci bersama mereka.

Para anggota boleh membuat celemek bait suci mereka sendiri hanya jika mereka menggunakan sulaman celemek dan perlengkapan jahitan yang disetujui yang tersedia di Layanan Distribusi Gereja. Pakaian upacara bait suci lainnya tidak boleh dibuat. Garmen bait suci juga tidak boleh dibuat.

Para anggota Gereja yang telah mengenakan garmen di dalam bait suci telah mengambil ke atas diri mereka sendiri suatu kewajiban perjanjian untuk mengenakannya menurut petunjuk yang diberikan dalam pemberkahan. Garmen menyediakan pengingat yang terus-menerus mengenai perjanjian-perjanjian yang dibuat di dalam bait suci. Saat dikenakan dengan benar, garmen memberikan perlindungan terhadap godaan dan kejahatan. Mengenakan garmen juga merupakan ungkapan lahiriah dari komitmen batiniah untuk mengikuti Juruselamat.

Para anggota yang telah menerima pemberkahan hendaknya mengenakan garmen bait suci siang dan malam. Mereka hendaknya tidak melepasnya, baik seluruhnya maupun sebagian, untuk bekerja di pekarangan rumah atau untuk kegiatan-kegiatan lain yang dapat dilakukan secara masuk akal dengan garmen yang dikenakan dengan benar di balik pakaian luar. Mereka hendaknya juga tidak melepasnya untuk bermalas-malasan di sekitar rumah dalam pakaian renang atau pakaian yang tidak sopan. Saat mereka harus melepaskan garmen, seperti untuk berenang, mereka hendaknya mengenakannya kembali sesegera mungkin.

Para anggota hendaknya tidak menyesuaikan garmen atau mengenakannya bertentangan dengan petunjuk-petunjuk untuk mengakomodasi gaya pakaian yang berbeda. Mereka hendaknya juga tidak mengubah garmen dari desain yang telah diwenangkan. Saat garmen dua potong digunakan, keduanya hendaknya selalu dikenakan.

Garmen adalah kudus dan hendaknya diperlakukan dengan rasa hormat setiap saat. Garmen hendaknya dijauhkan dari lantai. Hendaknya juga dijaga tetap bersih dan terawat. Setelah dicuci, garmen hendaknya tidak digantung di tempat publik untuk dikeringkan. Hendaknya juga garmen tidak dipajang atau disingkapkan untuk dilihat orang-orang yang tidak memahami maknanya.

Para anggota yang telah membuat perjanjian di dalam bait suci akan dibimbing oleh Roh Kudus untuk menjawab bagi diri mereka pertanyaan pribadi tentang mengenakan garmen.

Untuk membuang garmen bait suci yang sudah usang, anggota hendaknya memotong dan memusnahkan tanda-tandanya. Anggota kemudian memotong-motong sisa kain agar tidak dapat diidentifikasi sebagai garmen. Setelah tanda-tandanya dihilangkan, kain dianggap tidak kudus lagi.

Untuk membuang pakaian upacara bait suci yang sudah usang, anggota hendaknya memusnahkan pakaian tersebut dengan memotong-motongnya sehingga penggunaan awalnya tidak dapat dikenali.

Para anggota boleh memberikan garmen dan pakaian bait suci yang masih dalam kondisi baik kepada anggota layak lainnya yang sudah menerima pemberkahan. Uskup dapat membantu mengidentifikasi mereka yang mungkin membutuhkan pakaian seperti itu. Dalam keadaan bagaimana pun para anggota hendaknya tidak memberikan garmen atau pakaian upacara bait suci ke Deseret Industries, gudang penyimpanan uskup, atau lembaga amal.

Informasi tentang pemesanan pakaian bait suci atau pemesanan garmen bagi mereka dalam keadaan khusus (seperti anggota yang melayani dalam kemiliteran, anggota yang tidak bisa meninggalkan tempat tidur, atau anggota penyandang cacat) tersedia dalam Buku Pegangan 1, 3.4.

 21.1.43

Kebijakan Perjalanan

Lihat 13.6.24.