2011
Gagasan Malam Keluarga
Januari 2011


Gagasan Malam Keluarga

Terbitan ini memuat artikel dan kegiatan yang dapat digunakan untuk malam keluarga. Berikut adalah beberapa contohnya.

“Terlibat dalam Pekerjaan Sejarah Keluarga,” hlm. 8: Anda dapat menyediakan bagi setiap anggota keluarga sebuah kotak untuk didekorasi dan digunakan untuk menyimpan foto-foto, jurnal, serta catatan lain.

”Apa yang Baru dalam Kemajuan Pribadi?”, hlm 34, dan “Imamat Harun—Lebih Hebat daripada yang Mungkin Anda Kira,” hlm 37: Program Kemajuan Pribadi dan Tugas kepada Allah yang baru mengimbau remaja untuk memikirkan dan membagikan apa yang telah mereka pelajari. Jika Anda memiliki remaja di keluarga Anda, Anda dapat meminta mereka untuk merencanakan pelajaran malam keluarga berdasarkan kegiatan dari Tugas kepada Allah atau Kemajuan Pribadi yang baru saja mereka selesaikan.

”Bagaimana Saya Membangun Sebuah Landasan Rohani?”, hlm. 62: dalam sebuah wadah kedap air, letakkan beberapa batu kecil secara bersebelahan. Dalam wadah kedap air lainnya, sebarkan setumpuk pasir. Temukan dua benda kecil untuk menggambarkan rumah-rumah. Letakkan satu “rumah” di atas batu-batu kecil dan satu lagi di atas pasir. Kemudian isilah wadah dengan air. “Rumah” yang di atas pasir akan tenggelam, sementar “rumah” yang di atas batu akan tetap berdiri. Bahaslah bagaimana sebuah dasar rohani yang kuat memungkinkan kita untuk bertahan dari badai kehidupan (lihat Helaman 5:12).

Pelajaran yang Seekor Anak Anjing Ajarkan

Ketika anak-anak kami masih kecil, saya membawa mereka ke toko hewan untuk menukarkan kupon ikan mas cuma-cuma. Dua jam kemudian kami bercengkerama dengan seekor anak anjing, membelinya dengan uang anak-anak. Malam itu kami meletakkan anak anjing itu di ruang cuci baju untuk tidur. Di pagi harinya ruang itu berantakan. Anak-anak diharapkan untuk membersihkannya, namun mereka merasa itu terlalu berat. “Kami tidak bisa!” isak mereka.

Malam itu kami mengadakan malam keluarga mengenai topik konsekuensi. “Ketika kamu membeli anjing,” ujar ayah mereka, “kamu tidak memikirkan konsekuensinya. Sekarang anjing itu adalah bagian dari keluarga kita, dan kamu harus bertanggung jawab terhadapnya.” Kami membahas bagaimana konsekuensi selalu mengikuti pilihan apa pun yang kita buat, dan kami mengimbau mereka untuk selalu membuat pilihan-pilihan yang benar.

Anjing itu baru saja mati setelah 14 tahun menjadi bagian dari keluarga kami, namun pelajaran kehidupan yang dia ajarkan kepada kami akan tetap diingat.

Jill Grant, Victoria, Australia