Ajaran-Ajaran Presiden
Bab 24: Hidup Saleh di Zaman yang Berbahaya


Bab 24

Hidup Saleh di Zaman yang Berbahaya

Melalui kesetiaan kita pada Injil, kita dapat menemukan keamanan dari bahayanya zaman kita dan menjadi pengaruh positif di dunia.

Dari Kehidupan George Albert Smith

Pelayanan George Albert Smith sebagai seorang Pembesar Umum meliputi sebagian besar di separuh pertama abad ke-20. Selama kurun waktu ini dunia melihat banyak peristiwa yang menghancurkan dan gaduh, termasuk Depresi Hebat dan dua perang dunia. Malapetaka-malapetaka ini, bersama dengan apa yang dianggapnya sebagai kemunduran moral secara umum dalam masyarakat, menuntun Presiden Smith berbicara lebih dari sekali, “Dunia ini berada dalam situasi kritis.”1 Dia melihat peristiwa-peristiwa dunia sebagai penggenapan nubuat-nubuat tentang zaman terakhir, dan dia diyakinkan bahwa satu-satunya harapan untuk kedamaian di dunia adalah kepatuhan pada hukum-hukum Allah. Pada puncak Perang Dunia I, dia memperingatkan, “Perang tidak akan berhenti dan pertikaian di dunia ini tidak akan berakhir sampai anak-anak manusia bertobat dari dosa-dosa mereka dan berpaling kepada Allah dan melayani-Nya serta menaati perintah-perintah-Nya.”2

Di tengah masa-masa sulit ini, Presiden Smith menemukan bahwa banyak orang telah menjadi putus asa. Dia melaporkan, “Telah menjadi hak istimewa saya untuk berada di bagian-bagian lain dari [Amerika Serikat] dan adalah jarang bahwa seseorang mendapati mereka yang tidak amat pesimis, karena kondisi yang terhadapnya tampaknya kita tidak memiliki kendali.”3 Sementara dia mengakui bahwa perang, bencana alam, dan bahaya rohani adalah bagian dari kehidupan pada zaman akhir, Presiden Smith mengajari para Orang Suci agar mereka dapat lolos dari banyak kemasygulan dari zaman berbahaya dengan menjalani Injil dan melawan godaan.

Dia juga menemukan optimisme dalam kepercayaannya bahwa para Orang Suci Zaman Akhir yang saleh dapat memiliki pengaruh yang kuat pada dunia di sekitar mereka. Dia mengajarkan bahwa para Orang Suci hendaknya tidak hanya menerima kondisi dunia namun hendaknya tetap aktif dalam komunitas mereka dan berjuang untuk menjadikan pengaruh mereka terasa, terlepas dari pertentangan apa pun yang mungkin mereka hadapi. “Kita semua di bawah kewajiban untuk menjadikan dunia ini sebuah tempat yang lebih bahagia bagi kita yang tinggal di dalamnya,” katanya.4

Sister Belle S. Spafford, presiden umum Lembaga Pertolongan, membagikan sebuah pengalaman saat Presiden Smith mengajarkan kepadanya asas ini. Tak lama setelah dipanggil pada jabatannya, Sister Spafford diberi tahu mengenai sebuah pertemuan yang diadakan di New York City oleh National Council of Women (Dewan Wanita Nasional). Lembaga Pertolongan telah menjadi anggota dalam dewan itu selama bertahun-tahun, namun belum lama berselang beberapa anggota dewan yang lain telah bermusuhan terhadap Gereja dan telah mempermalukan delegasi Orang Suci Zaman Akhir dalam pertemuan-pertemuannya. Karena hal ini, Sister Spafford dan para penasihatnya merasa bahwa Lembaga Pertolongan hendaknya menghentikan keanggotaannya dalam dewan itu, dan mereka membuat konsep sebuah rekomendasi yang mengungkapkan pandangan-pandangan mereka. Sister Spafford belakangan menuturkan kembali:

“Melalui janji pada suatu pagi, saya pergi seorang diri untuk menemui Presiden George Albert Smith, dengan membawa rekomendasi itu bersama saya, dengan sebuah daftar mengenai alasan-alasan mengapa rekomendasi itu dibuat. Presiden dengan saksama membaca ketikan materi itu. Kemudian dia bertanya, ‘Bukankah ini organisasi yang di dalamnya para sister bergabung sebelum peralihan abad ini?’

Saya berkata, ‘Ya, Pak.’

Dia berkata, ‘Jika begitu apakah saya bisa memahami bahwa Anda sekarang ingin menghentikan keanggotaan itu?’

Saya berkata, ‘Ya, Pak.’ Kemudian saya menambahkan, ‘Anda tahu, Presiden Smith, kami tidak mendapatkan apa pun dari Dewan ini.’

Presiden menatap saya dengan heran. Dia berkata, ‘Sister Spafford, Apakah Anda selalu memikirkan mengenai apa yang Anda dapatkan? Tidakkah menurut Anda adalah baik untuk sekali-sekali memikirkan mengenai apa yang harus Anda berikan? Saya percaya,’ dia dia melanjutkan, ‘bahwa kaum wanita Mormon memiliki sesuatu untuk diberikan kepada kaum wanita di dunia, dan bahwa mereka juga dapat belajar dari mereka. Alih-alih sudahkah Anda menghentikan keanggotaan Anda, saya menyarankan agar Anda membawa beberapa anggota dewan pengurus Anda yang paling cakap dan kembali ke pertemuan ini.’

Kemudian dia berkata dengan penekanan, ‘Jadikanlah pengaruh Anda dirasakan.’”5

Sister Spafford mematuhi nasihat ini dan belakangan ditetapkan pada jabatan kepemimpinan dalam National Council of Women (Dewan Wanita Nasional), pada akhirnya dipilih sebagai presidennya [lihat saran 1 di halaman 297].

Ajaran-Ajaran George Albert Smith

Kesulitan-kesulitan serius telah diramalkan untuk zaman akhir ini.

Kita telah diberi tahu bahwa pada zaman terakhir kesulitan-kesulitan yang serius akan muncul .… Kita bukan hanya telah diperingatkan oleh tulisan suci yang diberikan pada zaman Juruselamat dan sebelum zaman-Nya, dan yang diberikan setelah-Nya, namun pada zaman dan masa kita sendiri Tuhan telah berfirman serta wahyu-wahyu Bapa Surgawi kita yang ditemukan dalam Ajaran dan Perjanjian. Jika kita mau membaca wahyu-wahyu ini, kita akan belajar bahwa pengalaman-pengalaman yang melaluinya kita lewati telah diramalkan .…

… Pers harian memberikan kepada kita laporan-laporan mengenai bencana yang terjadi di mana-mana—lautan sedang bergelora dan kehilangan nyawa di atasnya, gempa bumi, angin tornado yang dahsyat, sebagaimana kita telah diberi tahu akan terjadi pada zaman terakhir—dan itu tampaknya bagi saya, saudara-saudara sekalian, jika manusia berpikir secara serius, jika mereka membaca tulisan suci, mereka pasti tahu bahwa kejadian-kejadian yang telah Tuhan firmankan akan terjadi pada zaman terakhir, sedang terjadi. Pohon ara pastilah sedang mengeluarkan daun-daunnya [lihat Joseph Smith—Matius 1:38–39], dan mereka yang penuh pemikiran pasti tahu bahwa musim panas sudah dekat, bahwa hal-hal yang telah Tuhan ramalkan sebagai pendahuluan kedatangan kedua-Nya sekarang sedang terjadi.6

Kita tidak bebas dari risiko. Dunia ini sedang berada dalam pembersihan kecuali para putra dan putri Bapa Surgawi kita bertobat dari dosa-dosa mereka dan berpaling kepada-Nya. Dan itu berarti para Orang Suci Zaman Akhir, atau anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, bersama semua orang lainnya, meski begitu, pertama-tama, seharusnya kita memberi teladan.7 [Lihat saran 2 di halaman 297].

Jalan satu-satunya menuju kedamaian adalah Injil Yesus Kristus.

Hanya ada satu obat untuk kemasygulan universal—obat mujarab untuk penyakit dunia. Itu adalah Injil Yesus Kristus; hukum sempurna mengenai kehidupan dan kemerdekaan, yang telah dipulihkan kembali dalam penggenapan Tulisan Suci.8

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yohanes 14:27).

Ini adalah firman yang menenteramkan dari Pangeran Damai kepada para pengikut setia-Nya. Pastilah tidak ada manusia yang memerlukan lebih daripada berkat-berkat kedamaian dan kebahagiaan serta hati yang bebas dari rasa takut. Dan ini ditawarkan [kepada] kita semua hanya jika kita mau menjadi para pengambil bagian darinya.

Ketika Injil dipulihkan ke bumi pada dispensasi ini, Tuhan mengulangi apa yang telah Dia firmankan berulang kali dalam Perjanjian Lama dan Baru, bahwa harga kedamaian dan kebahagiaan adalah kebenaran. Terlepas dari pengetahuan ini, ada banyak orang yang tampaknya berpikir bahwa kita dapat memperoleh kebahagiaan dengan beberapa cara yang lain, namun kita semua hendaknya tahu bahwa tidak ada cara lain sampai waktu ini. Namun dengan kepiawaian yang licik, Setan telah membujuk mayoritas umat manusia dari berjalan di jalan yang akan memastikan kebahagiaan, dan dia masih sibuk. Musuh kebenaran tidak pernah tidur.

Namun dengan mengikuti ajaran-ajaran Tuhan, dengan berpaling kepada-Nya dan bertobat dari dosa, dengan pergi melakukan kebaikan, kita boleh memperoleh kedamaian dan kebahagiaan serta kemakmuran. Jika umat manusia mau saling mengasihi, kebencian dan kekasaran yang telah begitu banyak terjadi di dunia akan berlalu.9

Pada hari-hari ketidakpastian ini ketika manusia berlari kian kemari mencari beberapa rencana baru yang melaluinya kedamaian boleh dibawa ke dunia, ketahuilah ini: bahwa satu-satunya jalan menuju kedamaian bagi dunia ini adalah jalan dari Injil Yesus Kristus Tuhan kita. Tidak ada yang lain .… Memiliki pengetahuan mengenai kebenaran yang berharga melampaui segala harta kekayaan dunia, mengetahui bahwa kita berada di jalan raya yang aman ketika kita berada di jalan demi tugas yang seperti didefinisikan oleh Bapa Surgawi kita, dan mengetahui bahwa kita dapat melanjutkan ke sana jika kita mau, terlepas dari pengaruh dan bujukan yang mungkin ditawarkan oleh mereka yang tidak ditetapkan menjadi pemimpin kita, adalah sebuah berkat yang tak ternilai.10

Kita hidup di suatu zaman ketika tulisan suci sedang digenapi di antara bangsa-bangsa di mana Tuhan berfirman melalui salah seorang nabi-Nya, bahwa pada zaman akhir, “… hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi” (Yesaya 29:14). Dengan segala kebijaksanaan dunia, sejauh ini tidak ada kelompok yang telah dapat menunjukkan jalan untuk kedamaian dengan kepastian bahwa itulah jalannya. Kita … beruntung mengetahui bahwa ada sebuah jalan untuk kedamaian yang semata-mata akan memberikan hasil, dan jalan itu adalah menaati perintah-perintah Allah sebagaimana diungkapkan kepada anak-anak manusia pada zaman dahulu dan pada zaman kita. Jika jalan itu diikuti, segala masalah yang begitu serius di dunia dapat dipecahkan, dan kedamaian akan datang ke bumi yang tidak bahagia ini.11

Walaupun dunia mungkin diisi dengan kemasygulan, dan langit mengumpulkan kekelaman, dan kilat yang benderang menyala, dan bumi berguncang dari pusat lingkaran, jika kita tahu bahwa Allah hidup, dan kehidupan kita saleh, kita akan bahagia, akan ada kedamaian yang tak terkatakan karena kita tahu Bapa kita setuju [dengan] kehidupan kita.12 [Lihat saran 3 di halaman 297].

Kita tidak perlu memiliki rasa takut jika kita melakukan apa yang telah Tuhan minta kita lakukan.

Kita tidak perlu memiliki rasa takut jika kita melakukan apa yang telah Tuhan minta untuk kita lakukan. Ini adalah dunia-Nya. Semua pria dan wanita tunduk kepada-Nya. Segala kuasa kejahatan akan dikendalikan demi kepentingan umat-Nya, jika mereka mau menghormati-Nya dan menaati perintah-perintah-Nya.13

Jika kita memiliki keyakinan kepada Bapa Surgawi kita, jika kita memiliki kasih-Nya, jika kita layak akan berkat-berkat-Nya, segala pasukan dunia tidak dapat menghancurkan kita, tidak dapat mematahkan iman kita, dan tidak dapat menguasai Gereja yang disebut menurut Putra Allah.

Bacalah dalam pasal kesembilan belas dari 2 Raja-Raja bagaimana Sanherib, raja Asyur berupaya untuk menumbangkan Yerusalem. Hizkia, raja yang mewakili Israel memohon kepada Tuhan untuk pembebasan sementara Sanherib mengejeknya, dengan mengatakan, “Jangan berpikir bahwa doa-doamu kepada Allahmu dapat menolongmu. Segala tempat yang telah saya datangi dan sudah saya ambil, mereka telah berdoa. Kamu tak berdaya,” dan pagi berikutnya sebagian besar pasukan Asyur ditemukan tewas di atas tanah, dan Yerusalem telah dilindungi oleh Tuhan [lihat 2 Raja-Raja 19:10–20, 35]. Dia adalah kekuatan kita, …. Bapa Anda dan saya, Bapa dari semuanya; jika kita semata-mata mau menjadi layak, Dia akan melindungi kita sebagaimana yang Dia lakukan terhadap para putra Helaman [lihat Alma 57:24–27], dan sebagaimana Dia melindungi Daniel dari singa-singa [lihat Daniel 6], dan tiga anak Ibrani dari tungku berapi [lihat Daniel 3], serta enam ratus ribu keturunan Abraham ketika Dia membawa mereka keluar dari Mesir di bawah kepemimpinan Musa dan menenggelamkan pasukan Firaun di Laut Merah [lihat Keluaran 14:21–30]. Dia adalah Allah bagi alam semesta ini. Dia adalah Bapa dari kita semua. Dia adalah maha berkuasa dan Dia menjanjikan kepada kita perlindungan jika kita mau hidup layak untuknya.14

Tidak masalah apakah awan mungkin berkumpul, tidak masalah bagaimana genderang perang mungkin dipukul, tidak masalah kondisi apa pun yang mungkin muncul di dunia, di sini dalam Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, di mana pun kita menghormati dan menaati perintah-perintah Allah, akan ada perlindungan dari kuasa kejahatan, dan para pria serta wanita akan diizinkan untuk hidup di bumi sampai kehidupan mereka selesai dalam kehormatan dan kemuliaan jika mereka mau menaati perintah-perintah Bapa Surgawi kita.15 [Lihat saran 4 di halaman 297].

Rumah kita dapat menjadi tempat yang damai dan kudus bahkan di tengah malapetaka.

Saya pikir bahwa dengan kemasygulan di mana-mana, dengan ramalan yang Tuhan buat dalam Bagian pertama dari Ajaran dan Perjanjian, bahwa “kedamaian akan diambil dari bumi,” [A&P 1:35] kita harus merasakan bahwa waktunya telah tiba. Pastilah seharusnya kita mengevaluasi diri kita sendiri, dan rumah kita hendaknya menjadi tempat tinggal untuk doa dan rasa syukur serta ungkapan terima kasih. Para suami hendaknya berbaik hati terhadap istri mereka, dan para istri bertenggang rasa terhadap suami mereka. Para orang tua hendaknya menyimpan kasih terhadap anak-anak mereka dengan kehidupan saleh mereka. Jika demikian rumah kita akan menjadi bukan hanya sebagai tempat tinggal untuk doa dan ungkapan terima kasih, namun akan menjadi tempat di mana Bapa kita dapat melimpahkan berkat-berkat-Nya yang terbaik, karena kelayakan kita.16

Saya berdoa agar rumah kita boleh dikuduskan oleh kesalehan kehidupan kita, agar musuh boleh tidak memiliki kuasa untuk datang ke sana dan menghancurkan anak-anak di rumah kita atau mereka yang berdiam di bawah atap kita. Jika kita mau menghormati Allah dan menaati perintah-perintah-Nya, rumah kita akan disakralkan, musuh tidak akan memiliki pengaruh, dan kita akan hidup dalam kebahagiaan serta kedamaian sampai adegan terakhir dalam kefanaan dan kita pergi untuk menerima pahala kita dalam kebakaan.17

Sepadankanlah kehidupan Anda dengan ajaran-ajaran Injil Yesus Kristus dan ketika malapetaka mengancam, Anda akan merasakan dukungan dari lengan-Nya yang mahaberkuasa. Jadikanlah rumah Anda tempat tinggal Roh Tuhan; biarlah itu menjadi tempat kudus, di mana musuh tidak dapat datang; dengarkanlah suara lembut tenang yang mendorong Anda pada pekerjaan kebenaran. Adalah doa saya bagi satu dan semua orang agar Anda tidak berbelok dari jalan yang menuntun pada pengetahuan dan kuasa Allah, pusaka bagi yang setia, bahkan kehidupan abadi.18

Saya berdoa agar dalam hati kita dan rumah kita boleh tinggal semangat kasih, kesabaran, kebaikan hati, kasih amal, kebersamaan yang memperkaya kehidupan kita dan yang menjadikan dunia lebih cemerlang serta lebih baik karenanya.19 [Lihat saran 5 di halaman 297].

Kita dapat menjadi pengaruh positif di dunia.

Saya ingin memohon kepada Anda, … jadilah sauh di dalam komunitas Anda tinggal agar orang lain boleh dekat dengan Anda dan merasa aman. Biarlah terang Anda begitu bersinar agar orang lain yang melihat pekerjaan kebaikan Anda akan memiliki hasrat dalam hati mereka untuk menjadi seperti Anda.20

Adalah tugas kita untuk memberi teladan; adalah tugas kita untuk memegang tinggi-tinggi bendera kebenaran. Adalah tugas kita untuk mendorong anak-anak Bapa yang lain untuk mendengarkan anjuran dan nasihat-Nya serta menyesuaikan sedemikian rupa hal-hal yang di mana pun kita berada, kita akan menemukan Roh Allah membara dalam jiwa kita dan pengaruh kita akan menjadi untuk kebaikan.21

Tuhan tidak menuntut sesuatu yang tidak mungkin. Bertentangan dengannya, Dia telah memberi kita perintah-perintah dan anjuran serta nasihat yang mungkin untuk kita semua ikuti pada zaman dan masa ini dimana kita hidup .…

… Saudara-saudara sekalian, kita seharusnya menjadi setia. Tanah yang kita tinggali hendaknya dikuduskan oleh kesalehan kehidupan kita .… Semua yang kita perlukan adalah bertobat dari dosa-dosa kita, berpaling dari kekhilafan jalan kita, membersihkan kehidupan kita dari ketidakmurnian, dan kemudian pergi melakukan kebaikan. Tidaklah perlu bahwa kita akan ditetapkan untuk tujuan itu. Setiap pria, wanita, dan anak dalam Gereja Yesus Kristus boleh pergi melakukan kebaikan dan menerima berkat-berkat yang adalah hasil darinya [lihat saran 6 di halaman 297].

… Marilah kita menyiapkan tangan kita pada pekerjaan yang telah Dia percayakan pada pengurusan kita, marilah kita memberkati anak-anak Bapa kita di mana pun mereka mungkin berada, dan kehidupan kita akan diperkaya dan dunia ini akan dijadikan lebih bahagia. Inilah misi yang telah ditempatkan ke atas bahu kita. Bapa Surgawi kita akan menganggap kita bertanggung jawab atas cara kita memenuhinya. Allah menganugerahkan bahwa dalam kerendahan hati jiwa kita, kita akan pergi dengan hasrat dalam hati kita untuk melakukan kebaikan bagi semua orang di mana pun mereka mungkin berada, dan membawa bagi mereka sukacita yang hanya dapat datang karena mematuhi hukum-hukum-Nya dan menaati perintah-perintah-Nya. Kedamaian itu boleh tinggal dalam hati kita dan rumah kita, agar kita boleh memancarkan kegembiraan dan penghiburan ke mana pun kita mungkin pergi, sehingga kita boleh membuktikan kepada dunia bahwa kita tahu bahwa Allah hidup, melalui kehidupan yang kita jalani, dan menerima berkat-berkat-Nya untuk itu, saya berdoa dengan rendah hati.22

Saran untuk Penelaahan dan Pengajaran

Pertimbangkanlah gagasan-gagasan ini sewaktu Anda menelaah bab ini atau sewaktu Anda mempersiapkan diri untuk mengajar. Untuk bantuan tambahan, lihat halaman v–viii.

  1. Bacalah cerita tentang Belle S. Spafford yang menerima nasihat dari Presiden Smith (halaman 289–290). Dengan cara apakah Anda “menjadikan pengaruh Anda terasa”?

  2. Dalam bagian pertama dari ajaran-ajaran (halaman 290), Presiden Smith memberi tahu mengenai kesulitan-kesulitan yang telah diramalkan yang mendahului Kedatangan Kedua (lihat juga 2 Timotius 3:1–7; A&P 45:26–35). Mengapa Anda pikir adalah penting untuk mengetahui bahwa kesulitan-kesulitan ini diramalkan dalam tulisan suci?

  3. Ulaslah bagian yang dimulai di halaman 291. Apakah beberapa masalah di dunia yang dapat dipecahkan melalui kepatuhan pada Injil Yesus Kristus yang dipulihkan? Bagaimana Injil telah membawa kedamaian pada kehidupan pribadi Anda, kepada keluarga Anda, pada hubungan Anda dengan orang lain?

  4. Pada halaman 293–294 Presiden Smith memberikan contoh dari tulisan suci mengenai Tuhan melindungi umat-Nya. Dengan cara apakah Dia telah melindungi Anda dan keluarga Anda? Bagaimana kepatuhan membantu kita mengatasi rasa takut?

  5. Apakah beberapa bahaya yang mengancam keamanan rohani rumah kita dewasa ini? Apakah yang dapat kita lakukan untuk menjadikan rumah kita “tempat kudus, di mana musuh tidak dapat datang”? (Untuk beberapa gagasan, ulaslah bagian yang dimulai di halaman 294).

  6. Bacalah alinea alinea terakhir di halaman 295 dan alinea ketiga di halaman 296. Bagaimana para Orang Suci Zaman Akhir yang setia seperti “sauh” dalam komunitas mereka? Mengapa “[pembersihan] kehidupan kita dari ketidakmurnian” menjadikan kita dapat lebih baik untuk “pergi melakukan kebaikan”? Dengan penuh doa pertimbangkanlah apa yang hendaknya Anda lakukan untuk membersihkan ketidakmurnian hidup Anda sendiri.

Tulisan Suci Terkait: Yesaya 54:13–17; Matius 5:13–16; Yohanes 16:33; 2 Nefi 14:5–6; Ajaran dan Perjanjian 87:6–8; 97:24–25; Joseph Smith—Matius 1:22–23, 29–30

Bantuan pengajaran: Pertimbangkanlah untuk mengundang anggota kelas membaca judul dalam “Ajaran-Ajaran George Albert Smith” dan pilihlah sebuah bagian yang bermakna bagi mereka atau keluarga mereka. Undanglah mereka untuk menelaah ajaran-ajaran Presiden Smith dalam bagian itu, termasuk pertanyaan apa pun yang berhubungan di akhir bab itu. Kemudian mintalah anggota kelas untuk membagikan apa yang mereka pelajari.

Catatan

  1. Dalam Conference Report, April 1948, 162.

  2. Dalam Conference Report, April 1918, 41.

  3. Dalam Conference Report, April 1932, 41.

  4. “Some Thoughts on War, and Sorrow, and Peace,” Improvement Era, September 1945, 501.

  5. Belle S. Spafford, A Woman’s Reach (1974), 96–97.

  6. Dalam Conference Report, April 1932, 42–44.

  7. Dalam Conference Report, Oktober 1946, 153.

  8. “New Year’s Greeting,” Millennial Star, 1 Januari 1920, 2.

  9. “At This Season,” Improvement Era, Desember 1949, 801.

  10. Dalam Conference Report, Oktober 1937, 53.

  11. Dalam Conference Report, April 1946, 4.

  12. Dalam Conference Report, Oktober 1915, 28.

  13. Dalam Conference Report, April 1942, 15.

  14. Dalam Conference Report, April 1943, 92.

  15. Dalam Conference Report, April 1942, 15.

  16. Dalam Conference Report, April 1941, 27.

  17. Dalam Conference Report, Oktober 1946, 8.

  18. “New Year’s Greeting,” Millennial Star, 6 Januari 1921, 3.

  19. Dalam Conference Report, Oktober 1946, 7.

  20. Dalam Conference Report, Oktober 1945, 117–118.

  21. Dalam Conference Report, Oktober 1947, 166.

  22. Dalam Conference Report, April 1932, 43–45.

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yohanes 14:27).

“Jadikanlah rumah Anda tempat tinggal Roh Tuhan; biarlah itu menjadi tempat kudus.”