Ajaran-Ajaran Presiden
Bab 18: Tetaplah Berada di Wilayah Kekuasaan Tuhan


Bab 18

Tetaplah Berada di Wilayah Kekuasaan Tuhan

Tuhan telah memberikan kepada kita perintah-perintah supaya kita dapat melawan kejahatan dan menemukan kebahagiaan.

Dari Kehidupan George Albert Smith

Kakek George Albert Smith, George A. Smith melayani selama bertahun-tahun dalam Kuorum Dua Belas Rasul dan dalam Presidensi Utama sebagai penasihat bagi Brigham Young. George Albert Smith sering kali mengulangi nasihat kakeknya yang dahulu diberikan kepada keluarganya, “Ada garis demarkasi yang didefinisikan dengan jelas antara teritorial Tuhan dan teritorial iblis. Jika Anda akan tetap berada di wilayah kekuasaan Tuhan, Anda akan berada di bawah pengaruh-Nya dan tidak akan memiliki hasrat untuk melakukan kekeliruan; namun jika Anda menyeberang ke wilayah iblis dari garis itu bahkan satu sentimeter saja, Anda berada dalam kuasa si penggoda dan jika dia berhasil, Anda tidak akan dapat berpikir atau bahkan bernalar dengan tepat karena Anda telah kehilangan Roh Tuhan.”

George Albert Smith mengatakan bahwa dia menggunakan nasihat ini di sepanjang hidupnya untuk membimbing pilihan-pilihannya, “Ketika saya terkadang telah digoda untuk melakukan suatu hal tertentu, saya bertanya kepada diri saya sendiri, ‘Di wilayah kekuasaan mana saya berada?’ Jika saya memutuskan berada di wilayah yang aman, wilayah Tuhan, saya akan melakukan hal yang benar setiap saat. Sehingga ketika godaan datang, pikirkanlah dengan penuh doa tentang masalah Anda dan pengaruh Tuhan akan membantu Anda untuk memutuskan dengan bijak. Ada keamanan bagi kita, hanya di wilayah kekuasaan Tuhan.”1 [Lihat saran 1 di halaman 223].

Ajaran-Ajaran George Albert Smith

Tetap berada di wilayah kekuasaan Tuhan menuntut kepatuhan yang ketat pada perintah-perintah.

Semua keamanan, semua kebenaran, semua kebahagiaan berada di wilayah kekuasaan Tuhan. Jika Anda menaati perintah-perintah Allah dengan menghormati hari Sabat, Anda berada di wilayah kekuasaan Tuhan. Jika Anda melakukan doa tersembunyi Anda dan doa keluarga Anda, Anda berada di wilayah kekuasaan Tuhan. Jika Anda bersyukur atas makanan dan mengungkapkan rasa syukur itu kepada Allah, Anda berada di wilayah kekuasaan Tuhan. Jika Anda mengasihi sesama Anda seperti diri Anda sendiri, Anda berada di wilayah kekuasaan Tuhan. Jika Anda jujur dalam urusan dengan sesama Anda, Anda berada di wilayah kekuasaan Tuhan. Jika Anda menaati Firman Kebijaksanaan, Anda berada di wilayah kekuasaan Tuhan. Dan demikianlah saya bisa teruskan dengan Sepuluh Perintah dan perintah-perintah lainnya yang telah Allah berikan untuk bimbingan kita dan mengatakan lagi, semua yang memperkaya kehidupan kita dan menjadikan kita bahagia serta mempersiapkan diri kita untuk sukacita kekal berada di wilayah kekuasaan Tuhan. Menemukan kesalahan dengan hal-hal yang telah Allah berikan kepada kita untuk bimbingan kita bukanlah berada di wilayah kekuasaan Tuhan.2 [Lihat saran 2 di halaman 223].

[Tuhan telah berfirman]: “Aku tidak dapat memandang dosa dengan tingkat perkenanan yang paling kecil;” tidak dengan tingkat perkenanan yang paling kecil [A&P 1:31]. Mengapa? Karena Dia tahu bahwa jika kita mengambil bagian dalam dosa, kita kehilangan berkat yang akan kita nikmati jika kita tidak meninggalkan jalan yang menuntun pada berkat itu.3

Sekali-kali kita mendengar seseorang berkata, “Ah, saya tidak akan begitu rewel. Tuhan tidak akan terlalu keras terhadap kita jika kita melakukan sebagian perintah-Nya.” Orang yang mengatakan hal itu sudah berada di wilayah kekuasaan iblis, dan Anda tidak usah mendengarkannya karena jika Anda mendengarkan, Anda bisa tersesat. Tak seorang pun yang berbicara seperti itu memiliki Roh Tuhan. Tuhan sendiri telah berfirman bahwa kita harus menaati perintah-perintah-Nya, “Ada suatu hukum, dengan tak terbatalkan ditetapkan di surga sebelum pelandasan dunia ini, yang di atasnya segala berkat dilandaskan” (A&P 130:20). Injil Yesus Kristus adalah untuk mengajarkan kepada kita bagaimana memperoleh berkat itu.4

Bapa kita di Surga yang penuh kasih memberi kita perintah-perintah untuk membantu kita menemukan kebahagiaan.

Tuhan, dalam kebaikan hati-Nya, dengan melihat sikap anak-anak-Nya, dan dengan mengetahui bahwa mereka akan memerlukan bimbingan, memberikan kepada kita Sepuluh Perintah, dan perintah-perintah lainnya yang telah diberikan dari waktu ke waktu, untuk membantu kita menemukan kebahagiaan. Anda mengamati orang-orang yang lari kian kemari, mencari kebahagiaan namun tidak menemukannya. Jika mereka hanya akan berhenti cukup lama untuk menerima anjuran Tuhan kebahagiaan akan mengikuti, namun mereka akan menemukannya bukan dengan cara lain.5

Semasa kanak-kanak saya mengenal, atau berpikir demikian, bahwa perintah-perintah Tuhan adalah hukum dan aturan-Nya untuk bimbingan saya. Saya pikir saya mengenal dalam ketidakpatuhan pada hukum-hukum itu maka hukuman akan mengikuti, dan sebagai seorang anak saya menyangka saya bisa merasakan bahwa Tuhan telah merencanakan urusan dan menetapkan masalah dengan cara sedemikian dalam kehidupan ini agar saya harus mematuhi hukum tertentu atau hukuman yang setimpal akan segera mengikuti. Namun sewaktu saya tumbuh dewasa saya telah menelaah pelajaran dari sudut pandang lain, dan sekarang bagi saya hukum-hukum Tuhan, demikian disebut, nasihat-nasihat yang termuat dalam Tulisan Suci yang Kudus, wahyu-wahyu dari Tuhan bagi kita pada zaman dan masa dunia ini, tidak lebih dari musik yang manis dari suara Bapa kita di surga dalam belas kasihan-Nya kepada kita. Itu tidak lebih dari anjuran dan nasihat dari orang tua yang penuh kasih, yang lebih peduli dengan kesejahteraan kita daripada orang tua duniawi dapat menjadi, dan sebagai akibatnya apa yang pada suatu waktu tampaknya menyandang nama hukum yang keras bagi saya sekarang merupakan anjuran yang penuh kasih dan lembut dari seorang Bapa Surgawi yang mahabijak. Dan demikianlah saya mengatakan tidaklah sulit bagi saya untuk percaya bahwa adalah yang terbaik bagi saya untuk menaati perintah-perintah Allah.6

Semua kebahagiaan yang telah datang kepada saya dan keluarga saya adalah akibat dari usaha untuk menaati perintah-perintah Allah dan dari hidup secara layak untuk berkat-berkat yang telah Dia janjikan kepada mereka yang menghormati-Nya dan menaati perintah-perintah-Nya.7

Jika kita akan mengikuti anjuran dan nasihat yang telah Tuhan berikan, jalan kita akan menjadi jalan kebahagiaan. Itu akan menjadi jalan, barangkali yang tidak selalu mudah dan nyaman, namun pada akhirnya itu akan berakhir di hadirat Bapa Surgawi kita, dan kemuliaan, kebakaan serta kehidupan kekal akan menjadi bagian kita.8 [Lihat saran 3 dihalaman 223].

Musuh berusaha untuk menyesatkan kita dengan penipuan dan keculasannya.

Ada dua pengaruh di dunia dewasa ini dan telah ada sejak awal. Yang satu adalah pengaruh konstruktif, yang memancarkan kebahagiaan dan membangun karakter. Pengaruh lainnya adalah yang menghancurkan, mengubah manusia menjadi makhluk jahat, meruntuhkan dan menjadikan putus asa. Kita semua rentan terhadap keduanya. Yang satu datang dari Bapa Surgawi kita dan yang lain datang dari sumber kejahatan yang telah ada di dunia sejak awal yang berupaya untuk mendatangkan kehancuran keluarga manusia.9

Kita semua akan digoda; tak seorang pun bebas dari godaan. Musuh akan menggunakan setiap sarana yang mungkin untuk menipu kita; dia mencoba melakukan itu terhadap Juruselamat dunia tanpa hasil. Dia telah mencobanya kepada banyak orang yang memiliki wewenang ilahi, dan terkadang dia menemukan titik lemah pribadi dan individu itu kehilangan apa yang mungkin telah menjadi berkat yang besar jika dia tetap setia.10

Seseorang pernah mengatakan kepada saya—atau mengucapkan di suatu tempat di mana terjadi secara kebetulan—“Mengapa, orang-orang di sini tampaknya berpikir bahwa saya penuh dengan iblis, namun saya tidak.” Dan saya berkata kepadanya, “Saudaraku, apakah Anda pernah mengetahui seseorang yang penuh dengan iblis dan mengenalinya?” Itu adalah salah satu trik iblis: Menguasai Anda dan mencegah Anda untuk mengenalinya. Dan itu adalah salah satu kesulitan kita.11

Nabi Nefi, ratusan tahun yang lalu, melihat apa yang akan terjadi, bahwa orang-orang akan berselisih pendapat satu sama lain dan menolak kuasa Roh Kudus serta Yang Kudus dari Israel, dan akan mengajarkan ajaran perintah-perintah manusia. Pengaruhnya ada di dunia dewasa ini dengan berusaha untuk membuat orang-orang percaya bahwa melalui kecerdasan mereka sendiri dan melalui kekuatan mereka sendiri, mereka dapat memperoleh kehidupan kekal. Biarkanlah saya … membaca dari Nefi:

“Dan juga akan ada banyak orang yang akan berkata, Makanlah, minumlah dan bersukarialah, walaupun demikian, takutlah kepada Allah, Dia akan membenarkan untuk berbuat sedikit dosa.”

Saya ingin Anda memerhatikan itu, “Dia akan membenarkan untuk berbuat sedikit dosa.” Musuh yang licik mengetahui bahwa jika dia hanya bisa mendapatkan seorang pria atau wanita untuk melakukan sedikit kekeliruan, sejauh itulah mereka telah pergi ke dalam teritorialnya, sejauh itulah mereka berada dalam kuasanya.

“Walaupun demikian, takutlah kepada Allah, Dia akan membenarkan untuk berbuat sedikit dosa, ya, berdustalah sedikit, ambillah keuntungan dari seseorang karena perkataannya, galilah lubang galian bagi sesamamu; tidak ada bahayanya dalam hal ini. Dan lakukanlah segala sesuatu ini, karena besok kita akan mati; dan jika demikian halnya bahwa kita bersalah, Allah akan memukul kita dengan beberapa lecutan, dan pada akhirnya kita akan diselamatkan di dalam kerajaan Allah” [2 Nefi 28:8].

Bukankah ini tepat apa yang iblis katakan kepada anak-anak manusia hari ini segamblang seperti yang tertulis di sini? Ya, berbuatlah sedikit dosa, itu tidak akan ada bahayanya apa pun, berdustalah sedikit, itu tidak akan ada kerugian khusus, Tuhan akan mengampuni itu dan Anda hanya akan dipukul dengan beberapa lecutan dan pada akhirnya Anda akan diselamatkan di dalam kerajaan Allah. Itulah yang dia katakan kepada pria atau wanita yang telah diajarkan Firman Kebijaksanaan ketika dia berkata, ya, minumlah sedikit teh, itu tidak akan menyakiti Anda; gunakan sedikit tembakau, itu tidak akan membuat perbedaan apa pun; sedikit minuman keras tidak akan ada bahayanya apa pun. Ini adalah hal-hal yang kecil; dia selalu melakukannya sedikit pada suatu waktu, tidak semua sekaligus. Itulah yang saya inginkan untuk kita ingat .… Bisikan-bisikan berbahaya yang sepele inilah yang mengkhianati umat manusia dan yang menempatkan kita dalam kuasa iblis .…

Dan Nefi mengatakan lebih lanjut:

“Dan yang lain akanlah dia tenangkan dan tidurkan mereka ke dalam keamanan badani, sehingga mereka akan berkata: Segalanya baik di Sion; ya Sion makmur, segalanya baik; dan demikianlah iblis mengakali jiwa mereka.”

Sekarang, saya ingin Anda memerhatikan itu, “Dan demikianlah iblis mengakali jiwa mereka, dan menuntun mereka pergi dengan hati-hati turun ke neraka” [2 Nefi 28:21]. Dan itulah cara dia melakukan itu, itulah tepatnya cara dia melakukan itu. Dia tidak datang dan menangkap Anda secara jasmani serta membawa Anda ke dalam teritorialnya, namun dia berbisik, “Lakukan sedikit kejahatan ini,” dan ketika dia berhasil dalam hal itu, sedikit kejahatan yang lain dan yang lainnya, dan, menggunakan ungkapan yang dikutip, “Dia mengakali jiwa mereka.” Itulah yang dia lakukan. Dia membuat Anda percaya bahwa Anda memperoleh sesuatu ketika Anda kehilangan. Demikianlah setiap kali kita gagal mematuhi hukum Allah atau menaati perintah, kita sedang diakali, karena tidak ada keuntungan di dunia ini atau di dunia yang akan datang kecuali melalui kepatuhan pada hukum Bapa Surgawi kita.

… Saran yang khas itu, “Dan dia menuntun mereka pergi dengan hati-hati turun ke neraka” adalah penting, itu adalah metodenya. Para pria dan wanita di dunia dewasa ini tunduk pada pengaruh itu, dan mereka sedang ditarik ke sana kemari, dan bisikan itu berlangsung terus dan mereka tidak memahami apa yang Tuhan hasratkan untuk mereka lakukan, namun mereka terus berada di wilayah yang jahat, tunduk pada kuasanya di mana Roh Tuhan tidak akan hadir.

Dia lebih lanjut berkata: …

“Dan lihatlah, yang lain dia rayu-rayu, dan memberi tahu mereka tidak ada neraka; dan dia berkata kepada mereka, Aku bukan iblis, karena tidak ada iblis; dan demikianlah dia berbisik di telinga mereka, sampai dia mencengkeram mereka dengan rantainya yang menyeramkan, dari mana tidak ada pembebasan” [2 Nefi 28:22].

Sekarang, saudara-saudara sekalian, itulah kondisi dunia dewasa ini. Nefi tidak dapat menyatakannya lebih gamblang jika dia berada di sini di dunia sekarang. Dan musuh sedang bekerja, dan karena Bapa Surgawi kita berhasrat untuk melindungi anak-anak-Nya dari kejahatan ajaran dan kepercayaan itu, Dia mengutus Nabi muda, Joseph Smith, ke dunia, yang memberikan kewenangan kepadanya dengan wewenang ilahi, mengorganisasi Gereja-Nya, dan mulai kembali mengajarkan kebenaran kepada anak-anak manusia, agar mereka boleh dituntun dari kekhilafan jalan mereka.12

Kita harus belajar untuk mengatasi nafsu kita, kecenderungan jahat kita. Kita harus belajar untuk melawan godaan. Itulah alasan mengapa kita berada di sini, dan supaya kita boleh lebih sempurna melakukan hal itu, Injil telah dipulihkan ke bumi, dan kita telah dijadikan pengambil bagian darinya, dan kita memiliki kekuatan yang datang kepada kita sebagai akibat dari kuasa Roh Kudus. Kita tidak hanya memiliki ketahanan sebagai manusia biasa, dengan batasan yang individu itu miliki yang tidak punya pengetahuan mengenai kebenaran—kita memiliki ketahanan yang setara dengannya, dan disamping ketahanan yang datang dari mengetahui kebenaran dan mengetahui tujuan keberadaan kita.13 [Lihat saran 4 di halaman 223–224].

Kita dapat melawan kejahatan dengan memilih untuk menundukkan diri kita sendiri pada pengaruh Tuhan.

Saya ingat bertahun-tahun yang lalu seorang pria yang baik yang pada waktu itu adalah ketua dewan pengurus dari Universalist Church of America (Gereja Penganut Universalitas Amerika). Dia datang ke sini mengunjungi [Salt Lake City] dan menghadiri dua kali sesi Sekolah Minggu kami. Di salah satu kelas [anak-anak] dia menjadi sangat berminat. Pada akhirnya, ketika [kelas] hampir ditutup, pengawas berkata, “Tidakkah Anda ingin memberikan beberapa patah kata kepada anggota [kelas]?” …. Dia berkata, “Saya ingin memberikan beberapa patah kata.” Dia berkata, “Jika saja saya dapat tinggal dalam suasana yang saya temukan di kelas … kecil ini di Sekolah Minggu pagi ini, saya tak pelak akan menjadi orang yang baik” [lihat saran 5 di halaman 224].

Saya telah memikirkan mengenai hal itu berkali-kali. Kita memilih dengan saksama udara yang kita hirup, agar kita boleh hidup sehat. Namun terkadang, dalam kesembronoan kita, kita menempatkan diri kita sendiri menjadi tunduk pada pengaruh amoral yang menghancurkan ketahanan kita terhadap kejahatan, dan kita dituntun untuk melakukan hal-hal yang seharusnya tidak kita lakukan dan tidak akan kita lakukan jika di bawah pengaruh Tuhan. Jika kita hanya ingin menjadi rendah hati, jika kita hanya ingin penuh doa, jika kita hanya ingin hidup dengan sedemikian rupa sehingga setiap jam dari kehidupan kita, kita dapat dengan penuh kebenaran mengatakan, “Bapa di surga, saya bersedia dan bersemangat untuk melakukan apa yang Engkau ingin saya lakukan,” kehidupan kita setiap hari akan diperkaya sewaktu kita pergi melewati pengalaman di bumi ini.14

Kita memilih ke mana kita akan berada. Allah telah memberi kita hak pilihan kita. Dia tidak akan mengambilnya dari kita, dan jika saya melakukan apa yang keliru dan masuk ke dalam teritorial iblis, saya melakukannya karena saya memiliki keinginan dan kekuatan untuk melakukannya. Saya tidak dapat menyalahkan orang lain, dan jika saya memutuskan untuk menaati perintah-perintah Allah dan hidup sebagaimana seharusnya saya hidup dan tetap berada di wilayah kekuasaan Tuhan, saya melakukannya karena saya seharusnya melakukannya, dan saya akan menerima berkat saya untuk itu. Itu bukan merupakan akibat dari apa yang orang lain mungkin lakukan.15

Betapa seharusnya kita berhati-hati sebagai Orang Suci Zaman Akhir menjalani kehidupan kita setiap hari agar kita boleh dipengaruhi oleh kuasa Tuhan, dan agar kita dapat berpaling dari hal-hal yang memiliki kecenderungan untuk mematahkan kekuatan kita dalam memperoleh kerajaan selestial.16

Pastikanlah agar kaki Anda tertanam di atas batu karang. Pastikanlah agar Anda memahami hasrat Tuhan bagi Anda, dan, dengan mengetahui hasrat itu, pastikanlah agar Anda menaati hukum dan perintah-Nya. Pastikanlah agar kemurnian kehidupan Anda akan memberi Anda hak untuk kerekanan dengan Roh Kudus, karena jika Anda murni dan bajik serta lurus, yang jahat tidak akan memiliki kuasa untuk menghancurkan Anda.17

Saya berdoa agar kita menguji diri kita sendiri dan menemukan pada wilayah kekuasaan mana kita berada; dan jika kita pada wilayah Tuhan, tetaplah di sana, karena itu berarti kebahagiaan kekal dalam kerekanan dengan para pria dan wanita terbaik yang pernah hidup di bumi.

Jika kita telah tergelincir di jalan mana pun, jika kita telah menjadi sembrono; jika kita telah mendengarkan si penggoda dan pergi menyeberang ke garis itu untuk mengambil bagian dari hal-hal yang dunia pikir begitu dihasratkan dan Tuhan telah berfirman tidak baik bagi kita, marilah kita secepat mungkin kembali pada wilayah lainnya, mohon kepada Tuhan untuk mengampuni kita atas kebodohan kita, dan kemudian dengan bantuan-Nya terus menjalani kehidupan yang berarti kebahagiaan kekal.18

Saran untuk Penelaahan dan Pengajaran

Pertimbangkanlah gagasan-gagasan ini sewaktu Anda menelaah bab ini atau sewaktu Anda mempersiapkan diri untuk mengajar. Untuk bantuan tambahan, lihat halaman v–viii.

  1. Bacalah “Dari Kehidupan George Albert Smith” (halaman 213) dan Moroni 7:10–19. Bagaimana Anda mengetahui ketika Anda “berada di wilayah kekuasaan Tuhan”? Apakah yang dapat kita lakukan untuk saling membantu tetap berada di wilayah kekuasaan Tuhan?

  2. Dalam alinea pertama pada halaman 215, Presiden Smith menyebutkan beberapa perintah yang hendaknya kita patuhi untuk tetap berada di wilayah kekuasaan Tuhan. Apakah standar-standar lain yang telah Tuhan berikan kepada kita untuk membantu kita tetap berada di wilayah kekuasaan-Nya?

  3. Sewaktu Anda membaca bagian yang dimulai pada halaman 216, pertimbangkanlah bagaimana Anda mungkin menggunakan ajaran-ajaran Presiden Smith untuk membantu seseorang yang merasa bahwa perintah-perintah terlalu mengekang.

  4. Sewaktu Anda mengulas halaman 217–221, carilah taktik Setan yang Presiden Smith uraikan, dan pikirkanlah tentang waktu ketika Anda telah melihat bukti dari taktik ini. Bagaimana kita dapat membantu anak-anak muda mengenali dan mengatasinya? Bagaimana “mengetahui tujuan keberadaan kita” (halaman 220) membantu kita melawan godaan?

  5. Pikirkanlah tentang bagaimana cerita di halaman 221–222 berlaku pada diri Anda. Beberapa tempat atau keadaan yang bagaimanakah dimana Anda merasa tidak memiliki hasrat untuk melakukan kejahatan? Apa yang dapat kita lakukan untuk menciptakan suasana seperti itu dalam rumah kita, di tempat kerja kita, dalam komunitas kita, dan dalam kehidupan pribadi kita?

Tulisan Suci Terkait: Matius 4:1–11 (termasuk cuplikan dari Terjemahan Joseph Smith pada catatan kaki); Yakobus 4:7; 1 Yohanes 5:3–4; Alma 13:27–28; Helaman 5:12; Ajaran dan Perjanjian 82:8–10

Bantuan pengajaran: “Pertanyaan yang ditulis di papan tulis sebelum kelas akan membantu murid mulai berpikir tentang topik-topik bahkan sebelum pelajaran dimulai” (Mengajar, Tiada Pemanggilan yang Lebih Mulia, 93).

Catatan

  1. “A Faith Founded upon Truth,” Deseret News, 17 Juni 1944, Church section, 9.

  2. Dalam Conference Report, Oktober 1945, 118.

  3. Sharing the Gospel with Others, diseleksi oleh Preston Nibley (1948), 198; ceramah diberikan pada 4 November 1945, di Washington, D.C.

  4. “Seek Ye First the Kingdom of God,” Improvement Era, Oktober 1947, 690.

  5. Dalam Conference Report, April 1941, 25.

  6. Dalam Conference Report, Oktober 1911, 43–44.

  7. Dalam Conference Report, April 1949, 87.

  8. Dalam Conference Report, April 1937, 36.

  9. “A Faith Founded upon Truth,” 9.

  10. Dalam Conference Report, Oktober 1945, 117.

  11. Dalam Conference Report, April 1948, 179.

  12. Dalam Conference Report, April 1918, 39–41.

  13. Dalam Conference Report, Oktober 1926, 102.

  14. Dalam Conference Report, Oktober 1929, 23.

  15. Dalam Conference Report, Oktober 1932, 27.

  16. Dalam Conference Report, Oktober 1926, 103.

  17. Dalam Conference Report, Oktober 1906, 48.

  18. “Seek Ye First the Kingdom of God,” 691.

“Jika kita akan mengikuti anjuran dan nasihat yang telah Tuhan berikan, jalan kita akan menjadi satu untuk kebahagiaan.”

“Wahyu-wahyu dari Tuhan bagi kita pada zaman dan masa dunia ini, tidak lebih dari musik yang manis dari suara Bapa kita di surga dalam belas kasihan-Nya kepada kita.”

“Betapa seharusnya kita berhati-hati sebagai Orang Suci Zaman Akhir menjalani kehidupan kita setiap hari agar kita boleh dipengaruhi oleh kuasa Tuhan.”