Ajaran-Ajaran Presiden
Bab 6: Mendukung Mereka yang Didukung Tuhan


Bab 6

Mendukung Mereka yang Didukung Tuhan

Para pemimpin kita dipilih oleh Tuhan, dan Dia mengharapkan kita untuk mendukung mereka dalam perkataan dan tindakan.

Dari kehidupan George Albert Smith

George Albert Smith didukung sebagai Presiden Gereja dalam konferensi umum pada Oktober 1945. Menjelang akhir konferensi, Presiden Smith mengungkapkan rasa syukur atas pemungutan suara dukungan dari para Orang Suci, “Saya berterima kasih kepada Anda atas kepercayaan yang telah dinyatakan, saudara-saudara sekalian, dengan mengharapkan agar saya boleh berhasil, dan menjanjikan sebagaimana yang ditunjukkan sebagian dari Anda, bahwa Anda akan membantu saya untuk berhasil, karena saya hanyalah seorang manusia, salah seorang dari yang paling rendah di antara Anda, namun saya telah dipanggil pada pelayanan ini—dan saya tidak ingin berada di sini jika saya tidak tahu saya telah dipanggil—oleh wewenang dari Bapa Surgawi kita.”

Dia kemudian menambahkan permintaan ini, “Saya akan memerlukan bantuan dari setiap pria dan setiap wanita serta setiap anak, bukan untuk berkat saya, namun untuk berkat Anda, dan untuk berkat anak-anak manusia di mana pun mereka mungkin berada. Itu bukanlah tanggung jawab saya, itu adalah tanggung jawab kita.”1

Sebagaimana ajaran-ajaran dalam bab ini menunjukkan, George Albert Smith memahami beban berat yang dipikul oleh Presidensi Utama, bahkan sebelum dia menjadi Presiden Gereja. Dia mengajari para Orang Suci bahwa loyalitas serta kesetiaan mereka dapat membantu meringankan beban itu, dan dia memberikan contoh asas ini selama pelayanannya dalam Kuorum Dua Belas Rasul.

Pada 1946, saat memimpin sebuah sesi dalam konferensi umum, Presiden Smith memperkenalkan para pejabat Gereja yang baru didukung dengan menjelaskan bahwa itu adalah lebih dari sekadar tindakan pasif, “Kita sekarang memiliki satu tata tertib urusan yang menjadi kebiasaan dalam Konferensi-Konferensi ini; yaitu, presentasi Pejabat Gereja untuk didukung oleh pemungutan suara umat. Saya harap bahwa Anda akan menyadari, semua dari Anda, bahwa ini adalah hak istimewa yang sakral .… Itu tidak akan menjadi sekadar simbol namun itu akan menjadi indikasi bahwa, dengan bantuan Tuhan, Anda akan mengambil bagian Anda dari pekerjaan ini.”2 [Lihat saran 1 di halaman 72–73].

Ajaran-Ajaran George Albert Smith

Mereka yang mengetuai Gereja dipersiapkan, dipilih, dan diilhami oleh Tuhan.

Gereja yang hebat ini telah diketuai oleh para pria yang telah secara khusus dipersiapkan, secara khusus diajar, secara khusus diperlengkapi untuk kehormatan tinggi itu yang telah dianugerahkan kepada masing-masing sewaktu dia telah mengambil tempatnya. Bapa Surgawi kita dalam kebijaksanaan-Nya telah mengelilingi para pemimpin Israel ini dengan orang-orang lain yang seperti mereka sendiri memiliki iman dan yang tidak membungkukkan diri kepada individu karena kepribadian atau individualitasnya sebagai presiden Gereja, namun yang mengakui dia sebagai juru bicara Bapa Surgawi kita dan mendukungnya dan menyokongnya dan berdoa baginya, serta mengasihinya, supaya mereka, juga, boleh menerima berkat-berkat dari Bapa Surgawi kita.

Tidak ada organisasi lain seperti ini di dunia. Tidak ada umat lain [yang] dipimpin seperti umat ini dipimpin. Adalah benar dikatakan bahwa mereka yang mengetuai adalah para pria yang saleh. Melalui merekalah Bapa Surgawi kita akan melaksanakan pekerjaan-Nya. Melalui merekalah Injil harus diajarkan .… Pria yang mengetuai kita hari ini tidak mengetuai karena kemampuan alamiahnya sendiri. Dia tidak mengetuai karena dia adalah putra dari beberapa raja besar, namun dia berada dalam jabatan yang didudukinya karena Bapa kita di surga mengenal integritas jiwanya. Dengan menyadari kebulatan tekad yang dia miliki untuk membawa pesan ini ke segala bangsa di bumi, Dia mempersiapkan dirinya untuk pemanggilan tinggi yang telah dianugerahkan ke atas dirinya. Dia mengetuai sebagai wakil Bapa Surgawi kita.3

Saya telah berpikir hari ini mengenai para pria yang rendah hati namun hebat ini yang telah memimpin Gereja ini dari organisasinya .… Saya telah kenal dengan [banyak dari] Presiden [Gereja ini] dan percaya bahwa mereka semuanya adalah orangnya Allah. Tidaklah dapat digambarkan bahwa Bapa Surgawi kita akan memilih dari kelompok orang lain mana pun untuk mengetuai Gereja-Nya.4

Apakah yang terjadi ketika [Joseph Smith] meninggal? …. [Para Orang Suci] tidak mengadakan sebuah pertemuan, memilih seorang ketua dan mengambil seorang pemimpin baru. Pemimpin itu telah dipilih oleh Tuhan. Dia adalah anggota senior dari Kuorum Dua Belas, Brigham Young .… Gereja sebagai sebuah badan dalam segala sesinya mendukung dia sebagai Presiden. Ketika dia meninggal, para penasihatnya tidak mengatakan bahwa mereka Presiden, namun Kuorum Dua Belas yang mengetuai untuk suatu masa yang lama, dan kemudian anggota senior mereka didukung sebagai Presiden Gereja. Tata tertib yang sempurna berlaku ….

Saya telah menelusuri beberapa hal ini supaya tidak boleh ada kesalahan. Joseph Smith tidak memilih dirinya sendiri untuk menjadi Presiden Gereja. Tidak juga siapa pun yang mengikutinya .… Penetapan datang dari Bapa Surgawi kita melalui ilham-Nya, dan para pria menerima segala kuasa yang datang dengan suatu penetapan.5

Betapa bersyukurnya kita seharusnya mengetahui bahwa pekerjaan ini bukanlah pekerjaan manusia, namun ini adalah pekerjaan Tuhan; bahwa Gereja ini, yang menyandang nama Yesus Kristus, diarahkan oleh-Nya, dan Dia tidak akan mengizinkan seseorang atau kelompok orang mana pun menghancurkannya. Dia tidak akan mengizinkan para pria yang mengetuai Gereja-Nya menuntun umat ini menuju kekhilafan, namun Dia akan mendukung mereka dengan kuasa-Nya yang mahakuasa. Dia akan mengembangkan mereka pada mata para pria dan wanita yang baik dan hebat. Dia akan memberkati pelayanan mereka dan itu akan dipenuhi dengan keberhasilan. Mereka yang menentang dan mencari-cari kesalahan tidak akan menemukan sukacita dengan pertentangan mereka. Mereka yang mengkritik dan berupaya untuk menghancurkan pengaruh para pemimpin Gereja akan menderita akibat dari perbuatan keliru mereka.6

Ada kebutuhan bagi kita untuk memiliki rasa terima kasih dalam hati kita bahwa kita dipimpin oleh para pria kudus yang diilhami oleh Bapa kita di surga untuk mengajar kepada kita hari demi hari.7 [Lihat saran 2 di halaman 73].

Melalui para hamba-Nya, Tuhan mengajarkan kepada kita jalan menuju kebahagiaan dan keselamatan.

Sejak masa Bapa Adam sampai saat ini Tuhan telah memperingatkan orang-orang melalui para hamba-Nya. Dia telah mengilhami mereka untuk kehidupan yang lebih baik ketika mereka mendengarkan-Nya, dan dari masa ke masa, sewaktu anak-anak-Nya memerlukannya, Dia telah mengutus para pria kudus ke dunia, untuk memberikan petunjuk yang mengarah pada kebahagiaan, telah mengilhami mereka untuk mengajarkan kebenaran mulia yang memuliakan dan memperkaya umat manusia.8

Saya tidak tahu apa pun yang sangat penting terjadi di dunia dimana Tuhan melalui para nabinya tidak pernah menganjurkan kepada orang-orang sebelumnya, supaya mereka tidak ditinggalkan dalam ketidaktahuan mengenai apa yang harus dikembangkan, namun dapat merencanakan kehidupan mereka, jika mereka ingin, untuk keuntungan mereka ….

Kasus Nuh adalah contohnya. Dia diperintahkan oleh Tuhan untuk membangun sebuah bahtera yang di dalamnya orang-orang saleh boleh dilindungi dari air bah yang akan datang. Nuh membangun bahtera dan mengkhotbahkan pertobatan kepada generasinya selama kurun waktu seratus dua puluh tahun, sedemikian sepenuhnya memperingatkan mereka. Meskipun demikian, orang-orang begitu jahat sehingga mereka gagal mengindahkan peringatan itu. Dengan hak pilihan mereka, mereka memilih kejahatan daripada kebenaran. Hujan turun, dan air bah datang, dan hanya Nuh serta keluarganya yang terdiri atas delapan jiwa yang diselamatkan. Semua orang sepenuhnya telah diperingatkan, namun karena kesengajaan mereka dan penolakan mereka untuk bertobat mereka tenggelam [lihat Musa 8:13–30].9

Tuhan ingin kita bahagia. Itulah sebabnya Dia memberi kita Injil Yesus Kristus. Itulah mengapa Dia menganugerahkan imamat ke atas diri kita. Dia menginginkan kita memiliki sukacita. Itulah mengapa Dia mengorganisasi gereja ini dan menetapkan berbagai jabatan, dan semua hal ini dilakukan dalam ketertiban .… Jika Anda mau mengikuti kepemimpinan dari Tuhan, dan mereka yang didukung Tuhan, Anda tidak akan jatuh ke dalam kegelapan, kehilangan terang, melanggar hukum-hukum Allah, dan kehilangan hak-hak istimewa yang dengan begitu bersemangat Dia inginkan agar kita semua hendaknya nikmati.10

Hanya ada satu jalan keselamatan bagi saya pada zaman ini dan itu adalah mengikuti mereka yang telah ditetapkan Tuhan untuk memimpin. Saya boleh memiliki gagasan dan pendapat saya sendiri, saya boleh menentukan penilaian saya sendiri dengan rujukan pada sesuatu, namun saya tahu ketika penilaian saya bertentangan dengan ajaran-ajaran dari mereka yang telah diberikan Tuhan kepada kita untuk mengarahkan jalan, saya akan mengubah jalan saya. Jika saya menghasratkan keselamatan saya akan mengikuti para pemimpin yang telah diberikan Bapa Surgawi kita kepada kita, selama Dia mendukung mereka.11 [Lihat saran 3 di halaman 73].

Mereka yang rendah hati dan setia mendukung dan membela para hamba Tuhan.

Saya telah mengenal ribuan anggota Gereja yang hebat ini, pria dan wanita dari banyak bangsa yang dalam kerendahan hati dan kesetiaan telah menerima Injil untuk menjadi teridentifikasi dengan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir .… [Mereka] telah berdoa dan mendukung para pemimpin mereka … , dan selama pengalaman saya dalam Gereja belum pernah saya mengenal satu orang pun yang telah menaati perintah-perintah Tuhan yang menaikkan suaranya menentang mereka yang dipanggil untuk mengetuai Gereja ini. Itu benar-benar luar biasa ….

Salah satu kesaksian yang paling hebat bagi saya mengenai keilahian pekerjaan ini adalah bahwa sekelompok besar orang … memiliki kesempatan dalam Konferensi Pasak … untuk mengungkapkan diri mereka dengan memberikan suara apakah mendukung atau menolak untuk mendukung mereka yang mengetuai mereka (setiap orang menjalankan hak pilihan bebas) melanjutkan untuk menyokong para pemimpin mereka. Pastilah Roh Tuhan mendorong orang-orang yang setia dan rendah hati untuk mendukung para hamba-Nya yang terpilih.12

Ketika Musa memimpin Israel dari Mesir melalui padang belantara dan masuk ke tanah terjanjikan, Amalek menyerang Israel di Rafidim. Musa mengarahkan Yosua agar memilih para pejuang untuk melindungi Israel. Musa, Harun, dan Hur pergi ke puncak sebuah bukit memandang ke medan pertempuran. Saat Musa memegang tongkat Allah di atas kepalanya, Israel berjaya, namun ketika dia membiarkan tangannya turun karena lemas, Amalek berjaya. Sebuah kursi batu disediakan dan Harun serta Hur menegakkan tangannya supaya berkat-berkat Allah dapat mengalir kepada Israel sehingga para pejuang mereka boleh berjaya dan pertempuran dimenangi. Kuasa Allah berada pada diri Musa dan tetap bersamanya sampai dia telah menyelesaikan pekerjaannya [lihat Keluaran 17:8–13]. Ketika dia memiliki dukungan dari orang-orang mereka juga diberkati, dan begitu juga telah terjadi dengan setiap hamba Tuhan yang telah mengetuai Israel ….

… Selama [Presiden] yang mengetuai Gereja ini, bukanlah masalah berapa tahun itu akan menjadi, Bapa Surgawi kita akan memberi dia kekuatan, kuasa, kebijaksanaan, pertimbangan, dan ilham untuk berceramah kepada Israel sewaktu mereka perlu untuk diceramahi. Kita, dalam mengikuti kepemimpinannya, haruslah seperti Harun dan Hur pada zaman dahulu; kita harus menyokong tangannya, agar melalui dia Tuhan akan membiarkan berkat-berkat surga turun ke atas diri kita dan umat ini.13

Saya tahu bahwa para pria ini [Pembesar Umum] adalah hamba Tuhan, dan saya tahu mereka sedang berupaya untuk memberkati umat manusia. Saya berharap bahwa tak seorang pun dari Anda … akan gagal mendukung mereka, bukan hanya melalui iman dan doa-doa Anda namun jika mereka disalahpersepsikan dan sikap mereka disalahpersepsikan, agar Anda mungkin bersedia dan bersemangat untuk membela mereka, jika perlu, karena masanya akan tiba ketika mereka akan memerlukan pembelaan Anda. Musuh belum melupakan mereka, dan salah satu bukti bagi saya mengenai keilahian pemanggilan dari para pria ini adalah bahwa orang-orang jahat membicarakan yang jahat mengenai mereka, dan para pria yang baik serta wanita yang baik membicarakan yang baik mengenai mereka.14 [Lihat saran 4 di halaman 73].

Ketika kita mengkritik para pemimpin kita atau mengabaikan nasihat-nasihat mereka, kita memperkenankan musuh untuk menyesatkan kita.

Ada orang-orang di antara kita … yang telah dibutakan oleh filosofi dan kebodohan manusia. Ada orang-orang yang menolak anjuran dan nasihat dari orang yang telah ditempatkan Allah sebagai kepala Gereja ini ….

Orang-orang yang tidak memiliki banyak informasi dengan tiba-tiba datang bersama dengan suatu gagasan cemerlang, dan mereka menyarankan “inilah jalannya” atau “itulah jalannya,” dan walaupun itu bertentangan dengan nasihat Tuhan sebagian orang dibujuk untuk mencobanya. Tuhan telah memberikan nasihat yang aman dan menetapkan Presiden Gereja-Nya untuk menafsirkan nasihat itu. Jika kita mengabaikan apa yang dianjurkannya, sebagai Presiden Gereja, kita mungkin menemukan bahwa kita telah membuat kesalahan yang serius.15

Presidensi Gereja … adalah wakil Bapa Surgawi kita, bukan hanya bagi umat ini, namun mereka mewakili-Nya bagi semua orang di dunia. Kita akan melakukan dengan baik jika kita mau memuliakan dan menghormati para pria ini yang telah ditempatkan-Nya sebagai kepala kita. Mereka adalah pria dengan kelemahan manusia, mereka akan membuat kesalahan, namun jika kita mau berkasih amal pada kesalahan yang mereka buat sebagaimana pada kegagalan dan kesalahan kita sendiri, kita akan melihat kebajikan mereka sebagaimana kita melihat kebajikan kita sendiri.

Saya berdiri di sini memohon kepada Anda, saudara-saudara sekalian, untuk tidak membiarkan kata-kata kritikan dan kata-kata kasar keluar dari bibir Anda tentang mereka yang telah dipanggil Tuhan untuk memimpin kita. Janganlah didapati bersahabat dengan orang-orang yang meremehkan mereka atau melemahkan pengaruh mereka di antara anak-anak manusia. Jika Anda lakukan, saya dapat mengatakan kepada Anda bahwa Anda akan mendapati diri Anda dalam kuasa musuh. Anda akan terpengaruh olehnya untuk pergi sejauh mungkin dari jalan kebenaran, dan jika Anda tidak bertobat Anda mungkin mendapati sudah sangat terlambat sehingga Anda telah kehilangan “mutiara yang sangat berharga.” Karena sifat mementingkan diri Anda dan kebutaan Anda, Anda telah disesatkan, dan orang-orang yang Anda kasihi … akan berdukacita di sisi lain tabir karena kelemahan Anda dan kebodohan Anda.16 [Lihat saran 5 di halaman 73].

Musuh tidak tertidur. Dia sedang menipu banyak orang dan menuntun mereka untuk berbuat dosa .… Ada sebagian yang sedang mengajarkan ajaran palsu; dan sebagian yang sedang berupaya membujuk pria dan wanita untuk melanggar perintah-perintah Bapa Surgawi kita .… Jika para anggota Gereja ini yang menemukan kesalahan para pemimpin Gereja dan mengkritik mereka yang memberikan bahkan hidup mereka untuk memberkati dan memberi manfaat kita hanya akan berhenti cukup lama menanyakan dengan penuh doa, “Yang manakah dari para pengajar ini aman untuk diikuti?” mereka tidak akan memiliki kesulitan dalam menemukan jalan mereka yang benar dan akan mendukung mereka yang didukung Tuhan.17

Ketika kita mendukung para pemimpin kita, kita berkomitmen untuk mengikuti nasihat mereka dan mengembangkan pemanggilan kita sendiri.

Pastilah ada sumber kekuatan bagi Presiden Gereja ini untuk melihat ke wajah ribuan pria dan wanita yang jujur dan mengamati mereka mengangkat tangan mereka dalam perjanjian dengan Bapa kita di surga, serta mendukung dia dalam jabatan yang kepadanya dia telah dipanggil sebagai presiden Gereja yang hebat ini. Kewajiban yang kita buat ketika kita mengangkat tangan kita dalam keadaan seperti itu, adalah sesuatu yang paling sakral. Itu tidak berarti bahwa kita akan pergi secara diam-diam pada jalan kita dan menjadi rela agar nabi Tuhan akan mengarahkan pekerjaan ini, namun itu berarti,—jika saya memahami kewajiban yang saya pikul ketika saya mengangkat tangan saya—maka kita akan menyokongnya; kita akan berdoa baginya; kita akan mempertahankan nama baiknya, dan kita akan berusaha untuk melaksanakan petunjuk-petunjuknya sebagaimana Tuhan akan mengarahkan dia untuk menawarkannya kepada kita sementara dia tetap dalam jabatan itu.18

Ketika saya berpikir mengenai beban yang dipikul oleh Presiden Gereja ini dan para penasihatnya, serta menyadari tanggung jawab yang ditempatkan ke atas bahu mereka, dengan segenap hati saya, saya berhasrat membantu mereka, agar saya boleh bukan menjadi rintangan, namun bahwa dalam jabatan yang padanya saya telah dipanggil, bersama Anda, saudara-saudara sekalian, kita masing-masing boleh mengambil tempat kita dan memikul bagian muatan kita serta mengembangkan pemanggilan kita bagi kehormatan dan kemuliaan Allah.19 [Lihat saran 4 di halaman 73].

Allah menganugerahi agar kita yang telah sedemikian diberkati secara melimpah menyokong para hamba Tuhan yang mengetuai kita; agar kita boleh membantunya bukan hanya dengan iman dan doa-doa kita namun dengan kasih kebaikan hati sewaktu ada kesempatan; agar kita boleh berbaris di bawah bendera yang akan dia pegang tinggi sewaktu Allah berlanjut mendukung dia sebagai Presiden Gereja, sebagai nabi Tuhan di zaman akhir ini.20

Marilah kita mendukung para pria ini yang telah diangkat Allah untuk mengetuai kita. Marilah kita memberkati mereka, bukan hanya dengan bibir kita, namun dengan membantu dalam setiap cara yang memungkinkan untuk membawa beban ini yang tersandar begitu beratnya di atas bahu mereka .… Berdoalah dan berkatilah mereka serta bantulah mereka.21

Saran untuk Penelaahan dan Pengajaran

Pertimbangkanlah gagasan-gagasan ini sewaktu Anda menelaah bab ini atau sewaktu Anda mempersiapkan diri untuk mengajar. Untuk bantuan tambahan, lihat halaman v–viii.

  1. Bacalah paragraf terakhir “Dari Kehidupan George Albert Smith” (halaman 64). Apakah “bagian Anda dari pekerjaan ini”? Sewaktu Anda menelaah bab ini, pertimbangkanlah cara-cara Anda dapat memperlihatkan melalui perkataan dan tindakan Anda bahwa Anda mendukung para pemimpin Gereja.

  2. Ulaslah bagian pertama dari ajaran-ajaran (halaman 64–66), secara khusus alinea kedua dan keempat. Bagaimana cara Tuhan memilih para pemimpin berbeda dari cara dunia? Apakah pengalaman yang telah Anda peroleh yang memperkuat iman Anda bahwa para pemimpin dipilih oleh Tuhan?

  3. Pelajarilah bagian yang dimulai di halaman 66 dan bacalah Ajaran dan Perjanjian 21:4–7. Apakah nasihat khusus yang telah diberikan Tuhan melalui Presiden Gereja terkini, melalui presiden pasak atau distrik Anda, melalui uskup atau presiden cabang Anda? Apakah berkat-berkat yang telah Anda terima sewaktu Anda telah mengikuti nasihat ini?

  4. Ulaslah bagian yang dimulai di halaman 67 dan bacalah dua alinea penuh yang pertama di halaman 69. Apakah maknanya bagi Anda untuk mendukung para pemimpin Gereja? Bagaimana mendukung para pemimpin Gereja memperkuat keluarga dan rumah tangga kita?

  5. Bacalah alinea penuh yang terakhir di halaman 70. Mengapa berbahaya mengkritik para pemimpin Gereja? Apakah cara yang pantas untuk menanggapi jika seseorang menunjuk pada suatu kesalahan dari salah seorang pemimpin setempat?

Tulisan Suci Terkait: Amos 3:7; Efesus 4:11–14; Ibrani 5:4; Ajaran dan Perjanjian 84:109–110; 107:22; 112:20

Bantuan pengajaran: Satu cara untuk mendorong penelaahan yang tekun adalah mendengarkan dengan saksama ketika seseorang mengajukan pertanyaan atau memberikan komentar. “Mendengarkan adalah pernyataan kasih. Itu sering kali memerlukan pengurbanan. Bila kita dengan tulus mendengarkan orang lain, kita sering kali mengabaikan apa yang kita ingin ucapkan agar mereka dapat mengungkapkan perasaan mereka” (Mengajar, Tiada Pemanggilan yang Lebih Mulia, 66).

Catatan

  1. Dalam Conference Report, Oktober 1945, 174–175.

  2. Dalam Conference Report, Oktober 1946, 153–154.

  3. Dalam Conference Report, April 1927, 86–87.

  4. Dalam Conference Report, April 1931, 31.

  5. “The Church with Divine Authority,” Deseret News, 28 September 1946, Church section, 6, 9.

  6. Dalam Conference Report, April 1934, 29.

  7. Dalam Conference Report, Oktober 1917, 45.

  8. Dalam Conference Report, Oktober 1917, 40.

  9. Dalam Conference Report, April 1945, 136.

  10. Dalam Conference Report, April 1949, 192.

  11. Dalam Conference Report, April 1937, 33.

  12. Dalam Conference Report, April 1931, 32.

  13. Dalam Conference Report, April 1942, 14.

  14. Dalam Conference Report, Oktober 1933, 29.

  15. Dalam Conference Report, Oktober 1936, 75.

  16. Dalam Conference Report, April 1937, 34.

  17. Dalam Conference Report, April 1937, 33.

  18. Dalam Conference Report, Juni 1919, 40.

  19. Dalam Conference Report, Oktober 1929, 24.

  20. Dalam Conference Report, April 1930, 68–69.

  21. Dalam Conference Report, Oktober 1930, 69.

”Saya hanyalah seorang manusia, salah satu dari yang paling rendah di antara Anda, namun saya telah dipanggil pada pelayanan ini … oleh wewenang dari Bapa Surgawi kita.”

“Kita … haruslah seperti Harun dan Hur pada zaman dahulu; kita harus menyokong tangan [nabi].”

Kita mendukung para pemimpin ketika kita “memikul bagian muatan kita serta mengembangkan pemanggilan kita pada kehormatan dan kemuliaan Allah.”