Ajaran-Ajaran Presiden
Bab 22: Membesarkan Anak-Anak dalam Terang dan Kebenaran


Bab 22

Membesarkan Anak-Anak dalam Terang dan Kebenaran

Tuhan telah memberikan kepada orang tua tanggung jawab untuk mengajarkan Injil kepada anak-anak mereka melalui kata dan teladan.

Dari Kehidupan George Albert Smith

Menjelang akhir hidupnya, Presiden George Albert Smith memikirkan dengan sungguh-sungguh mengenai didikannya dan ajaran-ajaran orang tuanya:

“Saya lahir di sebuah keluarga yang sederhana .… Orang tua saya tinggal di lingkungan yang sangat sederhana, namun saya memuji Pencipta saya dan berterima kasih kepada-Nya dengan segenap hati saya karena mengirim saya ke dalam rumah mereka.

Saya tumbuh di Salt Lake City. Ketika berusia delapan tahun, saya dibaptis di City Creek. Saya dikukuhkan sebagai anggota Gereja dalam pertemuan puasa di Lingkungan Ketujuh Belas, dan saya belajar ketika saya kanak-kanak bahwa ini adalah pekerjaan Tuhan. Saya belajar bahwa ada para nabi yang hidup di bumi. Saya belajar bahwa ilham dari Yang Mahakuasa akan memengaruhi mereka yang hidup untuk menikmatinya .…

Saya tidak mengenal seorang pun di seluruh dunia yang memiliki lebih banyak alasan untuk bersyukur daripada saya. Saya berterima kasih atas hak kelahiran saya, berterima kasih atas orang tua yang mengajarkan kepada saya Injil Yesus Kristus dan memberikan teladan di rumah mereka. Jika saya telah melakukan apa pun yang tidak semestinya saya lakukan dalam kehidupan saya, itu akan menjadi sesuatu yang tidak pernah dapat saya pelajari dalam rumah ibu saya. Dengan sebuah keluarga besar yang memiliki banyak anak, diperlukan seorang ibu yang memiliki banyak kesabaran, namun dia selalu sabar terhadap kami. Selalu ada rasa manis dan kebaikan hati serta kasih di sana.”1

Di rumahnya sendiri, George Albert Smith berusaha untuk mengikuti teladan orang tuanya untuk mengajar dengan kesabaran dan kasih. Putrinya Edith mengingat sebuah pengalaman dari masa mudanya:

“Dia secara berkelanjutan menasihati kami tentang perilaku kami, dengan menekankan kejujuran dan keadilan. Saya ingat suatu hari ketika dalam perjalanan pulang ke rumah dari pelajaran piano saya, kondektur kendaraan umum lupa menarik ongkos saya .… Entah bagaimana dia melewati saya, dan saya mencapai tujuan saya dengan masih memegang uang logam dalam tangan saya, dan terus terang saja amat gembira bahwa saya telah mendapatkan perjalanan gratis.

… Saya berlari dengan riang menghampiri Ayah untuk memberi tahu dia tentang nasib baik saya. Dia mendengarkan cerita saya dengan sabar. Saya mulai berpikir bahwa saya berhasil dengan baik .… Saya yakin bahwa kondektur itu tidak tahu saya belum membayar perjalanan tersebut, dan oleh karenanya semuanya baik-baik saja.

Ketika saya telah menyelesaikan kisah saya, Ayah berkata, ‘Namun, sayangku, bahkan jika kondektur itu tidak tahu tentang hal ini, kamu tahu dan saya tahu serta Bapa Surgawi pun tahu. Jadi, masih ada tiga dari kita yang harus dipuaskan dengan memastikan bahwa kamu membayar penuh untuk jasa yang kamu terima.’”

Edith kembali ke sudut jalan dan membayar ongkosnya ketika kendaraan umum itu kembali. Belakangan dia mengungkapkan rasa syukur atas cara ayahnya menangani situasi itu, “Saya sungguh-sungguh berterima kasih atas seorang Ayah yang cukup bijak untuk menunjukkan kekhilafan dengan baik kepada saya, karena jika itu telah diabaikan, saya dapat berpikir bahwa dia menyetujui, dan saya mungkin mencoba sesuatu yang serupa di kesempatan lain.”2 [Lihat saran 1 di halaman 274–275].

Ajaran-Ajaran George Albert Smith

Orang tua memiliki tanggung jawab utama untuk mengajarkan Injil kepada anak-anak mereka.

Salah satu yang terbesar dan terkaya dari segala berkat akan menjadi apa yang datang jika Anda mengajarkan sebagaimana Anda hendaknya, dan mendidik sebagaimana Anda hendaknya roh-roh pilihan ini yang Bapa Surgawi kita kirimkan ke dunia pada zaman akhir ini .… Jangan menyerahkan pendidikan anak-anak Anda pada sekolah umum. Jangan menyerahkan pendidikan mereka pada Pratama, pada Sekolah Minggu, pada [organisasi remaja Gereja]. Mereka akan membantu Anda dan membuat kontribusi yang baik namun ingatlah apa yang telah Allah sendiri firmankan, bahwa orang tua yang tidak mengajar anak-anak mereka iman kepada Allah, pertobatan dan baptisan serta penumpangan tangan ketika berusia delapan tahun, dosa akan berada di atas kepala orang tua [lihat A&P 68:25–28]. Ini bukanlah ancaman, saudara-saudara sekalian, ini adalah anjuran yang baik dan penuh kasih dari Bapa Surgawi kita yang mengetahui segala sesuatu dan memahami serta menyadari apa maknanya ketika anak-anak diperkenankan untuk tumbuh tanpa pendidikan ini.3

Apa yang ingin saya katakan, saya amat bersemangat bahwa itu hendaknya meresap ke dalam benak setiap orang tua di Sion, dan itu adalah, bahwa saat Tuhan telah menyediakan segala lembaga pendidikan yang mengagumkan ini, saat ilmu pengetahuan telah memberikan kontribusi begitu banyak untuk hiburan dan berkat kita, saat Gereja telah mempersiapkan tempat-tempat ke mana kita bisa mengirim anak-anak kita untuk diajari Injil Kristus, itu tidak membebaskan Anda atau saya atas tanggung jawab dan kewajiban yang diberikan kepada kita oleh Bapa Surgawi kita untuk mengajar anak-anak kita sendiri .… Tidaklah cukup bahwa anak-anak saya diajari mengenai iman, pertobatan dan baptisan, serta penumpangan tangan untuk karunia Roh Kudus dalam organisasi pelengkap. Bapa saya di surga telah memerintahkan bahwa saya hendaknya melakukan itu sendiri.4

Tak ada orang lain siapa pun yang dapat melaksanakan bagian yang telah Allah tugaskan kepada kita sebagai orang tua. Kita telah memikul sebuah kewajiban ketika kita telah menjadi sarana dalam membawa anak-anak ke dunia. Kita tidak dapat menempatkan tanggung jawab itu pada organsisasi apa pun. Itu adalah milik kita .… Kewajiban yang paling utama atas diri Anda dan saya untuk tidak hanya menganjurkan dan menasihati namun untuk mendidik, dengan memberikan teladan, dengan melewatkan cukup waktu bersama orang-orang yang kita kasihi, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan ini, agar mereka boleh tidak dituntun ke … jalan terlarang.5

Panggillah keluarga Anda di sekiling Anda, dan jika Anda telah gagal pada masa lalu untuk memberi mereka suatu pemahaman mengenai tujuan kehidupan dan pengetahuan mengenai Injil Tuhan kita, lakukanlah itu sekarang, karena saya mengatakan kepada Anda sebagai seorang hamba Tuhan, mereka memerlukannya sekarang dan mereka akan memerlukannya sejak saat ini.6 [Lihat saran 2 di halaman 274–275].

Minat lain seharusnya tidak menyebabkan kita melupakan tugas kita untuk mengajari anak-anak kita.

Kita diberi tahu dalam Lukas bahwa akan ada suatu waktu ketika manusia akan dihimpit oleh kekhawatiran dan kekayaan serta kesenangan hidup [lihat Lukas 8:14]. Saya memiliki dalam benak saya … bahkan sekarang, para pria dan wanita yang saya kasihi, yang bahkan kerohaniannya dihimpit oleh bahkan hal-hal ini, dan musuh menuntun mereka di sepanjang jalan kesenangan yang mudah itu dan mereka melalaikan tugas mereka sebagai orang tua dan sebagai anggota Gereja Yesus Kristus.

… Sekarang di tengah kekacauan, keributan dan segala kesenangan hidup, … janganlah kita melupakan tugas karena kita berutang kepada anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan ini yang diciptakan serupa dengan Allah. Dia adalah Bapa dari roh mereka, dan Dia akan menganggap kita bertanggung jawab atas pengajaran yang mereka terima. Saya berharap dan berdoa agar kita akan mengajarkan demikian kepada mereka agar ketika akhir itu akan tiba, kita dapat menerima berkat itu dari-Nya, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu,” dan agar kita boleh memiliki orang-orang yang kita kasihi bersama kita secara kekal.7

Saya pikir saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah. Bertahun-tahun yang lalu, tinggallah di Indiana dua anak lelaki, rekan-rekan muda yang bekerja di tanah pertanian—tanah pertanian yang berjarak lima sampai tujuh mil jauhnya. Mereka bekerja keras setiap hari melakukan tugas mereka, memerah susu sapi, dan sebagainya. Suatu hari anak lelaki yang pertama pergi kepada ayahnya ketika dia berusia kira-kira 13 atau 14 tahun dan berkata, “Ayah, saya ingin pergi ke kota. Saya ingin melihat cahaya gemerlap. Saya bertanya-tanya apakah saya tidak dapat pergi pada sore hari lebih awal, jika saya bekerja keras dan menyelesaikan pekerjaan saya?” Si ayah berkata, “Kamu tidak dapat melakukan itu karena kamu tidak dapat melakukan pekerjaanmu.” “Jika saya bersedia untuk bangun pagi dan bekerja sepanjang hari, dapatkah saya berjalan ke kota? Itu tidaklah terlalu jauh, dan saya dapat berada di sana dalam waktu satu atau dua jam dan kemudian pulang ke rumah lebih awal.” Si ayah berkata, “Baiklah, tentu saja jika kamu mau melakukan segala tugasmu, lalu kamu boleh pergi.” Para ayah, pahamilah ini. Akibatnya adalah, dia pergi. Dia tiba di kota ketika hari hampir gelap. Toko dan bank sudah tutup. Ada banyak tempat main biliar dan perjudian yang buka. Semua orang baik di dalam rumah, sebagian besar dari mereka di dalam rumah mereka sendiri. Semua tunawisma berada di jalanan atau di tempat-tempat ini. Mereka melihat lelaki muda ini datang dan mereka menjemputnya. Tidaklah lama sampai mereka telah memperlihatkan kepadanya beberapa hal yang anak lelaki itu tidak semestinya lihat. Itu adalah pengalamannya. Itu memberinya rasa akan sesuatu yang tidak baik baginya.

Anak lelaki yang kedua pergi kepada ayahnya dengan cara yang sama. Dia berkata, “Ayah, saya ingin pergi ke kota suatu saat. Apakah Ayah tidak menginginkan saya pergi dan melihat beberapa hal yang belum pernah saya lihat? Saya harus pergi sebelum gelap untuk melihat segala sesuatu.” “Anakku,” jawab si ayah, “Ayah pikir kamu berhak pergi ke kota, dan Ayah pikir kamu berhak untuk mengajak ayahmu pergi bersamamu. Kamu pilihlah harinya dan Ayah akan membantu tugasmu sehingga kita dapat pergi cukup awal agar kamu dapat menemui beberapa sejawat Ayah.”

Adalah tempat yang sama yang sedang saya bicarakan—dua tanah pertanian yang tidak terlalu jauh jaraknya. Selama minggu itu dia telah memilih harinya. Mereka melakukan tugas itu, dan pergi ke kota. Mereka tiba pukul empat kurang sedikit. Mereka sampai di sana sebelum bank-bank tutup. Anak lelaki itu mengenakan pakaiannya yang bagus. Ayahnya membawanya ke bank dan memperkenalkannya kepada bankir, yang menggandengnya dan berkata, “Kapan pun kamu sedang berada di kota, datang dan temuilah kami dan kami akan menerimamu dengan senang hati.”

Ayahnya membawanya ke gedung-gedung bisnis di mana dia berbisnis, di mana orang-orang menyapa dengan senang. Ketika mereka pulang ke rumah bersama, setelah mereka tinggal untuk melihat sebuah pertunjukan, anak lelaki itu telah berkenalan dengan orang-orang yang baik dalam komunitas itu. Hasilnya bahwa ketika dia tumbuh dewasa dan pergi ke kota, kerekanannya adalah dengan orang-orang baik.8 [Lihat saran 3 di halaman 275].

Saya ingin menyarankan kepada Anda … , tidak ada cara terbaik Anda dapat melewatkan waktu Anda, tidak ada cara terbaik dimana Anda dapat memanfaatkan waktu Anda yang akan memberikan keuntungan yang lebih besar selain mendidik anak lelaki Anda dan anak perempuan Anda untuk menjadi layak bagi berkat-berkat dari Bapa Surgawi kita.9

Teladan orang tua dapat menuntun anak menuju keamanan, kesalehan, dan kebahagiaan.

Marilah kita menjadi teladan kesalehan bagi anak-anak kita, mengadakan doa keluarga kita dan meminta berkat atas makanan. Biarlah anak-anak kita melihat bahwa sebagai suami dan istri kita penuh kasih sayang satu sama lain. Sementara masih ada waktu ambillah kesempatan sebagai suami dan istri untuk memberkati satu sama lain dengan kasih Anda, dengan kebaikan hati Anda dan sifat penuh manfaat dalam segala cara. Ambillah kesempatan sementara masih ada waktu untuk mengajar para putra dan putri Anda bagaimana hidup bahagia .… Biarlah rumah kita menjadi tempat kudus dengan kedamaian dan harapan serta kasih.10

Hanya beberapa hari yang lalu saya melihat sepucuk surat dari seorang pria yang mungkin telah menjalani separuh masa hidupnya. Saat menulis surat kepada ayahnya, dia berkata, “Perhatian Ayah bagi orang-orang yang Ayah kasihi, ajaran Ayah untuk saya, teladan yang Ayah berikan kepada saya, telah menjadi ilham bagi saya untuk melakukan apa yang Tuhan inginkan saya lakukan. Saya merasa dengan mengikuti langkah-langkah Ayah, saya akan selamat.” Itulah seorang ayah yang bijak, itulah seorang ayah yang diberkati, yang dapat menanamkan dalam benak putranya keyakinan seperti itu .… Karena tingkah laku si ayah—setidaknya dia memberi ayahnya penghargaan dalam suratnya—karena teladan yang diberikan di rumah, hari ini dia adalah salah seorang pendukung yang kuat Gereja ini. Dia dapat hidup di dunia dan menaati perintah-perintah Tuhan. Dia bersemangat melakukan kebaikan yang diilhami oleh rumah di mana dia tinggal. Dia tidak menemukan sifat mementingkan diri di rumah, namun sifat tidak mementingkan diri. Orang tua tidak akan bersemangat untuk mendapatkan semua yang mereka dapat dan memegangnya dengan mementingkan diri bagi mereka sendiri, namun mereka pergi mencari orang-orang yang membutuhkan mereka, mendorong dan memberkati mereka. Semua yang dikatakan di dunia tidak akan menaruh ke dalam hati pria itu apa yang dia miliki hari ini, namun adalah teladan yang diberikan oleh orang tuanya, oleh mereka yang tinggal di rumah di mana dia tinggal.

Saya tidak memiliki keraguan ada ratusan pria dan wanita, ribuan dari mereka, barangkali, dalam komunitas di mana kita tinggal dan di dunia, yang akan mengatakan hal yang sama dari ajaran-ajaran ayah dan ibu mereka. Namun saya merasa takut ada sebagian dari kita yang dipengaruhi oleh adat istiadat dunia dan terobsesi dengan gagasan bahwa kita harus mengikuti orang banyak tanpa peduli mengenai apa yang mereka percayai atau lakukan. Dalam kasus itu teladan kita tidak akan menjadi sebuah berkat namun bisa menghancurkan kebahagiaan anak-anak kita.11

Marilah kita memberikan kesaksian dalam tindakan kita setiap hari, seperti juga dalam percakapan kita, bahwa kita percaya ini adalah pekerjaan Bapa dan sukacita tak terkatakan akan datang kepada kita, dan anak-anak yang tumbuh dalam rumah kita akan bertambah dalam iman dan kerendahan hati. Kepada mereka akan ditambahkan, dan diberi kekuatan untuk berpaling dari anak panah musuh yang diarahkan terhadap mereka, dan di tempat kemasygulan yang telah menyengsarakan anak-anak manusia, karena keadaan penuh dosa, akan ada penghiburan, kedamaian serta kebahagiaan, dan … para pria dan wanita akan menghuni bumi ini yang akan memiliki kekuatan karakter untuk menyisihkan kejahatan dari kehidupan.12 [Lihat saran 4 di halaman 275].

Dengan mengasihi dan mengajar kaum muda kita, kita dapat menjaga mereka dari kejahatan.

Para Orang Suci Zaman Akhir, ajarilah anak-anak Anda untuk menaati hukum moral. Kelilingilah mereka dengan lengan kasih Anda, agar mereka boleh tidak menghasratkan apa pun untuk mengambil bagian dalam godaan pada kejahatan yang mengelilingi mereka di setiap sisi .…

Betapa sebuah hak istimewa bagi orang tua untuk duduk di dalam rumah mereka sendiri, dikelilingi oleh sebuah keluarga terdiri atas anak lelaki dan anak perempuan yang murni yang diberikan kepada mereka oleh Bapa Surgawi kita, roh-roh mereka yang diperanakkan oleh Bapa kita di Surga! Betapa suatu sukacita mengetahui mereka berbaur bersama mengambil bagian dalam berkat-berkat dari Bapa Surgawi kita dan bersukacita dalam kerekanan dengan Roh-Nya, dan memiliki mereka yang begitu terdidik pada masa muda mereka agar saat berkembang dewasa mereka telah memelihara kemurnian kehidupan mereka!

Brother dan sister, saya mohon kepada Anda agar dengan lebih sungguh-sungguh, dengan lebih perhatian, dengan lebih sabar daripada sebelumnya, Anda jagalah generasi muda dari perangkap yang telah musuh tempatkan di hadapan mereka. Banyak dari [film], program radio, majalah, buku kita, dan sebagainya, tidak pantas … , dan kecuali kita menetralkan pengaruh dari hal-hal ini melalui ajaran dan lingkungan yang sehat, membawa bagi kaum muda manfaat yang diperoleh dari mengenal kehidupan para pria dan wanita yang baik, yang mengajari mereka kebajikan dari para nabi serta makna Injil Yesus Kristus, sebagian dari mereka yang kita kasihi bisa lepas dari kita .…

Marilah kita mengajari anak-anak kita untuk menjadi murni dalam kehidupan mereka, menjadi lurus. Ajarilah anak lelaki Anda untuk menjaga kebajikan dari saudara perempuan mereka dan rekan perempuan mereka. Ajarilah putri Anda untuk menjaga kebajikan anak lelaki yang bergaul dengan mereka .… Marilah kita mengutamakan, jika kita boleh menggunakan istilah itu, dalam membesarkan anak lelaki dan perempuan kita di bawah pengaruh Roh Allah, agar musuh tidak akan memiliki kuasa untuk menyesatkan mereka.13 [Lihat saran 5 dan 6 di halaman 275].

Mempelajari Injil sebagai sebuah keluarga akan membantu kita menjaga anak-anak kita dekat dengan kita.

Di rumah kita, saudara-saudara sekalian, adalah hak istimewa kita, adalah tugas kita, untuk memanggil keluarga kita bersama menikmati dan memperkuat serta mendukung satu sama lain, untuk diajari kebenaran Tulisan Suci yang Kudus. Di setiap rumah, anak-anak hendaknya diimbau untuk membaca firman Tuhan sebagaimana telah diungkapkan kepada kita pada segala dispensasi. Kita hendaknya membaca Alkitab, Kitab Mormon, Ajaran dan Perjanjian, serta Mutiara yang Sangat Berharga; tidak hanya membacanya di rumah, namun juga menjelaskannya kepada anak-anak kita agar mereka boleh memahami … urusan-urusan Allah dengan bangsa-bangsa di bumi.

Marilah kita memastikan jika kita tidak dapat melakukan lebih banyak dari ini di masa depan daripada yang telah kita lakukan di masa lalu. Marilah kita berkomitmen kepada diri kita sendiri pada asas dan praktik mengumpulkan keluarga kita di sekitar kita dalam rumah kita sendiri. Marilah kita masing-masing bertanya pada diri sendiri, “Sudahkah saya melakukan tugas saya di rumah saya untuk membaca dan mengajarkan Injil, sebagaimana telah diungkapkan melalui para nabi Tuhan? Sudahkah saya menjaga anak-anak saya dekat dengan saya dan menjadikan rumah sebuah tempat yang menyenangkan dan tempat kekhidmatan, kasih, pemahaman, dan pengabdian?”

Jika kita belum melakukannya, marilah kita bertobat dari kelalaian kita dan mendekatkan keluarga kita ke sekitar kita dan mengajarkan kepada mereka kebenaran .…

“Sudahkah saya menertibkan rumah saya?” Ini hendaknya menjadi pertanyaan di setiap hati. Bukan, sudahkah sesama saya melakukannya? Namun, sudahkah saya melakukan apa yang telah Tuhan kehendaki dari saya?14

Anak-anak kita adalah karunia paling berharga yang Bapa kita anugerahkan ke atas diri kita. Jika kita dapat membimbing kaki mereka ke jalan keselamatan, akan ada sukacita kekal bagi kita dan bagi mereka .…

Satu cara kita dapat menjaga mereka lebih dekat kepada kita adalah bagi kita untuk bertemu bersama lebih sering di rumah kita. Gereja telah meminta agar menyisihkan setidaknya satu malam keluarga setiap minggu bagi semua keluarga untuk bertemu bersama dan menikmati penemanan satu sama lain, untuk menikmati kesenangan sederhana di perapian keluarga, serta membahas satu sama lain hal-hal besar dan berharga yang abadi.

… Pada 1915 Presidensi Utama menulis ini kepada “presiden pasak, uskup, dan orang tua di Sion,” dan saya mengutip dari apa yang pada waktu itu mereka katakan:

“Kami menganjurkan dan mendorong peresmian ‘Malam Keluarga’ di seluruh Gereja, bahwa ayah dan ibu bisa mengumpulkan anak lelaki dan anak perempuan mereka bersama-sama di rumah, dan mengajari mereka firman Tuhan .… ‘Malam Keluarga’ ini hendaknya dibaktikan pada doa, menyanyikan nyanyian pujian, lagu, musik instrumental, pembacaan Tulisan Suci, topik keluarga, dan petunjuk khusus mengenai asas-asas Injil, serta mengenai masalah-masalah etika kehidupan, seperti juga tugas dan kewajiban anak-anak kepada orang tua, rumah, Gereja, masyarakat, dan bangsa.”

Dan ini adalah berkat yang dijanjikan kepada mereka yang akan melakukan apa yang diminta:

“Jika para Orang Suci mematuhi nasihat ini, kami berjanji bahwa berkat-berkat besar akan menjadi hasilnya. Kasih di rumah dan kepatuhan kepada orang tua akan meningkat. Iman akan dikembangkan dalam hati kaum muda Israel, dan mereka akan memperoleh kekuatan untuk melawan pengaruh jahat dan godaan yang menyerang mereka.”

Asas dan janji ini masih berada di hadapan kita.15

Jika malam keluarga dapat menjadi sebuah kenyataan di antara para Orang Suci Zaman Akhir, jika selama satu malam dalam satu minggu kita ingin hidup bersama keluarga kita, di bawah pengaruh Roh Tuhan, di perapian kita sendiri dengan dikelilingi oleh mereka yang telah Tuhan berikan kepada kita, dan memberi tahu kita, secara khusus, agar kita hendaknya memberi mereka petunjuk, betapa banyak rumah bahagia yang akan ada dimana dewasa ini ada dukacita dan perselisihan serta kemasygulan .…

… Ketika kita mengucilkan dunia serta hal-hal dari luar, dan di bawah kuasa doa dan ungkapan terima kasih yang kita berikan kepada putra dan putri kita kekayaan kebenaran yang telah Tuhan simpan bersama kita untuk kesejahteraan kita dan kesejahteraan mereka, suatu perkembangan iman yang sejati akan menyusul. Saya berharap bahwa itu akan mungkin bagi kita untuk kembali, jika kita telah meninggalkan anjuran itu. Kumpulkanlah anak-anak kita di sekitar kita dan biarkanlah rumah kita menjadi tempat tinggal Roh Tuhan. Jika kita mau melakukan bagian kita, kita boleh mengetahui dan yakin bahwa Bapa Surgawi kita akan melakukan bagian-Nya.16 [Lihat saran 7 di halaman 276].

Saran untuk Penelaahan dan Pengajaran

Pertimbangkanlah gagasan-gagasan ini sewaktu Anda menelaah bab ini atau sewaktu Anda mempersiapkan diri untuk mengajar. Untuk bantuan tambahan, lihat halaman v–viii.

  1. Pikirkanlah tentang cerita di halaman 263–264. Mengapa Anda pikir George Albert Smith dapat mengajar putrinya Edith dengan begitu berhasil? Pikirkanlah tentang suatu waktu dari masa muda Anda ketika orang tua mengajari Anda sesuatu yang berpengaruh dalam kehidupan Anda. Mengapa pelajaran itu begitu efektif?

  2. Pelajarilah bagian pertama dari ajaran-ajaran (halaman 265–266) dan Ajaran dan Perjanjian 93:37–40. Mengapa Anda pikir Tuhan telah memberikan kepada orang tua, daripada organisasi lain, tanggung jawab untuk mengajarkan Injil kepada anak-anak mereka? Bagaimana organisasi Gereja dapat membantu orang tua dengan tanggung jawab ini? Bagaimana anggota keluarga besar dapat membantu? Jika Anda tidak memiliki anak-anak sendiri, pertimbangkanlah cara-cara Anda dapat menjadi suatu pengaruh yang benar bagi kaum muda di Gereja dengan cara yang mendukung kepada orang tua.

  3. Ulaslah cerita di halaman 267–269. Bagaimana anak-anak memperoleh manfaat ketika orang tua mereka melewatkan waktu bersama mereka? Beberapa “kekhawatiran dan … kesenangan hidup” apakah (halaman 266) yang dapat menyebabkan kita melalaikan tanggung jawab kita atas keluarga kita? Apakah yang dapat kita lakukan untuk mengatasi gangguan-gangguan ini?

  4. Bacalah bagian yang dimulai di halaman 269. Pikirkanlah tentang sikap Anda terhadap “adat istiadat dunia” dan bagaimana sikap itu bisa memengaruhi anak-anak Anda? Apakah beberapa “tindakan setiap hari” yang memberikan kesaksian khusus yang kuat mengenai kepercayaan kita kepada anak-anak kita?

  5. Apakah beberapa godaan yang anak-anak dan kaum muda hadapi dalam komunitas Anda? Pelajarilah bagian yang dimulai di halaman 270, carilah hal-hal yang orang tua, kakek nenek, dan yang lainnya dapat lakukan untuk membantu kaum muda menahan godaan.

  6. Presiden Smith menasihati agar kita hendaknya “mengutamakan,” atau mengkhususkan, dalam membesarkan anak-anak kita di bawah pengaruh Roh (lihat halaman 271–273). Apakah maknanya itu bagi Anda? Jenis hal apa yang dapat orang tua lakukan untuk mengkhususkan diri dalam membesarkan anak-anak mereka dalam kesalehan?

  7. Pada halaman 273–274, Presiden Smith mengulas beberapa janji yang dibuat untuk keluarga yang mengadakan malam keluarga secara teratur. Bagaimana janji-janji ini telah digenapi dalam keluarga Anda? Anjuran apakah yang akan Anda berikan untuk sebuah keluarga yang belum pernah mengadakan malam keluarga sebelumnya namun ingin memulainya?

Tulisan Suci Terkait: Amsal 22:6; Yesaya 54:13; Enos 1:1–3; Mosia 4:14–15; Alma 56:45–48; Ajaran dan Perjanjian 68:25–31; lihat juga “Keluarga: Pernyataan kepada Dunia,” Liahona, Oktober, 2004, 49

Bantuan pengajaran: “Berhati-hatilah untuk tidak mengakhiri pembahasan terlalu cepat dalam usaha menyajikan semua bahan yang Anda telah persiapkan. Meskipun hal itu penting untuk meliput semua bahan, yang lebih penting adalah membantu murid merasakan pengaruh Roh, menjawab pertanyaan mereka, meningkatkan pengertian mereka tentang Injil, dan memperdalam komitmen mereka untuk mematuhi perintah-perintah” (Mengajar, Tiada Pemanggilan yang Lebih Mulia, 64).

Catatan

  1. “After Eighty Years,” Improvement Era, April 1950, 263.

  2. Edith Smith Elliott, “No Wonder We Love Him,” Relief Society Magazine, Juni 1953, 367.

  3. “To the Relief Society,” Relief Society Magazine, Desember 1932, 708–709.

  4. Dalam Conference Report, April 1926, 145.

  5. Dalam Conference Report, April 1933, 72.

  6. Dalam Conference Report, April 1937, 36.

  7. Dalam Conference Report, April 1926, 146–147.

  8. “President Smith Gives Scouting Address,” Deseret News, 22 Februari 1947, Church section, 8.

  9. Dalam Conference Report, Oktober 1948, 181.

  10. Dalam Conference Report, Oktober 1941, 101.

  11. Dalam Conference Report, April 1937, 35.

  12. Dalam Conference Report, April 1913, 29.

  13. Dalam Conference Report, Oktober 1932, 24–25.

  14. “The Family Hour,” Improvement Era, April 1948, 248.

  15. “The Family Hour,” 201.

  16. Dalam Conference Report, April 1926, 145–146.

Istri George Albert Smith, Lucy, dan putri mereka, Edith (kiri) dan Emily (kanan).

“Tidak ada cara terbaik Anda dapat melewatkan waktu Anda, tidak ada cara terbaik dimana Anda dapat memanfaatkan waktu Anda yang akan memberikan keuntungan yang lebih besar selain mendidik anak lelaki Anda dan anak perempuan Anda untuk menjadi layak atas berkat-berkat dari Bapa Surgawi kita.”

“Jika malam keluarga dapat menjadi sebuah kenyataan di antara para Orang Suci Zaman Akhir, … betapa banyak rumah bahagia yang akan ada.”