2003
Kesetiaan
Mei 2003


Kesetiaan

Setialah sepenuhnya. Setia dan tepatilah perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan imamat Allah.

Tidak ada pertemuan lain di dunia ini yang setara dengan pertemuan ini. Di mana pun kita berada, apa pun bahasa yang kita pakai, kita semua adalah para pria yang telah menerima penumpangan tangan di atas kepala kita untuk menerima imamat Allah. Baik kita anak-anak lelaki yang menerima Imamat Harun yang lebih rendah, atau pria dewasa yang telah menerima imamat yang lebih tinggi atau Imamat Melkisedek, kita masing-masing telah dianugerahi sesuatu yang menakjubkan dan luar biasa, sesuatu yang sangat penting dalam keallahan.

Saya ulangi, tidak ada pengumpulan di dunia ini yang seperti ini. Kita bertemu bersama dalam ikatan persaudaraan, dalam perkumpulan besar kaum pria yang telah dianugerahi kuasa atau wewenang tertentu, diberi kesempatan istimewa untuk berbicara serta bertindak dalam nama Yang Maha Kuasa. Tuhan, Allah yang memiliki langit telah menganggap perlu untuk memberi kita sesuatu yang menurut-Nya unik. Saya kadang-kadang mempertanyakan apakah kita layak akan hal itu. Saya mempertanyakan apa kita sungguh-sungguh menghargainya. Saya mempertanyakan mengenai batasan kuasa serta wewenang ini. Hal itu berkaitan dengan kehidupan dan kematian, keluarga serta Gereja, sifat agung dan maha besar Allah Sendiri serta pekerjaan kekal-Nya.

Saudara-saudara sekalian, saya menyambut Anda sebagai para anggota kuorum imamat kudus. Saya menyambut Anda sebagai para hamba dari Allah yang hidup, yang telah memberi kita masing-masing tanggung jawab yang tidak dapat kita hindari.

Untuk menyelaraskan salam itu, saya telah memilih untuk berbicara tentang berbagai aspek dari sebuah kata. Kata itu ialah kesetiaan.

Saya memikirkan kesetiaan sebagai kesetiaan terhadap diri sendiri. Saya memikirkannya sebagai kesetiaan yang mutlak terhadap rekan pilihan kita. Saya memikirkannya sebagai kesetiaan mutlak kepada Gereja dan pada semua kegiatannya. Saya memikirkannya sebagai kesetiaan yang mutlak kepada Allah yang memiliki langit, Bapa Kekal kita, serta Putra Tunggal-Nya, Penebus kita, Tuhan Yesus Kristus.

Kita harus setia lahir dan batin. Kita adalah para putra Allah yang diberi kehormatan untuk memegang wewenang ilahi-Nya. Tetapi kita hidup di dunia yang penuh kejahatan. Ada kekuatan konstan, yang mendorong kita, yang mengundang kita untuk ikut serta dalam hal-hal yang mutlak tidak konsisten dengan imamat ilahi yang kita miliki. Adalah menarik untuk disimak bagaimana bapa segala kebohongan, putra fajar yang telah diusir dari surga, selalu memiliki alat serta kemampuan untuk membujuk, mengundang, mengumpulkan menurut caranya orang-orang yang tidak kuat dan tidak waspada. Baru-baru ini sebuah film bioskop dinyatakan sebagai film terbaik tahun ini. Saya belum melihatnya, juga tidak berkeinginan untuk melihatnya. Tetapi saya diberitahu bahwa film itu sarat dengan seks, dan berisi bahasa cabul.

Pornografi sangat menonjol pada zaman kita. Mereka yang memproduksi pornografi mengeruk keuntungan besar dari para penontonnya. Dalam kalimat pembuka wahyu yang kita sebut Kata-kata Bijaksana, Tuhan menyatakan: “Sebagai akibat perbuatan jahat dan rancangan yang ada dan yang akan timbul di dalam hati orang-orang yang bersekongkol pada zaman akhir, telah Aku peringatkan kamu sebelumnya, dengan memberi kepadamu kata-kata bijaksana ini melalui wahyu” (A&P 89:4).

Dia selanjutnya berbicara mengenai makanan yang kita masukkan ke dalam mulut kita. Demikian juga bahasa dapat digunakan dengan acuan pada apa yang kita masukkan ke dalam pikiran kita ketika kita larut dalam pornografi.

Saudara-saudara sekalian, setiap pria serta anak lelaki yang mendengarkan suara saya mengetahui apa yang merendahkan martabat. Anda tidak memerlukan peta jalan untuk mengungkapkan ulang apa yang terjadi jika Anda larut dalam pornografi. Berbeda dengan keindahan, kedamaian, perasaan-perasaan baik yang datang melalui hidup dekat dengan Tuhan serta meningkatnya praktik-praktik kejahatan yang ada di sekeliling kita.

Ini berlaku bagi Anda, kaum remaja putra yang hadir di pertemuan ini. Anda adalah sasaran empuk iblis. Jika iblis dapat menguasai Anda sekarang, dia tahu dia mungkin menguasai Anda seumur hidup. Telah ditanamkan dalam diri Anda kuasa dan naluri untuk suatu tujuan ilahi. Walaupun demikian, jika hal itu diselewengkan, itu akan menjadi penghancur daripada sebagai pembangun.

Saya sungguh-sungguh bersyukur atas kekuatan remaja kita. Tetapi saya juga tahu beberapa orang menjauh dari kita. Setiap kehilangan adalah tragedi. Kerajaan Tuhan kita membutuhkan Anda. Jadilah layak akan hal itu. Setialah pada diri sendiri. Jangan pernah merendahkan martabat diri Anda dengan melakukan apa pun yang membuat Anda kehilangan kekuatan untuk menolak.

Kepada Anda para pria sekalian saya memberi sebuah tantangan. Hindarilah ketidaksopanan yang bisa menguasai Anda. Hindarilah kejahatan dunia. Setialah terhadap diri sendiri. Setialah secara lahir dan batin. Setia dan tepatilah perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan imamat Allah. Anda tidak dapat terlibat dalam percabulan, Anda tidak dapat berbohong, Anda tidak dapat menipu, Anda tidak dapat mengambil keuntungan dari orang lain dalam kejahatan tanpa mengingkari apa yang menyentuh keilahian dengan mana kita datang ke dalam kehidupan ini. Saya berdoa dengan segenap kekuatan saya, saudara-saudara sekalian, agar kita dapat bangkit serta setia lahir dan batin.

Setialah dalam hubungan keluarga Anda. Saya telah banyak menyaksikan kebaikan dan keburukan dalam pernikahan. Setiap minggu saya diberi tanggung jawab untuk menangani pembatalan pemeteraian bait suci. Perceraian telah menjadi fenomena yang amat umum di seluruh dunia. Bahkan meskipun tidak resmi, pria serta wanita melanggar hukum untuk hidup bersama. Saya bersyukur dapat mengatakan bahwa perceraian jarang terjadi dalam diri mereka yang menikah di bait suci. Tetapi bahkan di antara orang-orang ini terjadi banyak perceraian daripada yang seharusnya.

Mempelai lelaki dan wanita datang ke rumah Tuhan dengan pengakuan saling mengasihi. Mereka memasuki perjanjian yang kudus serta kekal terhadap satu sama lain dan terhadap Tuhan. Hubungan mereka dimeteraikan dalam sebuah perjanjian kekal. Tidak seorang pun mengharapkan setiap pernikahan berjalan dengan sempurna. Tetapi seseorang mungkin berharap bahwa setiap pernikahan yang dilakukan di Rumah Tuhan akan membawa bersamanya perjanjian kesetiaan terhadap satu sama lain.

Saya telah lama merasakan bahwa faktor terbesar dalam pernikahan yang bahagia adalah kepedulian yang besar terhadap kesenangan serta kesejahteraan pasangan. Dalam banyak hal sifat mementingkan diri adalah faktor pemicu yang menyebabkan perdebatan, perpisahan, perceraian, serta patah hati.

Saudara-saudara sekalian, Tuhan mengharapkan sesuatu yang lebih baik dari kita. Dia mengharapkan sesuatu yang lebih baik daripada hal-hal yang terdapat di dunia. Jangan pernah lupa bahwa Andalah yang memilih pasangan hidup Anda. Andalah yang merasakan bahwa tidak ada orang lain di dunia ini yang seperti dia. Andalah yang berharap untuk memilikinya selamanya. Tetapi dalam banyak hal pengalaman bait suci telah memudar. Nafsu jahatlah yang menjadi penyebabnya. Mencari-cari kesalahan menggantikan pujian. Ketika kita mencari keburukan dalam diri seseorang, kita akan menemukannya. Tetapi jika kita berkonsentrasi pada kebaikan, sifat-sifat baik itu pun akan muncul sampai bercahaya.

Saya bukannya tidak punya pengalaman. Sister Hinckley dan saya akan segera merayakan pernikahan kami yang ke-66. Saya tidak tahu bagaimana dia dapat bertahan hidup dengan saya selama ini. Sekarang kami sudah renta. Tetapi betapa bersyukurnya saya atas dia. Betapa inginnya saya melihat dia senang. Betapa besarnya keinginan saya menerima dia apa adanya. Betapa luar biasa dia sebagai rekan hidup saya. Betapa hebatnya dia sebagai istri, ibu, nenek serta buyut perempuan.

Tentunya, Anda telah mendengar pria yang telah lanjut usia yang ditanya oleh seorang reporter apa rahasia umur panjangnya. Dia menjawab bahwa ketika dia serta istrinya menikah mereka memutuskan apabila mereka berbantahan, yang seorang akan ke luar dan pergi dari rumah. Dia mengatakan, “Saudara-saudara, rahasia panjang umur saya adalah kenyataan bahwa saya bernapas dengan udara segar selama bertahun-tahun.”

Saudara-saudara sekalian, setia-lah kepada pasangan hidup Anda. Semoga pernikahan Anda diberkati dengan kesetiaan yang tak ada batasnya satu sama lain. Temukanlah kebahagiaan Anda dalam diri satu sama lain. Berikanlah kepada pasangan hidup Anda kesempatan untuk tumbuh dalam minat-minatnya sendiri, mengembangkan bakat- bakatnya sendiri, tumbuh dengan caranya sendiri, serta merasakan kepuasaan atas prestasinya sendiri.

Sekarang perkenankanlah saya memberikan sepatah kata mengenai kesetiaan kepada Gereja.

Kita melihat banyak pengabaian. Ada orang yang mengatakan, “Gereja tidak akan mendikte saya bagaimana saya memikirkan ini, itu, atau yang lainnya, ataupun bagaimana saya menjalani hidup saya.”

Tidak, jawab saya, Gereja tidak akan mendikte siapa pun bagaimana dia harus berpikir atau apa yang harus dia lakukan. Gereja akan menunjukkan jalannya dan mengundang setiap anggota untuk menjalankan injil dan menikmati berkat-berkat yang datang dari kepatuhan semacam itu. Gereja tidak akan mendikte siapa pun, tetapi akan menasihati, akan membujuk, akan mengimbau, dan akan mengharapkan kesetiaan dari mereka yang mengaku sebagai anggota di dalamnya.

Ketika saya menjadi mahasiswa, saya mengatakan kepada ayah saya pada suatu kesempatan bahwa menurut saya para Pembesar Umum telah melampaui batas kewenangan mereka ketika mereka menganjurkan sesuatu. Dia adalah pria yang sangat bijak serta baik. Dia mengatakan, “Presiden Gereja telah memberi kita petunjuk dan saya mendukungnya sebagai nabi, pelihat, dan pewahyu, serta ingin mengikuti nasihatnya.”

Sekarang saya telah melayani dalam dewan umum Gereja ini selama 45 tahun. Saya telah melayani sebagai Asisten Dua Belas, sebagai anggota Dua Belas, sebagai Penasihat dalam Presidensi Utama, dan sekarang selama delapan tahun sebagai Presiden. Saya ingin memberikan kepada Anda kesaksian saya bahwa secara harfiah saya telah duduk dalam pertemuan-pertemuan di mana kebijakan dan program-program Gereja dibahas, saya tidak pernah ikut serta di mana bimbingan Tuhan tidak dicari atau di mana ada keinginan dari siapa pun yang hadir untuk menganjurkan maupun melakukan apa pun yang dapat mencelakakan atau memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu.

Kitab Wahyu menyatakan: “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas.

Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku” (Wahyu 3:15–16).

Saya berjanji kepada Anda, saudara-saudara terkasih, bahwa ketika saya melayani dalam tanggung jawab saya sekarang ini, saya tidak akan menyetujui juga tidak mengeluarkan kebijakan apa pun, program apa pun, ajaran apa pun, yang tidak bermanfaat bagi keanggotaan dalam Gereja Tuhan ini.

Ini adalah pekerjaan-Nya. Dia menegakkannya. Dia telah mewahyukan ajaran-ajaran-Nya. Dia telah menegaskan praktik-praktik-Nya. Dia membentuk pemerintahan-Nya. Ini adalah pekerjaan serta kerajaan-Nya, dan Dia telah berfirman: “Mereka yang bukan untuk Aku ialah menentang Aku” (2 Nefi 10:16).

Pada tahun 1933, ada suatu ge- rakan di Amerika Serikat untuk menghapus hukum yang melarang produksi serta penjualan minuman beralkohol. Ketika pemilihan umum tiba, Utah dinyatakan sebagai negara pemutusnya.

Saya sedang menjalankan misi, dan bertugas di London, Inggris, ketika saya membaca judul surat kabar yang bertuliskan, “Utah Menghentikan Larangan [penjualan minuman beralkohol].”

Presiden Heber J. Grant, yang saat itu menjadi Presiden Gereja ini, memohon kepada orang-orang agar memberikan suara untuk menghapus Larangan itu. Sungguh membuatnya sedih jika begitu banyak anggota Gereja di negara ini mengabaikan nasihatnya.

Pada kesempatan ini saya tidak akan berbicara tentang larangan yang baik dan yang jahat, tetapi kesetiaan yang tak terbatas kepada Gereja.

Betapa bersyukurnya saya, saudara-saudara, betapa besar rasa syukur saya atas iman luar biasa dari begitu banyak Orang Suci Zaman Akhir yang, ketika menghadapi keputusan penting di mana Gereja berdiri kukuh, mereka bergabung dalam posisi itu. Saya secara khusus bersyukur dapat berbicara bahwa di antara mereka yang setia terdapat para pria dan wanita yang berprestasi, bermartabat, berpendidikan, berpengaruh, serta memiliki kekuatan—sangat cerdas dan mumpuni.

Kita masing-masing harus menghadapi masalah—baik Gereja benar, maupun salah. Tidak ada garis pembatas di tengah. Ini adalah Gereja dan kerajaan Allah, atau tidak sama sekali.

Terima kasih, saudara-saudara sekalian, Anda adalah kaum pria yang memiliki kekuatan besar, kesetiaan, iman serta loyalitas yang besar.

Akhirnya, kesetiaan kepada Allah Bapa Kekal kita serta Putra Tunggal-Nya, Tuhan Yesus Kristus.

Setiap pria di Gereja ini berhak mendapat pengetahuan bahwa Allah adalah Bapa Kekal kita dan Putra Tunggal-Nya adalah Penebus kita. Juruselamat memberikan kunci melalui mana kita dapat memiliki pengetahuan tersebut. Dia berfirman:

“Barang siapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata bagi diri-Ku sendiri” (Yohanes 7:17).

Yudas Iskariot dikenal dalam sejarah sebagai seorang pengkhianat besar, yang menjual kesetiaannya untuk 30 keping emas (lihat Matius 26:15).

Pada zaman kita berapa banyak orang yang mengutip perkataan Paulus, “Menyalibkan Anak Allah bagi diri mereka sendiri dan menghina-Nya di muka umum” dengan bahasa yang kasar dan hinaan? (lihat Ibrani 6:6).

Anda mengenal bahasa tidak senonoh di sekolah dan di jalan. Hindarilah itu. Jangan biarkan hal itu meracuni mulut Anda. Perlihatkanlah kesetiaan Anda kepada Allah yang memiliki langit dan kepada Penebus dunia dengan menyandang nama Mereka yang kudus.

Berdoalah kepada Bapa Surgawi Anda dalam nama Tuhan Yesus Kristus, serta dalam keadaan apa pun, dalam kondisi kehidupan alamiah Anda apa pun, perlihatkanlah kesetiaan dan kasih Anda.

Siapa yang ada di pihak Tuhan? Siapa?

Sekaranglah saatnya untuk menunjukkan diri Anda.

Tanpa gentar kita bertanya;

Siapa yang ada di pihak Tuhan? Siapa?

(Hymns, no. 260, diterjemahkan secara bebas).

Semoga berkat-berkat surga dicurahkan kepada Anda serta keluarga Anda, saudara-saudara sekalian. Semoga kita masing-masing senantiasa kedapatan setia dan beriman, para pria dan remaja putra yang penuh integritas serta benar-benar setia, saya berdoa dalam nama kudus Yesus Kristus, amin.