Pasal 

Laporan Alma, yang adalah putra Alma, hakim yang pertama dan hakim kepala atas orang-orang Nefi, dan juga imam tinggi atas Gereja. Sebuah laporan tentang masa pemerintahan para hakim, dan peperangan dan perselisihan di antara orang-orang. Dan juga sebuah laporan tentang perang antara orang-orang Nefi dan orang-orang Laman, menurut catatan Alma, hakim yang pertama dan hakim kepala.
Pasal 1
Nehor mengajarkan ajaran-ajaran palsu, menegakkan sebuah gereja, memperkenalkan penipuan imam, dan membunuh Gideon—Nehor dieksekusi untuk tindakan kejahatannya—Penipuan imam dan penganiayaan menyebar ke antara orang-orang—Para imam menunjang diri mereka sendiri, orang-orang mengurus yang miskin, dan Gereja makmur. Kira-kira tahun 91–88 SM.
Pasal 2
Amlisi berupaya untuk menjadi raja dan ditolak oleh suara rakyat—Para pengikutnya menjadikannya raja—Orang-orang Amlisi memicu perang terhadap orang-orang Nefi dan dikalahkan—Orang-orang Laman dan orang-orang Amlisi menggabungkan laskar dan dikalahkan—Alma membunuh Amlisi. Kira-kira tahun 87 SM.
Pasal 3
Orang-orang Amlisi telah menandai diri mereka menurut kata nubuat—Orang-orang Laman telah dikutuk karena pemberontakan mereka—Manusia membawa kutukan mereka sendiri ke atas diri mereka—Orang-orang Nefi mengalahkan pasukan orang Laman yang lain. Kira-kira tahun 87–86 SM.
Pasal 4
Alma membaptis ribuan orang yang insaf—Kedurhakaan memasuki Gereja, dan kemajuan Gereja terintangi—Nefiha ditetapkan sebagai hakim kepala—Alma, sebagai imam tinggi, membaktikan dirinya pada pelayanan. Kira-kira tahun 86–83 SM.
Perkataan yang Alma, Imam Tinggi menurut tata tertib kudus Allah, sampaikan kepada orang-orang di kota dan desa mereka di seluruh negeri.
Meliputi Pasal 5.
Pasal 5
Untuk memperoleh keselamatan, manusia mesti bertobat dan menaati perintah-perintah, dilahirkan kembali, membersihkan pakaian mereka melalui darah Kristus, menjadi rendah hati dan melucuti diri mereka dari kesombongan dan rasa iri, dan melakukan pekerjaan kesalehan—Gembala Yang Baik memanggil umat-Nya—Mereka yang melakukan pekerjaan jahat adalah anak-anak iblis—Alma bersaksi tentang kebenaran ajarannya dan memerintahkan manusia untuk bertobat—Nama orang yang saleh akan ditulis dalam kitab kehidupan. Kira-kira tahun 83 SM.
Pasal 6
Gereja di Zarahemla dibersihkan dan ditertibkan—Alma pergi ke Gideon untuk berkhotbah. Kira-kira tahun 83 SM.
Perkataan Alma yang dia sampaikan kepada orang-orang di Gideon, menurut catatannya sendiri.
Meliputi Pasal 7.
Pasal 7
Kristus akan dilahirkan dari Maria—Dia akan melepaskan ikatan kematian dan menanggung dosa-dosa umat-Nya—Mereka yang bertobat, dibaptis, dan menaati perintah-perintah akan memperoleh kehidupan kekal—Kekotoran tidak dapat mewarisi kerajaan Allah—Kerendahan hati, iman, harapan, dan kasih amal diperlukan. Kira-kira tahun 83 SM.
Pasal 8
Alma berkhotbah dan membaptis di Melek—Dia ditolak di Amoniha dan pergi—Seorang malaikat memerintahkannya untuk kembali dan menyerukan pertobatan kepada orang-orang—Dia diterima oleh Amulek, dan mereka berdua berkhotbah di Amoniha. Kira-kira tahun 82 SM.
Perkataan Alma, dan juga perkataan Amulek, yang dimaklumkan kepada orang-orang yang berada di tanah Amoniha. Dan juga mereka dilemparkan ke dalam tahanan, dan dibebaskan oleh kuasa ajaib Allah yang ada dalam diri mereka, menurut catatan Alma.
Pasal 9
Alma memerintahkan orang-orang di Amoniha untuk bertobat—Tuhan akan penuh belas kasihan kepada orang-orang Laman pada zaman terakhir—Jika orang-orang Nefi meninggalkan terang, mereka akan dihancurkan oleh orang-orang Laman—Putra Allah akan datang segera—Dia akan menebus mereka yang bertobat, dibaptis, dan memiliki iman pada nama-Nya. Kira-kira tahun 82 SM.
Pasal 10
Lehi diturunkan dari Manasye—Amulek menuturkan kembali perintah malaikat agar dia mengurus Alma—Doa-doa orang saleh menyebabkan orang-orang dibiarkan hidup—Para ahli hukum dan hakim yang tidak saleh meletakkan landasan kehancuran bangsa. Kira-kira tahun 82 SM.
Pasal 11
Sistem mata uang orang-orang Nefi dinyatakan—Amulek berselisih pendapat dengan Zezrom—Kristus tidak akan menyelamatkan orang dalam dosa-dosa mereka—Hanya mereka yang mewarisi kerajaan surga diselamatkan—Semua orang akan bangkit dalam kebakaan—Tidak ada kematian setelah Kebangkitan. Kira-kira tahun 82 SM.
Pasal 12
Alma berselisih pendapat dengan Zezrom—Misteri-misteri Allah dapat diberikan hanya kepada yang setia—Manusia dihakimi melalui pikiran, kepercayaan, perkataan, dan pekerjaan mereka—Yang jahat akan menderita kematian rohani—Kehidupan fana ini adalah suatu keadaan percobaan—Rencana penebusan mendatangkan Kebangkitan dan, melalui iman, pengampunan akan dosa-dosa—Orang yang bertobat memiliki hak atas belas kasihan melalui Putra Tunggal. Kira-kira tahun 82 SM.
Pasal 13
Kaum pria dipanggil sebagai imam tinggi karena iman yang amat besar dan pekerjaan baik mereka—Mereka mesti mengajarkan perintah-perintah—Melalui kesalehan mereka dikuduskan dan masuk ke dalam peristirahatan Tuhan—Melkisedek adalah salah seorang dari mereka ini—Para malaikat memaklumkan kabar gembira ke seluruh negeri—Mereka akan mengungkapkan kedatangan Kristus yang sebenarnya. Kira-kira tahun 82 SM.
Pasal 14
Alma dan Amulek ditahan dan dihantam—Orang percaya dan tulisan suci mereka yang kudus dibakar dengan api—Para martir ini diterima oleh Tuhan dalam kemuliaan—Tembok-tembok tahanan terkoyak dan roboh—Alma dan Amulek dibebaskan, dan para penganiaya mereka terbunuh. Kira-kira tahun 82–81 SM.
Pasal 15
Alma dan Amulek pergi ke Sidom dan menegakkan sebuah jemaat—Alma menyembuhkan Zezrom, yang bergabung dengan Gereja—Banyak yang dibaptis, dan Gereja menjadi berhasil—Alma dan Amulek pergi ke Zarahemla. Kira-kira tahun 81 SM.
Pasal 16
Orang-orang Laman menghancurkan orang-orang Amoniha—Zoram memimpin orang-orang Nefi menuju kemenangan atas orang-orang Laman—Alma dan Amulek dan banyak yang lain mengkhotbahkan firman—Mereka mengajarkan bahwa setelah kebangkitan-Nya Kristus akan menampakkan diri kepada orang-orang Nefi. Kira-kira tahun 81–77 SM.
Sebuah laporan tentang para putra Mosia, yang menolak hak-hak mereka atas kerajaan demi firman Allah, dan pergi ke tanah Nefi untuk berkhotbah kepada orang-orang Laman; penderitaan dan pembebasan mereka—menurut catatan Alma.
Pasal 17
Para putra Mosia memiliki roh nubuat dan wahyu—Mereka pergi ke berbagai jalan mereka untuk memaklumkan firman kepada orang-orang Laman—Amon pergi ke tanah Ismael dan menjadi hamba Raja Lamoni—Amon menyelamatkan kawanan ternak raja dan membunuh musuhnya di Perairan Sebus. Ayat 1–3, kira-kira tahun 77 SM; ayat 4, kira-kira tahun 91–77 SM; dan ayat 5–39, kira-kira tahun 91 SM.
Pasal 18
Raja Lamoni mengira bahwa Amon adalah Roh Agung—Amon mengajari raja tentang Penciptaan, urusan Allah dengan manusia, dan penebusan yang datang melalui Kristus—Lamoni percaya dan jatuh ke tanah seolah-olah mati. Kira-kira tahun 90 SM.
Pasal 19
Lamoni menerima terang kehidupan abadi dan melihat Penebus—Seisi rumahnya jatuh ke dalam suatu keadaan tak sadar, dan banyak yang melihat para malaikat—Amon dilindungi secara ajaib—Dia membaptis banyak orang dan menegakkan sebuah jemaat di antara mereka. Kira-kira tahun 90 SM.
Pasal 20
Tuhan mengutus Amon ke Midoni untuk membebaskan saudara-saudaranya yang ditahan—Amon dan Lamoni bertemu ayah Lamoni, yang adalah raja atas seluruh negeri—Amon memaksa raja tua itu untuk menyetujui pembebasan saudara-saudaranya. Kira-kira tahun 90 SM.
Sebuah laporan tentang pengkhotbahan Harun, dan Muloki, dan saudara-saudara mereka, kepada orang-orang Laman.
Pasal 21
Harun mengajari orang-orang Amaleki tentang Kristus dan pendamaian-Nya—Harun dan saudara-saudaranya ditahan di Midoni—Setelah pembebasan mereka, mereka mengajar di dalam sinagoge-sinagoge dan membuat banyak orang insaf—Lamoni memberikan kebebasan keagamaan kepada orang-orang di tanah Ismael. Kira-kira tahun 90–77 SM.
Pasal 22
Harun mengajari ayah Lamoni tentang Penciptaan, kejatuhan Adam, dan rencana penebusan melalui Kristus—Raja dan seisi rumahnya insaf—Pembagian tanah antara orang Nefi dan orang Laman dijelaskan. Kira-kira tahun 90–77 SM.
Pasal 23
Kebebasan keagamaan dimaklumkan—Orang-orang Laman di tujuh negeri dan kota insaf—Mereka menyebut diri mereka Anti-Nefi-Lehi dan dibebaskan dari kutukan—Orang Amaleki dan orang Amulon menolak kebenaran. Kira-kira tahun 90–77 SM.
Pasal 24
Orang-orang Laman datang melawan umat Allah—Orang-orang Anti-Nefi-Lehi bersukacita di dalam Kristus dan dikunjungi oleh para malaikat—Mereka memilih untuk menderita kematian daripada membela diri mereka—Lebih banyak orang Laman insaf. Kira-kira tahun 90–77 SM.
Pasal 25
Penyerangan orang Laman menyebar—Benih keturunan para imam Nuh binasa seperti yang Abinadi nubuatkan—Banyak orang Laman insaf dan bergabung dengan orang-orang Anti-Nefi-Lehi—Mereka percaya kepada Kristus dan menaati hukum Musa. Kira-kira tahun 90–77 SM.
Pasal 26
Amon bermegah di dalam Tuhan—Yang setia dikuatkan oleh Tuhan dan diberikan pengetahuan—Melalui iman orang-orang boleh membawa ribuan jiwa pada pertobatan—Allah memiliki segala kuasa dan memahami segala hal. Kira-kira tahun 90–77 SM.
Pasal 27
Tuhan memerintahkan Amon untuk memimpin orang-orang Anti-Nefi-Lehi pada keamanan—Saat bertemu Alma, sukacita Amon menguras kekuatannya—Orang-orang Nefi memberikan orang-orang Anti-Nefi-Lehi tanah Yerson—Mereka disebut orang-orang Amon. Kira-kira tahun 90–77 SM.
Pasal 28
Orang-orang Laman dikalahkan dalam suatu pertempuran yang hebat—Berlaksa-laksa terbunuh—Yang jahat diserahkan pada suatu keadaan celaka tanpa akhir; yang saleh mencapai suatu kebahagiaan yang tak pernah berakhir. Kira-kira tahun 77–76 SM.
Pasal 29
Alma berhasrat untuk menyerukan pertobatan dengan semangat malaikat—Tuhan memberikan para pengajar bagi segala bangsa—Alma bermegah dalam pekerjaan Tuhan dan dalam keberhasilan Amon dan saudara-saudaranya. Kira-kira tahun 76 SM.
Pasal 30
Korihor, si anti-Kristus, mengolok-olok Kristus, Pendamaian, dan roh nubuat—Dia mengajarkan bahwa tidak ada Allah, tidak ada kejatuhan manusia, tidak ada hukuman bagi dosa, dan tidak ada Kristus—Alma bersaksi bahwa Kristus akan datang dan bahwa segala sesuatu menunjukkan ada seorang Allah—Korihor menuntut sebuah tanda dan terserang kebisuan—Iblis telah menampakkan diri kepada Korihor sebagai seorang malaikat dan mengajari dia apa yang mesti dikatakan—Korihor diinjak-injak dan mati. Kira-kira tahun 76–74 SM.
Pasal 31
Alma mengepalai sebuah misi untuk memulihkan kembali orang-orang Zoram yang murtad—Orang-orang Zoram menyangkal Kristus, percaya pada suatu konsep pemilihan yang salah, dan beribadat dengan doa-doa yang ditentukan—Para misionaris dipenuhi dengan Roh Kudus—Kesengsaraan mereka tertelan dalam sukacita Kristus. Kira-kira tahun 74 SM.
Pasal 32
Alma mengajar yang miskin yang kesengsaraannya telah merendahkan hati mereka—Iman adalah suatu harapan pada apa yang tidak terlihat yang adalah benar—Alma bersaksi bahwa para malaikat melayani para pria, wanita, dan anak—Alma membandingkan firman dengan sebiji benih—Itu mesti ditanam dan dipelihara—Kemudian itu tumbuh menjadi sebatang pohon yang darinya buah kehidupan kekal dipetik. Kira-kira tahun 74 SM.
Pasal 33
Zenos mengajarkan bahwa manusia hendaknya berdoa dan beribadat di segala tempat, dan bahwa penghakiman dipalingkan karena sang Putra—Zenok mengajarkan bahwa belas kasihan dilimpahkan karena sang Putra—Musa telah mengangkat di padang belantara suatu perlambang Putra Allah. Kira-kira tahun 74 SM.
Pasal 34
Amulek bersaksi bahwa firman ada di dalam Kristus untuk keselamatan—Kecuali suatu pendamaian dibuat, seluruh umat manusia mesti binasa—Seluruh hukum Musa menunjuk pada pengurbanan Putra Allah—Rencana penebusan kekal berdasarkan pada iman dan pertobatan—Berdoalah untuk berkat-berkat duniawi dan rohani—Kehidupan ini adalah waktu bagi manusia untuk bersiap menemui Allah—Kerjakanlah keselamatanmu dengan rasa takut di hadapan Allah. Kira-kira tahun 74 SM.
Pasal 35
Pengkhotbahan firman menghancurkan kelicinan orang-orang Zoram—Mereka memaksa keluar yang insaf, yang kemudian bergabung dengan orang-orang Amon di Yerson—Alma berdukacita karena kejahatan orang-orang. Kira-kira tahun 74 SM.
Perintah-perintah Alma kepada putranya, Helaman.
Meliputi Pasal 36 dan 37.
Pasal 36
Alma bersaksi kepada Helaman tentang keinsafannya setelah melihat seorang malaikat—Dia menderita rasa sakit dari jiwa yang terlaknat; dia memanggil nama Yesus, dan kemudian dilahirkan dari Allah—Sukacita yang manis memenuhi jiwanya—Dia melihat sekumpulan besar malaikat sedang memuji Allah—Banyak yang insaf telah mengenyam dan melihat sebagaimana dia telah mengenyam dan melihat. Kira-kira tahun 74 SM.
Pasal 37
Lempengan-lempengan dari kuningan dan tulisan suci yang lain dilindungi untuk membawa jiwa-jiwa pada keselamatan—Orang-orang Yared dihancurkan karena kejahatan mereka—Sumpah dan perjanjian rahasia mereka mesti dijaga dari orang-orang—Berundinglah dengan Tuhan dalam segala perbuatanmu—Sebagaimana Liahona membimbing orang-orang Nefi, demikian juga firman Kristus menuntun manusia ke kehidupan kekal. Kira-kira tahun 74 SM.
Perintah-perintah Alma kepada putranya, Siblon.
Meliputi Pasal 38.
Pasal 38
Siblon dianiaya demi kebenaran—Keselamatan ada di dalam Kristus, yang adalah kehidupan dan terang dunia—Kekanglah segala nafsumu. Kira-kira tahun 74 SM.
Perintah-perintah Alma kepada putranya, Korianton.
Pasal 39
Dosa amoral adalah suatu kekejian—Dosa Korianton menahan orang-orang Zoram dari menerima firman—Penebusan Kristus berlaku surut dalam menyelamatkan yang setia yang mendahuluinya. Kira-kira tahun 74 SM.
Pasal 40
Kristus mendatangkan kebangkitan semua orang—Orang mati yang saleh pergi ke firdaus dan yang jahat ke kegelapan luar untuk menunggu hari kebangkitan mereka—Segala sesuatu akan dipulihkan pada raganya yang tepat dan sempurna dalam Kebangkitan. Kira-kira tahun 74 SM.
Pasal 41
Dalam Kebangkitan manusia tampil ke suatu keadaan kebahagiaan tanpa akhir atau kegetiran tanpa akhir—Kejahatan tidak pernah merupakan kebahagiaan—Manusia badani adalah tanpa Allah di dunia—Setiap orang menerima kembali dalam pemulihan ciri dan sifat yang diperoleh dalam kefanaan. Kira-kira tahun 74 SM.
Pasal 42
Kefanaan adalah suatu masa percobaan untuk memungkinkan manusia bertobat dan melayani Allah—Kejatuhan membawa kematian duniawi dan rohani atas seluruh umat manusia—Penebusan datang melalui pertobatan—Allah sendiri mendamaikan dosa-dosa dunia—Belas kasihan adalah untuk mereka yang bertobat—Semua orang yang lain tunduk pada keadilan Allah—Belas kasihan datang karena Pendamaian—Hanya yang benar-benar menyesal yang diselamatkan. Kira-kira tahun 74 SM.
Pasal 43
Alma dan para putranya mengkhotbahkan firman—Orang-orang Zoram dan para pembelot orang Nefi yang lain menjadi orang-orang Laman—Orang-orang Laman datang melawan orang-orang Nefi dalam perang—Moroni mempersenjatai orang-orang Nefi dengan baju zirah pertahanan—Tuhan mengungkapkan kepada Alma strategi orang-orang Laman—Orang-orang Nefi mempertahankan rumah, kemerdekaan, keluarga, dan agama mereka—Pasukan Moroni dan Lehi mengepung orang-orang Laman. Kira-kira tahun 74 SM.
Pasal 44
Moroni memerintahkan orang-orang Laman untuk membuat sebuah perjanjian perdamaian atau dihancurkan—Zerahemna menolak tawaran, dan pertempuran mulai lagi—Pasukan Moroni mengalahkan orang-orang Laman. Kira-kira tahun 74–73 SM.
Laporan tentang orang-orang Nefi, dan peperangan dan pertengkaran mereka, pada masa Helaman, menurut catatan Helaman, yang dia simpan pada masa hidupnya.
Pasal 45
Helaman memercayai perkataan Alma—Alma menubuatkan kehancuran orang-orang Nefi—Dia memberkati dan mengutuk tanah itu—Alma mungkin telah diangkat oleh Roh, bahkan seperti Musa—Pertengkaran tumbuh di dalam Gereja. Kira-kira tahun 73 SM.
Pasal 46
Amalikia bersekongkol untuk menjadi raja—Moroni mengangkat panji kemerdekaan—Dia mengerahkan orang-orang untuk mempertahankan agama mereka—Orang percaya yang sejati disebut orang Kristen—Sisa bani Yusuf akan dilindungi—Amalikia dan para pembelot melarikan diri ke tanah Nefi—Mereka yang tidak mau mendukung perkara kebebasan dihukum mati. Kira-kira tahun 73–72 SM.
Pasal 47
Amalikia menggunakan pengkhianatan, pembunuhan, dan persekongkolan untuk menjadi raja orang-orang Laman—Para pembelot orang Nefi lebih jahat dan garang daripada orang-orang Laman. Kira-kira tahun 72 SM.
Pasal 48
Amalikia menggalang orang-orang Laman melawan orang-orang Nefi—Moroni mempersiapkan bangsanya untuk membela perkara orang Kristen—Dia bersukacita dalam kemerdekaan dan kebebasan dan adalah orangnya Allah yang perkasa. Kira-kira tahun 72 SM.
Pasal 49
Orang-orang Laman yang menyerbu tak sanggup merebut Kota Amoniha dan Nuh yang dibentengi—Amalikia mengutuk Allah dan bersumpah untuk meminum darah Moroni—Helaman dan saudara-saudaranya terus menguatkan Gereja. Kira-kira tahun 72 SM.
Pasal 50
Moroni membentengi tanah orang-orang Nefi—Mereka membangun banyak kota baru—Peperangan dan kehancuran menimpa orang-orang Nefi pada masa kejahatan dan kekejian mereka—Morianton dan para pembelotnya dikalahkan oleh Teankum—Nefiha mati, dan putranya Pahoran mengisi kursi kehakiman. Kira-kira tahun 72–67 SM.
Pasal 51
Orang-orang pendukung raja berupaya mengubah hukum dan mengangkat seorang raja—Pahoran dan orang-orang pendukung kebebasan didukung oleh suara rakyat—Moroni memaksa para pendukung raja mempertahankan negeri mereka atau dihukum mati—Amalikia dan orang-orang Laman merebut banyak kota yang dibentengi—Teankum memukul mundur penyerbuan orang Laman dan membunuh Amalikia di dalam tendanya. Kira-kira tahun 67–66 SM.
Pasal 52
Amoron menggantikan Amalikia sebagai raja orang-orang Laman—Moroni, Teankum, dan Lehi memimpin orang-orang Nefi dalam suatu perang kemenangan melawan orang-orang Laman—Kota Mulek direbut kembali, dan Yakub si orang Zoram terbunuh. Kira-kira tahun 66–64 SM.
Pasal 53
Para tahanan orang Laman digunakan untuk membentengi Kota Kelimpahan—Pembelotan di antara orang-orang Nefi mendatangkan kemenangan orang Laman—Helaman mengambil komando atas dua ribu putra teruna orang Amon. Kira-kira tahun 64–63 SM.
Pasal 54
Amoron dan Moroni bernegosiasi untuk pertukaran tahanan—Moroni menuntut agar orang-orang Laman menarik diri dan menghentikan serangan-serangan mereka yang bersifat membunuh—Amoron menuntut agar orang-orang Nefi meletakkan senjata mereka dan tunduk kepada orang-orang Laman. Kira-kira tahun 63 SM.
Pasal 55
Moroni menolak untuk bertukar tahanan—Para pengawal orang Laman dibujuk untuk menjadi mabuk, dan para tahanan orang Nefi dibebaskan—Kota Gid direbut tanpa pertumpahan darah. Kira-kira tahun 63–62 SM.
Pasal 56
Helaman mengirim sepucuk surat kepada Moroni, menuturkan kembali keadaan perang melawan orang-orang Laman—Antipus dan Helaman memperoleh kemenangan besar atas orang-orang Laman—Dua ribu putra teruna Helaman berperang dengan kekuatan yang ajaib, dan tak seorang pun dari mereka terbunuh. Ayat 1, kira-kira tahun 62 SM; ayat 2–19, kira-kira tahun 66 SM; dan ayat 20–57, kira-kira tahun 65–64 SM.
Pasal 57
Helaman menuturkan kembali perebutan Antipara dan penyerahan dan belakangan pertahanan Kumeni—Para teruna orang Amonnya berperang dengan gagah berani; semuanya terluka, tetapi tak seorang pun terbunuh—Gid melaporkan pembunuhan dan pelolosan diri para tahanan orang Laman. Kira-kira tahun 63 SM.
Pasal 58
Helaman, Gid, dan Teomner merebut Kota Manti melalui tipu muslihat—Orang-orang Laman menarik diri—Para putra orang Amon dilindungi sewaktu mereka berdiri teguh dalam pembelaan kemerdekaan dan iman mereka. Kira-kira tahun 63–62 SM.
Pasal 59
Moroni meminta Pahoran untuk memperkuat laskar Helaman—Orang-orang Laman merebut Kota Nefiha—Moroni marah terhadap pemerintah. Kira-kira tahun 62 SM.
Pasal 60
Moroni mengeluh kepada Pahoran tentang kelalaian pemerintah terhadap pasukan—Tuhan membiarkan yang saleh dibunuh—Orang-orang Nefi mesti menggunakan seluruh kekuatan dan sarana mereka untuk membebaskan diri mereka dari musuh mereka—Moroni mengancam untuk berperang melawan pemerintah kecuali bantuan dipasok bagi pasukannya. Kira-kira tahun 62 SM.
Pasal 61
Pahoran memberi tahu Moroni tentang makar dan pemberontakan melawan pemerintah—Orang-orang pendukung raja merebut Zarahemla dan bersekutu dengan orang-orang Laman—Pahoran meminta bantuan militer melawan para pemberontak. Kira-kira tahun 62 SM.
Pasal 62
Moroni berbaris untuk bala bantuan bagi Pahoran di tanah Gideon—Orang-orang pendukung raja yang menolak untuk membela negeri mereka dihukum mati—Pahoran dan Moroni merebut kembali Nefiha—Banyak orang Laman bergabung dengan orang-orang Amon—Teankum membunuh Amoron dan selanjutnya terbunuh—Orang-orang Laman dihalau dari negeri itu, dan kedamaian ditegakkan—Helaman kembali pada pelayanan dan membangun Gereja. Kira-kira tahun 62–57 SM.
Pasal 63
Siblon dan belakangan Helaman mengambil kepemilikan atas catatan-catatan sakral—Banyak orang Nefi pergi ke tanah sebelah utara—Hagot membangun kapal-kapal, yang berlayar di laut barat—Moroniha mengalahkan orang-orang Laman dalam pertempuran. Kira-kira tahun 56–52 SM.