Ajaran dan Perjanjian

Bagian 

Bagian 1
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, pada saat konferensi khusus para penatua Gereja, diadakan di Hiram, Ohio, 1 November 1831 (History of the Church, 1:221–224). Banyak wahyu telah diterima dari Tuhan sebelum waktu ini, dan penyusunan ini untuk penerbitan dalam bentuk kitab adalah salah satu pokok utama yang disetujui pada konferensi itu. Bagian ini merupakan kata pengantar Tuhan tentang ajaran, perjanjian, dan perintah yang diberikan pada dispensasi ini.
1–7, Suara peringatan adalah kepada semua orang; 8–16, Kemurtadan dan kejahatan mendahului Kedatangan Kedua; 17–23, Joseph Smith dipanggil untuk memulihkan ke bumi kebenaran dan kuasa Tuhan; 24–33, Kitab Mormon ditampilkan dan Gereja sejati ditegakkan; 34–36, Kedamaian akan diambil dari bumi; 37–39, Selidikilah perintah-perintah ini.
Bagian 2
Sebuah kutipan dari perkataan malaikat Moroni kepada Joseph Smith sang Nabi, saat di dalam rumah ayah Nabi di Manchester, New York, pada malam tanggal 21 September 1823 (History of the Church, 1:12). Moroni adalah yang terakhir dari sederetan panjang sejarawan yang telah membuat catatan yang sekarang ada di hadapan dunia sebagai Kitab Mormon. (Bandingkan dengan Maleakhi 4:5–6; juga bagian 27:9; 110:13–16; dan 128:18.)
1, Elia akan mengungkapkan imamat; 2–3, Janji-janji leluhur tertanam dalam hati anak-anak.
Bagian 3
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, di Harmony, Pennsylvania, Juli 1828, sehubungan dengan hilangnya 116 halaman naskah yang diterjemahkan dari bagian pertama Kitab Mormon, yang disebut kitab Lehi. Nabi dengan enggan telah memperkenankan halaman-halaman ini untuk diserahkan dari penjagaannya kepada penjagaan Martin Harris, yang telah melayani untuk periode yang singkat sebagai tenaga penulis dalam penerjemahan Kitab Mormon. Wahyu ini diberikan melalui Urim dan Tumim. (History of the Church, 1:21–23.) (Lihat bagian 10.)
1–4, Lintasan Tuhan adalah satu lingkaran kekal; 5–15, Joseph Smith mesti bertobat atau kehilangan karunia untuk menerjemahkan; 16–20, Kitab Mormon tampil untuk menyelamatkan benih keturunan Lehi.
Bagian 4
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada ayahnya, Joseph Smith, Sr., di Harmony, Pennsylvania, Februari 1829 (History of the Church, 1:28).
1–4, Pelayanan yang gagah berani menyelamatkan para pelayan rohani Tuhan; 5–6, Sifat keallahan menjadikan mereka memenuhi syarat untuk pelayanan; 7, Apa yang dari Allah mestilah dicari.
Bagian 5
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Harmony, Pennsylvania, Maret 1829, atas permintaan Martin Harris (History of the Church, 1:28–31).
1–10, Angkatan ini akan menerima firman Tuhan melalui Joseph Smith; 11–18, Tiga saksi akan bersaksi tentang Kitab Mormon; 19–20, Firman Tuhan akan terbukti seperti pada zaman sebelumnya; 21–35, Martin Harris boleh bertobat dan menjadi salah seorang saksi.
Bagian 6
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi dan Oliver Cowdery, di Harmony, Pennsylvania, April 1829 (History of the Church, 1:32–35). Oliver Cowdery memulai kerjanya sebagai tenaga penulis dalam penerjemahan Kitab Mormon, tanggal 7 April 1829. Dia telah menerima suatu pernyataan ilahi akan kebenaran kesaksian Nabi perihal lempengan-lempengan yang di atasnya terukir catatan Kitab Mormon. Nabi bertanya kepada Tuhan melalui Urim dan Tumim dan menerima tanggapan ini.
1–6, Para pekerja di ladang Tuhan memperoleh keselamatan; 7–13, Tidak ada karunia yang lebih besar daripada karunia keselamatan; 14–27, Suatu kesaksian tentang kebenaran datang melalui kuasa Roh; 28–37, Pandanglah kepada Kristus, dan lakukanlah yang baik secara berkelanjutan.
Bagian 7
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi dan Oliver Cowdery, di Harmony, Pennsylvania, April 1829, ketika mereka bertanya melalui Urim dan Tumim sehubungan dengan apakah Yohanes, murid yang terkasih, tinggal dalam daging atau telah mati. Wahyu ini adalah sebuah versi terjemahan dari catatan yang dibuat di atas perkamen oleh Yohanes dan disembunyikan olehnya sendiri (History of the Church, 1:35–36).
1–3, Yohanes yang Terkasih akan hidup sampai Tuhan datang; 4–8, Petrus, Yakobus, dan Yohanes memegang kunci-kunci Injil.
Bagian 8
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Oliver Cowdery, di Harmony, Pennsylvania, April 1829 (History of the Church, 1:36–37). Selama masa penerjemahan Kitab Mormon, Oliver, yang melanjutkan untuk melayani sebagai tenaga penulis, menuliskan menurut dikte Nabi, berhasrat untuk diberkahi dengan karunia penerjemahan. Tuhan menanggapi permohonannya dengan memberikan wahyu ini.
1–5, Wahyu datang melalui kuasa Roh Kudus; 6–12, Pengetahuan tentang misteri-misteri Allah dan kuasa menerjemahkan catatan-catatan kuno datang melalui iman.
Bagian 9
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Oliver Cowdery, di Harmony, Pennsylvania, April 1829 (History of the Church, 1:37–38). Oliver diberi petuah untuk bersabar dan didorong untuk puas menulis, untuk sementara waktu, menurut dikte si penerjemah, daripada berusaha untuk menerjemahkan.
1–6, Catatan-catatan kuno yang lain kelak akan diterjemahkan; 7–14, Kitab Mormon diterjemahkan melalui penelaahan dan melalui pengukuhan rohani.
Bagian 10
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, di Harmony, Pennsylvania, pada musim panas 1828 (History of the Church, 1:20–23). Di dalamnya Tuhan memberi tahu Joseph tentang perubahan yang dibuat orang-orang jahat pada 116 halaman naskah dari terjemahan kitab Lehi, dalam Kitab Mormon. Halaman-halaman naskah ini telah hilang dari kepemilikan Martin Harris, kepada siapa lembaran-lembaran itu telah untuk sementara dipercayakan. (Lihat uraian judul untuk bagian 3.) Rancangan jahat itu adalah menunggu penerjemahan kembali yang diharapkan dari bahan yang tercakup oleh halaman-halaman yang dicuri itu dan kemudian untuk mempermalukan penerjemah dengan memperlihatkan perbedaan yang ditimbulkan oleh perubahan itu. Bahwa tujuan jahat ini telah disusun oleh si jahat dan diketahui oleh Tuhan bahkan saat Mormon, sejarawan kuno orang Nefi, sedang membuat ringkasannya dari kumpulan lempengan-lempengan, diperlihatkan dalam Kitab Mormon (lihat Kata-Kata Mormon 1:3–7).
1–26, Setan menghasut orang-orang jahat untuk menentang pekerjaan Tuhan; 27–33, Dia berupaya menghancurkan jiwa manusia; 34–52, Injil mesti dipermaklumkan kepada orang-orang Laman dan segala bangsa melalui Kitab Mormon; 53–63, Tuhan akan menegakkan Gereja-Nya dan Injil-Nya di antara manusia; 64–70, Dia akan mengumpulkan yang bertobat ke dalam Gereja-Nya dan akan menyelamatkan yang patuh.
Bagian 11
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada kakaknya Hyrum Smith, di Harmony, Pennsylvania, Mei 1829 (History of the Church, 1:39–46). Wahyu ini diterima melalui Urim dan Tumim sebagai jawaban terhadap permohonan dan pertanyaan Joseph. Buku History of the Church menyarankan bahwa wahyu ini diterima setelah pemulihan Imamat Harun.
1–6, Para pekerja di dalam kebun anggur akan memperoleh keselamatan; 7–14, Carilah kebijaksanaan, serukanlah pertobatan, percayalah kepada Roh; 15–22, Taatilah perintah-perintah, dan telaahlah firman Tuhan; 23–27, Janganlah menyangkal roh wahyu dan nubuat; 28–30, Mereka yang menerima Kristus menjadi putra Allah.
Bagian 12
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Joseph Knight, Sr., di Harmony, Pennsylvania, Mei 1829 (History of the Church, 1:47–48). Joseph Knight memercayai pernyataan Joseph Smith mengenai kepemilikannya atas lempengan-lempengan Kitab Mormon dan pekerjaan penerjemahan yang pada waktu itu sedang berlangsung dan beberapa kali telah memberikan bantuan materi kepada Joseph Smith dan tenaga penulisnya, yang memungkinkan mereka untuk melanjutkan menerjemahkan. Atas permintaan Joseph Knight, Nabi bertanya kepada Tuhan dan menerima wahyu ini.
1–6, Para pekerja di dalam kebun anggur akan memperoleh keselamatan; 7–9, Semua yang berhasrat dan memenuhi syarat boleh membantu dalam pekerjaan Tuhan.
Bagian 13
Penahbisan Joseph Smith dan Oliver Cowdery pada Imamat Harun di sepanjang tepi Sungai Susquehanna, di dekat Harmony, Pennsylvania, 15 Mei 1829 (History of the Church, 1:39–42). Penahbisan dilakukan oleh tangan seorang malaikat yang memperkenalkan dirinya sebagai Yohanes, orang yang sama yang disebut Yohanes Pembaptis dalam Perjanjian Baru. Malaikat itu menjelaskan bahwa dia bertindak di bawah petunjuk Petrus, Yakobus, dan Yohanes, para Rasul zaman dahulu, yang memegang kunci-kunci imamat yang lebih tinggi, yang disebut Imamat Melkisedek. Janji diberikan kepada Joseph dan Oliver bahwa pada waktu yang tepat Imamat Melkisedek akan dianugerahkan ke atas diri mereka. (Lihat bagian 27:7, 8, 12.)
Kunci-kunci dan kuasa Imamat Harun dinyatakan.
Bagian 14
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada David Whitmer, di Fayette, New York, Juni 1829 (History of the Church, 1:48–50). Keluarga Whitmer telah menjadi amat tertarik pada penerjemahan Kitab Mormon. Nabi menentukan tempat tinggalnya di rumah Peter Whitmer, Sr., di mana dia berdiam sampai pekerjaan penerjemahan dilaksanakan hingga penuntasan dan hak cipta dari kitab mendatang itu diperoleh. Tiga putra Whitmer, masing-masing telah menerima suatu kesaksian sehubungan dengan keaslian pekerjaan itu, menjadi amat risau atas masalah kewajiban individu mereka. Wahyu ini dan dua buah yang mengikuti (bagian 15 dan 16) diberikan sebagai jawaban terhadap pertanyaan melalui Urim dan Tumim. David Whitmer belakangan menjadi salah seorang dari Tiga Saksi Kitab Mormon.
1–6, Para pekerja di dalam kebun anggur akan memperoleh keselamatan; 7–8, Kehidupan kekal adalah yang terbesar dari karunia-karunia Allah; 9–11, Kristus menciptakan langit dan bumi.
Bagian 15
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada John Whitmer, di Fayette, New York, Juni 1829 (History of the Church, 1:50). (Lihat uraian judul untuk bagian 14.) Pesan ini dengan akrab dan dengan mengesankan bersifat pribadi karena Tuhan memberi tahu tentang apa yang diketahui hanya oleh John Whitmer dan diri-Nya. John Whitmer belakangan menjadi salah seorang dari Delapan Saksi Kitab Mormon.
1–2, Lengan Tuhan berada di atas seluruh bumi; 3–6, Mengkhotbahkan Injil dan menyelamatkan jiwa adalah hal yang paling berharga.
Bagian 16
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Peter Whitmer, Jr., di Fayette, New York, Juni 1829 (History of the Church, 1:51). (Lihat uraian judul untuk bagian 14.) Peter Whitmer, Jr., belakangan menjadi salah seorang dari Delapan Saksi Kitab Mormon.
1–2, Lengan Tuhan berada di atas seluruh bumi; 3–6, Mengkhotbahkan Injil dan menyelamatkan jiwa adalah hal yang paling berharga.
Bagian 17
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Oliver Cowdery, David Whitmer, dan Martin Harris, di Fayette, New York, Juni 1829, sebelum mereka memandang lempengan-lempengan berukir yang memuat catatan Kitab Mormon (History of the Church, 1:52–57). Joseph dan tenaga penulisnya, Oliver Cowdery, telah mendapat tahu dari terjemahan lempengan-lempengan Kitab Mormon bahwa tiga saksi khusus akan ditunjuk (lihat Eter 5:2–4; 2 Nefi 11:3; 27:12). Oliver Cowdery, David Whitmer, dan Martin Harris digerakkan oleh suatu hasrat yang diilhami untuk menjadi tiga saksi khusus itu. Nabi bertanya kepada Tuhan, dan wahyu ini diberikan sebagai jawaban melalui Urim dan Tumim.
1–4, Dengan iman Tiga Saksi akan melihat lempengan dan barang sakral lainnya; 5–9, Kristus memberikan kesaksian akan keilahian Kitab Mormon.
Bagian 18
Wahyu kepada Joseph Smith sang Nabi, Oliver Cowdery, dan David Whitmer, diberikan di Fayette, New York, Juni 1829 (History of the Church, 1:60–64). Ketika Imamat Harun dianugerahkan, pelimpahan Imamat Melkisedek dijanjikan (lihat uraian judul untuk bagian 13). Sebagai tanggapan terhadap permohonan untuk pengetahuan atas masalah itu, Tuhan memberikan wahyu ini.
1–5, Tulisan suci memperlihatkan bagaimana membangun Gereja; 6–8, Dunia sedang menjadi matang dalam kedurhakaan; 9–16, Nilai jiwa adalah mahal; 17–25, Untuk memperoleh keselamatan, manusia mesti mengambil ke atas diri mereka nama Kristus; 26–36, Pemanggilan dan misi Dua Belas diungkapkan; 37–39, Oliver Cowdery dan David Whitmer mesti mencari Dua Belas; 40–47, Untuk memperoleh keselamatan, manusia mesti bertobat, dibaptis, dan menaati perintah-perintah.
Bagian 19
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith, di Manchester, New York, Maret 1830 (History of the Church, 1:72–74). Dalam sejarahnya, Nabi memperkenalkannya sebagai “sebuah perintah dari Allah dan bukan dari manusia, kepada Martin Harris, diberikan oleh Dia yang adalah Kekal” (History of the Church, 1:72).
1–3, Kristus memiliki segala kuasa; 4–5, Semua orang mesti bertobat atau menderita; 6–12, Hukuman kekal adalah hukuman Allah; 13–20, Kristus menderita bagi semua orang, agar mereka boleh tidak menderita jika mereka akan bertobat; 21–28, Khotbahkanlah Injil pertobatan; 29–41, Maklumkanlah kabar gembira.
Bagian 20
Wahyu tentang organisasi dan pengaturan Gereja, diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, April 1830 (History of the Church, 1:64–70). Mendahului catatannya dari wahyu ini Nabi menulis, “Kami mendapatkan dari Dia [Yesus Kristus] yang berikut, melalui roh nubuat dan wahyu; yang tidak hanya memberi kami banyak informasi, tetapi juga menunjukkan kepada kami hari yang tepat di mana, menurut kehendak dan perintah-Nya, kami hendaknya mulai untuk mengorganisasi Gereja-Nya sekali lagi di sini di atas bumi” (History of the Church, 1:64).
1–16, Kitab Mormon membuktikan keilahian pekerjaan zaman akhir; 17–28, Ajaran tentang penciptaan, kejatuhan, pendamaian, dan baptisan ditandaskan; 29–37, Hukum yang mengatur pertobatan, pembenaran, pengudusan, dan baptisan dinyatakan; 38–67, Kewajiban penatua, imam, pengajar, dan diaken diringkas; 68–74, Kewajiban anggota, pemberkatan anak, dan cara baptisan diungkapkan; 75–84, Doa sakramen dan peraturan yang mengatur keanggotaan Gereja diberikan.
Bagian 21
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, di Fayette, New York, 6 April 1830 (History of the Church, 1:74–79). Wahyu ini diberikan pada pengorganisasian Gereja, pada tanggal tersebut, di dalam rumah Peter Whitmer, Sr. Enam orang, yang sebelumnya telah dibaptis, berperan serta. Melalui pemungutan suara secara bulat orang-orang ini mengutarakan hasrat dan kebulatan tekad mereka untuk mengorganisasi, menurut perintah Allah (lihat bagian 20). Mereka juga memberikan suara untuk menerima dan mendukung Joseph Smith, Jr., dan Oliver Cowdery sebagai pejabat ketua Gereja. Dengan penumpangan tangan, Joseph kemudian menahbiskan Oliver sebagai penatua Gereja, dan Oliver dengan cara serupa menahbiskan Joseph. Setelah pelaksanaan sakramen, Joseph dan Oliver menumpangkan tangan ke atas para peserta secara individu untuk pelimpahan Roh Kudus dan untuk pengukuhan masing-masing sebagai anggota Gereja.
1–3, Joseph Smith dipanggil untuk menjadi pelihat, penerjemah, nabi, rasul, dan penatua; 4–8, Perkataannya akan membimbing perkara Sion; 9–12, Para Orang Suci akan memercayai perkataannya sewaktu dia berbicara melalui Penghibur.
Bagian 22
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Manchester, New York, April 1830 (History of the Church, 1:79–80). Wahyu ini diberikan kepada Gereja sebagai akibat dari beberapa orang yang sebelumnya telah dibaptis yang berhasrat untuk bersatu dengan Gereja tanpa baptisan kembali.
1, Baptisan adalah sebuah perjanjian yang baru dan abadi; 2–4, Baptisan berwenang dituntut.
Bagian 23
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Manchester, New York, April 1830, kepada Oliver Cowdery; Hyrum Smith; Samuel H. Smith; Joseph Smith, Sr.; dan Joseph Knight, Sr. (History of the Church, 1:80). Sebagai hasil dari hasrat yang sungguh-sungguh dari lima orang tersebut untuk mengetahui tentang kewajiban mereka masing-masing, Nabi bertanya kepada Tuhan dan menerima wahyu ini.
1–7, Para murid terdahulu ini dipanggil untuk berkhotbah, mengimbau, dan menguatkan Gereja.
Bagian 24
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi dan Oliver Cowdery, di Harmony, Pennsylvania, Juli 1830 (History of the Church, 1:101–103). Walaupun kurang dari empat bulan telah berlalu sejak Gereja diorganisasi, penganiayaan telah menjadi hebat, dan para pemimpin harus mencari keamanan dalam pengasingan sebagian. Tiga wahyu berikut diberikan pada waktu ini untuk menguatkan, mendorong, dan memberi petunjuk kepada mereka.
1–9, Joseph Smith dipanggil untuk menerjemahkan, berkhotbah, dan memaparkan tulisan suci; 10–12, Oliver Cowdery dipanggil untuk mengkhotbahkan Injil; 13–19, Hukum diungkapkan berhubungan dengan mukjizat, kutukan, pengibasan debu dari kaki seseorang, dan bepergian tanpa dompet atau tas.
Bagian 25
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Harmony, Pennsylvania, Juli 1830 (History of the Church, 1:103–104). (Lihat uraian judul untuk bagian 24.) Wahyu ini menyatakan kehendak Tuhan kepada Emma Smith, istri Nabi.
1–6, Emma Smith, seorang wanita pilihan, dipanggil untuk membantu dan menghibur suaminya; 7–11, Dia juga dipanggil untuk menulis, untuk memaparkan tulisan suci, dan untuk menyeleksi nyanyian pujian; 12–14, Nyanyian orang saleh adalah doa bagi Tuhan; 15–16, Asas-asas kepatuhan dalam wahyu ini berlaku bagi semua.
Bagian 26
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, Oliver Cowdery, dan John Whitmer, di Harmony, Pennsylvania, Juli 1830 (History of the Church, 1:104). (Lihat uraian judul untuk bagian 24.)
1, Mereka diberi petunjuk untuk menelaah tulisan suci dan untuk berkhotbah; 2, Hukum persetujuan bersama ditandaskan.
Bagian 27
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, di Harmony, Pennsylvania, Agustus 1830 (History of the Church, 1:106–108). Dalam persiapan untuk suatu kebaktian keagamaan dimana sakramen roti dan air anggur akan dilaksanakan, Joseph berangkat untuk mendapatkan air anggur. Dia ditemui oleh seorang utusan surgawi dan menerima wahyu ini, yang sebagian darinya dituliskan pada waktu itu dan sisanya pada bulan September berikutnya. Air sekarang digunakan alih-alih air anggur dalam kebaktian sakramen Gereja.
1–4, Lambang yang digunakan dalam mengambil sakramen dinyatakan; 5–14, Kristus dan para hamba-Nya dari segala dispensasi akan mengambil sakramen; 15–18, Kenakanlah seluruh baju zirah Allah.
Bagian 28
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Oliver Cowdery, di Fayette, New York, September 1830 (History of the Church, 1:109–111). Hiram Page, seorang anggota Gereja, memiliki sebuah batu khusus dan mengaku menerima wahyu melalui bantuannya mengenai pembangunan Sion dan tata tertib Gereja. Beberapa anggota telah tertipu melalui pernyataan-pernyataan ini, dan bahkan Oliver Cowdery secara keliru dipengaruhi olehnya. Tepat sebelum konferensi yang ditetapkan, Nabi menanyakan dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan mengenai masalah itu, dan wahyu ini mengikuti.
1–7, Joseph Smith memegang kunci-kunci misteri, dan hanya dia yang menerima wahyu untuk Gereja; 8–10, Oliver Cowdery mesti berkhotbah kepada orang-orang Laman; 11–16, Setan menipu Hiram Page dan memberinya wahyu-wahyu palsu.
Bagian 29
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di hadapan enam penatua, di Fayette, New York, September 1830 (History of the Church, 1:111–115). Wahyu ini diberikan beberapa hari sebelum konferensi, mulai tanggal 26 September 1830.
1–8, Kristus mengumpulkan umat pilihan-Nya; 9–11, Kedatangan-Nya mengantarkan Milenium; 12–13, Dua Belas akan menghakimi seluruh Israel; 14–21, Tanda, wabah, dan kemusnahan akan mendahului Kedatangan Kedua; 22–28, Kebangkitan terakhir dan penghakiman akhir mengikuti Milenium; 29–35, Segala sesuatu adalah rohani bagi Tuhan; 36–39, Iblis dan bala tentaranya dicampakkan dari surga untuk menggoda manusia; 40–45, Kejatuhan dan Pendamaian membawa keselamatan; 46–50, Anak-anak kecil ditebus melalui Pendamaian.
Bagian 30
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada David Whitmer, Peter Whitmer, Jr., dan John Whitmer, di Fayette, New York, September 1830, mengikuti konferensi tiga hari di Fayette, tetapi sebelum para penatua Gereja berpisah (History of the Church, 1:115–116). Semula materi ini diterbitkan sebagai tiga buah wahyu; itu digabungkan ke dalam satu bagian oleh Nabi untuk Ajaran dan Perjanjian edisi 1835.
1–4, David Whitmer didera karena kelalaian melayani dengan tekun; 5–8, Peter Whitmer, Jr., akan menyertai Oliver Cowdery pada sebuah misi kepada orang-orang Laman; 9–11, John Whitmer dipanggil untuk mengkhotbahkan Injil.
Bagian 31
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Thomas B. Marsh, September 1830 (History of the Church, 1:115–117). Kejadiannya adalah segera setelah suatu konferensi Gereja (lihat uraian judul untuk bagian 30). Thomas B. Marsh telah dibaptis lebih dahulu pada bulan itu dan telah ditahbiskan sebagai penatua di dalam Gereja sebelum wahyu ini diberikan.
1–6, Thomas B. Marsh dipanggil untuk mengkhotbahkan Injil dan diyakinkan akan kesejahteraan keluarganya; 7–13, Dia dinasihati untuk bersabar, berdoa selalu, dan mengikuti Penghibur.
Bagian 32
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Parley P. Pratt dan Ziba Peterson, Oktober 1830 (History of the Church, 1:118–120). Minat dan hasrat yang besar dirasakan oleh para penatua perihal orang-orang Laman, yang tentang berkat-berkatnya yang diramalkan Gereja telah mendapat tahu dari Kitab Mormon. Sebagai akibatnya, permohonan dibuat agar Tuhan mau mengindikasikan kehendak-Nya sehubungan dengan apakah para penatua hendaknya diutus pada waktu itu kepada suku-suku Indian di Barat. Wahyu ini mengikuti.
1–3, Parley P. Pratt dan Ziba Peterson dipanggil untuk berkhotbah kepada orang-orang Laman dan untuk menyertai Oliver Cowdery dan Peter Whitmer, Jr.; 4–5, Mereka mesti berdoa untuk suatu pengertian akan tulisan suci.
Bagian 33
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Ezra Thayre dan Northrop Sweet, di Fayette, New York, Oktober 1830 (History of the Church, 1:126–127). Dalam mencatat wahyu ini, Nabi menandaskan bahwa “… Tuhan senantiasa siap untuk memberi petunjuk mereka yang dengan tekun mencari dalam iman” (History of the Church, 1:126).
1–4, Para pekerja dipanggil untuk memaklumkan Injil pada jam yang kesebelas; 5–6, Gereja ditegakkan, dan orang pilihan akan dikumpulkan; 7–10, Bertobatlah, karena kerajaan surga di depan mata; 11–15, Gereja dibangun di atas batu karang Injil; 16–18, Bersiaplah bagi kedatangan Mempelai Laki-Laki.
Bagian 34
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Orson Pratt, di Fayette, New York, 4 November 1830 (History of the Church, 1:127–128). Brother Pratt berumur sembilan belas tahun pada waktu itu. Dia telah diinsafkan dan dibaptis ketika dia pertama kali mendengar pengkhotbahan Injil yang dipulihkan melalui kakaknya, Parley P. Pratt, enam minggu sebelumnya. Wahyu ini diterima di rumah Peter Whitmer, Sr.
1–4, Yang setia menjadi putra Allah melalui Pendamaian; 5–9, Pengkhotbahan Injil mempersiapkan jalan bagi Kedatangan Kedua; 10–12, Nubuat datang melalui kuasa Roh Kudus.
Bagian 35
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi dan Sidney Rigdon, di atau dekat Fayette, New York, Desember 1830 (History of the Church, 1:128–131). Pada waktu ini, Nabi terlibat hampir setiap hari dalam membuat suatu terjemahan Alkitab. Terjemahan itu dimulai bahkan sejak Juni 1830, dan baik Oliver Cowdery maupun John Whitmer telah melayani sebagai tenaga penulis. Karena mereka sekarang telah dipanggil pada kewajiban lain, Sidney Rigdon dipanggil melalui penetapan ilahi untuk melayani sebagai tenaga penulis Nabi dalam pekerjaan ini (lihat ayat 20). Sebagai kata pengantar tentang catatannya akan wahyu ini, Nabi menulis: “Pada bulan Desember Sidney Rigdon datang [dari Ohio] untuk bertanya kepada Tuhan, dan bersamanya datanglah Edward Partridge. … Sesaat setelah tibanya dua saudara ini, demikian firman Tuhan” (History of the Church, 1:128).
1–2, Bagaimana manusia boleh menjadi putra Allah; 3–7, Sidney Rigdon dipanggil untuk membaptis dan untuk menganugerahkan Roh Kudus; 8–12, Tanda dan mukjizat dikerjakan melalui iman; 13–16, Para hamba Tuhan akan mengirik bangsa-bangsa melalui kuasa Roh; 17–19, Joseph Smith memegang kunci-kunci misteri; 20–21, Orang pilihan akan bertahan pada hari kedatangan Tuhan; 22–27, Israel akan diselamatkan.
Bagian 36
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Edward Partridge, di dekat Fayette, New York, Desember 1830 (History of the Church, 1:131). (Lihat uraian judul untuk bagian 35.) Nabi berkata bahwa Edward Partridge “adalah teladan kealiman, dan salah seorang yang hebat milik Tuhan” (History of the Church, 1:128).
1–3, Tuhan meletakkan tangan-Nya ke atas Edward Partridge melalui tangan Sidney Rigdon; 4–8, Setiap pria yang menerima Injil dan imamat mesti dipanggil untuk pergi dan berkhotbah.
Bagian 37
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi dan Sidney Rigdon, di dekat Fayette, New York, Desember 1830 (History of the Church, 1:139). Di dalamnya diberikan perintah pertama mengenai suatu pengumpulan pada dispensasi ini.
1–4, Para Orang Suci dipanggil untuk berkumpul di Ohio.
Bagian 38
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Fayette, New York, 2 Januari 1831 (History of the Church, 1:140–143). Kejadiannya adalah sebuah konferensi Gereja.
1–6, Kristus menciptakan segala sesuatu; 7–8, Dia berada di tengah para Orang Suci-Nya, yang akan segera melihat-Nya; 9–12, Semua daging busuk di hadapan-Nya; 13–22, Dia telah mencadangkan tanah yang dijanjikan bagi para Orang Suci-Nya pada waktu ini dan dalam kekekalan; 23–27, Para Orang Suci diperintahkan untuk menjadi satu dan menjunjung tinggi satu sama lain sebagai saudara; 28–29, Peperangan diramalkan; 30–33, Para Orang Suci akan diberi kuasa dari tempat yang tinggi dan pergi ke antara segala bangsa; 34–42, Gereja diperintahkan untuk mengurus yang miskin dan membutuhkan dan untuk mencari kekayaan kekekalan.
Bagian 39
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada James Covill, di Fayette, New York, 5 Januari 1831 (History of the Church, 1:143–145). James Covill, yang telah menjadi seorang pendeta Baptis selama kira-kira empat puluh tahun, membuat perjanjian dengan Tuhan bahwa dia akan mematuhi perintah apa pun yang akan Tuhan berikan kepadanya melalui Joseph sang Nabi.
1–4, Para Orang Suci memiliki kuasa untuk menjadi putra Allah; 5–6, Menerima Injil adalah menerima Kristus; 7–14, James Covill diperintahkan untuk dibaptis dan bekerja di dalam kebun anggur Tuhan; 15–21, Para hamba Tuhan mesti mengkhotbahkan Injil sebelum Kedatangan Kedua; 22–24, Mereka yang menerima Injil akan dikumpulkan pada waktu ini dan dalam kekekalan.
Bagian 40
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi dan Sidney Rigdon, di Fayette, New York, Januari 1831 (History of the Church, 1:145). Mendahului catatan wahyu ini, Nabi menulis, “Karena James Covill menolak firman Tuhan, dan kembali pada asas dan orangnya terdahulu, Tuhan memberikan kepada saya dan Sidney Rigdon wahyu berikut” (History of the Church, 1:145).
1–3, Rasa takut akan penganiayaan dan kekhawatiran dunia menyebabkan penolakan Injil.
Bagian 41
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Gereja, di Kirtland, Ohio, 4 Februari 1831 (History of the Church, 1:146–147). Gereja Cabang Kirtland pada waktu ini dengan pesat meningkat dalam jumlah. Sebagai pengantar wahyu ini, Nabi menulis, “[Para] anggota … sedang berjuang untuk melakukan kehendak Allah, sejauh mereka mengetahuinya, walaupun beberapa gagasan aneh dan roh palsu telah menyelinap ke antara mereka … [dan] Tuhan memberikan kepada Gereja yang berikut” (History of the Church, 1:146–147).
1–3, Para penatua akan mengatur Gereja melalui roh wahyu; 4–6, Para murid yang sejati akan menerima dan menaati hukum Tuhan; 7–12, Edward Partridge ditahbiskan sebagai uskup bagi Gereja.
Bagian 42
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 9 Februari 1831 (History of the Church, 1:148–154). Itu diterima di tengah kehadiran dua belas penatua dan dalam penggenapan janji Tuhan yang sebelumnya dibuat bahwa “hukum” akan diberikan di Ohio (lihat bagian 38:32). Nabi merinci wahyu ini sebagai “mencakup hukum Gereja” (History of the Church, 1:148).
1–10, Para penatua dipanggil untuk mengkhotbahkan Injil, membaptis yang insaf, dan membangun Gereja; 11–12, Mereka mesti dipanggil dan ditahbiskan dan mesti mengajarkan asas-asas Injil yang ditemukan dalam tulisan suci; 13–17, Mereka mesti mengajar dan bernubuat melalui kuasa Roh; 18–29, Para Orang Suci diperintahkan untuk tidak membunuh, mencuri, berdusta, bernafsu, berbuat zina, ataupun berbicara jahat terhadap orang lain; 30–39, Hukum-hukum yang mengatur persucian harta milik dinyatakan; 40–42, Kesombongan dan kemalasan dikecam; 43–52, Yang sakit mesti disembuhkan melalui pelayanan dan dengan iman; 53–60, Tulisan suci mengatur Gereja dan mesti dipermaklumkan kepada dunia; 61–69, Tempat untuk Yerusalem Baru dan misteri-misteri kerajaan akan diungkapkan; 70–73, Harta milik yang dipersucikan mesti digunakan untuk menunjang para pejabat Gereja; 74–93, Hukum yang mengatur percabulan, perzinaan, pembunuhan, pencurian, dan pengakuan dosa dinyatakan.
Bagian 43
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, pada bulan Februari 1831 (History of the Church, 1:154–156). Pada waktu ini beberapa anggota Gereja terganggu oleh orang-orang yang membuat pernyataan palsu sebagai pewahyu. Nabi bertanya kepada Tuhan dan menerima komunikasi ini yang ditujukan kepada penatua Gereja. Bagian pertama berurusan dengan masalah pengaturan Gereja; bagian akhir memuat suatu peringatan yang mesti penatua berikan kepada bangsa-bangsa di bumi.
1–7, Wahyu dan perintah datang hanya melalui orang yang ditetapkan; 8–14, Para Orang Suci dikuduskan melalui bertindak dalam segala kekudusan di hadapan Tuhan; 15–22, Para penatua diutus untuk menyerukan pertobatan dan mempersiapkan orang untuk hari Tuhan yang besar; 23–28, Tuhan memanggil orang dengan suara-Nya sendiri dan melalui kekuatan alam; 29–35, Milenium dan pengikatan Setan akan datang.
Bagian 44
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi dan Sidney Rigdon, di Kirtland, Ohio, pada penghujung Februari 1831 (History of the Church, 1:157). Sesuai dengan persyaratan yang di dalam ini dinyatakan, Gereja menetapkan suatu konferensi untuk diadakan pada awal bulan Juni berikutnya.
1–3, Para penatua mesti berhimpun dalam konferensi; 4–6, Mereka mesti mengatur menurut hukum negara dan mengurus yang miskin.
Bagian 45
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Gereja, di Kirtland, Ohio, 7 Maret 1831 (History of the Church, 1:158–163). Sebagai pengantar catatannya tentang wahyu ini, Nabi menyatakan bahwa “pada usia Gereja ini … banyak laporan palsu … dan cerita-cerita bodoh, diterbitkan … dan disebarkan, … untuk mencegah orang-orang menyelidiki pekerjaan, atau memeluk kepercayaan ini. … Tetapi yang membuat para Orang Suci bersukacita, … saya menerima yang berikut” (History of the Church, 1:158).
1–5, Kristus adalah pengacara kita dengan Bapa; 6–10, Injil adalah utusan untuk mempersiapkan jalan sebelum Tuhan; 11–15, Henokh dan saudara-saudaranya diterima oleh Tuhan bagi diri-Nya; 16–23, Kristus mengungkapkan tanda-tanda kedatangan-Nya sebagaimana diberikan di atas Bukit Zaitun; 24–38, Injil akan dipulihkan, zaman orang-orang bukan Israel akan digenapi, dan penyakit yang memusnahkan akan menutupi tanah itu; 39–47, Tanda, keajaiban, dan Kebangkitan akan menyertai Kedatangan Kedua; 48–53, Kristus akan berdiri di atas Bukit Zaitun, orang-orang Yahudi akan melihat luka pada tangan dan kaki-Nya; 54–59, Tuhan akan memerintah selama Milenium; 60–62, Nabi diberi petunjuk untuk memulai penerjemahan Perjanjian Baru, yang melaluinya informasi penting akan disingkapkan; 63–75, Para Orang Suci diperintahkan untuk berkumpul dan membangun Yerusalem Baru, ke mana orang-orang dari segala bangsa akan datang.
Bagian 46
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Gereja, di Kirtland, Ohio, 8 Maret 1831 (History of the Church, 1:163–165). Pada waktu awal Gereja ini, suatu pola terpadu untuk pemanduan kebaktian Gereja belum dikembangkan. Meskipun demikian, kebiasaan yang mengizinkan hanya anggota dan simpatisan yang sungguh-sungguh ke pertemuan sakramen dan pertemuan Gereja yang lain telah menjadi agak umum. Wahyu ini mengutarakan kehendak Tuhan yang berhubungan dengan mengatur dan memandu pertemuan.
1–2, Penatua mesti memandu pertemuan sebagaimana dibimbing oleh Roh Kudus; 3–6, Pencari kebenaran janganlah dilarang memasuki kebaktian sakramen; 7–12, Mintalah kepada Allah dan carilah karunia-karunia Roh; 13–26, Penyebutan satu demi satu dari sebagian karunia ini diberikan; 27–33, Para pemimpin gereja diberikan kuasa untuk membedakan karunia-karunia Roh.
Bagian 47
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 8 Maret 1831 (History of the Church, 1:166). Sebelum waktu ini Oliver Cowdery telah bertindak sebagai sejarawan dan juru catat Gereja. John Whitmer tidak mencari penetapan sebagai sejarawan, tetapi, diminta untuk melayani dalam kedudukan ini, dia telah mengatakan bahwa dia akan mematuhi kehendak Tuhan dalam masalah ini. Dia telah melayani sebagai seorang sekretaris bagi Nabi dalam mencatat banyak dari wahyu yang diterima di area Fayette, New York.
1–4, John Whitmer ditunjuk untuk menyimpan sejarah Gereja dan untuk menulis bagi Nabi.
Bagian 48
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, Maret 1831 (History of the Church, 1:166–167). Nabi telah bertanya kepada Tuhan sehubungan dengan cara prosedur untuk mendapatkan tanah bagi permukiman para Orang Suci. Ini adalah masalah penting mengingat migrasi para anggota Gereja dari Amerika Serikat sebelah timur, dalam kepatuhan pada perintah Tuhan agar mereka hendaknya berhimpun di Ohio (lihat bagian 37:1–3; 45:64).
1–3, Para Orang Suci di Ohio mesti berbagi tanah mereka dengan saudara-saudara mereka; 4–6, Para Orang Suci mesti membeli tanah, membangun sebuah kota, dan mengikuti nasihat para pejabat ketua mereka.
Bagian 49
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Sidney Rigdon, Parley P. Pratt, dan Leman Copley, di Kirtland, Ohio, Maret 1831 (History of the Church, 1:167–169). (Beberapa sumber sejarah memberikan tanggal wahyu ini sebagai Mei 1831.) Leman Copley telah memeluk Injil tetapi masih berpegang pada beberapa ajaran Shakers (United Society of Believers in Christ’s Second Appearing) (Persekutuan Masyarakat Pemercaya terhadap Penampakan Kedua Kristus), yang dahulu dia termasuk di dalamnya. Beberapa dari kepercayaan para Shaker adalah bahwa kedatangan kedua Kristus telah terjadi dan bahwa Dia telah menampakkan diri dalam bentuk seorang wanita, Ann Lee; baptisan dengan air tidak dianggap penting; makan daging babi khususnya dilarang, dan banyak yang tidak makan daging apa pun; dan kehidupan dengan tidak menikah dianggap lebih tinggi daripada pernikahan. Sebagai pengantar wahyu ini, Nabi menulis, “Supaya memiliki [suatu] pengertian yang lebih sempurna tentang pokok ini, saya bertanya kepada Tuhan, dan menerima yang berikut” (History of the Church, 1:167). Wahyu ini membantah sebagian dari konsep-konsep dasar kelompok Shaker. Saudara-saudara yang telah disebutkan sebelumnya membawa suatu salinan dari wahyu itu kepada komunitas Shaker (di dekat Cleveland, Ohio) dan membacakannya kepada mereka secara keseluruhan, tetapi ditolak.
1–7, Hari dan jam kedatangan Kristus akan tetap tak diketahui sampai Dia datang; 8–14, Manusia mesti bertobat, memercayai Injil, dan mematuhi tata cara-tata cara untuk memperoleh keselamatan; 15–16, Pernikahan ditetapkan oleh Allah; 17–21, Makan daging disetujui; 22–28, Sion akan tumbuh subur dan orang-orang Laman bermekaran bagaikan bunga mawar sebelum Kedatangan Kedua.
Bagian 50
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, Mei 1831 (History of the Church, 1:170–173). Nabi menyatakan bahwa beberapa penatua tidak mengerti pernyataan dari roh-roh yang berbeda yang tersebar luas di bumi dan bahwa wahyu ini diberikan sebagai tanggapan terhadap pertanyaan khususnya atas masalah itu. Yang disebut-sebut fenomena rohani bukanlah tidak umum di antara anggota, beberapa dari mereka menyatakan menerima penglihatan dan wahyu.
1–5, Banyak roh palsu tersebar luas di bumi; 6–9, Celakalah yang munafik dan mereka yang disingkirkan dari Gereja; 10–14, Para penatua mesti mengkhotbahkan Injil dengan Roh; 15–22, Baik pengkhotbah maupun pendengar perlu diterangi oleh Roh; 23–25, Apa yang tidak meneguhkan bukanlah dari Allah; 26–28, Yang setia adalah pemilik segala sesuatu; 29–36, Doa dari orang-orang yang dimurnikan dijawab; 37–46, Kristus adalah Gembala Yang Baik dan Batu Israel.
Bagian 51
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Thompson, Ohio, Mei 1831 (History of the Church, 1:173–174). Pada waktu ini para Orang Suci yang bermigrasi dari negara bagian-negara bagian sebelah timur mulai tiba di Ohio, dan menjadi perlu untuk membuat penataan yang pasti untuk permukiman mereka. Karena pengupayaan ini terutama sekali termasuk dalam jabatan uskup, Uskup Edward Partridge mencari petunjuk atas masalah itu, dan Nabi bertanya kepada Tuhan.
1–8, Edward Partridge ditetapkan untuk mengatur tugas pengawasan dan hak milik; 9–12, Para Orang Suci mesti berurusan secara jujur dan menerima yang sama; 13–15, Mereka mesti memiliki sebuah gudang penyimpanan uskup dan mengatur harta milik menurut hukum Tuhan; 16–20, Ohio akan menjadi tempat pengumpulan sementara.
Bagian 52
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, kepada penatua Gereja, di Kirtland, Ohio, 7 Juni 1831 (History of the Church, 1:175–179). Suatu konferensi telah diadakan di Kirtland, mulai tanggal 3 dan berakhir tanggal 6 Juni. Pada konferensi ini penahbisan khusus yang pertama pada jabatan imam tinggi diadakan, dan pernyataan tertentu roh-roh palsu dan menipu dibedakan dan dihardik.
1–2, Konferensi berikutnya ditunjuk untuk diadakan di Missouri; 3–8, Penetapan penatua tertentu untuk melakukan perjalanan bersama dibuat; 9–11, Para penatua mesti mengajarkan apa yang para rasul dan nabi telah tuliskan; 12–21, Mereka yang diterangi oleh Roh menghasilkan buah-buah pujian dan kebijaksanaan; 22–44, Berbagai penatua ditetapkan untuk pergi mengkhotbahkan Injil saat melakukan perjalanan ke Missouri untuk konferensi.
Bagian 53
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Algernon Sidney Gilbert, di Kirtland, Ohio, Juni 1831 (History of the Church, 1:179–180). Atas permintaan Sidney Gilbert, Nabi bertanya kepada Tuhan sehubungan dengan pekerjaan dan penetapan Brother Gilbert di dalam Gereja.
1–3, Pemanggilan dan pemilihan Sidney Gilbert di dalam Gereja mesti ditahbiskan sebagai penatua; 4–7, Dia juga mesti melayani sebagai juru kuasa uskup.
Bagian 54
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Newel Knight, di Kirtland, Ohio, Juni 1831 (History of the Church, 1:180–181). Para anggota Gereja di dalam cabang di Thompson, Ohio, terbagi perihal pertanyaan yang berhubungan dengan persucian harta milik. Sifat mementingkan diri dan ketamakan dinyatakan, dan Leman Copley telah melanggar perjanjiannya untuk mempersucikan tanah pertaniannya yang luas sebagai tempat warisan bagi para Orang Suci yang tiba dari Colesville, New York. Ezra Thayre juga terlibat dalam persengketaan itu. Sebagai akibatnya, Newel Knight (presiden atas cabang di Thompson) dan penatua lain telah datang kepada Nabi menanyakan bagaimana harus melangkah. Nabi bertanya kepada Tuhan dan menerima wahyu ini. (Lihat bagian 56, yang adalah kelanjutan dari masalah itu.)
1–6, Para Orang Suci mesti menaati perjanjian Injil untuk memperoleh belas kasihan; 7–10, Mereka mesti bersabar dalam kesukaran.
Bagian 55
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada William W. Phelps, di Kirtland, Ohio, Juni 1831 (History of the Church, 1:184–186). William W. Phelps, seorang pencetak, dan keluarganya baru saja tiba di Kirtland, dan Nabi mencari Tuhan untuk informasi mengenai dia.
1–3, W. W. Phelps dipanggil dan dipilih untuk dibaptis, untuk ditahbiskan sebagai penatua, dan untuk mengkhotbahkan Injil; 4, Dia mesti juga menulis buku untuk anak-anak di sekolah-sekolah Gereja; 5–6, Dia mesti melakukan perjalanan ke Missouri, yang akan menjadi area kerjanya.
Bagian 56
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, Juni 1831 (History of the Church, 1:186–188). Ezra Thayre, yang telah ditetapkan untuk melakukan perjalanan ke Missouri bersama Thomas B. Marsh (lihat bagian 52:22), tak sanggup untuk memulai misinya ketika orang yang terakhir siap. Elder Thayre tidak siap untuk pergi dalam perjalanannya karena keterlibatannya dalam persoalan di Thompson, Ohio (lihat uraian judul untuk bagian 54). Tuhan menjawab pertanyaan Nabi atas masalah itu dengan memberikan wahyu ini.
1–2, Para Orang Suci mesti memikul salib mereka dan mengikuti Tuhan untuk memperoleh keselamatan; 3–13, Tuhan memerintahkan dan mencabut, dan yang tidak patuh dienyahkan; 14–17, Celakalah yang kaya yang tidak mau menolong yang miskin, dan celakalah yang miskin yang hatinya tidak hancur; 18–20, Diberkatilah yang miskin yang murni hatinya, karena mereka akan mewarisi bumi.
Bagian 57
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Sion, Jackson County, Missouri, 20 Juli 1831 (History of the Church, 1:189–190). Sesuai dengan perintah Tuhan (bagian 52), para penatua telah melakukan perjalanan dari Kirtland ke Missouri dengan banyak pengalaman yang berbagai macam dan sejumlah pertentangan. Saat merenungkan keadaan orang-orang Laman dan kurangnya peradaban, kehalusan budi pekerti, dan agama di antara orang-orang itu secara umum, Nabi berseru: “Kapankah padang belantara akan bermekaran bagaikan bunga mawar? Kapankah Sion akan dibangun dalam kemuliaannya, dan di manakah bait suci-Mu akan berdiri, yang ke mana segala bangsa akan datang pada zaman terakhir?” (History of the Church, 1:189). Sesudah itu dia menerima wahyu ini.
1–3, Independence, Missouri, adalah tempat untuk Kota Sion dan bait suci; 4–7, Para Orang Suci mesti membeli tanah dan menerima warisan di area itu; 8–16, Sidney Gilbert mesti mendirikan sebuah toko, W. W. Phelps mesti menjadi pencetak, dan Oliver Cowdery mesti mengedit materi untuk penerbitan.
Bagian 58
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Sion, Jackson County, Missouri, 1 Agustus 1831 (History of the Church, 1:190–195). Pada Sabat pertama setelah tibanya Nabi dan rombongannya di Jackson County, Missouri, suatu kebaktian keagamaan diadakan, dan dua anggota diterima melalui baptisan. Selama minggu itu, beberapa dari para Orang Suci Colesville dari Cabang Thompson dan yang lainnya tiba (lihat bagian 54). Banyak yang sangat berhasrat untuk mempelajari kehendak Tuhan mengenai mereka di tempat pengumpulan yang baru.
1–5, Mereka yang bertahan dalam kesukaran akan dimahkotai dengan kemuliaan; 6–12, Para Orang Suci mesti bersiap bagi pernikahan Anak Domba dan perjamuan malam Tuhan; 13–18, Uskup adalah hakim di Israel; 19–23, Para Orang Suci mesti mematuhi hukum negara; 24–29, Manusia hendaknya menggunakan hak pilihan mereka untuk melakukan yang baik; 30–33, Tuhan memerintahkan dan mencabut; 34–43, Untuk bertobat, manusia mesti mengakui dan meninggalkan dosa-dosa mereka; 44–58, Para Orang Suci mesti membeli warisan mereka dan berkumpul di Missouri; 59–65, Injil mesti dikhotbahkan kepada setiap makhluk.
Bagian 59
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Sion, Jackson County, Missouri, 7 Agustus 1831 (History of the Church, 1:196–201). Mendahului catatannya dari wahyu ini, Nabi menulis secara rinci tentang tanah Sion, di mana orang-orang pada waktu itu dihimpun. Tanah itu dipersucikan, sebagaimana telah Tuhan arahkan, dan tempat untuk bait suci masa depan didedikasikan. Tuhan membuat perintah-perintah ini khususnya berlaku untuk para Orang Suci di Sion.
1–4, Para Orang Suci yang setia di Sion akan diberkati; 5–8, Mereka mesti mengasihi dan melayani Tuhan dan menaati perintah-perintah-Nya; 9–19, Dengan menjaga hari Tuhan kudus, para Orang Suci diberkati secara duniawi dan secara rohani; 20–24, Yang saleh dijanjikan kedamaian di dunia ini dan kehidupan kekal di dunia yang akan datang.
Bagian 60
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Jackson County, Missouri, 8 Agustus 1831 (History of the Church, 1:201–202). Pada kejadian ini para penatua yang telah ditetapkan untuk kembali ke Timur berhasrat untuk mengetahui bagaimana mereka hendaknya memulai dan melalui rute dan cara apa mereka hendaknya melakukan perjalanan.
1–9, Para penatua mesti mengkhotbahkan Injil di dalam jemaat-jemaat orang jahat; 10–14, Mereka janganlah membuang waktu mereka, tidak juga mengubur talenta mereka; 15–17, Mereka boleh membasuh kaki mereka sebagai suatu kesaksian menentang mereka yang menolak Injil.
Bagian 61
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di tepi Sungai Missouri, Lengkungan McIlwaine, 12 Agustus 1831 (History of the Church, 1:202–205). Pada perjalanan kembali mereka ke Kirtland, Nabi dan sepuluh penatua telah melakukan perjalanan menyusuri Sungai Missouri di dalam sampan. Pada hari ketiga perjalanan itu, banyak bahaya dialami. Penatua William W. Phelps, dalam suatu penglihatan siang hari, menyaksikan si penghancur berkendara dengan kuasa di atas permukaan perairan.
1–12, Tuhan telah menetapkan banyak kehancuran di atas perairan; 13–22, Perairan dikutuk oleh Yohanes, dan si penghancur bergerak di atas permukaannya; 23–29, Beberapa orang memiliki kuasa untuk memerintah perairan; 30–35, Para penatua mesti melakukan perjalanan berdua-dua dan mengkhotbahkan Injil; 36–39, Mereka mesti bersiap bagi kedatangan Putra Manusia.
Bagian 62
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di tepi Sungai Missouri di Chariton, Missouri, 13 Agustus 1831 (History of the Church, 1:205–206). Pada hari ini Nabi dan rombongannya, yang sedang dalam perjalanan mereka dari Independence ke Kirtland, bertemu beberapa penatua yang sedang dalam perjalanan mereka ke tanah Sion, dan, setelah salam yang penuh sukacita, menerima wahyu ini.
1–3, Kesaksian dicatat di dalam surga; 4–9, Para penatua mesti melakukan perjalanan dan berkhotbah menurut pertimbangan dan sebagaimana diarahkan oleh Roh.
Bagian 63
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, akhir bulan Agustus 1831 (History of the Church, 1:206–211). Nabi, Sidney Rigdon, dan Oliver Cowdery telah tiba di Kirtland pada tanggal 27 Agustus dari kunjungan mereka ke Missouri. Sebagai pengantar catatannya tentang wahyu ini, Nabi menulis, “Pada masa awal Gereja ini, ada suatu kegelisahan besar untuk mendapatkan firman Tuhan atas setiap pokok yang dengan cara apa pun berkenaan dengan keselamatan kita; dan karena tanah Sion sekarang adalah sasaran duniawi yang paling penting dalam pandangan, saya bertanya kepada Tuhan untuk informasi lebih lanjut atas pengumpulan para Orang Suci, dan pembelian tanah, dan masalah-masalah lain” (History of the Church, 1:207).
1–6, Suatu hari kemurkaan akan datang ke atas yang jahat; 7–12, Tanda-tanda datang melalui iman; 13–19, Para pezina dalam hati akan menyangkal iman dan dicampakkan ke dalam danau api; 20, Yang setia akan menerima warisan di atas bumi yang diubah rupa; 21, Sebuah catatan lengkap tentang peristiwa-peristiwa di atas Gunung Perubahan Rupa belum diungkapkan; 22–23, Yang patuh menerima misteri-misteri kerajaan; 24–31, Warisan di Sion mesti dibeli; 32–35, Tuhan menetapkan peperangan, dan yang jahat membunuh yang jahat; 36–48, Para Orang Suci mesti berkumpul ke Sion dan menyediakan uang untuk membangunnya; 49–54, Berkat-berkat diyakinkan bagi yang setia pada Kedatangan Kedua, dalam Kebangkitan, dan selama Milenium; 55–58, Inilah suatu hari peringatan; 59–66, Nama Tuhan digunakan dengan sia-sia oleh mereka yang menggunakannya tanpa wewenang.
Bagian 64
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada para penatua Gereja, di Kirtland, Ohio, 11 September 1831 (History of the Church, 1:211–214). Nabi sedang bersiap untuk pindah ke Hiram, Ohio, untuk memulai lagi pekerjaannya pada penerjemahan Alkitab, yang telah dikesampingkan saat dia berada di Missouri. Rombongan saudara yang telah diperintahkan untuk melakukan perjalanan ke Sion (Missouri) dengan sungguh-sungguh terlibat dalam membuat persiapan untuk berangkat pada bulan Oktober. Pada waktu yang sibuk ini, wahyu diterima.
1–11, Para Orang Suci diperintahkan untuk mengampuni satu sama lain, agar jangan ada tinggal pada mereka dosa yang lebih besar; 12–22, Yang tidak bertobat mesti dibawa ke hadapan Gereja; 23–25, Dia yang membayar persepuluhan tidak akan dibakar pada kedatangan Tuhan; 26–32, Para Orang Suci diperingatkan terhadap utang; 33–36, Yang memberontak akan disingkirkan dari Sion; 37–40, Gereja akan menghakimi bangsa-bangsa; 41–43, Sion akan tumbuh subur.
Bagian 65
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Hiram, Ohio, Oktober 1831 (History of the Church, 1:218). Nabi menunjuk wahyu ini sebagai sebuah doa.
1–2, Kunci-kunci kerajaan Allah dipercayakan kepada manusia di atas bumi, dan perkara Injil akan menang; 3–6, Kerajaan surga milenium akan datang dan bergabung dengan kerajaan Allah di atas bumi.
Bagian 66
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Orange, Ohio, 25 Oktober 1831 (History of the Church, 1:219–221). Ini adalah hari pertama suatu konferensi penting. Sebagai pengantar wahyu ini, Nabi menulis, “Atas permintaan William E. McLellin, saya bertanya kepada Tuhan, dan menerima yang berikut” (History of the Church, 1:220).
1–4, Perjanjian yang abadi adalah kegenapan Injil; 5–8, Para penatua mesti berkhotbah, bersaksi, dan bertukar pikiran dengan orang-orang; 9–13, Pelayanan rohaniwan yang setia memastikan sebuah warisan kehidupan kekal.
Bagian 67
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Hiram, Ohio, November 1831 (History of the Church, 1:224–225). Kejadiannya adalah sebuah konferensi khusus, dan penerbitan wahyu-wahyu yang telah diterima dari Tuhan melalui Nabi dipertimbangkan dan ditindaki (lihat uraian judul untuk bagian 1). Diputuskan bahwa Oliver Cowdery dan John Whitmer mesti membawa naskah wahyu-wahyu itu ke Independence, di mana W. W. Phelps akan menerbitkannya sebagai Kitab Perintah-Perintah. Banyak saudara memberikan kesaksian yang khusyuk bahwa wahyu-wahyu yang pada waktu itu disusun untuk penerbitan sungguh benar, sebagaimana dipersaksikan oleh Roh Kudus yang dicurahkan ke atas diri mereka. Nabi mencatat bahwa setelah wahyu yang dikenal sebagai bagian 1 telah diterima, beberapa percakapan negatif terjadi mengenai bahasa yang digunakan dalam wahyu-wahyu itu. Wahyu yang sekarang mengikuti.
1–3, Tuhan mendengar doa-doa dan mengawasi para penatua-Nya; 4–9, Dia menantang orang yang paling bijak untuk meniru yang terkecil dari wahyu-wahyu-Nya; 10–14, Penatua yang setia akan dihidupkan oleh Roh dan melihat muka Allah.
Bagian 68
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Hiram, Ohio, November 1831, atas permintaaan Orson Hyde, Luke S. Johnson, Lyman E. Johnson, dan William E. McLellin (History of the Church, 1:227–229). Walaupun wahyu ini diberikan sebagai tanggapan terhadap permohonan agar pikiran Tuhan disingkapkan mengenai para penatua yang disebutkan itu, banyak dari isinya berkaitan dengan seluruh Gereja.
1–5, Perkataan para penatua ketika digerakkan oleh Roh Kudus adalah tulisan suci; 6–12, Para penatua mesti berkhotbah dan membaptis, dan tanda-tanda akan mengikuti orang percaya yang sejati; 13–24, Anak sulung di antara para putra Harun boleh melayani sebagai Uskup Ketua (yaitu, memegang kunci-kunci presidensi sebagai uskup) di bawah arahan Presidensi Utama; 25–28, Para orang tua diperintahkan untuk mengajarkan Injil kepada anak-anak mereka; 29–35, Para Orang Suci mesti menghormati Sabat, bekerja dengan tekun, dan berdoa.
Bagian 69
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Hiram, Ohio, November 1831 (History of the Church, 1:234–235). Penyusunan wahyu-wahyu yang dimaksudkan untuk penerbitan awal telah disetujui pada konferensi khusus tanggal 1 November. Pada tanggal 3 November, wahyu di dalam ini yang tampil sebagai bagian 133 ditambahkan dan disebut Tambahan. Melalui tindakan konferensi, Oliver Cowdery ditetapkan untuk membawa naskah wahyu dan perintah yang telah disusun ke Independence, Missouri, untuk pencetakan. Dia juga mesti membawa bersamanya uang yang telah disumbangkan untuk pembangunan Gereja di Missouri. Karena lintasan perjalanannya akan membawanya melalui suatu kawasan yang jarang dimukimi menuju perbatasan, seorang rekan perjalanan dihasratkan.
1–2, John Whitmer mesti menyertai Oliver Cowdery ke Missouri; 3–8, Dia juga mesti berkhotbah dan mengumpulkan, mencatat, dan menulis data sejarah.
Bagian 70
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 12 November 1831 (History of the Church, 1:235–237). Sejarah yang ditulis oleh Nabi menyatakan bahwa empat konferensi khusus diadakan dari tanggal 1 sampai dengan 12 November. Pada yang terakhir dari pertemuan-pertemuan ini, kepentingan yang besar Kitab Perintah-Perintah, belakangan disebut Ajaran dan Perjanjian, dipertimbangkan; dan Nabi merujuk padanya sebagai “landasan Gereja pada zaman terakhir ini, dan manfaat bagi dunia, memperlihatkan bahwa kunci dari misteri-misteri kerajaan Juruselamat kita dipercayakan kembali kepada manusia” (History of the Church, 1:235).
1–5, Petugas pengawasan ditetapkan untuk menerbitkan wahyu-wahyu; 6–13, Mereka yang bekerja dalam apa yang rohani layak untuk upah mereka; 14–18, Para Orang Suci mesti setara dalam apa yang duniawi.
Bagian 71
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi dan Sidney Rigdon, di Hiram, Ohio, 1 Desember 1831 (History of the Church, 1:238–239). Nabi telah melanjutkan untuk menerjemahkan Alkitab bersama Sidney Rigdon sebagai tenaga penulisnya sampai wahyu ini diterima, yang pada waktu itu untuk sementara dikesampingkan sehingga memungkinkan mereka untuk memenuhi petunjuk yang diberikan di dalam ini. Saudara-saudara mesti pergi untuk berkhotbah supaya meredakan perasaan tidak ramah yang telah berkembang menentang Gereja sebagai akibat dari penerbitan beberapa artikel surat kabar oleh Ezra Booth, yang telah murtad.
1–4, Joseph Smith dan Sidney Rigdon diutus untuk mempermaklumkan Injil; 5–11, Musuh Orang Suci akan dibingungkan.
Bagian 72
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 4 Desember 1831 (History of the Church, 1:239–241). Beberapa penatua dan anggota telah berhimpun untuk mempelajari kewajiban mereka dan untuk lebih lanjut diteguhkan dalam ajaran-ajaran Gereja. Bagian ini adalah susunan dari dua wahyu yang diterima pada hari yang sama. Ayat 1 sampai 8 menyingkapkan pemanggilan Newel K. Whitney sebagai uskup. Dia kemudian dipanggil dan ditahbiskan, yang setelahnya ayat 9 sampai 26 diterima, memberikan informasi tambahan sehubungan dengan kewajiban uskup.
1–8, Para penatua mesti memberikan laporan tentang tugas pengawasan mereka kepada uskup; 9–15, Uskup mengawasi gudang penyimpanan dan mengurus yang miskin dan membutuhkan; 16–26, Uskup mesti menegaskan kelayakan penatua.
Bagian 73
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi dan Sidney Rigdon, di Hiram, Ohio, 10 Januari 1832 (History of the Church, 1:241–242). Sejak awal Desember sebelumnya, Nabi dan Sidney telah terlibat dalam pengkhotbahan, dan dengan sarana ini banyak yang dicapai dalam mengurangi perasaan tidak berkenan yang telah timbul menentang Gereja (lihat uraian judul untuk bagian 71).
1–2, Para penatua mesti melanjutkan untuk berkhotbah; 3–6, Joseph Smith dan Sidney Rigdon mesti melanjutkan menerjemahkan Alkitab sampai selesai.
Bagian 74
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, di Hiram, Ohio, Januari 1832 (History of the Church, 1:242). Nabi menulis: “Atas diterimanya firman yang terdahulu dari Tuhan [A&P 73], saya memulai lagi penerjemahan Tulisan Suci, dan bekerja dengan tekun sampai tepat sebelum konferensi, yang akan bersidang pada tanggal 25 Januari. Selama periode ini saya juga menerima yang berikut, sebagai penjelasan tentang Surat Pertama kepada Jemaat di Korintus, pasal ke-7, ayat ke-14” (History of the Church, 1:242).
1–5, Paulus menasihati Gereja pada zamannya untuk tidak menaati hukum Musa; 6–7, Anak-anak kecil adalah kudus dan dikuduskan melalui Pendamaian.
Bagian 75
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Amherst, Ohio, 25 Januari 1832 (History of the Church, 1:242–245). Kejadiannya adalah sebuah konferensi yang sebelumnya ditetapkan. Pada konferensi ini Joseph Smith didukung dan ditahbiskan sebagai Presiden Imamat Tinggi. Penatua tertentu, yang telah menghadapi kesulitan dalam membawa orang-orang pada suatu pengertian tentang pesan mereka, berhasrat untuk belajar lebih secara rinci sehubungan dengan kewajiban langsung mereka. Wahyu ini mengikuti.
1–5, Para penatua yang setia yang mengkhotbahkan Injil akan memperoleh kehidupan kekal; 6–12, Berdoalah untuk menerima Penghibur, yang mengajarkan segala hal; 13–22, Para penatua akan duduk dalam penghakiman pada mereka yang menolak pesan mereka; 23–36, Keluarga misionaris mesti menerima pertolongan dari Gereja.
Bagian 76
Suatu penglihatan yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi dan Sidney Rigdon, di Hiram, Ohio, 16 Februari 1832 (History of the Church, 1:245–252). Sebagai pengantar catatannya tentang penglihatan ini, Nabi menulis: “Sekembali saya dari konferensi Amherst, saya memulai lagi penerjemahan Tulisan Suci. Dari beragam wahyu yang telah diterima, adalah nyata bahwa banyak pokok penting bertalian dengan keselamatan manusia, telah diambil dari Alkitab, atau hilang sebelum itu disusun. Itu nampaknya terbukti sendiri dari kebenaran apa yang tersisa, bahwa jika Allah memberi pahala setiap orang menurut perbuatan yang dilakukan dalam tubuh istilah ‘Surga,’ yang dimaksudkan untuk rumah kekal para Orang Suci, mestilah mencakup lebih banyak kerajaan daripada satu. Sesuai dengan itu, … saat menerjemahkan Injil Yohanes, saya sendiri dan Penatua Rigdon melihat penglihatan berikut” (History of the Church, 1:245). Adalah setelah Nabi menerjemahkan Yohanes 5:29 ketika penglihatan ini diberikan.
1–4, Tuhan adalah Allah; 5–10, Misteri-misteri kerajaan akan diungkapkan kepada semua yang setia; 11–17, Semua orang akan tampil dalam kebangkitan orang saleh atau orang tidak saleh; 18–24, Penghuni di banyak dunia adalah putra dan putri yang diperanakkan bagi Allah melalui pendamaian Yesus Kristus; 25–29, Seorang malaikat Allah jatuh dan menjadi iblis; 30–49, Para putra kebinasaan menderita laknat kekal; semua orang yang lain memperoleh suatu tingkat keselamatan; 50–70, Kemuliaan dan pahala makhluk yang dipermuliakan di dalam kerajaan selestial diuraikan; 71–80, Mereka yang akan mewarisi kerajaan terestrial diuraikan; 81–113, Status mereka di dalam kemuliaan telestial, terestrial, dan selestial dijelaskan; 114–119, Yang setia boleh melihat dan mengerti misteri-misteri kerajaan Allah melalui kuasa Roh Kudus.
Bagian 77
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, di Hiram, Ohio, Maret 1832 (History of the Church, 1:253–255). Nabi menulis, “Sehubungan dengan penerjemahan Tulisan Suci, saya menerima penjelasan berikut tentang Wahyu Yohanes” (History of the Church, 1:253).
1–4, Binatang memiliki roh dan akan berdiam dalam kegembiraan kekal di atas bumi yang baka; 5–7, Bumi ini memiliki keberadaan duniawi selama 7.000 tahun; 8–10, Berbagai malaikat memulihkan Injil dan melayani di atas bumi; 11, Pemeteraian 144.000 orang; 12–14, Kristus akan datang pada awal ketujuh ribu tahun; 15, Dua nabi akan diangkat bagi bangsa Yahudi.
Bagian 78
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Hiram, Ohio, Maret 1832 (History of the Church, 1:255–257). Ordo diberikan Tuhan kepada Joseph Smith untuk tujuan mendirikan sebuah gudang penyimpanan bagi yang miskin. Tidaklah selalu dihasratkan bahwa identitas individu yang Tuhan tuju dalam wahyu-wahyu mesti diketahui oleh dunia; oleh sebab itu, dalam penerbitan ini dan beberapa wahyu kemudian saudara-saudara dirujuk dengan nama lain daripada nama mereka sendiri. Ketika keperluan telah berlalu untuk mempertahankan nama individu tak diketahui, nama mereka yang sebenarnya setelah itu diberikan dalam tanda kurung. Karena tidak ada kebutuhan vital untuk melanjutkan nama sandi, hanya nama sebenarnya sekarang digunakan di dalam ini sebagaimana diberikan dalam naskah asli.
1–4, Para Orang Suci hendaknya mengorganisasi dan mendirikan sebuah gudang penyimpanan; 5–12, Penggunaan yang bijak dari harta milik mereka akan menuntun pada keselamatan; 13–14, Gereja hendaknya mandiri dari kuasa duniawi; 15–16, Mikhael (Adam) melayani di bawah arahan Yang Kudus (Kristus); 17–22, Diberkatilah yang setia, karena mereka akan mewarisi segala sesuatu.
Bagian 79
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Hiram, Ohio, Maret 1832 (History of the Church, 1:257).
1–4, Jared Carter dipanggil untuk mengkhotbahkan Injil melalui Penghibur.
Bagian 80
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Hiram, Ohio, Maret 1832 (History of the Church, 1:257).
1–5, Stephen Burnett dan Eden Smith dipanggil untuk berkhotbah di tempat mana pun yang mereka pilih.
Bagian 81
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Hiram, Ohio, Maret 1832 (History of the Church, 1:257–258). Frederick G. Williams dipanggil untuk menjadi imam tinggi dan penasihat dalam Presidensi Imamat Tinggi. Catatan sejarah memperlihatkan bahwa ketika wahyu ini diterima pada bulan Maret 1832, itu memanggil Jesse Gause pada jabatan penasihat bagi Joseph Smith dalam Presidensi. Meskipun demikian, ketika dia lalai untuk melanjutkan dengan cara yang selaras dengan penetapan ini, panggilan itu sesudahnya dialihkan kepada Frederick G. Williams. Wahyu ini (tertanggal Maret 1832) hendaknya dianggap sebagai suatu langkah menuju pengorganisasian resmi Presidensi Utama, khususnya pemanggilan untuk jabatan penasihat dalam badan itu dan menjelaskan kewibawaan dari penetapan itu. Brother Gause melayani untuk suatu masa tetapi diekskomunikasi dari Gereja pada bulan Desember 1832. Brother Williams ditahbiskan pada jabatan yang dimaksudkan pada tanggal 18 Maret 1833.
1–2, Kunci-kunci kerajaan selalu dipegang oleh Presidensi Utama; 3–7, Jika Frederick G. Williams setia dalam pelayanannya, dia akan memperoleh kehidupan kekal.
Bagian 82
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, di Jackson County, Missouri, 26 April 1832 (History of the Church, 1:267–269). Kejadiannya adalah suatu dewan umum Gereja di mana Joseph Smith sang Nabi didukung sebagai Presiden Imamat Tinggi, yang pada jabatan itu dia telah sebelumnya ditahbiskan pada suatu konferensi imam tinggi, penatua, dan anggota, di Amherst, Ohio, 25 Januari 1832 (lihat uraian judul untuk bagian 75). Dahulunya nama yang tidak lazim digunakan pada penerbitan wahyu ini untuk menyembunyikan identitas orang yang disebutkan (lihat uraian judul untuk bagian 78).
1–4, Di mana banyak yang diberikan, banyak yang dituntut; 5–7, Kegelapan berkuasa di dunia; 8–13, Tuhan terikat ketika kita melakukan apa yang Dia firmankan; 14–18, Sion mesti meningkat dalam keindahan dan kekudusan; 19–24, Setiap orang hendaknya mengupayakan kepentingan sesamanya.
Bagian 83
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Independence, Missouri, 30 April 1832 (History of the Church, 1:269–270). Wahyu ini diterima ketika Nabi duduk dalam dewan bersama saudara-saudaranya.
1–4, Kaum wanita dan anak-anak memiliki tuntutan hak atas suami dan ayah mereka untuk tunjangan mereka; 5–6, Janda dan yatim piatu memiliki tuntutan hak atas Gereja untuk tunjangan mereka.
Bagian 84
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, 22 dan 23 September 1832 (History of the Church, 1:286–295). Selama bulan September, para penatua telah mulai kembali dari misi mereka di negara bagian-negara bagian sebelah timur dan membuat laporan tentang kerja mereka. Adalah saat mereka berada bersama dalam masa sukacita ini ketika komunikasi berikut diterima. Nabi menunjuknya sebagai sebuah wahyu tentang imamat.
1–5, Yerusalem Baru dan bait suci akan dibangun di Missouri; 6–17, Garis keimamatan dari Musa ke Adam diberikan; 18–25, Imamat yang lebih tinggi memegang kunci pengetahuan Allah; 26–32, Imamat yang lebih rendah memegang kunci pelayanan para malaikat dan Injil persiapan; 33–44, Manusia memperoleh kehidupan kekal melalui sumpah dan perjanjian imamat; 45–53, Roh Kristus menerangi manusia, dan dunia berada dalam dosa; 54–61, Para Orang Suci mesti bersaksi tentang hal-hal itu yang telah mereka terima; 62–76, Mereka mesti mengkhotbahkan Injil, dan tanda-tanda akan mengikuti; 77–91, Para penatua mesti pergi tanpa dompet atau tas, dan Tuhan akan mengurus kebutuhan mereka; 92–97, Wabah dan kutukan menunggu mereka yang menolak Injil; 98–102, Nyanyian baru penebusan Sion diberikan; 103–110, Biarlah setiap orang berdiri pada jabatannya sendiri dan bekerja pada pemanggilannya sendiri; 111–120, Para hamba Tuhan mesti mempermaklumkan kekejian pemusnahan di zaman terakhir.
Bagian 85
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 27 November 1832 (History of the Church, 1:298–299). Bagian ini adalah kutipan dari sepucuk surat Nabi kepada W. W. Phelps, yang tinggal di Independence, Missouri. Itu diberikan untuk menjawab pertanyaan tentang para Orang Suci itu yang telah pindah ke Sion tetapi yang belum menerima warisan mereka menurut ordo yang ditegakkan di dalam Gereja.
1–5, Warisan di Sion akan diterima melalui persucian; 6–12, Seseorang yang perkasa dan kuat akan memberikan kepada para Orang Suci warisan mereka di Sion.
Bagian 86
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 6 Desember 1832 (History of the Church, 1:300). Wahyu ini diterima saat Nabi sedang memeriksa ulang dan mengedit naskah terjemahan Alkitab.
1–7, Tuhan memberikan arti perumpamaan tentang gandum dan lalang; 8–11, Dia menjelaskan berkat-berkat imamat kepada mereka yang adalah ahli waris sah secara daging.
Bagian 87
Wahyu dan nubuat tentang perang, diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, 25 Desember 1832 (History of the Church, 1:301–302). Bagian ini diterima pada waktu ketika saudara-saudara sedang memikirkan dan bertukar pikiran tentang perbudakan orang Afrika di benua Amerika dan perbudakan anak-anak manusia di seluruh dunia.
1–4, Perang diramalkan antara Negara Bagian-Negara Bagian Utara dan Negara Bagian-Negara Bagian Selatan; 5–8, Malapetaka besar akan jatuh ke atas seluruh penghuni bumi.
Bagian 88
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi di Kirtland, Ohio, 27 Desember 1832 (History of the Church, 1:302–312). Itu ditunjuk oleh Nabi sebagai “ ‘daun zaitun’ … dipetik dari Pohon Firdaus, pesan kedamaian Tuhan kepada kita” (History of the Church, 1:316). Tampaknya dari catatan sejarah bahwa bagian-bagian dari wahyu ini diterima pada tanggal 27 dan 28 Desember 1832, dan 3 Januari 1833.
1–5, Para Orang Suci yang setia menerima Penghibur itu, yang adalah janji kehidupan kekal; 6–13, Segala sesuatu dikendalikan dan diatur melalui Terang Kristus; 14–16, Kebangkitan datang melalui Penebusan; 17–31, Kepatuhan pada hukum selestial, terestrial, atau telestial mempersiapkan manusia untuk masing-masing kerajaan dan kemuliaan itu; 32–35, Mereka yang menghendaki untuk tetap tinggal dalam dosa tetap saja kotor; 36–41, Semua kerajaan diatur melalui hukum; 42–45, Allah telah memberikan sebuah hukum bagi segala sesuatu; 46–50, Manusia akan memahami bahkan Allah; 51–61, Perumpamaan tentang orang yang mengutus para hambanya ke ladang dan mengunjungi mereka bergiliran; 62–73, Mendekatlah kepada Tuhan, dan kamu akan melihat muka-Nya; 74–80, Kuduskanlah dirimu dan saling ajarkanlah ajaran kerajaan; 81–85, Setiap orang yang telah diperingatkan hendaknya memperingatkan sesamanya; 86–94, Tanda-tanda, kehebohan unsur-unsur, dan para malaikat mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan; 95–102, Sangkakala malaikat memanggil yang mati dalam urutan mereka; 103–116, Sangkakala malaikat mempermaklumkan pemulihan Injil, kejatuhan Babilon, dan pertempuran Allah yang besar; 117–126, Upayakanlah pembelajaran, tegakkanlah sebuah rumah Allah (sebuah bait suci), dan kenakanlah pada dirimu ikatan kasih amal; 127–141, Tata tertib Sekolah Para Nabi dinyatakan, termasuk tata cara pembasuhan kaki.
Bagian 89
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 27 Februari 1833 (History of the Church, 1:327–329). Sebagai akibat dari saudara-saudara terdahulu menggunakan tembakau pada pertemuan mereka, Nabi dituntun untuk merenung tentang masalah itu; sebagai akibatnya, dia bertanya kepada Tuhan mengenainya. Wahyu ini, dikenal sebagai Firman Kebijaksanaan, adalah hasilnya. Tiga ayat yang pertama semula ditulis sebagai prakata dan uraian yang diilhami oleh Nabi.
1–9, Penggunaan air anggur, minuman keras, tembakau, dan minuman panas dilarang; 10–17, Tumbuhan berkhasiat, buah, daging, dan biji-bijian ditetapkan untuk penggunaan oleh manusia dan hewan; 18–21, Kepatuhan pada hukum Injil, termasuk Firman Kebijaksanaan, membawa berkat-berkat duniawi dan rohani.
Bagian 90
Wahyu kepada Joseph Smith sang Nabi, diberikan di Kirtland, Ohio, 8 Maret 1833 (History of the Church, 1:329–331). Wahyu ini adalah langkah lanjutan dalam pembentukan Presidensi Utama (lihat uraian judul untuk bagian 81); sebagai akibat darinya, para penasihat yang disebutkan ditahbiskan pada tanggal 18 Maret 1833.
1–5, Kunci-kunci kerajaan dipercayakan kepada Joseph Smith dan melaluinya kepada Gereja; 6–7, Sidney Rigdon dan Frederick G. Williams mesti melayani dalam Presidensi Utama; 8–11, Injil mesti dikhotbahkan kepada bangsa-bangsa Israel, kepada bangsa-bangsa bukan Israel, dan kepada bangsa Yahudi, setiap orang mendengar dalam bahasanya sendiri; 12–18, Joseph Smith dan para penasihatnya mesti menertibkan Gereja; 19–37, Berbagai individu dinasihati oleh Tuhan untuk berjalan dengan lurus dan melayani di dalam kerajaan-Nya.
Bagian 91
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 9 Maret 1833 (History of the Church, 1:331–332). Nabi pada waktu itu terlibat dalam penerjemahan Perjanjian Lama. Ketika sampai pada bagian itu dari tulisan kuno yang disebut Apokrifa, dia bertanya kepada Tuhan dan menerima petunjuk ini.
1–3, Apokrifa sebagian besar diterjemahkan secara benar tetapi memuat banyak penyisipan oleh tangan manusia yang tidak benar; 4–6, Itu bermanfaat bagi mereka yang diterangi oleh Roh.
Bagian 92
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 15 Maret 1833 (History of the Church, 1:333). Wahyu itu diarahkan kepada Frederick G. Williams, yang belum lama berselang telah ditetapkan sebagai penasihat dalam Presidensi Utama.
1–2, Tuhan memberikan sebuah perintah yang berhubungan dengan penerimaan pada ordo gabungan.
Bagian 93
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 6 Mei 1833 (History of the Church, 1:343–346).
1–5, Semua yang setia akan melihat Tuhan; 6–18, Yohanes memberikan kesaksian bahwa Putra Allah berkembang dari kasih karunia ke kasih karunia sampai Dia menerima kegenapan kemuliaan Bapa; 19–20, Orang-orang yang setia, berkembang dari kasih karunia ke kasih karunia, akan juga menerima kegenapan-Nya; 21–22, Mereka yang diperanakkan melalui Kristus adalah Gereja Anak Sulung; 23–28, Kristus menerima kegenapan segala kebenaran, dan manusia melalui kepatuhan boleh melakukan yang demikian juga; 29–32, Manusia pada awalnya berada bersama Allah; 33–35, Unsur-unsur adalah kekal, dan manusia boleh menerima kegenapan sukacita dalam Kebangkitan; 36–37, Kemuliaan Allah adalah kecerdasan; 38–40, Anak-anak tidak berdosa di hadapan Allah karena penebusan Kristus; 41–53, Saudara-saudara yang memimpin diperintahkan untuk menertibkan keluarga mereka.
Bagian 94
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 6 Mei 1833 (History of the Church, 1:346–347). Hyrum Smith, Reynolds Cahoon, dan Jared Carter ditetapkan sebagai komite gedung Gereja.
1–9, Tuhan memberikan sebuah perintah berhubungan dengan pendirian sebuah rumah untuk pekerjaan Presidensi; 10–12, Sebuah rumah percetakan mesti dibangun; 13–17, Warisan tertentu ditentukan.
Bagian 95
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 1 Juni 1833 (History of the Church, 1:350–352). Wahyu ini adalah kelanjutan dari arahan ilahi untuk membangun rumah-rumah untuk ibadat dan petunjuk, khususnya rumah Tuhan (lihat bagian 88:119–136 dan bagian 94).
1–6, Para Orang Suci didera karena kelalaian mereka untuk membangun rumah Tuhan; 7–10, Tuhan berhasrat menggunakan rumah-Nya untuk memberkahi umat-Nya dengan kuasa dari tempat yang tinggi; 11–17, Rumah itu mesti didedikasikan sebagai sebuah tempat ibadat dan untuk sekolah para Rasul.
Bagian 96
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, memperlihatkan tata tertib kota atau pasak Sion di Kirtland, Ohio, 4 Juni 1833, diberikan sebagai sebuah contoh kepada para Orang Suci di Kirtland (History of the Church, 1:352–353). Kejadiannya adalah sebuah konferensi para imam tinggi, dan pokok utama pertimbangannya adalah pelepasan tanah tertentu, yang dikenal sebagai tanah pertanian French, yang dimiliki oleh Gereja di dekat Kirtland. Karena konferensi tidak dapat menyepakati siapa yang mesti bertanggung jawab atas tanah pertanian itu, semua sepakat untuk bertanya kepada Tuhan mengenai masalah ini.
1, Pasak Kirtland di Sion mesti dijadikan kuat; 2–5, Uskup mesti membagi warisan bagi para Orang Suci; 6–9, John Johnson mesti menjadi anggota ordo gabungan.
Bagian 97
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 2 Agustus 1833 (History of the Church, 1:400–402). Wahyu ini berurusan terutama sekali dengan urusan para Orang Suci di Sion, Jackson County, Missouri, sebagai tanggapan terhadap pertanyaan Nabi kepada Tuhan untuk informasi. Para anggota Gereja di Missouri pada waktu ini mengalami penganiayaan yang hebat dan, pada tanggal 23 Juli 1833, telah dipaksa untuk menandatangani suatu kesepakatan untuk meninggalkan Jackson County.
1–2, Banyak Orang Suci di Sion (Jackson County, Missouri) diberkati karena kesetiaan mereka; 3–5, Parley P. Pratt dipuji atas kerjanya di dalam sekolah di Sion; 6–9, Mereka yang menepati perjanjian mereka diterima oleh Tuhan; 10–17, Sebuah rumah mesti dibangun di Sion yang di dalamnya yang murni hatinya akan melihat Allah; 18–21, Sion adalah yang murni hatinya; 22–28, Sion akan lolos dari pencambukan Tuhan jika setia.
Bagian 98
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 6 Agustus 1833 (History of the Church, 1:403–406). Wahyu ini datang sebagai akibat dari penganiayaan atas para Orang Suci di Missouri. Adalah alami bahwa para Orang Suci di Missouri, setelah menderita secara jasmani dan juga setelah kehilangan harta milik, akan merasakan kecondongan ke arah tuntutan pembalasan dan pembalasan dendam. Oleh karena itu, Tuhan memberikan wahyu ini. Walaupun beberapa berita tentang persoalan di Missouri tanpa keraguan telah sampai kepada Nabi di Kirtland (sembilan ratus mil jauhnya), keseriusan situasi itu telah dapat diketahui olehnya pada tanggal ini hanya melalui wahyu.
1–3, Kesengsaraan para Orang Suci adalah demi kebaikan mereka; 4–8, Para Orang Suci mesti bersahabat dengan hukum negara berdasarkan undang-undang dasar; 9–10, Orang-orang yang jujur, bijak, dan baik hendaknya didukung untuk pemerintahan duniawi; 11–15, Mereka yang menyerahkan nyawa mereka dalam perkara Tuhan akan memperoleh kehidupan kekal; 16–18, Tampiklah perang dan permaklumkanlah perdamaian; 19–22, Para Orang Suci di Kirtland ditegur dan diperintahkan untuk bertobat; 23–32, Tuhan mengungkapkan hukum-hukum-Nya yang mengatur penganiayaan dan kesengsaraan yang dibebankan kepada umat-Nya; 33–38, Perang dibenarkan hanya ketika Tuhan memerintahkannya; 39–48, Para Orang Suci mesti mengampuni musuh mereka, yang, jika mereka bertobat, juga akan lolos dari pembalasan Tuhan.
Bagian 99
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada John Murdock, Agustus 1832, di Hiram, Ohio. Walaupun edisi-edisi dari Ajaran dan Perjanjian mulai tahun 1876 telah mendaftar wahyu ini sebagai Kirtland, Agustus 1833, edisi-edisi yang lebih awal dan catatan sejarah yang lain menegaskan informasi yang tepat.
1–8, John Murdock dipanggil untuk mempermaklumkan Injil, dan mereka yang menerimanya menerima Tuhan dan akan mendapatkan belas kasihan.
Bagian 100
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi dan Sidney Rigdon, di Perrysburg, New York, 12 Oktober 1833 (History of the Church, 1:416, 419–421). Dua saudara ini, setelah tidak berada bersama keluarga mereka untuk beberapa hari, merasakan kerisauan tentang mereka.
1–4, Joseph dan Sidney mesti mengkhotbahkan Injil demi keselamatan jiwa; 5–8, Akan diberikan kepada mereka pada jam yang tepat apa yang hendaknya mereka katakan; 9–12, Sidney mesti menjadi juru bicara dan Joseph mesti menjadi pewahyu dan perkasa dalam kesaksian; 13–17, Tuhan akan mengangkat suatu umat yang murni, dan yang patuh akan diselamatkan.
Bagian 101
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 16 Desember 1833 (History of the Church, 1:458–464). Pada waktu ini para Orang Suci yang telah berkumpul di Missouri sedang menderita penganiayaan hebat. Gerombolan perusuh telah menghalau mereka dari rumah mereka di Jackson County dan sebagian Orang Suci telah mencoba untuk menempatkan diri mereka di Van Buren County, tetapi penganiayaan mengikuti mereka. Kelompok utama para Orang Suci berada pada waktu itu di Clay County, Missouri. Ancaman kematian terhadap individu di Gereja ada banyak. Orang-orang telah kehilangan perabot rumah tangga, pakaian, hewan piaraan, dan harta milik pribadi lainnya; dan banyak hasil panen mereka telah dirusak.
1–8, Para Orang Suci didera dan disengsarakan karena pelanggaran mereka; 9–15, Keberangan Tuhan akan jatuh ke atas bangsa-bangsa, tetapi umat-Nya akan dikumpulkan dan dihibur; 16–21, Sion dan pasak-pasaknya akan ditegakkan; 22–31, Kodrat kehidupan selama Milenium dinyatakan; 32–42, Para Orang Suci akan diberkati dan diberi pahala pada waktu itu; 43–62, Perumpamaan bangsawan dan pohon zaitun menandakan kesusahan dan penebusan Sion pada akhirnya; 63–75, Para Orang Suci mesti melanjutkan berkumpul bersama; 76–80, Tuhan menegakkan Undang-Undang Dasar Amerika Serikat; 81–101, Para Orang Suci mesti menuntut ganti rugi atas keluhan, menurut perumpamaan wanita dan hakim yang tidak adil.
Bagian 102
Risalah tentang pengorganisasian dewan tinggi Gereja yang pertama, di Kirtland, Ohio, 17 Februari 1834 (History of the Church, 2:28–31). Risalah yang asli dicatat oleh Penatua Oliver Cowdery dan Penatua Orson Hyde. Dua hari kemudian, risalah itu dikoreksi oleh Nabi, dibacakan kepada dewan tinggi, dan diterima oleh dewan itu. Ayat 30 sampai 32, menyangkut Dewan Dua Belas Rasul, ditambahkan oleh Nabi Joseph Smith pada tahun 1835 ketika dia mempersiapkan bagian ini untuk penerbitan dalam Ajaran dan Perjanjian.
1–8, Suatu dewan tinggi ditetapkan untuk membereskan kesulitan penting yang timbul di dalam Gereja; 9–18, Prosedur diberikan untuk pemeriksaan perkara; 19–23, Presiden dewan memberikan keputusan; 24–34, Prosedur untuk banding dinyatakan.
Bagian 103
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 24 Februari 1834 (History of the Church, 2:36–39). Wahyu ini diterima setelah tibanya di Kirtland, Ohio, Parley P. Pratt dan Lyman Wight, yang telah datang dari Missouri untuk berunding dengan Nabi sehubungan dengan pertolongan dan pemulihan para Orang Suci ke tanah mereka di Jackson County.
1–4, Mengapa Tuhan mengizinkan para Orang Suci di Jackson County dianiaya; 5–10, Para Orang Suci akan berjaya jika mereka menaati perintah-perintah; 11–20, Penebusan Sion akan datang melalui kuasa, dan Tuhan akan pergi di hadapan umat-Nya; 21–28, Para Orang Suci mesti berkumpul di Sion, dan mereka yang menyerahkan nyawa mereka akan mendapatkannya kembali; 29–40, Berbagai saudara dipanggil untuk mengorganisasi Kamp Sion dan pergi ke Sion; mereka dijanjikan kemenangan jika mereka setia.
Bagian 104
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, 23 April 1834, mengenai ordo gabungan, atau tata tertib Gereja demi manfaat yang miskin (History of the Church, 2:54–60). Kejadiannya yaitu sebuah pertemuan dewan Presidensi Utama dan imam tinggi yang lain, yang di dalamnya kebutuhan duniawi yang mendesak dari umat telah diberikan pertimbangan. Ordo gabungan di Kirtland mesti untuk sementara waktu dibubarkan dan diorganisasi kembali, dan harta milik sebagai tugas pengawasan mesti dibagi di antara para anggota ordo.
1–10, Para Orang Suci yang melanggar terhadap ordo gabungan akan dikutuk; 11–16, Tuhan menyediakan bagi para Orang Suci-Nya dengan cara-Nya sendiri; 17–18, Hukum Injil mengatur pengurusan bagi yang miskin; 19–46, Tugas pengawasan dan berkat-berkat berbagai saudara ditunjuk; 47–53, Ordo gabungan di Kirtland dan ordo di Sion mesti dikerjakan secara terpisah; 54–66, Perbendaharaan sakral Tuhan didirikan untuk pencetakan tulisan suci; 67–77, Perbendaharaan umum ordo gabungan mesti dikerjakan atas dasar persetujuan bersama; 78–86, Mereka yang di dalam ordo gabungan mesti membayar semua utang mereka, dan Tuhan akan membebaskan mereka dari penawanan keuangan.
Bagian 105
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di dekat Sungai Fishing, Missouri, 22 Juni 1834 (History of the Church, 2:108–111). Kekerasan gerombolan perusuh melawan para Orang Suci di Missouri telah meningkat, dan kelompok yang terorganisasi dari beberapa kabupaten telah memaklumkan maksud mereka untuk menghancurkan umat. Nabi telah datang dari Kirtland sebagai kepala rombongan yang dikenal sebagai Kamp Sion, membawa pakaian dan perbekalan. Saat rombongan ini berkemah di dekat Sungai Fishing, Nabi menerima wahyu ini.
1–5, Sion akan dibangun dengan kesepadanan terhadap hukum selestial; 6–13, Penebusan Sion ditangguhkan untuk suatu masa yang singkat; 14–19, Tuhan akan berperang bagi pertempuran Sion; 20–26, Para Orang Suci mesti bijak dan tidak sesumbar tentang pekerjaan yang dahsyat sewaktu mereka berkumpul; 27–30, Tanah di Jackson dan kabupaten yang berdekatan hendaknya dibeli; 31–34, Para penatua mesti menerima pemberkahan di dalam rumah Tuhan di Kirtland; 35–37, Para Orang Suci baik yang dipanggil maupun dipilih akan dikuduskan; 38–41, Para Orang Suci mesti mengangkat suatu panji perdamaian kepada dunia.
Bagian 106
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, 25 November 1834 (History of the Church, 2:170–171). Wahyu ini diarahkan kepada Warren A. Cowdery, kakak laki-laki Oliver Cowdery.
1–3, Warren A. Cowdery dipanggil sebagai pejabat ketua lokal; 4–5, Kedatangan Kedua tidak akan mendatangi anak-anak terang bagaikan pencuri; 6–8, Berkat-berkat besar mengikuti pelayanan yang setia di dalam Gereja.
Bagian 107
Wahyu tentang imamat, diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Kirtland, Ohio, tertanggal 28 Maret 1835 (History of the Church, 2:209–217). Pada tanggal tersebut, Dua Belas bertemu dalam dewan, mengakui kelemahan dan kekurangan individu mereka, mengutarakan pertobatan, dan mencari bimbingan lebih lanjut dari Tuhan. Mereka hampir berpisah untuk misi ke distrik-distrik yang ditentukan. Walaupun penggalan dari bagian ini diterima pada tanggal tersebut, catatan sejarah menandaskan bahwa berbagai bagian diterima pada beragam waktu, beberapa bahkan sejak November 1831.
1–6, Ada dua imamat: Melkisedek dan Harun; 7–12, Mereka yang memegang Imamat Melkisedek memiliki kuasa untuk bertugas dalam semua jabatan di dalam Gereja; 13–17, Keuskupan mengetuai Imamat Harun, yang melaksanakan tata cara-tata cara lahiriah; 18–20, Imamat Melkisedek memegang kunci-kunci segala berkat rohani; Imamat Harun memegang kunci-kunci pelayanan para malaikat; 21–38, Presidensi Utama, Dua Belas, dan Tujuh Puluh merupakan kuorum-kuorum ketua, yang keputusannya mesti dibuat dalam kesatuan dan kebenaran; 39–52, Tata tertib kebapabangsaan ditegakkan dari Adam sampai Nuh; 53–57, Para Orang Suci zaman dahulu berhimpun di Adam-ondi-Ahman, dan Tuhan menampakkan diri kepada mereka; 58–67, Dua Belas mesti menertibkan para pejabat Gereja; 68–76, Uskup melayani sebagai hakim umum di Israel; 77–84, Presidensi Utama dan Dua Belas merupakan pengadilan paling tinggi di dalam Gereja; 85–100, Para presiden imamat mengatur kuorum mereka masing-masing.
Bagian 108
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi di Kirtland, Ohio, 26 Desember 1835 (History of the Church, 2:345). Bagian ini diterima atas permintaan Lyman Sherman, yang sebelumnya telah ditahbiskan sebagai imam tinggi dan tujuh puluh dan yang telah datang kepada Nabi dengan suatu permintaan akan sebuah wahyu untuk menyingkapkan kewajibannya.
1–3, Lyman Sherman diampuni dosa-dosanya; 4–5, Dia akan terbilang di antara para penatua yang memimpin Gereja; 6–8, Dia dipanggil untuk mengkhotbahkan Injil dan menguatkan saudara-saudaranya.
Bagian 109
Doa yang dipersembahkan pada pendedikasian bait suci di Kirtland, Ohio, 27 Maret 1836 (History of the Church, 2:420–426). Menurut pernyataan tertulis Nabi, doa ini diberikan kepadanya melalui wahyu.
1–5, Bait Suci Kirtland dibangun sebagai sebuah tempat bagi Putra Manusia untuk berkunjung; 6–21, Itu mesti menjadi sebuah rumah untuk doa, puasa, iman, pembelajaran, kemuliaan, dan ketertiban, dan sebuah rumah Allah; 22–33, Semoga yang tidak bertobat yang menentang umat Tuhan dibingungkan; 34–42, Semoga para Orang Suci pergi dengan kuasa untuk mengumpulkan yang saleh ke Sion; 43–53, Semoga para Orang Suci dibebaskan dari apa yang menakutkan yang akan dicurahkan ke atas yang jahat pada zaman terakhir; 54–58, Semoga bangsa dan khalayak serta gereja dipersiapkan bagi Injil; 59–67, Semoga orang-orang Yahudi, orang-orang Laman, dan seluruh Israel ditebus; 68–80, Semoga para Orang Suci dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan dan memperoleh keselamatan kekal.
Bagian 110
Penglihatan-penglihatan yang dinyatakan kepada Joseph Smith sang Nabi dan Oliver Cowdery di dalam bait suci di Kirtland, Ohio, 3 April 1836 (History of the Church, 2:435–436). Kejadiannya yaitu sebuah pertemuan hari Sabat. Nabi mengantar catatannya tentang pernyataan itu dengan perkataan ini: “Pada siang hari, saya membantu para Presiden yang lain mengedarkan Perjamuan Malam Tuhan kepada Gereja, menerimanya dari Dua Belas, yang adalah hak istimewanya untuk bertugas di meja yang kudus hari ini. Setelah melaksanakan pelayanan ini kepada saudara-saudara saya, saya mengundurkan diri ke mimbar, dengan tabir diturunkan, dan membungkukkan diri saya, bersama Oliver Cowdery, dalam doa yang khusyuk dan hening. Setelah bangkit dari doa, penglihatan berikut dibukakan kepada kami berdua” (History of the Church, 2:435).
1–10, Tuhan Yehova menampakkan diri dalam kemuliaan dan menerima Bait Suci Kirtland sebagai rumah-Nya; 11–12, Musa dan Elias masing-masing menampakkan diri dan memercayakan kunci-kunci dan dispensasi mereka; 13–16, Elia kembali dan memercayakan kunci-kunci dispensasinya sebagaimana dijanjikan oleh Maleakhi.
Bagian 111
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Salem, Massachusetts, 6 Agustus 1836 (History of the Church, 2:465–466). Pada waktu ini para pemimpin Gereja banyak berutang berhubung kerja mereka dalam pelayanan. Mendengar bahwa sejumlah besar uang akan tersedia bagi mereka di Salem, sang Nabi, Sidney Rigdon, Hyrum Smith, dan Oliver Cowdery melakukan perjalanan ke sana dari Kirtland, Ohio, untuk menyelidiki pernyataan ini, sekalian dengan mengkhotbahkan Injil. Saudara-saudara bertransaksi untuk beberapa butir urusan Gereja dan melakukan beberapa pengkhotbahan. Ketika menjadi nyata bahwa tidak ada uang yang akan tersedia, mereka kembali ke Kirtland. Beberapa unsur yang menyolok pada latar belakangnya dicerminkan dalam pengutaraan wahyu ini.
1–5, Tuhan mengurus kebutuhan duniawi para hamba-Nya; 6–11, Dia akan mengurus dengan penuh belas kasihan terhadap Sion dan menata segala sesuatu demi kebaikan para hamba-Nya.
Bagian 112
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi kepada Thomas B. Marsh, di Kirtland, Ohio, 23 Juli 1837 (History of the Church, 2:499–501). Wahyu ini memuat firman Tuhan kepada Thomas B. Marsh mengenai Dua Belas Rasul Anak Domba. Nabi mencatat bahwa wahyu ini diterima pada hari saat Injil pertama dikhotbahkan di Inggris. Thomas B. Marsh pada waktu ini adalah Presiden Kuorum Dua Belas Rasul.
1–10, Dua Belas Rasul mesti mewartakan Injil dan mengangkat suara peringatan kepada segala bangsa dan khalayak; 11–15, Mereka mesti memikul salib mereka, mengikuti Yesus, dan memberi makan domba-domba-Nya; 16–20, Mereka yang menerima Presidensi Utama menerima Tuhan; 21–29, Kegelapan menutupi bumi, dan hanya mereka yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan; 30–34, Presidensi Utama dan Dua Belas memegang kunci-kunci dispensasi kegenapan zaman.
Bagian 113
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu tentang tulisan Yesaya, diberikan oleh Joseph Smith sang Nabi, Maret 1838 (History of the Church, 3:9–10).
1–6, Tunggul Isai, tunas yang tumbuh darinya, dan pangkal Isai diidentifikasi; 7–10, Sisa Sion yang tercerai-berai memiliki hak atas imamat dan dipanggil untuk kembali kepada Tuhan.
Bagian 114
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Far West, Missouri, 17 April 1838 (History of the Church, 3:23).
1–2, Jabatan Gereja yang dipegang oleh mereka yang tidak setia akan diberikan kepada yang lain.
Bagian 115
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Far West, Missouri, 26 April 1838, menyingkapkan kehendak Allah mengenai pembangunan tempat itu dan rumah Tuhan (History of the Church, 3:23–25). Wahyu ini ditujukan kepada para pejabat ketua Gereja.
1–4, Tuhan menamai gereja-Nya Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir; 5–6, Sion dan pasak-pasaknya adalah tempat pertahanan dan perlindungan bagi para Orang Suci; 7–16, Para Orang Suci diperintahkan untuk membangun sebuah rumah Tuhan di Far West; 17–19, Joseph Smith memegang kunci-kunci kerajaan Allah di atas bumi.
Bagian 116
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, di dekat Wight’s Ferry, di sebuah tempat yang dinamakan Spring Hill, Daviess County, Missouri, 19 Mei 1838 (History of the Church, 3:35).
Bagian 117
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Far West, Missouri, 8 Juli 1838, mengenai kewajiban langsung William Marks, Newel K. Whitney, dan Oliver Granger (History of the Church, 3:45–46).
1–9, Para hamba Tuhan janganlah mendambakan apa yang duniawi, karena “apakah harta milik bagi Tuhan?”; 10–16, Mereka mesti meninggalkan kepicikan jiwa, dan pengurbanan mereka akan menjadi sakral bagi Tuhan.
Bagian 118
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Far West, Missouri, 8 Juli 1838, sebagai tanggapan terhadap permohonan, “Perlihatkanlah kami kehendak-Mu, ya Tuhan, mengenai Dua Belas” (History of the Church, 3:46).
1–3, Tuhan akan menyediakan bagi keluarga-keluarga Dua Belas; 4–6, Kekosongan di dalam Dua Belas diisi.
Bagian 119
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Far West, Missouri, 8 Juli 1838, sebagai jawaban terhadap permohonannya: “Ya Tuhan! Perlihatkanlah kepada hamba-Mu berapa banyak Engkau tuntut dari harta milik umat-Mu untuk persepuluhan” (History of the Church, 3:44). Hukum persepuluhan, sebagaimana dimengerti dewasa ini, belum diberikan kepada Gereja sebelum wahyu ini. Istilah persepuluhan dalam doa yang baru saja dikutip dan dalam wahyu-wahyu sebelumnya (64:23; 85:3; 97:11) bukan berarti hanya sepersepuluh, tetapi seluruh persembahan, atau sumbangan sukarela, ke dana Gereja. Tuhan telah sebelumnya memberikan kepada Gereja hukum persucian dan tugas pengawasan harta milik, yang para anggota (terutama para penatua yang memimpin) masuk ke dalamnya melalui sebuah perjanjian yang mestinya adalah abadi. Karena kelalaian dari pihak banyak orang untuk menuruti perjanjian ini, Tuhan menariknya untuk suatu masa dan memberikan sebagai gantinya hukum persepuluhan kepada seluruh Gereja. Nabi menanyakan Tuhan berapa banyak dari harta milik mereka yang Dia tuntut untuk tujuan-tujuan sakral. Jawabannya adalah wahyu ini.
1–5, Para Orang Suci mesti membayar kelebihan harta milik mereka dan kemudian memberikan, sebagai persepuluhan, sepersepuluh dari penghasilan tahunan mereka; 6–7, Cara seperti itu akan menguduskan tanah Sion.
Bagian 120
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Far West, Missouri, 8 Juli 1838, menyingkapkan pengaturan pelepasan harta milik sebagai pembayaran persepuluhan sebagaimana disebutkan dalam wahyu yang mendahului, bagian 119 (History of the Church, 3:44).
Bagian 121
Doa dan nubuat yang ditulis oleh Joseph Smith sang Nabi saat dia menjadi tahanan di dalam penjara di Liberty, Missouri, tertanggal 20 Maret 1839 (History of the Church, 3:289–300). Nabi dan beberapa rekan telah berbulan-bulan berada di dalam tahanan. Petisi dan permohonan banding mereka yang diarahkan kepada para pejabat eksekutif dan kehakiman telah gagal untuk membawa pertolongan bagi mereka.
1–6, Nabi memohon kepada Tuhan bagi para Orang Suci yang menderita; 7–10, Tuhan memfirmankan kedamaian kepadanya; 11–17, Terkutuklah mereka semua yang membangkitkan seruan pelanggaran palsu terhadap umat Tuhan; 18–25, Mereka tidak akan memiliki hak atas imamat dan akan dilaknat; 26–32, Wahyu-wahyu yang mulia dijanjikan kepada mereka yang bertahan dengan gagah berani; 33–40, Mengapa banyak orang yang dipanggil dan sedikit yang dipilih; 41–46, Imamat hendaknya digunakan hanya dalam kesalehan.
Bagian 122
Firman Tuhan kepada Joseph Smith sang Nabi, saat dia menjadi tahanan di dalam penjara di Liberty, Missouri, Maret 1839 (History of the Church, 3:300–301).
1–4, Ujung-ujung bumi akan bertanya tentang nama Joseph Smith; 5–7, Segala bahaya dan penderitaan beratnya akan memberinya pengalaman dan demi kebaikannya; 8–9, Putra Manusia telah turun ke bawah itu semua.
Bagian 123
Kewajiban para Orang Suci dalam hubungan dengan para penganiaya mereka, sebagaimana dinyatakan oleh Joseph Smith sang Nabi, saat menjadi tahanan di dalam penjara di Liberty, Missouri, Maret 1839 (History of the Church, 3:302–303).
1–6, Para Orang Suci hendaknya mengumpulkan dan menerbitkan laporan tentang penderitaan dan penganiayaan mereka; 7–10, Roh yang sama yang menegakkan pernyataan kepercayaan palsu juga menuntun pada penganiayaan para Orang Suci; 11–17, Banyak di antara segala sekte masih akan menerima kebenaran.
Bagian 124
Wahyu yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, di Nauvoo, Illinois, 19 Januari 1841 (History of the Church, 4:274–286). Karena meningkatnya penganiayaan dan prosedur tidak sah terhadap mereka oleh para pejabat pemerintah, para Orang Suci telah dipaksa untuk meninggalkan Missouri. Perintah pemberantasan yang diterbitkan oleh Lilburn W. Boggs, gubernur Missouri, tertanggal 27 Oktober 1838, telah membiarkan mereka tanpa alternatif (History of the Church, 3:175). Pada tahun 1841, ketika wahyu ini diberikan, Kota Nauvoo, menduduki tempat dari desa terdahulu Commerce, Illinois, telah dibangun oleh para Orang Suci, dan di sinilah kantor pusat Gereja telah ditegakkan.
1–14, Joseph Smith diperintahkan untuk membuat suatu maklumat khusyuk mengenai Injil kepada presiden Amerika Serikat, gubernur, dan penguasa segala bangsa; 15–21, Hyrum Smith, David W. Patten, Joseph Smith, Sr., dan yang lain di antara yang hidup dan yang mati diberkati karena integritas dan kebajikan mereka; 22–28, Para Orang Suci diperintahkan untuk membangun baik sebuah rumah penginapan bagi orang asing maupun sebuah bait suci di Nauvoo; 29–36, Baptisan bagi yang mati mesti dilaksanakan di dalam bait suci; 37–44, Umat Tuhan selalu membangun bait suci untuk pelaksanaan tata cara kudus; 45–55, Para Orang Suci dibebaskan dari membangun bait suci di Jackson County karena penindasan oleh musuh mereka; 56–83, Arahan diberikan untuk pembangunan Wisma Nauvoo; 84–96, Hyrum Smith dipanggil untuk menjadi bapa bangsa, untuk menerima kunci-kunci, dan untuk menggantikan tempat Oliver Cowdery; 97–122, William Law dan yang lain dinasihati dalam kerja mereka; 123–145, Para pejabat umum dan lokal disebutkan, sekalian dengan kewajiban dan pertalian kuorum mereka.
Bagian 125
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Nauvoo, Illinois, Maret 1841, mengenai para Orang Suci di Teritorial Iowa (History of the Church, 4:311–312).
1–4, Para Orang Suci mesti membangun kota-kota dan berkumpul ke pasak-pasak Sion.
Bagian 126
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di dalam rumah Brigham Young, di Nauvoo, Illinois, 9 Juli 1841 (History of the Church, 4:382). Pada waktu ini Brigham Young adalah Presiden Kuorum Dua Belas Rasul.
1–3, Brigham Young dipuji atas kerjanya dan dibebaskan dari perjalanan ke luar daerah di masa depan.
Bagian 127
Sepucuk surat dari Joseph Smith sang Nabi kepada para Orang Suci Zaman Akhir di Nauvoo, Illinois, memuat arahan tentang baptisan bagi yang mati, tertanggal Nauvoo, 1 September 1842 (History of the Church, 5:142–144).
1–4, Joseph Smith bermegah dalam penganiayaan dan kesukaran; 5–12, Catatan mesti disimpan berhubungan dengan baptisan bagi yang mati.
Bagian 128
Sepucuk surat dari Joseph Smith sang Nabi kepada Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, memuat arahan lebih lanjut tentang baptisan bagi yang mati, tertanggal Nauvoo, Illinois, 6 September 1842 (History of the Church, 5:148–153).
1–5, Para juru catat lokal dan umum mesti menegaskan fakta baptisan bagi yang mati; 6–9, Catatan mereka mengikat dan dicatat di atas bumi dan di dalam surga; 10–14, Kolam baptisan adalah suatu kemiripan dengan kubur; 15–17, Elia memulihkan kuasa yang berhubungan dengan baptisan bagi yang mati; 18–21, Semua kunci, kuasa, dan wewenang pada dispensasi di waktu lalu telah dipulihkan; 22–25, Kabar gembira dan mulia diwartakan bagi yang hidup dan yang mati.
Bagian 129
Petunjuk yang diberikan oleh Joseph Smith sang Nabi, di Nauvoo, Illinois, 9 Februari 1843, menyingkapkan tiga kunci utama yang melaluinya kodrat yang benar dari malaikat yang melayani dan roh boleh dibedakan (History of the Church, 5:267).
1–3, Ada baik tubuh yang dibangkitkan maupun roh di dalam surga; 4–9, Kunci-kunci diberikan yang dengannya utusan dari balik tabir boleh diidentifikasi.
Bagian 130
Butir-butir petunjuk yang diberikan oleh Joseph Smith sang Nabi, di Ramus, Illinois, 2 April 1843 (History of the Church, 5:323–325).
1–3, Bapa dan Putra bisa menampakkan diri secara pribadi kepada manusia; 4–7, Malaikat bertempat tinggal di suatu lingkup selestial; 8–9, Bumi selestial akan menjadi sebuah Urim dan Tumim yang besar; 10–11, Batu putih diberikan kepada semua yang memasuki dunia selestial; 12–17, Waktu Kedatangan Kedua disembunyikan dari Nabi; 18–19, Kecerdasan yang diperoleh dalam kehidupan ini bangkit bersama kita dalam Kebangkitan; 20–21, Segala berkat datang melalui kepatuhan pada hukum; 22–23, Bapa dan Putra memiliki tubuh dari daging dan tulang.
Bagian 131
Petunjuk oleh Joseph Smith sang Nabi, diberikan di Ramus, Illinois, 16 dan 17 Mei 1843 (History of the Church, 5:392–393).
1–4, Pernikahan selestial penting untuk permuliaan di dalam surga yang paling tinggi; 5–6, Bagaimana manusia dimeteraikan pada kehidupan kekal dijelaskan; 7–8, Semua roh adalah zat.
Bagian 132
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Nauvoo, Illinois, tercatat 12 Juli 1843, berhubungan dengan perjanjian yang baru dan abadi, mencakup kekekalan perjanjian pernikahan, dan juga kejamakan istri (History of the Church, 5:501–507). Walaupun wahyu ini dicatat pada tahun 1843, adalah terbukti dari catatan sejarah bahwa ajaran dan asas yang terlibat dalam wahyu ini telah diketahui oleh Nabi sejak 1831.
1–6, Permuliaan diperoleh melalui perjanjian yang baru dan abadi; 7–14, Ketentuan dan syarat perjanjian itu dinyatakan; 15–20, Pernikahan selestial dan kelanjutan unit keluarga memungkinkan manusia untuk menjadi allah; 21–25, Jalan yang sesak dan sempit menuntun pada kehidupan kekal; 26–27, Hukum diberikan yang berhubungan dengan penghujatan terhadap Roh Kudus; 28–39, Janji-janji peningkatan kekal dan permuliaan dibuat kepada para nabi dan Orang Suci di segala zaman; 40–47, Joseph Smith diberikan kuasa untuk mengikat dan memeteraikan di atas bumi dan di dalam surga; 48–50, Tuhan memeteraikan ke atas dia permuliaannya; 51–57, Emma Smith dinasihati untuk setia dan benar; 58–66, Hukum-hukum yang mengatur kejamakan istri dinyatakan.
Bagian 133
Wahyu yang diberikan melalui Joseph Smith sang Nabi, di Hiram, Ohio, 3 November 1831 (History of the Church, 1:229–234). Sebagai pengantar wahyu ini Nabi menulis, “Pada waktu ini ada banyak hal yang para Penatua hasratkan untuk ketahui yang berhubungan dengan pengkhotbahan Injil kepada penghuni bumi, dan mengenai pengumpulan; dan supaya berjalan dengan terang sejati, dan diberi petunjuk dari tempat yang tinggi, pada tanggal 3 November 1831, saya bertanya kepada Tuhan dan menerima wahyu penting berikut” (History of the Church, 1:229). Bagian ini mula-mula ditambahkan ke kitab Ajaran dan Perjanjian sebagai tambahan dan sesudah itu diberikan nomor bagian.
1–6, Para Orang Suci diperintahkan untuk bersiap bagi Kedatangan Kedua; 7–16, Semua orang diperintahkan untuk melarikan diri dari Babilon, datang ke Sion, dan bersiap bagi hari Tuhan yang besar; 17–35, Dia akan berdiri di atas Gunung Sion, benua-benua akan menjadi satu daratan, dan suku-suku Israel yang hilang akan kembali; 36–40, Injil dipulihkan melalui Joseph Smith untuk dikhotbahkan ke seluruh dunia; 41–51, Tuhan akan turun dengan pembalasan ke atas yang jahat; 52–56, Itu akan menjadi tahun bagi yang ditebus-Nya; 57–74, Injil mesti diwartakan untuk menyelamatkan para Orang Suci dan untuk kehancuran orang jahat.
Bagian 134
Suatu maklumat kepercayaan perihal pemerintahan dan hukum-hukum secara umum, diterima melalui pemungutan suara secara bulat pada suatu pertemuan umum Gereja yang diadakan di Kirtland, Ohio, 17 Agustus 1835 (History of the Church, 2:247–249). Kejadiannya adalah sebuah pertemuan para pemimpin Gereja, dikumpulkan bersama untuk mempertimbangkan isi yang diusulkan dalam edisi pertama Ajaran dan Perjanjian. Pada waktu itu, maklumat ini diberi mukadimah berikut: “Agar kepercayaan kami perihal pemerintahan dan hukum-hukum duniawi secara umum boleh tidak disalahtafsirkan tidak juga disalahpahami, kami telah berpikir tepat untuk menyampaikan, pada penutupan jilid ini, pendapat kami mengenai hal yang sama itu” (History of the Church, 2:247).
1–4, Pemerintah hendaknya memelihara kebebasan suara hati dan ibadat; 5–8, Semua orang hendaknya menyokong pemerintah mereka dan wajib menunjukkan rasa hormat dan rasa takzim terhadap hukum; 9–10, Masyarakat keagamaan hendaknya tidak menjalankan kekuasaan sipil; 11–12, Manusia dibenarkan dalam mempertahankan diri mereka dan harta milik mereka.
Bagian 135
Kematisyahidan Joseph Smith sang Nabi dan kakaknya, Hyrum Smith sang Bapa Bangsa, di Carthage, Illinois, 27 Juni 1844 (History of the Church, 6:629–631). Dokumen ini ditulis oleh Penatua John Taylor dari Dewan Dua Belas, yang adalah saksi akan peristiwa itu.
1–2, Joseph dan Hyrum mati syahid di dalam Penjara Carthage; 3, Kedudukan unggul Nabi diwartakan; 4–7, Darah tak berdosa mereka bersaksi tentang kebenaran dan keilahian pekerjaan ini.
Bagian 136
Firman dan kehendak Tuhan, diberikan melalui Presiden Brigham Young di Winter Quarters, Kamp Israel, Wilayah Omaha, di tepi barat Sungai Missouri, di dekat Council Bluffs, Iowa (Journal History of the Church, 14 Jan. 1847).
1–16, Bagaimana Kamp Israel mesti diatur untuk perjalanan ke arah barat dijelaskan; 17–27, Para Orang Suci diperintahkan untuk hidup dengan sejumlah standar Injil; 28–33, Para Orang Suci hendaknya menyanyi, menari, berdoa, dan belajar kebijaksanaan; 34–42, Para nabi dibunuh sehingga mereka boleh dihormati dan yang jahat dihukum.
Bagian 137
Sebuah penglihatan yang diberikan kepada Joseph Smith sang Nabi, di dalam bait suci di Kirtland, Ohio, 21 Januari 1836 (History of the Church, 2:380–381). Kejadiannya adalah pelaksanaan tata cara-tata cara pemberkahan sejauh itu pada waktu itu telah diungkapkan.
1–6, Nabi melihat kakaknya Alvin di dalam kerajaan selestial; 7–9, Ajaran keselamatan bagi yang mati diungkapkan; 10, Semua anak diselamatkan di dalam kerajaan selestial.
Bagian 138
Sebuah penglihatan yang diberikan kepada Presiden Joseph F. Smith di Salt Lake City, Utah, pada tanggal 3 Oktober 1918. Dalam ceramah pembukanya di Konferensi Umum Setengah-Tahunan Gereja ke-89, pada tanggal 4 Oktober 1918, Presiden Smith memaklumkan bahwa dia telah menerima beberapa komunikasi ilahi selama bulan-bulan sebelumnya. Salah satunya, mengenai kunjungan Juruselamat kepada roh-roh orang mati sementara tubuh-Nya berada di dalam makam, yang Presiden Smith telah terima hari sebelumnya. Itu ditulis dengan segera menyusul penutupan konferensi. Pada tanggal 31 Oktober 1918, itu diajukan kepada para penasihat dalam Presidensi Utama, Dewan Dua Belas, dan Bapa Bangsa, dan dengan suara bulat diterima oleh mereka.
1–10, Presiden Joseph F. Smith merenung tentang tulisan Petrus dan kunjungan Tuhan ke dunia roh; 11–24, Presiden Smith melihat orang mati yang saleh berhimpun di dalam firdaus dan pelayanan Kristus di antara mereka; 25–37, Dia melihat bagaimana pengkhotbahan Injil diatur di antara roh-roh; 38–52, Dia melihat Adam, Hawa, dan banyak di antara para nabi kudus di dunia roh yang menganggap keadaan roh mereka sebelum kebangkitan mereka sebagai suatu penawanan; 53–60, Orang mati yang saleh pada zaman ini melanjutkan kerja mereka di dunia roh.

Maklumat Resmi

Maklumat Resmi—1
Maklumat Resmi—2