Penuntun bagi Tulisan Suci

  1. A
  2. B
  3. C
  4. D
  5. E
  6. F
  7. G
  8. H
  9. I
  10. J
  11. K
  12. L
  13. M
  14. N
  15. O
  16. P
  17. R
  18. S
  19. T
  20. U
  21. W
  22. Y
  23. Z

Bersih dan Tidak Bersih 

Dalam Perjanjian Lama, Tuhan mengungkapkan kepada Musa dan bangsa Israel zaman dahulu bahwa hanya makanan tertentu dianggap halal atau, dengan perkataan lain, patut dimakan. Perbedaan yang bangsa Israel gariskan antara makanan halal dan haram memiliki suatu dampak yang luas terhadap kehidupan keagamaan dan bermasyarakat mereka. Hewan, burung, dan ikan tertentu dianggap sebagai halal dan dapat diterima untuk dimakan, sementara yang lain adalah haram dan dilarang (Im. 11; Ul. 14:3–20). Sebagian orang yang berpenyakit juga dianggap tidak bersih.

Dalam pengertian rohani, menjadi bersih adalah bebas dari dosa dan hasrat yang penuh dosa. Dalam pengertian ini kata tersebut digunakan untuk menggambarkan seseorang yang bajik dan memiliki hati yang murni (Mzm. 24:4). Umat perjanjian Allah selalu memperoleh petunjuk khusus untuk menjadi bersih (3 Ne. 20:41; A&P 38:42; 133:5).