2009
Pulang ke Rumah
Januari 2009


Pulang ke Rumah

Suzanne Goble, Utah, Amerika Serikat

Saya tinggal jauh dari rumah untuk pertama kalinya ketika orang tua saya bercerai. Saya baru satu bulan dalam kuliah saya, dan sewaktu kehidupan keluarga saya berubah, saya berusaha untuk memahami arti kata rumah. Ketika orang tua saya bercerai dan keluarga saya keluar dari rumah yang telah kami tinggali selama 18 tahun terakhir, saya sungguh bingung. Saya tahu saya bukannya tidak punya rumah, namun saya benar-benar merasa seperti itu.

Saya telah sering mendengar Gereja diuraikan sebagai “tempat berlindung dari taufan” (A&P 115:6). Institut menjadi tempat berlindung bagi saya sewaktu saya berjuang melawan badai baru dalam kehidupan saya. Saya mendaftar di institut, dan sementara saya tidak ingat persis kata-kata yang terdapat dalam pelajaran, saya tidak akan pernah lupa perasaan damai dan tenteram yang datang kepada saya sewaktu saya mendengarkan. Saya mulai menemukan kasih yang Bapa Surgawi saya miliki bagi saya, dan saya menjadi jauh lebih dekat berhubungan dengan penasihat terbaik yang pernah saya temukan: Yesus Kristus.

Saya harus membiayai kuliah saya, namun saya memetik pelajaran yang paling berharga dari kelas institut, yang tersedia bagi saya secara cuma-cuma. Sekarang saya melihat bahwa definisi dari rumah sesungguhnya bukanlah rumah dimana Anda dibesarkan namun sebuah tempat dimana pelajaran-pelajaran kehidupan diajarkan dan kasih bersemayam. Karena apa yang saya pelajari dan Roh yang saya rasakan, institut telah menjadi rumah baru bagi saya. Adalah sungguh menakjubkan memiliki sebuah tempat dimana saya merasa dikasihi dan disambut.