Bab 3: Kesaksian Kita tentang Yesus Kristus

Ajaran-Ajaran Presiden Gereja: George Albert Smith, 2010


Injil yang dipulihkan memberi para Orang Suci kesaksian tambahan bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah.

Dari kehidupan George Albert Smith

Dalam perjalanan-perjalanannya sebagai Pembesar Umum, George Albert Smith terkadang menemui mereka yang berpikir bahwa para Orang Suci Zaman Akhir tidak percaya kepada Yesus Kristus. Kesalahpahaman ini mengherankan dan mencemaskan Presiden Smith, dan dia berusaha untuk mengoreksinya dengan membagikan kesaksian pribadinya mengenai Juruselamat.

Pada suatu kesempatan dia berbicara dalam sebuah pertemuan Gereja di Cardston, Kanada, tentang kehidupan dan misi Kristus. Pagi berikutnya dia pergi ke stasiun kereta api untuk membeli tiket kereta api. Sementara dia menunggu di antrean, dia menangkap pembicaraan antara seorang wanita dan agen tiket. Wanita itu menyebut-nyebut bahwa malam sebelumnya dia telah memutuskan untuk menghadiri suatu kebaktian ibadat Orang Suci Zaman Akhir.

Agen tiket itu memandang dengan terkejut. “Astaga,” katanya. “Anda tidak bermaksud mengatakan bahwa Anda pergi ke gereja di sana.”

“Ya, saya pergi,” wanita itu menjawab. “Mengapa tidak?”

Agen tiket itu berkata, “Mereka bahkan tidak percaya kepada Yesus Kristus.”

Kemudian wanita itu menjawab, “Baru saja tadi malam saya mendengarkan salah seorang penatua Gereja berbicara mengenai kehidupan Yesus dari Nazaret, dan saya belum pernah mendengar siapa pun yang tampak lebih amat mengesankan dengan pengetahuan bahwa Yesus sungguh-sungguh Kristus, daripada pembicara pada kesempatan itu.”1 [Lihat saran 1 di halaman 33].

George Albert Smith memperoleh kekuatan dari kesaksiannya mengenai Yesus Kristus, dan dia senang membagikannya kepada orang lain. Pada usia 44 tahun, setelah melayani pemanggilan kerasulannya selama 11 tahun, dia berkata:

“Saya telah terangkat dan, seakan-akan, diangkat dari diri saya sendiri dan diberi kuasa yang bukan milik saya untuk mengajarkan kebenaran mulia yang dipermaklumkan oleh Penebus dunia. Saya belum pernah melihat-Nya berhadapan muka namun telah menikmati kerekanan Roh-Nya dan merasakan hadirat-Nya dengan cara yang tidak mungkin keliru. Saya tahu bahwa Penebus saya hidup dan dengan gembira menyerahkan upaya-upaya rendah hati saya untuk menegakkan ajaran-ajaran-Nya .… Segenap jiwa saya bergetar dengan pengetahuan bahwa Dia hidup dan suatu hari semua orang akan mengetahuinya.

Juruselamat mati agar kita boleh hidup. Dia mengatasi maut dan kubur serta mengulurkan kepada semua yang menaati ajaran-ajaran harapan akan kebangkitan mulia .… Saya tahu inilah pekerjaan Tuhan, bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Juruselamat kita.”2

Presiden Smith meninggal dunia pada hari ulang tahunnya ke-81, 4 April 1951. Pada saat terakhir kehidupannya, bersama keluarganya di dekatnya, putranya bertanya, “Ayah, apakah ada sesuatu yang ingin Anda katakan kepada keluarga—sesuatu yang khusus?”

Dengan seulas senyum, dia menandaskan kembali kesaksian yang telah dia bagikan berulang kali di sepanjang hidupnya, “Ya, hanya ini: saya tahu bahwa Penebus saya hidup; saya tahu bahwa Penebus saya hidup.”3

Ajaran-Ajaran George Albert Smith

Yesus Kristus adalah Putra Allah, dan Dia hidup hari ini sebagai Juruselamat kita yang telah bangkit.

Saya telah menemukan banyak orang di dunia yang tidak mengetahui bahwa kita percaya pada misi ilahi Tuhan kita, dan saya telah dituntun untuk mengatakan lebih daripada satu kesempatan bahwa tidak ada khalayak di dunia yang begitu memahami dengan baik misi ilahi Yesus Kristus, yang begitu memercayai-Nya secara menyeluruh sebagai Putra Allah, yang begitu yakin bahwa pada waktu sekarang ini Dia bertakhta dalam kemuliaan di sisi kanan Bapa-Nya, seperti para Orang Suci Zaman Akhir.4

Saya tahu sebagaimana saya tahu bahwa saya hidup bahwa Dia adalah Putra Allah, bahwa melalui Dia dan hanya melalui Dia kita akan memperoleh permuliaan di kerajaan selestial dan mereka semua yang mengikuti dalam langkah-langkah kaki-Nya serta hidup menurut ajaran-ajaran yang Dia berikan, akan menjadi bahagia dalam kehidupan ini dan akan mempersiapkan diri mereka sendiri suatu tempat tinggal di kerajaan selestial-Nya, di mana mereka akan berdiam bersama-Nya selamanya.5

Penebus umat manusia lebih dari sekadar seorang pria baik yang datang ke dunia untuk mengajarkan etika kepada kita. Penebus umat manusia memiliki lebih dari sekadar kecerdasan yang biasa. Dia sungguh-sungguh Putra Allah, Anak Tunggal Allah dalam daging .… Dia datang memanggil manusia untuk bertobat, untuk memalingkan mereka dari kekhilafan jalan mereka. Dia pergi ke antara mereka mewakili Allah Bapa yang Kekal, mempermaklumkan bahwa Dia serupa Bapa-Nya, dan bahwa mereka yang telah melihat-Nya telah melihat Bapa, dan memberi tahu mereka bahwa Dia telah diutus untuk melakukan kehendak Bapa, dan memanggil semua orang untuk berpaling dari kekhilafan yang telah menyelinap masuk di antara mereka, untuk bertobat dari dosa-dosa mereka serta pergi ke dalam air pembaptisan.6

Pada zaman Juruselamat, musuh membisiki orang-orang, Dia bukanlah Putra Allah, pastilah Anda tidak akan menerima-Nya, Dia hanyalah manusia biasa, Dia hanyalah putra Maria dan Yusuf dan Dia tidak lebih sebagai Anak Allah daripada Anda adanya, dan orang-orang mendengarkan orang yang berhati busuk dan jahat itu serta menyalibkan Penebus umat manusia.7

Dia sungguh-sungguh Putra Allah. Dia bekerja di antara [orang-orang] dalam kasih dan kebaikan hati; namun mereka mencemooh nama-Nya sebagai yang jahat .… Dia adalah Putra Allah, dan Dia memiliki hak untuk berbicara dalam nama Bapa. Kebenaran yang Dia bawa ke bumi datang dari Bapa; dan walaupun mereka memaku-Nya di atas salib, walaupun mereka menempatkan anyaman mahkota duri pada kepala-Nya, dan menaruh tongkat rajani ejekan pada tangan-Nya, walaupun mereka menumpahkan darah-Nya dengan tombak yang kejam, namun firman yang Dia sampaikan kepada mereka adalah firman Tuhan, dan Dia sungguh-sungguh Putra Allah.8

Bukan hanya kita percaya bahwa Yesus dari Nazaret hidup di bumi, namun kita percaya bahwa Dia masih hidup, bukan sebagai intisari, bukan sebagai sesuatu yang tidak berwujud atau tak dapat diraba, namun kita percaya kepada Dia sebagai seorang yang dipermuliakan; karena Dia bangkit dengan tubuh yang sama yang dibaringkan dalam kubur oleh Yusuf dari Arimatea, tubuh yang sama yang dilayani di sana oleh mereka yang mengasihi-Nya. Yesus Kristus yang sama yang bangkit dari kubur, tubuh itu yang dibawa bersama-Nya yang telah dimurnikan dan dibersihkan, … dan Dia mengambilnya bersama-Nya ketika Dia menghilang dari tatapan kasih sayang di Yerusalem ketika dua pria dengan pakaian putih berkata, “Yesus ini … akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga” [lihat Kisah Para Rasul 1:10–11].

Inilah Yesus dari Nazaret yang dipercayai para Orang Suci Zaman Akhir. Kita juga percaya bahwa janji-janji yang telah dibuat mengenai kasih sayang akan digenapi, pada waktu yang tepat, ketika Injil akan dikhotbahkan ke seluruh bumi, kepada setiap bangsa, kaum, bahasa dan khalayak, ketika manusia akan ditinggalkan tanpa dalih dengan rujukan padanya, kita percaya bahwa melalui kuasa Bapa Surgawi umat manusia akan menerima berkat yang mengagumkan yaitu kebangkitan dari yang mati, dan bahwa Penebus umat manusia akan datang dalam awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan untuk berdiam di atas bumi ini. Kita percaya bahwa Yesus dari Nazaret akan datang untuk berdiam bersama mereka yang layak akan kemuliaan selestial.9 [Lihat saran 2 di halaman 33].

Kita menerima kesaksian Alkitab mengenai misi ilahi Yesus Kristus.

Yesus dari Nazaret masuk ke dalam air dan dibaptis oleh Yohanes, dan ketika Dia muncul dari air, Roh Kudus datang dan turun ke atas diri-Nya dalam bentuk seekor burung merpati. Dan suatu suara dari surga memfirmankan, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” [lihat Matius 3:13–17].

Adakah sesuatu yang lebih pasti daripada itu? Alkitab kita yang mengagumkan memuat semua informasi itu dan jauh lebih banyak lagi, tentunya. Ketika orang-orang berkata dan berpikir bahwa kita tidak percaya pada misi ilahi Yesus Kristus, biarlah mereka tahu bahwa kita percaya segala yang diajarkan Alkitab dalam rujukan mengenai Dia. Kita percaya cerita mengenai bagaimana Dia mengorganisasi umat-Nya dan mengajar mereka, serta bagaimana pada akhirnya, … Dia disalib.10

Kita menerima tanpa syarat kesaksian dari semua pemberita Injil yang dimuat dalam Perjanjian Baru dengan rujukan pada kebangkitan Penebus umat manusia. Itu begitu gamblang tampaknya bagi saya sehingga setiap orang bijaksana dapat memahaminya. Kenyataannya bahwa setelah Juruselamat disalibkan dan dibaringkan dalam kubur Dia bangkit, dan selama empat puluh hari Dia berkumpul dengan para murid-Nya, Dia mengambil ikan dan sarang madu bersama mereka, mereka merasakan bekas paku pada tangan-Nya dan tanda luka tombak para rusuk-Nya. Dia menyatakan kepada mereka saat Dia berdiri di antara mereka, “Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku” [lihat Lukas 24:39–43]. Pastilah ini bukti yang tak dapat dibantah meski ada banyak anak Bapa kita yang tidak memahaminya.11 [Lihat saran 3 di halaman 34].

Kitab Mormon dan kesaksian Joseph Smith memberi kita bukti tambahan mengenai keilahian Kristus.

Pertanyaan yang diajukan di dunia lama bahwa Yesus bukanlah berasal usul ilahi, karena Dia lahir sebagai seorang anak kecil, diayun dalam sebuah palungan, ibu-Nya adalah Maria dan ayah-Nya adalah Yusuf yang memiliki reputasi sebagai tukang kayu. Banyak orang telah mengakui bahwa Dia adalah seorang pria yang hebat dan baik, namun mereka berhasrat merampas-Nya dari keilahian kelahiran-Nya.

Untungnya, meskipun demikian, bagi para Orang Suci Zaman Akhir, kita telah menerima kesaksian bahwa hal-hal ini benar adanya; dan di samping itu, kita telah menerima kesaksian bahwa Dia datang ke belahan bumi bagian barat, sebagaimana tercatat dalam Kitab Mormon, dan melayani orang-orang Nefi di benua ini. Dia tidak datang pada saat ini sebagai anak kecil, namun Dia datang dalam awan di langit; dan kedatangan-Nya dipermaklumkan oleh suatu suara yang menembus lubuk hati setiap orang yang berdiam di tanah itu. Dia datang pada waktu ini sebagai seorang Pria dari langit, dan mereka melihat-Nya datang. Mereka tahu bahwa Dia adalah Kristus, karena kedatangan-Nya telah diramalkan oleh para nabi mereka. Dia memberi mereka organisasi yang sama yang ada dalam Gereja di Yerusalem. Dia mengajari mereka bahwa mereka harus dibaptis, sebagaimana yang telah Dia lakukan, oleh mereka yang memiliki wewenang untuk bertugas dalam tata cara itu [lihat 3 Nefi 11:1–27]. Ini bukanlah perkataan dari manusia biasa; ini adalah firman Putra Allah, yang telah naik kepada Bapa-Nya, dan yang telah datang kembali, agar anak-anak manusia boleh memiliki kesaksian lain yang ditambahkan pada jumlah yang telah diberikan kepada mereka.12

Bukti langsung apa lagi mengenai kebangkitan dari yang mati yang dapat dimiliki daripada bahwa Dia, dalam tubuh-Nya yang telah bangkit, datang ke antara [orang-orang Nefi] dan mengajarkan kepada mereka Injil yang sama yang Dia ajarkan di Yerusalem? Dan Dia sekarang menggenapi janji yang telah Dia buat di Yerusalem ketika Dia berfirman, “Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala” [Yohanes 10:11–16]. Dia datang dalam tubuh-Nya yang dibangkitkan untuk membawa kepada mereka informasi yang telah Dia ramalkan akan diberikan kepada mereka yang sekarang Dia layani.

Adalah suatu pengalaman yang mengagumkan bagi orang-orang itu. Setelah mengajar mereka sepanjang hari …. Dia menyembuhkan orang-orang sakit mereka dan memberkati anak-anak mereka serta melanjutkan untuk memberikan petunjuk kepada mereka dalam keindahan Injil-Nya. Tidak ada keraguan dalam pikiran mereka bahwa Dia adalah Juruselamat dunia. Mereka melihat-Nya dari langit dan menyaksikan kuasa-Nya yang menakjubkan .… Dia datang dalam kemuliaan. Para malaikat turun dari langit seakan-akan di tengah api dan mengelilingi anak-anak kecil sehingga mereka dilingkari dengan api. Dan para malaikat melayani mereka [lihat 3 Nefi 17:6–24].

Itu bukanlah halusinasi, namun pengalaman dari karakter yang demikian menakjubkan untuk diingat selamanya oleh mereka yang mengalaminya. Sebagai Orang Suci Zaman Akhir kita menerima catatan ini sebagai bukti mengenai kebangkitan Yesus Kristus Tuhan kita.13

Kemudian pada zaman dan masa dimana kita hidup muncullah individu lain .… [Joseph Smith] yang bukan hanya memiliki kesaksian dari Alkitab bahwa Yesus adalah Kristus, namun dia melihat Allah Bapa berdiri dalam awan di langit, berbalutkan kemuliaan, sertaYesus Kristus, Penebus dunia, dipermuliakan di sisi kanan-Nya, dan dia mendengar suara Tuhan, memfirmankan, “Inilah Putra Terkasih-Ku. Dengarlah Dia” [lihat Joseph Smith—Sejarah 1:16–19]. Dia memberikan kesaksian mengenai penglihatan mulia ini kepada mereka yang dengannya dia berkumpul. Orang-orang lain juga menerima kesaksian dari tempat yang tinggi. Kesaksian mereka dalam keilahian mengenai misi Juruselamat telah ditingkatkan dan diperkuat, sehingga bukan lagi masalah sejarah kuno bahwa Allah hidup dan bahwa Yesus adalah Kristus; mereka mengenalnya secara pribadi, karena mereka telah menerima sebuah kesaksian bagi diri mereka sendiri.14

Dalam benak saya salah satu kesaksian paling kuat mengenai keilahian dari kehidupan Juruselamat kita adalah kesaksian Joseph Smith yang menyerahkan nyawanya sebagai seorang saksi akan kebenaran Injil Yesus Kristus.15 [Lihat saran 3 di halaman 34].

Kita masing-masing dapat memperoleh kesaksian pribadi bahwa Yesus adalah Kristus.

Kita memiliki kesaksian lain, bukti lain yang bahkan lebih sempurna dan lebih meyakinkan daripada yang lain, karena ini adalah kesaksian yang datang kepada individu ketika dia telah patuh terhadap persyaratan Bapa di Surga. Ini adalah kesaksian yang tertanam ke dalam jiwa kita melalui kuasa Roh Kudus, ketika kita telah melaksanakan pekerjaan yang telah Tuhan firmankan harus dilaksanakan jika kita ingin mengetahui bahwa ajaran itu dari Allah atau apakah itu dari manusia.16

Dia sendiri telah berfirman, “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri” (Yohanes 7:16–17). Itu adalah janji-Nya sendiri. Kita sebagai orang Kristen di seluruh dunia menerima janji itu dan hendaknya berusaha untuk membuktikannya untuk memastikan apakah itu absah atau tidak. Ada banyak orang yang telah melakukan hal ini. Saya menyadari bahwa ada … banyak orang yang telah mengujinya, banyak orang yang mengetahui bahwa Allah hidup dan bahwa Yesus adalah Kristus, bahwa Dia adalah Juruselamat dunia.17

Jadi, bukan saja kita memiliki bukti catatan … , bukan saja kita memiliki kesaksian mengenai orang-orang baik yang pernah hidup di bumi pada zaman kita, namun kita telah patuh terhadap persyaratan Bapa Surgawi kita, jika kita telah memiliki iman kepada Allah, jika kita telah bertobat dari dosa-dosa kita, jika kita telah menerima baptisan melalui pencelupan, jika kita telah menerima Roh Kudus di bawah tangan para hamba Tuhan yang berwenang, saya katakan, jika kita telah melakukan semua hal ini maka ada dalam setiap jiwa suatu pengetahuan pasti yang tidak dapat disangkal bahwa Allah hidup dan bahwa Yesus Kristus adalah Penebus umat manusia ….

… Sebagai salah seorang anggota yang rendah hati dari Gereja ini saya memberikan kesaksian saya bahwa saya tahu Dia hidup sebagaimana saya tahu bahwa saya hidup .… Yesus adalah Kristus, dan saya tahu bahwa anak-anak manusia harus sampai pada pengetahuan itu, bahwa mereka harus menerimanya, dan dalam bahasa dari Dia yang hidup di surga, “setiap lutut akan bertekuk dan setiap lidah akan mengakui bahwa Yesus adalah Kristus” [lihat A&P 88:104].18 [Lihat saran 4 di halaman 34].

Misi kita adalah untuk berbagi dengan semua orang apa yang kita ketahui tentang Yesus Kristus.

Saya mengatakan kepada para Orang Suci Zaman Akhir, tidak ada umat lain di seluruh dunia yang memiliki semua informasi yang kita miliki dengan rujukan pada keilahian Juruselamat; dan jika kita tidak percaya kepada-Nya kita akan berada di bawah penghukuman daripada orang lain yang tidak pernah memiliki informasi itu. Dan dengan demikian kita dapat mengatakan kepada dunia tanpa keraguan bahwa kita memercayai hal-hal ini ….

Saya mengucapkan selamat kepada Anda karena telah datang ke dalam kehidupan Anda hak istimewa ini dan berkat ini. Dan sekarang saya mendesak Anda sebagai saudara Anda, permohonan kepada Anda sebagai salah seorang yang paling rendah hati di antara Anda, jangan menyembunyikan lilin Anda di bawah gantang. Jangan menyembunyikan pengetahuan Allah yang telah dilimpahkan ke atas diri Anda dari sesama Anda.

Jangan mengusik mereka, namun jangan menjadi tidak cukup bijak sehingga menyembunyikan Injil Yesus Kristus dari mereka. Itu adalah satu-satunya kuasa Allah bagi keselamatan di kerajaan selestial.19

Para pria yang paling bahagia dan para wanita yang paling bahagia yang Anda kenal di dunia adalah mereka yang menyepadankan kehidupan mereka dengan ajaran-ajaran Injil Yesus Kristus. Mereka adalah orang-orang yang memiliki jaminan kehidupan kekal; mereka adalah orang-orang yang memahami tujuan keberadaan kita .… Sewaktu saya melakukan perjalanan kian kemari di dunia menyampaikan pesan ini, jiwa saya telah dipenuhi dengan sukacita, dan mata saya telah diburamkan dengan air mata, ketika saya melihat bagaimana kehidupan orang-orang yang secara sempurna diubah oleh Injil Yesus Kristus. Saya telah melihat mereka yang putus asa, mereka yang dalam kegelapan, mereka yang mempertanyakan tujuan keberadaan mereka, dan ketika mereka telah diajari mengenai kebenaran mulia dari Injil Yesus Kristus, mereka telah berubah, mereka telah belajar menjadi bahagia, menjadi senang hati, menjadi terpuaskan, menjadi antusias dalam memercayai dan mengajarkan Injil yang dipermaklumkan oleh Yesus Kristus ketika Dia berdiam di bumi ini dan melakukan perjalanan di Galilea.

Saudara-saudara sekalian, dunia tidak memahami hal itu, namun inilah misi kita untuk membantu mereka memahaminya, dan bukan dengan egotisme, bukan dengan arogansi, namun dengan kasih amal bagi semua orang, dengan kelembutan kasih, bahwa pesan ini diwartakan ….

Sebagai salah seorang yang rendah hati di antara Anda, saya berterima kasih dengan segenap hati saya atas jaminan yang datang ke dalam hidup saya .… Melebihi segalanya, saya berterima kasih atas pengetahuan yang telah tertanam ke dalam jiwa saya; saya tahu bahwa Bapa Surgawi saya hidup, saya tahu bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat umat manusia, dan tidak ada nama lain di kolong langit yang melaluinya pria dan wanita dapat dipermuliakan, namun nama Yesus Kristus, Tuhan kita. Saya tahu bahwa Dia datang ke dunia pada zaman akhir ini, bahwa Dia melimpahkan wewenang ilahi ke atas seorang anak lelaki yang rendah hati yang sedang mencari kebenaran, dan akibat dari hal itu adalah organisasi Gereja yang dengannya kita diidentifikasi; dan ada bersamanya kuasa Allah bagi keselamatan kepada mereka semua yang percaya.20

Saya berdoa agar kita bisa hidup sedemikian rupa seperti teladan kelayakan dari perkara-Nya. Saya berdoa agar kehidupan kita bisa sedemikian rupa sehingga kita boleh memperlihatkan kepada mereka bahwa kita sesungguhnya orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.21 [Lihat saran 5 di halaman 34].

Saran untuk Penelaahan dan Pengajaran

Pertimbangkanlah gagasan-gagasan ini sewaktu Anda menelaah bab ini atau sewaktu Anda mempersiapkan diri untuk mengajar. Untuk bantuan tambahan, lihat halaman v–viii.

  1. 1.

    Bacalah cerita di halaman 23–24. Bagaimana Anda akan menanggapi seseorang yang mengatakan bahwa para Orang Suci Zaman Akhir tidak percaya kepada Yesus Kristus?

  2. 2.

    Presiden Smith mengajarkan, “Bukan saja kita percaya bahwa Yesus dari Nazaret hidup di bumi, kita percaya bahwa Dia masih hidup” (halaman 26). Apakah alasan yang dimiliki para Orang Suci untuk memercayai bahwa Yesus Kristus hidup hari ini? Apakah alasan yang Anda miliki secara pribadi untuk memercayai hal ini?

  3. 3.

    Ulaslah secara singkat halaman 26–30. Apakah beberapa cerita atau petikan dari tulisan suci yang telah memperkuat kesaksian Anda bahwa Yesus Kristus adalah Putra Allah? Bacalah 1 Nefi 10:17 dan pertimbangkanlah cara-cara Anda dapat meningkatkan pemahaman Anda mengenai misi Juruselamat.

  4. 4.

    Sewaktu Anda membaca halaman 31, pikirkanlah tentang betapa kepatuhan pada asas dan tata cara Injil telah memperkuat kesaksian Anda mengenai Yesus Kristus. Apakah yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak mereka memperoleh kesaksian ini?

  5. 5.

    Apakah gagasan atau perasaan yang Anda miliki sewaktu Anda membaca kesaksian Presiden Smith di halaman 32–33? Pikirkan tentang waktu ketika Anda telah melihat kehidupan orang berubah karena Injil Yesus Kristus. Bagaimana Injil telah mengubah kehidupan Anda?

Tulisan Suci Terkait: Matius 16:15–17; 17:1–5; 2 Nefi 25:26; Alma 5:45–48; Ajaran dan Perjanjian 76:22–24; 110:1–4

Bantuan pengajaran: “[Hindari] godaan untuk mencakup terlalu banyak materi …. Kita sedang mengajar orang, bukan semata-mata masalah pokok bahasan; dan … setiap garis besar pelajaran yang belum pernah saya lihat akan secara tak terelakkan lebih banyak di dalamnya daripada yang mungkin dapat kita cakup dalam waktu yang disediakan” (Jeffrey R. Holland, “Teaching and Learning in the Church,” Ensign, Juni 2007, 91).

Pokaż odsyłacze

    Catatan

  1.   1.

    Dalam Deseret News, 27 Desember 1924, Church section, 6; lihat juga Sharing the Gospel with Others, diseleksi oleh Preston Nibley (1948), 201–202.

  2.   2.

    “Testimony of Elder George Albert Smith,” Liahona: The Elders’ Journal, 2 Februari 1915, 502.

  3.   3.

    Dalam Robert L. Simpson, The Powers and Responsibilities of the Priesthood, Brigham Young University Speeches of the Year (31 Maret 1964), 8.

  4.   4.

    Dalam Deseret News, 27 Desember 1924, Church section, 6.

  5.   5.

    Dalam Deseret News, 15 Januari 1927, Church section, 8.

  6.   6.

    Dalam Conference Report, Oktober 1921, 39.

  7.   7.

    Dalam Conference Report, April 1918, 39.

  8.   8.

    Dalam Conference Report, April 1904, 63.

  9.   9.

    Dalam Deseret News, 27 Desember 1924, Church section, 6.

  10.   10.

    Dalam Conference Report, Oktober 1950, 156.

  11.   11.

    Dalam Conference Report, April 1939, 120–121.

  12.   12.

    Dalam Conference Report, April 1905, 61.

  13.   13.

    Dalam Conference Report, April 1939, 121–122.

  14.   14.

    Dalam Conference Report, April 1905, 61–62.

  15.   15.

    Dalam Deseret News, 15 Januari 1927, Church section, 8.

  16.   16.

    Dalam Deseret News, 27 Desember 1924, Church section, 6.

  17.   17.

    Sharing the Gospel with Others, 206; ceramah yang diberikan pada 4 November 1945, di Washington, D.C.

  18.   18.

    Dalam Deseret News, 27 Desember 1924, Church section, 6.

  19.   19.

    Sharing the Gospel with Others, 211, 214; ceramah yang diberikan pada 4 November 1945, di Washington, D.C.

  20.   20.

    Dalam Conference Report, Oktober 1927, 48–50.

  21.   21.

    Dalam Deseret News, 12 Januari 1907, 31.