Penuntun bagi Tulisan Suci

  1. A
  2. B
  3. C
  4. D
  5. E
  6. F
  7. G
  8. H
  9. I
  10. J
  11. K
  12. L
  13. M
  14. N
  15. O
  16. P
  17. R
  18. S
  19. T
  20. U
  21. W
  22. Y
  23. Z

Wahyu Yohanes 

Kitab terakhir dalam Perjanjian Baru, terdiri dari wahyu yang diberikan kepada Yohanes sang Rasul. Dia diizinkan untuk melihat sejarah dunia, khususnya zaman terakhir (Why. 1:1–2; 1 Ne. 14:18–27; A&P 77). Wahyu Yohanes juga dikenal sebagai Apokalips.

Yohanes menerima wahyu ini pada hari Tuhan di Pulau Patmos (Why. 1:9–10), lepas pesisir Asia, tidak jauh dari Efesus. Tanggal yang tepat dari wahyu tersebut tidak diketahui.

Kunci untuk mengerti kitab tersebut tercakup dalam 1 Nefi 14:18–27 dan A&P 77 (Eter 4:15–16).

Pasal 1–3 adalah prakata dari kitab tersebut dan surat-surat kepada tujuh jemaat di Asia. Yohanes menulis surat-surat itu untuk menolong para Orang Suci memecahkan persoalan tertentu. Pasal 4–5 mencatat penglihatan yang Yohanes terima memperlihatkan keagungan dan kuasa yang benar dari Allah dan Kristus. Dalam pasal 6–9, 11, Yohanes mencatat melihat sebuah kitab yang dimeteraikan dengan tujuh meterai, tiap meterai melukiskan seribu tahun sejarah duniawi bumi. Pasal-pasal ini paling utama berurusan dengan peristiwa-peristiwa yang termuat dalam meterai ketujuh (lihat Why. 8–9; 11:1–15). Pasal 10 menggambarkan sebuah kitab yang Yohanes makan. Kitab itu melukiskan misi masa depan yang akan dia laksanakan. Pasal 12 mencatat penglihatan dari yang jahat yang dimulai di dalam surga ketika Setan memberontak dan diusir. Perang yang dimulai di sana berlanjut dipertarungkan di atas bumi. Dalam pasal 13, 17–19, Yohanes menggambarkan kerajaan-kerajaan duniawi yang jahat dikendalikan oleh Setan dan mencatat nasib mereka, termasuk penghancuran terakhir kejahatan. Pasal 14–16 menggambarkan kesalehan para Orang Suci di tengah kejahatan tepat sebelum kedatangan kedua Kristus. Pasal 20–22 menguraikan Milenium, kota indah Yerusalem Baru, dan peristiwa-peristiwa terakhir dari sejarah bumi.