2007
Bagaimana memiliki pikiran yang baik terus-menerus
Januari 2007


Bagaimana memiliki pikiran yang baik terus-menerus

Inilah beberapa kegiatan Kebersamaan dan gagasan malam keluarga yang dapat membantu Anda membiarkan kebajikan menghiasi pikiran Anda:

  • Bacalah tulisan suci yang terdapat dalam Guide to the Scriptures di bawah judul “Thought” dan “Virtue.”

  • Hafalkan atau tinjaulah ulang Pasal-Pasal Kepercayaan ke-13. Apa artinya itu bagi Anda? Tulislah cara-cara Anda dapat “mencari hal-hal ini.”

  • Tulislah sinonim untuk kata kebajikan dan bajik. Bagaimana Anda dapat menerapkan kata-kata ini dalam kehidupan Anda?

  • Apakah artinya murni? Mengapa air perlu dimurnikan sebelum kita meminumnya? Mengapa pikiran kita harus murni?

  • Bacalah kisah tentang Yusuf yang melarikan diri dari istri Potifar dalam Kejadian 39. Kapan seharusnya Anda melarikan diri dan membebaskan diri Anda? Bagaimana Anda dapat berada di dunia namun bukan dari dunia?

  • Buatlah sebuah buklet dengan tulisan suci atau gagasan favorit dari setiap remaja putra dan remaja putri di lingkungan Anda.

  • Pilihlah sebuah “ayat suci minggu ini,” dan tempelkan di suatu tempat dimana Anda dapat membacanya setiap hari. Lihat apakah Anda dapat menghafalkan 52 ayat suci tahun ini—satu ayat suci setiap minggu. Jika Anda menghafal penguasaan ayat suci, Anda sudah separuh jalan!

  • Buatlah komitmen untuk tidak menggunakan kata-kata kotor apa pun.

  • Bersama kuorum atau kelas Anda, buatlah komitmen untuk menghindari bentuk pornografi apa pun. Bagaimana Anda akan membantu satu sama lain?

  • Sebagai keluarga, putuskan cara-cara Anda dapat memperlihatkan kasih dan dukungan Anda bagi satu sama lain melalui perkataan dan perbuatan yang positif.

  • Baca dan pelajarilah bagian “Hiburan dan Media” serta “Bahasa” dalam Untuk Kekuatan Remaja. Garis bawahilah kata Roh di bagian tersebut. Tulislah cara-cara Roh akan memberkati kehidupan Anda sewaktu Anda menjalankan standar-standar ini.

  • Bahaslah keamanan Internet dan media lain sebagai sebuah kelas atau kuorum dan sebagai keluarga.

  • “Kekudusan Bagi Tuhan” tertulis pada bait suci-bait suci kita. Bahaslah bagaimana pikiran yang bajik membantu mempersiapkan Anda untuk menghadiri bait suci. Jika mungkin, hadirilah bait suci untuk melaksanakan pembaptisan bagi orang-orang yang telah meninggal dunia.

  • Hafalkan dua nyanyian rohani favorit yang memiliki lirik yang mengilhami yang dapat Anda senandungkan atau nyanyikan untuk mengganti pikiran yang buruk.

  • Kerjakan Tugas kepada Allah atau Kemajuan Pribadi. Bagian perkembangan rohani dari Tugas kepada Allah atau nilai integritas dalam Kemajuan Pribadi secara khusus akan membantu Anda lebih memahami kemurnian dan berkat dari membiarkan “kebajikan tak henti-hentinya menghiasi pikiran [Anda].”