2008
Teman-Teman Saya dan Saya Memiliki Masalah dengan Bergosip. Apa yang Dapat Saya Lakukan untuk Berhenti dan Membantu Mereka Berhenti?
Oktober 2007


Tanya-Jawab

“Teman-Teman Saya dan Saya Memiliki Masalah dengan Bergosip. Apa yang Dapat Saya Lakukan untuk Berhenti dan Membantu Mereka Berhenti?”

Anda dapat mengatasi bergosip dengan mengikuti nasihat dalam Untuk Kekuatan Remaja dalam mengatasi bersumpah serapah: “Bantulah orang-orang di sekitar Anda menggunakan bahasa yang bersih melalui teladan Anda dan dengan mendorong mereka secara ramah untuk memilih kata-kata lainnya. Dengan sopan pergilah menghindar atau ubahlah pokok bahasan ketika orang-orang di sekitar Anda menggunakan bahasa yang buruk.

Jika Anda memiliki kebiasaan bersumpah serapah, Anda dapat mengatasinya. Mulailah dengan membuat keputusan untuk berubah. Berdoalah memohon bantuan. Jika Anda mulai menggunakan kata-kata yang Anda ketahui adalah salah, tetaplah diam atau katakan apa yang ingin Anda katakan dengan cara yang berbeda.

Pamflet itu juga menjelaskan mengapa penting untuk berbicara yang baik tentang orang lain: “Berbicaralah secara ramah serta positif mengenai orang lain agar Anda dapat memenuhi perintah Tuhan untuk mengasihi sesama. Ketika Anda menggunakan bahasa yang baik, Anda mengundang Roh agar menyertai Anda” (“Bahasa” [2001], 21–22).

Bersikap baik dalam komunikasi Anda adalah menyerupai Kristus dan akan menolong Anda memiliki hubungan yang lebih baik dan merasa lebih baik terhadap diri sendiri.

Hukum Emas

Bergosip terjadi di sekitar kita setiap hari, dan itu sungguh-sungguh menyakitkan. Memang kelihatannya keren untuk menyebarkan “berita terkini” kepada teman-teman Anda, namun pikirkan tentang orang yang sedang Anda bicarakan. Akankah Anda mengatakan apa yang sedang Anda katakan jika dia ada di sana? Apakah orang itu mengizinkan Anda menceritakan kepada orang lain? Pikirkan tentang bagaimana perasaan Anda jika seseorang sedang bergosip tentang Anda. “Karena itu, segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (3 Nefi 14:12). Jika teman-teman Anda sedang bergosip, dengan ramah ubahlah pokok bahasannya.

Jessica J., 16, Arizona, Amerika Serikat

Obat untuk Menyembuhkan Gosip

Ada tiga kelompok yang terlibat dalam gosip: diri kita, mereka yang mendengarkan, dan orang-orang yang kita bicarakan. Buatlah tekad untuk berhenti bergosip, dan kemudian lakukanlah. Berikut adalah beberapa obat untuk menyembuhkan penyakit bergosip: (1) Ubahlah topik ketika teman Anda mulai bergosip. (2) Tetap diam sehingga mereka tidak memiliki lawan bicara. (3) Katakan dengan terus terang kepada mereka agar “jangan saling memfitnah” (Yakobus 4:11).

But A., 22, Phnom Penh, Kamboja

Hindari Komentar Negatif

Gosip memiliki kekuatan yang menghancurkan dan dapat menyakiti perasaan orang. Ketika kita bergosip, kita membuka pintu bagi musuh untuk menghancurkan reputasi seseorang. Untuk mengatasi kebiasaan buruk ini, komentar negatif apa pun mengenai hidup seseorang harus dihindari. Ketika kita mendengar hal-hal semacam itu, baik itu benar ataupun tidak, kita hendaknya berusaha menghentikannya. Jika mereka terus melakukan itu, kita hendaknya pergi (lihat Matius 22:36).

Kita dapat menolong teman-teman kita dengan menasihati mereka agar jangan pernah terlibat dalam percakapan semacam itu dan memperingatkan mereka, sebagai anggota Gereja dan pengikut Kristus yang setia, senantiasa berusaha membela kebenaran dan kebajikan, senantiasa menjadi teladan dan memuji orang lain (lihat Pasal-Pasal Kepercayaan ke-13).

Ismael S., 18, São Paulo, Brasil

Melihat Kebaikan dalam Diri Orang Lain

Bergosip dapat sulit untuk diatasi. Namun saya pikir jika Anda ingat untuk mengasihi sesama Anda, Anda dapat berpikir dua kali sebelum mengucapkan komentar yang menyebabkan penyesalan. Kita bukanlah orang yang harus menghakimi orang lain. Saya pikir dengan melihat pada sisi baik dalam diri orang lain dapat menolong, daripada melihat sisi negatifnya.

Haylee B., 15, Utah, Amerika Serikat

Pikirkan mengenai Hal-Hal Ini

Untuk menghindari bergosip, kita dapat menghafalkan tulisan suci seperti Imamat 19:18 yang mengajarkan kepada kita untuk mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri dan menghafal dalam benak kita setiap kali kita ingin bergosip. Kita juga dapat menghafalkan lagu seperti “Ku Mau Jadi S’perti Yesus” (Buku Nyanyian Anak-Anak, 440–41) dan menyanyikannya dalam hati. Gagasan lain adalah mengucapkan dua hal yang baik mengenai orang itu. Dengan cara itu Anda akan melupakan kelemahannya dan sebaliknya mengenali kebaikan orang itu.

Rhodora M., 19, Luzon, Filipina

Dibutuhkan Keberanian

Beberapa orang mengatakan bahwa “dengan mulut kita, kita membangun tembok di antara diri kita dan orang-orang yang kita kasihi.” Saya percaya bahwa untuk menghentikan ini, kita membutuhkan keberanian pribadi dan rohani yang besar. Jika kita sungguh-sungguh memahami Injil, kita sebagai anggota Gereja hendaknya tidak bergosip karena Allah telah mengajarkan kepada kita untuk membuka mulut kita untuk mengkhotbahkan Injil ke seluruh dunia, bukan untuk mengkritik atau bergosip tentang orang lain.

Vanessa P., 19, Tahiti, Polinesia Prancis

Berdoa Memohon Bimbingan

Ingatlah bahwa bergosip dapat memiliki dampak yang mendalam dan langgeng dalam diri orang lain. Cobalah dan tempatkan diri Anda dalam posisi mereka, dan pikirkan mengenai bagaimana perasaan Anda jika orang lain mengatakan hal-hal yang tidak baik mengenai Anda. Merupakan hasrat yang bajik bagi Anda untuk mengubah kebiasaan ini. Tuhan akan memberkati Anda dengan kekuatan dan perubahan hati sewaktu Anda dengan sungguh-sungguh mencari bimbingan-Nya melalui doa.

Brittney H., 12, Utah, Amerika Serikat