2012
Mengasihi, Menjaga, dan Memperkuat
April 2012


Pesan Pengajaran Berkunjung

Mengasihi, Menjaga, dan Memperkuat

Dengan doa yang sungguh-sungguh pelajarilah materi ini dan, apabila tepat, bahaslah bersama sister yang Anda kunjungi. Gunakan pertanyaan untuk menolong Anda memperkuat para sister Anda dan menjadikan Lembaga Pertolongan bagian aktif dari kehidupan Anda sendiri.

Iman, Keluarga, Bantuan

Seperti Juruselamat, para pengajar berkunjung melayani satu demi satu (lihat 3 Nefi 11:15). Kita tahu kita berhasil dalam pelayanan kita sebagai pengajar berkunjung ketika para sister kita dapat mengatakan: (1) pengajar berkunjung saya membantu saya tumbuh secara rohani; (2) Saya tahu pengajar berkunjung saya sangat peduli terhadap saya dan keluarga saya; dan (3) Jika saya memiliki masalah, saya tahu pengajar berkunjung saya akan mengambil tindakan tanpa menunggu untuk diminta.1

Bagaimana kita sebagai pengajar berkunjung dapat mengasihi, menjaga, dan memperkuat seorang sister? Berikut adalah Sembilan saran yang terdapat dalam bab 7 dari Daughters in My Kingdom: The History and Work of Relief Society untuk membantu pengajar berkunjung melayani para sister mereka:

  • Berdoa setiap hari bagi dia dan keluarganya.

  • Mencari ilham untuk mengenal dia dan keluarganya.

  • Mengunjungi dia secara rutin untuk mengetahui keadaannya dan untuk menghibur serta memperkuat dia.

  • Melakukan kontak tetap melalui kunjungan, menelepon, surat, e-mail, SMS, dan tindakan kebaikan sederhana.

  • Menyapa dia di pertemuan-pertemuan Gereja.

  • Membantu dia ketika dia menghadapi keadaan darurat, sakit, atau kebutuhan urgen lainnya.

  • Mengajarkan kepada dia Injil dari tulisan suci dan Pesan Pengajaran Berkunjung.

  • Mengilhami dia dengan memberikan teladan yang baik.

  • Melaporkan kepada pemimpin Lembaga Pertolongan mengenai pelayanan mereka dan kesejahteraan rohani dan jasmani sister tersebut.

Dari Tulisan Suci

Lukas 10:38–39; 3 Nefi 11:23–26; 27:21

Dari Sejarah Kita

“Pengajaran berkunjung telah menjadi alat bagi para wanita Orang Suci Zaman Akhir untuk mengasihi, memelihara, serta melayani—untuk ‘bertindak menurut simpati yang telah Allah tempatkan di dalam hati [kita],’ sebagaimana Joseph Smith mengajarkan.”2

Seorang sister yang baru saja menjanda bertutur tentang para pengajar berkunjungnya: “Mereka mendengarkan. Mereka menghibur saya. Mereka menangis bersama saya. Dan mereka memeluk saya .… [Mereka] membantu saya keluar dari kepedihan dan depresi yang mendalam dari beberapa bulan pertama kehampaan.3

Membantu dengan tugas-tugas jasmani juga sebuah bentuk pelayanan. Pada konferensi umum Oktober 1856, Presiden Brigham Young mengumumkan bahwa para pionir kereta tarik terdampar di salju yang dalam sejauh 270–370 mil (435–595 km). Dia menghubungi para Orang Suci Zaman Akhir di Salt Lake untuk menyelamatkan mereka dan untuk “berfokus sepenuhnya pada hal-hal yang kita sebut jasmani.”4

Lucy Meserve Smith mencatat bahwa para wanita menanggalkan rok hangat dan kaus kaki panjang mereka di sana di tabernakel dan menumpuknya ke dalam wagon untuk dikirimkan kepada para pionir yang membeku. Kemudian mereka mengumpulkan selimut dan pakaian bagi mereka yang akhirnya datang dengan sedikit barang milik. Ketika rombongan kereta tarik tiba, sebuah bangunan di kota “sarat dengan barang persediaan bagi mereka.”5

Catatan

  1. Lihat Julie B. Beck, “Apa yang Saya Harapkan Cucu-Cucu Perempuan (dan Cucu-Cucu Lelaki) Saya Akan Pahami mengenai Lembaga Pertolongan,” Liahona, November 2011, 113.

  2. Daughters in My Kingdom: The History and Work of Relief Society (2011), 112.

  3. Daughters in My Kingdom,119–120.

  4. Brigham Young, “Remarks,” Deseret News, 15 Oktober 1856, 252.

  5. Lihat Daughters in My Kingdom, 36–37.

Satu Demi Satu, oleh Walter Rane, seizin dari Museum Sejarah Gereja