2009
Suara Nabi
Juli 2009


Dari Kehidupan Nabi Joseph Smith

Suara Nabi

Diadaptasi dari Ajaran-Ajaran Presiden Gereja: Joseph Smith (Buku penuntun Imamat Melkisedek dan Lembaga Pertolongan, 2007), 393–396.

Ketika Joseph Smith berbicara kepada suatu jemaat, orang-orang mendengarkan. Dia menarik perhatian mereka selama berjam-jam dalam satu kurun waktu, dan sering kali anak-anak lebih suka mendengarkan Nabi daripada bermain.

Joseph sering berbicara di luar agar lebih banyak orang dapat mendengarnya. Pada suatu hari seperti itu di Nauvoo, angin kencang dan badai datang di tengah-tengah khotbahnya.

Debunya sedemikian tebal; saya tidak dapat melihat apa-apa.

Mari kita pulang sebelum keadaan semakin buruk

Joseph memanggil mereka yang beranjak pergi.

Biarlah setiap orang berdoa kepada Allah Yang Mahakuasa agar angin dan hujan mereda, dan akan demikianlah jadinya.

Ya Bapa, berkatilah agar angin dan hujan berhenti.

Setelah beberapa menit, badai terbelah. Semak dan pepohonan di kedua sisi kumpulan orang bergoyang dalam angin, tetapi ada ketenangan di tempat Joseph berbicara.

Maka, saudara-saudara sekalian, saya ingin berbicara kepada Anda mengenai beberapa kebenaran penting.

Sejam kemudian Nabi mengakhiri, dan badai pun kembali mengamuk.

Pulanglah segera ke rumah Anda dan pikirkan apa yang telah saya katakan.

Cepatlah, anak-anak.

Khotbah dan cara hidup Joseph sedemikian penuh kuasa sehingga banyak orang bersaksi dengan kuatnya mengenai kebenaran Injil dan mengenai pemanggilan Joseph sebagai Nabi.

Saya tahu dia adalah apa yang dia nyatakan dirinya adanya—seorang Nabi Allah yang sejati.

Dia adalah seorang Nabi sejati dari Allah yang hidup; dan semakin banyak saya mendengar kata-katanya dan melihat perbuatannya, semakin saya diyakinkan.

Dewasa ini, Nabi Joseph Smith masih diingat oleh jutaan orang di seluruh dunia yang tahu dia dipanggil oleh Allah untuk memulihkan Injil Yesus Kristus ke bumi.

Ilustrasi oleh Sal Velluto dan Eugenio Mattozzi