2010
Seputar Gereja
Januari 2010


Seputar Gereja

Para Orang Suci Afrika Berkumpul dalam Hari Pelayanan

Dengan membawa sekop dan gerobak sorong serta mengenakan rompi cerah berwarna kuning, para anggota Gereja di lebih dari 30 negara di Afrika mengambil bagian dalam Proyek Pelayanan Seluruh Afrika ketiga pada tanggal 22 Agustus 2009.

Di satu kota di Ivory Coast, mereka memperbaiki jalan-jalan. Di kota di Liberia, mereka merenovasi rumah tua. Di Sierra Leone, mereka membersihkan drainase. Di Nigeria, mereka menyingkirkan tanaman-tanaman liar dari sebuah gedung pemerintah setempat. Di Ghana, mereka menyapu pasar dan menyingkirkan sampah. Di Kenya, Afrika Selatan, Kamerun, dan lainnya, para anggota membersihkan sel-sel dan kamar mandi penjara, menanam pohon, memperbaiki jalan, dan bekerja di panti-panti asuhan. Mereka membersihkan rumah sakit dan rumah-rumah; mereka mencabuti rumput liar dan mengecat papan nama.

Elder Eric Jackson, direktur urusan kemasyarakatan untuk Area Afrika Selatan, menyatakan, “Apa yang para anggota telah buktikan kepada diri mereka adalah bahwa jika ada cukup orang yang datang, tidak ada proyek yang terlalu besar bagi kami.”

Di mana para anggota bekerja, para reporter berkumpul untuk mengamati dan mencatat.

Banyak orang lain dari luar anggota Gereja berperan serta dalam proyek tersebut. Gereja bermitra dengan kelompok-kelompok layanan setempat, aliran agama yang lain, dan agen-agen pemerintah yang menyumbangkan peralatan serta uang mereka dengan sukarela dan bahkan bergabung dalam upaya ini.

“Banyak, yang setelah mendengar bahwa kami melakukan [pelayanan] karena kami mengikuti perbuatan baik Kristus, memuji Tuhan dan mengatakan mereka ingin bergabung bersama kami,” ungkap Penatua Adesina Olukanni, Tujuh Puluh Area dan direktur area Urusan Kemasyarakatan di Afrika Barat.

Konferensi yang Pertama bagi Para Remaja Etiopia

Selama bulan Juli 2009 lebih dari 160 remaja dan dewasa muda berkumpul untuk hari persahabatan, lokakarya, dansa, dan kesaksian pada konferensi remaja pertama yang pernah diadakan di Etiopia.

Karena empat cabang tidak diorganisasi dalam sebuah distrik, banyak anggota tidak menyadari bahwa ada cabang-cabang lain dan anggota Gereja di Etiopia. Bagian dari tujuan konferensi itu adalah untuk mengizinkan mereka berinteraksi dengan teman-teman sebaya mereka sementara diteguhkan secara rohani.

Wondwossen Amanuel, 23, yang mengirimkan berkas misionarisnya untuk menjadi misionaris pertama dari Cabang Awasa, menuturkan, “Ketika Anda berkumpul bersama dan melakukan kegiatan, itu memberi Anda dorongan semangat. Cabang kami kecil, namun di sana kami merasa seperti dalam kelompok—dan itu seperti keluarga.”

Para peserta dengan bangga memakai cincin MYB dan T-shirt dihiasi dengan tulisan “Teguh dan Pasti,” yang merupakan tema konferensi.

Dua bulan upaya yang diberikan oleh para misionaris, presiden cabang, dan organisasi amal Hope Arising, menyatukan para pionir Orang Suci dari empat cabang yang tersebar ke kompleks gedung pertemuan di Addis Abab, Etiopia.

Para peserta melakukan perjalanan dengan bus menempuh jarak selama lima jam untuk menghadiri konferensi, dan lebih dari setengahnya adalah nonanggota dan simpatisan. Dua dibaptiskan di minggu-minggu berikutnya.

“Ketika [para remaja] menyadari bahwa ada remaja-remaja lain yang memiliki pengharapan, impian, masalah, dan keprihatinan, mereka menjadi lebih yakin. Mereka tahu mereka tidak sendirian, dan ini memberi mereka kekuatan,” papar Elder Brad Wilkes, seorang misionaris penuh-waktu yang, bersama istrinya, Sister Karen Wilkes, menolong mengorganisasi konferensi tersebut.

Remaja Putri Rumania Mengadakan Perkemahan Pertama

Lima remaja putri dan pemimpin mereka dari Distrik Bucharest Rumania, bersama teman nonanggota, ikut dalam perkemahan pertama Remaja Putri Gereja di Rumania dari tanggal 24 sampai 26 Agustus 2009. Presiden Remaja Putri distrik, Dina Cojocaru, memimpin perkemahan itu dengan bantuan para misionaris senior, Elder Don dan Sister Edie Van Noy.

Para gadis dan pemimpin mereka mengadakan kebaktian pagi dan sore, mempelajari tulisan suci bersama-sama setiap hari. Elder dan Sister Van Noy mengajarkan lokakarya mengenai topik-topik seperti kebajikan dan bagaimana memberikan ceramah yang efektif di Gereja. Dalam lokakarya lainnya, para gadis itu belajar mengenai kesederhanaan dan berpakaian yang modis sementara masih tetap menjaga integritas.

Alina Mateescu, salah seorang remaja putri, menuturkan dia bertanya-tanya apa yang diperlukan untuk menjadi remaja putri yang bajik, namun melalui lokakarya mengenai kebajikan dia merasa yakin dia dapat menjadi wanita yang meneladankan integritas seperti yang Allah kehendaki.

Rumania, sebuah negara di Eropa bagian tenggara, memiliki sekitar 2.736 anggota di 17 cabang.

Para anggota di Afrika Selatan berkebun untuk anak-anak yatim-piatu dimana tidak ada air yang mengalir.

Foto oleh Kaye Jackson

Para anggota di Nigeria bekerja dengan para pejabat negara untuk membersihkan sampah di pinggiran jalan.

Foto oleh Sola Idowu