Penuntun bagi Tulisan Suci

  1. A
  2. B
  3. C
  4. D
  5. E
  6. F
  7. G
  8. H
  9. I
  10. J
  11. K
  12. L
  13. M
  14. N
  15. O
  16. P
  17. R
  18. S
  19. T
  20. U
  21. W
  22. Y
  23. Z

Surat kepada Orang Ibrani 

Sebuah kitab dalam Perjanjian Baru. Paulus menulis surat ini kepada para anggota Gereja yang orang Yahudi untuk membujuk mereka bahwa aspek-aspek penting dari hukum Musa telah digenapi di dalam Kristus dan bahwa hukum Injil Kristus yang lebih tinggi telah menggantikannya. Ketika Paulus kembali ke Yerusalem pada akhir misinya yang ketiga (kira-kira 60 M), dia menemukan bahwa banyak anggota Gereja yang orang Yahudi masih memegang teguh hukum Musa (Kis. 21:20). Ini setidaknya sepuluh tahun setelah konferensi Gereja di Yerusalem memutuskan bahwa tata cara hukum Musa tertentu tidak perlu bagi keselamatan orang Kristen yang bukan Israel. Rupanya, segera setelah itu Paulus menulis kepada orang-orang Ibrani untuk memperlihatkan kepada mereka dengan tulisan suci mereka sendiri dan dengan nalar sehat mengapa mereka hendaknya tidak lagi mempraktikkan hukum Musa.

Pasal 1 dan 2 menjelaskan bahwa Yesus lebih besar daripada para malaikat. Pasal 3–7 membandingkan Yesus dengan Musa dan dengan hukum musa serta bersaksi bahwa Dia lebih besar daripada keduanya. Itu juga mengajarkan bahwa Imamat Melkisedek lebih besar daripada yang Harun. Pasal 8–9 menguraikan bagaimana tata cara-tata cara Musa mempersiapkan orang untuk pelayanan Kristus dan bagaimana Kristus adalah perantara perjanjian yang baru (Alma 37:38–45; A&P 84:21–24). Pasal 10 adalah desakan pada ketekunan dan kesetiaan. Pasal 11 adalah khotbah tentang iman. Pasal 12 memberikan petuah dan salam. Pasal 13 menuturkan sifat terhormat pernikahan dan pentingnya kepatuhan.