2009
Karunia Melek Aksara
April 2009


Karunia Melek Aksara

Putra tertua kami menyukai taman kanak-kanak dan tampaknya berprestasi di sekolah. Namun, di kelas satu, mulai jelaslah bagi kami bahwa dia belum lancar membaca. Dia dapat membaca beberapa kata di sana dan di sini tetapi bergumul bahkan dengan tugas bacaan awal. Bulan-bulan berlalu, dan keterampilan membaca putra kami nyaris tidak mengalami kemajuan. Suami saya dan saya menjadi semakin prihatin.

Suatu hari saya teringat sesuatu yang presiden misi saya ajarkan bertahun-tahun lampau. Saya ketika itu dipanggil ke misi berbahasa asing. Mempelajari bahasa Rusia merupakan tantangan dengan tingkatan yang berbeda bagi tiap misionaris, dan presiden misi kami menasihati kami untuk membaca Kitab Mormon dalam bahasa Rusia setiap hari. Dia menjanjikan kepada kami bahwa kuasa dari Kitab Mormon akan membantu kami dalam kemampuan kami untuk berkomunikasi dalam bahasa Rusia. Dia benar. Dengan berlalunya waktu saya menjadi lebih fasih baik dalam berbicara maupun memahami bahasa tersebut, dan kesaksian saya tumbuh.

Bertahun-tahun setelah misi saya, saya berpikir sendiri, “Jika itu berhasil bagi saya dalam bahasa Rusia, mengapa itu tidak akan berhasil bagi putra saya dalam bahasa Inggris?” Setelah memberi tahu putra kami tentang pergumulan saya untuk belajar bahasa Rusia dan nasihat presiden misi saya, suami saya dan saya menantang dia untuk membaca sendiri Kitab Mormon setiap hari. Dia akan meluangkan waktu untuk menandai kata-kata Allah dan Tuhan saat dia menemukannya di halaman-halaman bacaannya. Tak lama dia sudah melanjutkan ke Yesus. Setelah itu dia akan memilih kata-kata yang dilihatnya dan bertanya artinya. Dia tekun dalam pembacaan hariannya, dan menjelang akhir tahun kemampuan membacanya telah melampaui harapan kami.

Sekarang putra kami ada di kelas enam. Dia pembaca yang luar biasa baik dan membantu mengajarkan kepada ke-5 adiknya tentang karunia yang diterimanya karena membaca Kitab Mormon. Setiap anak kami telah mengembangkan keterampilan membaca yang baik dan kebiasaan membaca Kitab Mormon. Mereka mulai merasakan kuasa kebenarannya yang kuat sewaktu kesaksian mereka tumbuh.